Selfie

Selfie
cincin


__ADS_3

" jadi lo belum menemukan siapa dia? "


" umm, aku gak tau siapa dia "


nancy menghela nafas." gue udah cari dia selama enam tahun ini, tapi belum juga ketemu."


" kayaknya dia memiliki pelindung." lanjut dia lagi


selfie cuman diam sambil menatapnya. sejujurnya selfie tidak ingin membebani nancy untuk mencari pelakunya. ia juga merasa bersalah sudah menempatkan nancy dalam masalahnya selama enam tahun ini.


kepala selfie mengadah melihat nuansa hotel yang begitu indah. ada banyak pohon dan tanaman hias sehingga tempat ini terlihat seperti di alam.


ini adalah hotel tempat violet bekerja. nancy sengaja mengajak selfie kesini agar wanita itu dapat melihat kesuksesan violet dalam karirnya.


keduanya makan malam di restoran hotel dan dilanjutkan dengan makan dessert.


makanan dan dessert yang baru saja mereka makan di buat langsung oleh violet.


enak? ya sangat enak, tapi selfie tidak bisa mengekspresikan perasaannya di depan nancy. selfie sendiri juga tidak menyangka kalau orang seperti violet bisa membuat makanan selezat ini.


" padahal dia hanya lumut." selfie tersenyum tipis


" bagaimana dengan perusahaan? " tanya nancy setelah menelan stroberinya.


" itu membuat ku stres. orang-orang di kantor membenci ku karna menganggap diriku tidak peduli dengan keselamatan mereka." selfie menghela nafas berat. ia lelah, selama enam tahun hal seperti ini terus terulang dan membuatnya semakin depresi.


melihat hal itu tangan nancy bergerak dan menyentuh tangan selfie di atas meja. menggenggamnya kuat seolah menyalurkan semangat.


" dia tau kelemahan ku, nancy. dia tau kalau impian ku adalah kebebasan dan tinggal bersama kalian. maka dari itu dia membuat ku pergi sehingga aku tidak bisa merasakan impian itu."


" dia juga merusak citraku dengan mengatakan kepada semua orang kalau aku adalah seorang mantan pasien rumah sakit jiwa. dia mengacaukan pekerjaan ku, dia yang membuat ku kehilangan segalanya." selfie menutup wajahnya setelah mengatakan isi hatinya.


mengingat perbuatan yang di lakukan peneror itu padanya selama enam tahun. selfie tidak dapat memaafkannya, ia benci dan ingin segera menemukan orang itu.


" bunga itu tumbuh di bebatuan yang keras." ucap nancy sembari tersenyum lembut padanya.


selfie menatapnya dan menggeleng pelan." udah lama tumbuh di bebatuan, tapi kenapa aku belum mekar? "


suara selfie benar-benar seperti orang yang putus asa.


" sebanyak apapun kamu kehilangan, kamu harus tetap hidup." kalimat itu mampu membuat selfie terpaku, menatap nancy dan memikirkan perkataan wanita itu.


" ini minuman kalian." fira menaruh dua gelas minuman bersoda di atas meja mereka.


sontak saja pandangan keduanya menatap fira dan beralih melihat minuman dingin itu.


" minum aja." desak fira, kemudian duduk di kursi sebelah mereka begitu juga dengan trysta.


rupanya fira dan trysta baru saja menemui teman mereka yang juga berada di hotel ini. dan ketika melihat nancy dan selfie, mereka pun ikut bergabung sambil mengambil minuman.


" lo mengambilnya dimana? " tanya nancy penasaran


" ohh di sana." fira menunjuk pelayan laki-laki yang juga tengah menatap ke arah mereka.


nancy hanya mengangguk dan menoleh pada selfie yang hanya berdiam diri tanpa menyentuh minuman segar itu." minumlah sel." ajaknya seraya meminum sedikit.


selfie mengangguk, namun pandangannya tidak sengaja melihat violet dengan baju ala chef. terlihat cantik, tapi seperti lumut baginya.


" eh lihatlah itu violet." tunjuk selfie yang membuat pandangan mereka tertuju pada violet.


mereka berdecak kagum melihat violet dengan cekatan menyajikan makanan ke salah satu pelanggan. violet benar-benar terampil dan terlihat seperti profesional. wajahnya yang imut membuat beberapa pasang mata terpesona padanya.


" ayo minum." ucap selfie tiba-tiba sambil meneguk minuman itu sampai setengah.


nancy hanya tersenyum dan lanjut meminum miliknya hingga habis tak tersisa.


hingga beberapa menit kemudian sesuatu terjadi pada nancy. wanita itu terus memegang kepalanya dan beberapa kali tertidur di meja.


" sel dia kenapa? " tanya fira panik tetapi selfie hanya mengangkat bahu.


" sini biar ku lihat." sela trysta, wanita itu membuka mata nancy dan mengecek sisa minumannya. wajahnya yang panik itu membuat fira semakin panik.


" dia kenapa? "


" sepertinya dia terkena obat tidur. di dalam minumannya gue mencium aroma obat tidur." jawabnya yang membuat fira tercengang kecuali selfie.


" bawa dia pulang. " itulah yang di katakan selfie sebelum ia beranjak dan pergi meninggalkan mereka.


fira mengepalkan tangannya, ia menatap selfie dengan wajah memerah menahan marah." jika ada kesempatan, gue pengen banget bunuh lo." gumamnya.


selfie tidak ikut mengantar nancy ke rumah. ia memilih untuk pulang dan merebahkan diri di kasurnya yang empuk.


ia menatap langit-langit kamar cukup lama memikirkan apa yang baru saja terjadi. mengingat nancy yang terpengaruh oleh obat tidur.


ia tersenyum, sebuah senyuman yang tidak bisa di gambarkan." nancy benar, dia telah membantuku selama ini. dan berkat dirinya lah aku bisa selangkah lagi menangkap dalang itu."


selfie berdiri, menggusur rambutnya kebelakang dengan jarinya dan berjalan ke jendela. pelan-pelan ia membuka jendela hingga udara segar masuk ke kamarnya. lagi dan lagi ia melamun di sana cukup lama, sampai seseorang masuk ke kamarnya.

__ADS_1


" kak selfie! " selfie menoleh dan terkejut melihat karina berdiri di belakangnya.


karina semakin tinggi dan terlihat dewasa, berbeda dengan terakhir kali selfie melihatnya.


selfie tersenyum lebar, merentangkan tangannya dan mengangguk ke arah adiknya itu.


karina juga ikut tersenyum, ia berlari kecil dan masuk ke dalam pelukan sang kakak. pelukan yang penuh syahdu antara kakak dan adik yang berpisah cukup lama.


" lama sekali kamu pulang," bisik selfie


karina melepaskan pelukannya dan tersenyum cerah hingga menampakkan giginya." semuanya demi kuliah ku."


" aku senang kakak sudah pulang." lanjut dia lagi


keduanya memilih untuk mengobrol di balkon kamar dengan secangkir kopi dan susu. ada juga beberapa biskuit dan buah-buahan.


mereka mengobrol banyak hal, mulai dari kuliah, kesehariannya, dan nilai akademis karina.


selfie yang masih setia mendengarkannya tentu saja bangga dengan pencapaian adiknya itu. hingga karina mengganti topik dan mengarah ke pembicaraan yang selfie tidak mengerti.


" sudah bertemu dengan dia? "


" dia siapa? "


" itu loh fansmu "


" fans siapa?" selfie semakin tidak mengerti.


karina berdecak." si kak zy "


mendengar itu selfie hanya membulatkan mulutnya, pasti ini zy yang di maksud oleh sean.


" emangnya kenapa dengan dia? dan siapa? "


" dia itu sering main di sini.... dan juga." karina nampak ragu untuk mengatakannya." dia ingin kakak menunggu beberapa bulan lagi,"


selfie hanya menatap karina datar kemudian memalingkan wajahnya ke arah lain." aku udah punya pacar,"


" loh siapa? "


" alan "


karina terlihat sangat kecewa, ia meminum susunya dan menghela nafas berat." apa kakak mencintai kak alan? "


selfie cuman diam dan bahkan tidak melihat ke mata karina.


" ku harap kakak tidak menyesal "


selfie berjalan kaki di persimpangan jalan sambil melihat lukisan yang di buat oleh seniman jalanan. ini bukanlah lukisan asal-asalan, tetapi sebuah lukisan yang indah.


ia terus berjalan dan melihat hal-hal menarik yang ia temukan di persimpangan. dengan rok selutut, kaos putih, cardigan, dan di tambah dengan senyuman manisnya membuat aura selfie benar-benar terpancar.


wanita itu bahkan tidak sadar kalau alan tengah mengikutinya dari belakang.


alan. cowok itu terus mengikuti langkah selfie dan mengikuti apapun yang selfie lakukan. contohnya saja, ketika selfie berhenti di patung sepasang kekasih dan menyentuhnya, alan juga pasti akan berhenti di sana dan menyentuhnya. dan saat selfie duduk di tangga, alan juga duduk tidak jauh di belakangnya.


dan tibalah selfie di tempat yang sudah mereka janjikan, di sebuah taman yang di datangi banyak anak remaja. ini adalah taman yang berbeda dari taman sebelumnya.


duduk sendiri di bangku sambil memakan ice cream. kaki dan tubuhnya bergerak mengikuti irama musik yang di mainkan segerombolan anak remaja di sana.


ia tersenyum dan terkadang bersenandung.


sedangkan alan, ia yang berdiri di balik pohon juga ikut tersenyum. tangannya mengambil ponsel di saku dan mencari kontak selfie. ia berdehem sedikit sebelum melakukan panggilan telpon pada wanita itu.


selfie yang merasa tasnya bergetar langsung membuka dan mengambil ponsel nya. senyum cerah terbit di wajahnya ketika tau siapa yang menelponnya.


" hallo "


" kau dimana? aku akan terlambat "


" sungguh? aku masih di jalan, jadi jangan cemas."


" ohh begitu rupanya. aku akan tiba dalam lima menit lagi."


selfie mengangguk. " aku juga. santai aja "


alan tersenyum lucu ke arahnya." jika tiba lebih dulu. makanlah ice cream sambil menunggu ku."


selfie reflek melihat ice creamnya. mungkin ia bertanya-tanya kenapa alan bisa tau. tapi ia berpikir lagi, mungkin saja itu hanya kebetulan. jadi ia hanya mengangguk." baik "


" jangan duduk sambil menggoyangkan kaki, berdiri yang baik dan tunggu aku."


senyuman selfie langsung hilang, ia berdiri dan pandangannya menelisik ke seluruh taman.


" kamu dimana? kamu sedang mengawasiku kan? "


" jangan berpikir aku selalu mengawasimu,"

__ADS_1


selfie mendengus." dah." ia kembali duduk dan menyilangkan kakinya.


" jangan silangkan kakimu."


selfie reflek berdiri." kamu dimana? " ia mematikan panggilannya dan berjalan mencari alan. pelan-pelan melangkah ke seluruh taman.


sedangkan alan, ia yang melihat itu tersenyum lucu. jadi ia tetap berdiri di tempatnya sambil menunggu selfie datang.


dan benar saja, selfie semakin dekat ke tempat ia berdiri.


" hallo manis "


" ahhh... kak alan mengagetkan ku saja." ia mengelus dadanya dan menatap alan dengan wajah cemberut. benar-benar menggemaskan.


alan tertawa dan segera menautkan jarinya ke jari wanita itu." ayo pergi." ia menarik tangan selfie


keduanya jalan di perkotaan sambil menggenggam tangan satu sama lain. bercerita banyak hal, dan tak lupa alan selalu mengerjai selfie.


sore itu penuh dengan gelak tawa selfie yang membuat alan semakin merasa bahagia.


" pria seperti apa yang kamu suka? " tanya alan


" aku sudah memberitahu mu. seseorang yang baik."


alan menggeleng." tidak, maksudku kau lebih suka yang tinggi atau pendek? "


" tinggi bagus," jawab selfie cepat


alan mengangguk." suka rambut pendek atau panjang? "


selfie berpikir sebentar." aku lebih suka pendek."


" matanya? "


" matanya? tidak terlalu besar, tapi tak terlalu kecil "


" bagaimana dengan hidungnya? mulutnya? "


selfie mendongak dan kaget melihat wajah alan begitu dekat dengannya. ia langsung memalingkan wajahnya dan tidak menjawab pertanyaan pria itu


" jawab aku! "


" ke--kenapa aku harus menjawabmu? "


" kau harus menjawab saat ku tanya "


" masa bodoh! " selfie tidak ingin melanjutkan pembicaraan itu, karna ujung-ujungnya alan hanya akan sakit hati jika mendengar tipe pria yang di sukainya.


hingga beberapa langkah kemudian selfie tidak sengaja melihat pedagang cincin yang tidak terlalu jauh darinya. ia menghentikan langkahnya dan menatap alan sambil tersenyum.


" ayo! " selfie menarik tangan alan dan membawa pria itu ke pedangang cincin.


di atas cincin-cincin itu terdapat tulisan ' CINCIN PERMOHONAN: CINCIN YANG DAPAT MENGABULKAN PERMOHONAN MU'.


" tertulis ini mengabulkan permohonan mu." selfie menatap alan dan kembali menatap cincin itu.


alan melirik nya sejenak." kau percaya itu? ini cuman trik penjualan." ia menatap datar penjual tersebut, sementara sang penjual menatapnya sewot.


selfie berdecak, namun ia mulai memilih cincin yang menurutnya bagus. hingga senyum di wajah wanita itu semakin cerah ketika menemukan cincin pilihannya.


" belikan ini untukku." pintanya setelah memakai cincin di jari manisnya.


alan cuman diam sambil melihatnya. ia terus melihat selfie sampai wanita itu mengambil satu cincin dengan bentuk yang sama.


" tangan! "


dengan malas alan mengulurkan tangannya.


" dan aku akan membelikan ini untukmu." selfie berhasil memakaikan cincin tersebut ke jari manis alan.


" seorang pria tidak memakai cincin." alan perlahan melepaskannya.....tapi.


" para pasangan....... biasanya menukar cincin seperti ini." perkataan selfie mampu membuat alan terdiam dan segera memasukkan kembali cincin yang hampir terlepas itu.


" begitu rupanya." gumam alan tersenyum tipis


selfie tersenyum dan terus melihat cincin di jarinya. begitu juga dengan alan, ia juga melihat cincinnya dan saling tersenyum bersama selfie.


setelah membeli cincin, mereka singgah sebentar di tempat yang teduh. sebuah tempat yang asri dengan pohon rindang yang besar.


" apa permohonan mu? " tanya selfie sambil memamerkan cincinnya.


" khmm... sudah kubilang aku tidak percaya." jawab alan yang membuat selfie berdecak.


selfie menoleh ke depan dan perlahan menutup matanya. sementara alan yang berada di sampingnya bisa menebak kalau selfie sedang membuat permohonan.


wajahnya yang tenang dan tertiup angin benar-benar terlihat sangat cantik di mata alan. pria itu terus menatapnya sampai selfie kembali membuka matanya.

__ADS_1


" kau minta apa? " alan hanya penasaran.


selfie tersenyum lucu." rahasia "


__ADS_2