
" kalian yakin akan pergi menggunakan pesawat dan bukannya jet pribadi? " tanya sang nenek tercinta sekali lagi
selfie mengangguk yakin." iya nek, kami akan pergi tanpa pengawasan apapun "
sejujurnya fira dan violet tidak terlalu setuju dengan selfie, karna malam penculikan lalu masih membekas dalam ingatan mereka. mereka hanya ingin menghindar dari hal-hal seperti itu. tapi, karna terpengaruh oleh manipulasi selfie, akhirnya mereka setuju saja.
" nenek sangat menyanyangi mu, nak."
" emm aku juga." selfie melepaskan pelukannya dan beralih pada sang kakek.
di tatapnya kakeknya dalam-dalam." kakek, kami berangkat dulu ya "
" ingat ya selfie, selama di sana kamu jangan mengabaikan tugas sebagai penerus! " tekan samh yang membuat senyum di wajah selfie luntur. gadis itu tertunduk sejenak, kemudian kembali mendongak padanya.
" iya, kakek tenang saja." gadis itu tersenyum manis seolah tidak terjadi apa-apa. tetapi, hanya nancy saja yang tau kalau itu adalah sebuah senyuman yang penuh kepalsuan.
samh tersenyum dan mengusap kepala gadis itu dengan lembut." Hati-hati ya "
" iya." pandangan selfie langsung berpindah kepada dahlia yang berdiri di samping kakeknya. selfie tersenyum, kemudian ia mendekap dahlia dengan penuh kasih sayang." sebenarnya aku ingin kamu ikut. tapi karna kamunya gak mau, jadi ya mau bagaimana lagi."
" aku akan di sini dan mengurus pekerjaan kantor yang kamu abaikan." sahutnya sembari mengelus punggung selfie.
setelah berpamitan dengan semua orang, kelima gadis itu langsung masuk ke dalam mobil yang di bawa langsung oleh helena. wanita itu yang akan mengantar mereka ke bandara. ya, hanya mengantar karna helena tidak akan ikut kembali ke kota xx bersama selfie.
selama di perjalanan menuju bandara, mereka mengoceh banyak hal seputar sekolah. gadis-gadis itu tidak sabar masuk sekolah untuk memamerkan barang-barang yang mereka beli di sini. terlebih lagi fira dan violet, kedua gadis itu adalah ratu jika soal pamer barang mewah di sekolah.
tapi tidak dengan selfie, gadis itu sibuk mengetik sesuatu di ponsel sambil senyum-senyum sendiri. ia bahkan mengabaikan nancy yang sejak tadi kesal melihatnya.
" sel, lo chatan dengan siapa? "
" sama zayn." jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponsel.
" kok senyum-senyum? "
" karna dia akan tungguin gue di bandara... " jelasnya kesenangan.
" loh sel sama dong," timpal violet yang mendengar percakapan mereka.
" sama apa? " tanya selfie tidak mengerti.
violet tersenyum kemudian menunjukkan hasil percakapannya dengan ricko." my darling ricko juga akan nungguin gue "
selfie dan nancy langsung mendekatkan wajah mereka ke ponsel violet agar bisa membacanya dengan jelas. ternyata bukan hanya zayn dan ricko saja yang akan datang, tetapi ada juga, raka, reyno, dan.... alan.
mengetahui alan akan ikut menjemput, membuat selfie merasa tidak enak, karna pastinya cowok itu akan sakit hati.
tapi selfie berharap cowok itu akan baik-baik saja.
tibanya di bandara, helena langsung mengantar gadis-gadis itu check-in. ia sebenarnya ingin ikut bersama mereka, tapi karna urusan perusahaan yang menumpuk ia pun terpaksa untuk tetap tinggal.
" muachh..... muahhh... " tanpa malu dan mendengarkan protes dari selfie, helena dengan gemas mencium pipi gadis itu dan memeluknya dengan erat. sedangkan selfie, ia hanya pasrah membiarkan pipi lembutnya itu di serang oleh bibir helena.
" jaga diri baik-baik ya sayang, kalau ada apa-apa langsung call me," pesan helena dengan suara yang lembut.
dengan wajah yang datar sekaligus kesal, selfie hanya mengangguk.
" sayang banget lo sama dia," lontar violet sambil tertawa kecil.
" habisnya di imut sih "
__ADS_1
" yaudah ayo kita pergi," sela nancy, kemudian menarik tangan selfie dan pergi meninggalkan helena.
...☘️...
setelah menempuh waktu beberapa jam di dalam pesawat, kini para gadis itu sudah sampai di kota xx.
kelima gadis itu langsung buru-buru keluar dari pesawat dan memasuki bandara sambil berlari kecil.
selfie berusaha mencari zayn yang katanya sudah menunggunya sejak tadi. tapi ia sedikit kesusahan mencarinya karna terhalang oleh banyaknya orang.
hingga tak lama kemudian matanya berhasil menangkap seorang cowok yang mengenakan kaos hitam dan topi.
sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman lebar, sebuah senyuman yang sangat mempesona. tanpa menunggu lama lagi, ia langsung berlari ke arah zayn dan meninggalkan nancy dan yang lainnya begitu saja.
sedangkan zayn, ia tersenyum senang melihat gadis yang ia cintai tengah berlari ke arahnya. cowok itu merentangkan tangannya dan menyambut selfie ke dalam pelukannya.
sesaat keduanya hanya berpelukan tanpa mempedulikan tatapan aneh dari sahabat dan juga pengunjung lain. zayn begitu merindukan gadis ini, ia menghirup dalam-dalam aroma rambut dan tubuh selfie yang begitu menenangkan.
perlahan cowok itu melepaskan pelukannya dan mendekatkan bibirnya ke pipi selfie.
cup!
satu kecupan berhasil ia berikan pada gadis itu.
spontan hal itu membuat selfie malu dan merona, apa lagi sekarang mereka menjadi tontonan sahabat dan orang-orang.
" aku rindu," bisiknya
" lebay, baru juga satu bulan," ucapan selfie membuat zayn tertawa kecil. gadis di depannya ini selalu saja membuatnya merasa gemas, ingin rasanya ia mengigit pipi lembut itu, tetapi ia masih menahan diri.
" DARLINGGG!!! "
" SWEETHEART!! "
selfie dan zayn hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat pasangan itu yang juga sedang berpelukan.
" beb aku di tampar dan di culik," rengek violet di dalam pelukannya.
" oh ya? "
" iya,"
" yaudahh, nanti aku yang jagain kamu biar gak di culik lagi. dan biar perlu aku yang culik kamu," ucapnya ngelantur yang malah di anggukkin oleh violet.
nancy berdecak." lo culik dia juga mau ngapain ha? mau macam-macam pasti! "
ricko menggeleng." ya enggak lah! dia akan jadi ratu gue, habisnya lo menolak posisi ratu yang gue berikan dengan susah payah."
" peduli amat," ketusnya
ricko tersenyum nakal." kalau lo masih mau posisi ratu juga gak papa sih. karna raja wajar memiliki lebih dari satu pramaisuri. gimana mau gak? "
bugh!
satu pukulan berhasil mendarat di perut ricko.
selfie tertawa renyah melihatnya, kemudian ia tidak sengaja bersitatap dengan alan. cowok itu menatap selfie dengan teduh membuat selfie bisa merasakan betapa kuatnya cinta lekaki itu.
selfie merasa sedikit bersalah padanya, tetapi cinta tidak bisa di paksakan kan? jadi biarlah waktu yang menjawab semuanya.
__ADS_1
sesampainya di rumah, selfie juga di sambut dengan baik oleh keluarganya. ayah dan ibunya dengan gemas memeluk dan menciumnya. tak lupa, karina juga memeluk selfie dan bermanja-manja dengannya.
hingga saat malam harinya tiba tepatnya di meja makan, karina terus mengoceh tentang prestasi yang ia raih di sekolah. tentu saja mendengar itu membuat selfie menjadi senang. ia berinisiatif memberikan sebuah jam yang indah sebagai hadiahnya .
" bagaimana dengan kakek? " tanya sarah setelah meminum air.
" semuanya baik ma... oh ya, apa kalian ingat dengan teman yang menolong ku di danau? "
serentak semuanya mengangguk.
" iya, memangnya kenapa sayang? " tanya ayahnya
selfie tersenyum." dia ternyata tidak mati, dia masih hidup dan aku bertemu dengannya."
mendengar hal itu reflek mereka sedikit terkejut, tetapi dengan melihat wajah bahagia selfie, mereka pun juga ikut bahagia.
sesudah makan malam, selfie kembali ke kamarnya dan berjalan ke balkon. gadis itu mengangkat wajahnya dan melihat deretan bintang yang indah.
setelah itu ia membuka ponselnya dan mengecek pesan whatsapp. namun, tidak ada satupun pesan yang masuk. dan karna merasa bosan ia pun menggeser layar itu ke status. banyak dari sahabatnya yang memasang status terbaru, tapi yang menarik perhatiannya adalah fira.
sontak selfie tertawa kencang melihatnya. kembali dari maut? yang benar saja. tetapi jika di pikir lagi memang iya sih kalau mereka baru saja selamat dari maut.
beberapa hari telah berlalu dan hari ini selfie dan lainnya tengah memilih bangku di kelas baru mereka. hari ini sekolah baru saja di mulai dan kelima gadis itu dengan semangatnya mencari bangku yang nyaman.
mereka berlima sudah merencanakan untuk duduk di bangku pinggir jendela, karna di tempat itu adalah tempat yang paling ternyaman. oh ya, bangku yang mereka pilih adalah bangku dari barisan kedua sampai seterusnya kebelakang. tidak ada satupun dari mereka yang menyukai bangku paling depan.
seperti biasa, selfie akan selalu duduk bersama nancy, sementara violet bersama fira, dan trysta duduk dengan siswa lainnya.
kelas yang tadinya bising seperti di pasar seketika hening tak kala bu nisa selaku wali kelas mereka yang baru datang. wanita yang terlihat berwibawa itu langsung mengatur posisi-posisi di dalam kelas, seperti ketua kelas, wakil, sekertaris, dan bendahara.
tentu saja selfie and the geng tidak mendaftar apapun untuk posisi itu, karna mereka berlima tidak ingin kerepotan mengurus kelas yang rusuh ini. mending mengurus diri masing-masing, seperti itu lah pikiran mereka.
setelah pemilihan selesai, bu nisa langsung menanyakan seputar impian pada murid-muridnya. dan hal tersebut merupakan pertanyaan yang paling selfie benci.
" impian kalian ketika dewasa apa nih? " lontar bu nisa seraya melirik murid-muridnya.
" dokter "
" seniman,"
" pilot "
" CEO "
" istri orang kaya... " sontak semua mata memandang ke arah violet.
" kenapa? emang tidak boleh? " sewot nya.
bu nisa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat violet. kemudian fokusnya tertarik pada seorang gadis yang hanya diam sambil melihat ke luar jendela.
" mau di tanyakan berapa kali pun, jawaban gue akan tetap sama," lirih selfie
" ya, tapi seenggaknya lo bisa berpura-pura punya mimpi," bisik nancy sambil menyentuh tangan selfie di bawah meja.
bu nisa yang melihat gadis itu terus diam berinisiatif untuk bertanya padanya." kalau kamu apa selfie? apa mimpimu? "
" gak ada," jawabnya yang membuat seluruh siswa langsung diam.
__ADS_1
" kenapa gak ada? " tanya bu nisa lagi
tanpa melepaskan pandangannya dari jendela, selfie pun menjawab." karna saya tidak bisa bermimpi dengan mata terbuka, dan orang-orang tidak memperbolehkan saya tidur sejak senja hingga kembali senja."