Selfie

Selfie
69. karna aku temanmu!


__ADS_3

...WARNING!!!!...


... KEMUNGKINAN BAB BERISI ADEGAN DARK!!...


mendadak semuanya diam, mereka seolah tidak percaya dengan gadis di depan pintu ini.


melihat selfie yang mau menangis membuat mereka berpikir, pasti gadis ini adalah dahlia yang mereka lihat di video tadi.


tapi, kenapa? kenapa bisa? pertanyaan itu terus berulang-ulang di kepala mereka semua.


selfie masih menatapnya, cairan bening di pelupuk matanya mengalir begitu saja. badannya seolah terpaku dan tidak dapat di gerakkan. tenggorokannya tercekat dan matanya seolah hanya tertuju pada gadis itu.


" kau.... dahlia." selfie menutup mulutnya dengan kedua tangannya. ia menangis dalam keheningan sejenak, setelah itu kembali menatap gadis itu.


" dahliaaaa" selfie langsung memeluknya dengan erat. ia seolah melampiaskan kerinduan dan rasa bersalah di hatinya.


walaupun gadis itu tidak membalas pelukannya, hal itu tidak membuat selfie merasa sedih sama sekali. karna yang terpenting baginya adalah dahlia ada di depan matanya.


" dahlia aku merindukanmu.... kau tau, aku sampai menjadi gila hanya karna kehilangan mu," ucapnya dengan suara bergetar.


selfie berharap dahlia akan membalas perkataannya. tetapi, dahlia justru menghempaskan tubuh selfie sampai gadis itu terjatuh ke lantai.


semuanya terbelalak, mereka shock dengan apa yang terjadi. bukankah dahlia sangat menyayangi selfie? lantas kenapa ia berbuat seperti itu pada orang yang dia sayangi?.


masih dengan kebingungan, selfie berdiri dan perlahan menatap ke arah dahlia. ia memaklumi hal ini, mungkin saja dahlia terlalu senang dan tidak sengaja menjatuhkannya.


" dahlia aku senang kau selamat," ujar selfie seraya tersenyum lembut.


" tapi selfie, bukankah dahlia mengalami tembakan dan kecelakaan? " sela trysta.


nancy mengangguk." dia benar, dan hal itu mustahil untuk selamat, tapi kenapa dia bisa? "


selfie berpikir sejenak." mungkin dahlia selamat, hanya saja gue yang gak tau.... kalian ingat kan kalau terakhir kali gue lihat dia itu di rumah sakit. selain itu, gue juga tidak datang ke pemakamannya."


" iya sih tapi aneh aja "


" iya kan, Jangan-jangan ini hantu lagi "


" ehh vi, mungkin saja dia mayat hidup "


" DIAMM!!! "


suara teriakan itu berhasil membuat mereka semua bungkam.


" aku bukan dahlia," katanya sembari menyilangkan tangan di dada.


" trus siapa? " tanya fira


" namaku adalah...... benalu "


hening.


" pffttt..... hahahhaha--" seketika tawa mereka terhenti ketika selfie menatap mereka tajam.


" benalu.... ahahahha.....yang benar saja, nama apaan itu, hahaha." demi apapun violet berusaha semaksimal mungkin untuk menahan tawanya, tetapi tidak bisa karna itu terdengar sangat lucu. selain itu, dahlia juga mengenakan jaket hijau yang membuat kesan benalu semakin melengket padanya.


" JANGANNN TERTAWA!! " ia menatap selfie dan yang lain secara bergilir. " kalian mau kabur? "


selfie mengangguk. " iya, ayo dahlia, kau juga ikut dengan kita trus ceritakan semuanya." ucap selfie, namun hal itu justru membuat dahlia tertawa renyah.


" dahlia? siapa itu? " tanyanya, kemudian dahlia maju mendekati selfie dan menarik kerja baju gadis itu.


" selfie, kau adalah pembunuh!! "


deg


" A-apa maksud mu? "


" hahaha, jangan berpura-pura bodoh selfie, kau membully ku dan mencoba membunuhku! " tekan dahlia, gadis itu bahkan mencekik leher selfie sehingga membuat selfie kesulitan bernafas.


selfie tidak melawan sama sekali, ia mendadak lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa pada dahlia. ternyata ini maksud tuan gyu tentang senjata rahasia itu.


" a--akhh....!! " dahlia semakin menekan tangannya pada leher selfie.


melihat hal itu nancy pun tidak bisa lagi berdiam diri, ia dengan cepat menarik tubuh dahlia dan mendorong gadis itu hingga membentur ke dinding.


" jangan menyentuhnya, dasar wanita jelek! "


" heyyy, menghinanya berati menghinaku," celetuk violet menatap tajam kepada nancy.


selfie terbatuk-batuk, sungguh jika nancy tidak membantunya mungkin saja ia akan tiada hari ini juga. selfie kebingungan, memangnya ada apa dengan dahlia, apa dia menaruh dendam pada selfie? kalau begitu, kenapa dahlia mau saja mengorbankan dirinya pada selfie dulu.


selfie perlahan menatap ke arah dahlia." kau bukan dahlia "


" selfie, jelas-jelas dia adalah dahlia," elak trysta yang membuat fira menyenggol lengannya pelan ." gimana sih! tadi lo bilang dia mayat hidup, trysta "


" hmm, iya juga sih."


selfie melangkah mendekati nancy, kemudian ia menyingkirkan tangan nancy dari tubuh dahlia. setelah itu, selfie berdiri di hadapannya dan menatap dahlia dengan sendu." apa kau merasa pernah bertemu denganku? "


dahlia berpikir sejenak kemudian menggeleng." ini pertama kalinya aku bertemu denganmu "


sudah selfie duga, ia tadinya curiga bahwa dahlia telah mengalami hilang ingatan." tapi kenapa kau menyerangku tadi."

__ADS_1


" karna kau adalah penjahat..!! " dahlia mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya kemudian menekan tombol itu sehingga rumah ini berbunyi.


" selfie, kita harus keluar! " nancy menarik tangan selfie agar menjauh dari dahlia.


" tapi bagaimana dengan dia? "


" biarin aja dia," sahut fira yang sudah sangat ketakutan.


" HAHAHA.... sayang sekali karna aku sudah mengunci pintu rumah ini." perkataan dahlia mampu membuat langkah mereka terhenti. mereka semua menoleh ke belakang dan melihat dahlia yang sedang tersenyum miring. selfie kecewa, ia tidak menyangka dahlia bisa melupakannya begitu saja.


tak berselang waktu lama, anak-anak buah tuan gyu datang dan mengepung mereka semua. para anak buah itu menarik paksa kelima gadis itu untuk kembali ke dalam. selfie tidak mengelak sama sekali, tetapi tatapannya terus melihat ke arah dahlia.


di kediaman keluarga grace.


PLAKKKK


" BODOH!! APA YANG KALIAN LAKUKAN SEHINGGA CUCUKU HILANG!! " murka samh setelah menampar semua bodyguard milik selfie. bukan mereka saja, tetapi Helene juga di tampar dan di marahin habis-habisan oleh samh dan ayahnya.


" tu--tuan, saya sudah melacak ponsel milik nona muda, tetapi setelah saya menemukannya, ternyata lokasinya berada di pantai. saya pikir itu cara mereka mengelabui kita semua, tuan." jelas helena sembari memberikan lima ponsel yang ia temukan di bibir pantai tadi.


samh menghela nafas berat, emosinya masih sangat membara. ia cemas dan takut jika terjadi sesuatu pada cucunya itu. bahkan samh tidak memberitahu kejadian ini pada istrinya, ia hanya memberi sebuah alasan kalau selfie sedang menginap di rumahnya helena.


samh kembali menatap mereka semua." cepat cari dan temukan mereka! dan jangan pernah tunjukkan wajah kalian di depanku jika belum menemukan cucuku!! "


" jika tidak... aku sendiri yang akan membunuh kalian semua! "


helena dan para bodyguard lainnya menelan saliva dengan kasar. karna ucapan dari samh tidak pernah main-main, apapun yang ia katakan selalu terwujud.


" saya pasti akan menemukan nona muda dalam waktu sehari tuan, saya jamin itu." lontar helena tanpa keraguan sedikit pun dalam kata-katanya.


wanita itu berdiri dan mengajak bodyguard lainnya untuk segera mencari selfie. walaupun saat ini sudah tengah malam, mereka tidak akan berhenti mencari sampai selfie dan teman-temannya ketemu.


...☘️...


BUGH!


TAAKK!


BUGH!


" ah payah sekali, kau tidak mengelak sedikit pun


" heyy selfie, cepat lawan aku! "


selfie terkapar tidak berdaya, dahlia benar-benar menghajar selfie habis-habisan. sudut bibir gadis itu mengeluarkan darah segar, pipinya juga sudah lebam kebiruan. bukan hanya itu saja, dahlia juga menendang perut dan punggung selfie.


" lawan aku!! " dahlia menarik rambut selfie dengan kuat, setelah itu ia memaksa selfie berdiri dan melempar gadis itu ke kursi.


dahlia tersenyum miring ke arah gadis itu, perlahan ia mendekatkan kepalanya dan mengelus pipi selfie.


" akhhh.... " ringis selfie ketika dahlia mencengkram pipinya dengan sangat kuat.


" payah sekali, kenapa hanya diam ha? " tanyanya dengan suara lembut tapi menakutkan.


" A-aku tidak bisa melawan... mu "


dahlia mendadak terdiam saat melihat luka di wajah selfie." kenapa aku merasa sedih saat melihat luka di wajahmu? "


selfie hanya diam.


dahlia berdecak, ia melepaskan tangannya dari wajah selfie kemudian duduk di sofa. gadis itu menyilangkan kakinya sembari bersedekap dada.


" kenapa? " tanya dahlia


selfie mendongak sambil tersenyum." karna aku adalah temanmu, dahlia. ingatlah, bahwa aku adalah selfie dan kau sang asisten ku "


" ohhh benarkah? kenapa aku tidak pernah merasakan itu? "


" kau hilang ingatan "


dahlia tertawa." jangan membual selfie." ia mengulas senyuman licik." kata tuan gyu, kamu takut dengan darah kan? aku sudah punya rencana untuk itu."


ingin rasanya selfie menangis, tetapi ia berusaha untuk tetap menahannya." kenapa, kenapa kau melupakan ku?.....otakmu sudah di cuci oleh gyu, dahlia! "


" syuutt.... diam "


" bawa masuk dia!! " teriak gadis itu membuat pandangan selfie beralih ke pintu.


pintu yang tertutup rapat itu perlahan terbuka dan terlihat lah nancy dengan seorang pengawas di belakangnya. nancy di tarik paksa untuk masuk, kemudian gadis itu di suruh duduk di hadapan selfie.


jika selfie duduk di kursi, nancy justru duduk di lantai dalam keadaan tangan terikat. selfie terkejut, ia tidak mengerti dengan semua ini.


ia menolehkan kepalanya pada dahlia bermaksud meminta penjelasan. tetapi dahlia hanya diam seraya mengambil pisau cutter.


dengan langkah yang pelan dahlia berjalan mendekati nancy.


" apa yang kau lakukan!! " teriak selfie, ia seolah tau apa yang akan dahlia lakukan.


" hanya mengeluarkan darah."


sreettt


cairan merah kental yang begitu segar mengalir dari kening nancy. dahlia dengan nekat menggores ujung kening nancy hingga ke ujung satunya.

__ADS_1


" awwsss... ahkkk " ringis nancy sambil mengepalkan tangannya berusaha menahan sakit. sedangkan selfie, ia seperti membeku dan tenggorokannya seperti tercekat. darah itu terus mengalir membasahi pipi nancy. selfie takut, itu bukan lah darah yang sedikit.


" hah......hahhhh...arghhh " selfie mencoba mengatur deru nafasnya yang tidak terkontrol. wajahnya pucat pasi dan keringat dingin mulai membasahi wajahnya. selfie dengan cepat menutupi matanya berusaha untuk tidak melihatnya. namun hal itu justru membuat dahlia tertawa.


" aduhhh takut ya?.....kata tuan gyu kamu itu penjahat yang sudah membunuh temanmu dan juga ingin membunuh ku." selfie tidak ingin menjawab ataupun membuka matanya.


dahlia merasa kesal, ia berdiri dan menarik nancy supaya gadis itu juga berdiri. setelah itu dahlia meminta pengawas tadi untuk membawa nancy keluar.


" heyy, mau menolongnya? " tanya dahlia setelah nancy keluar.


selfie perlahan membuka matanya dan mengangguk. ia ingin sekali menemui nancy dan memeluk gadis itu.


dahlia tersenyum dan berjalan menghampirinya. ia membuka semua ikatan itu hingga tidak tersisa sedikit pun. " larilah! "


selfie terdiam sejenak. namun, setelah berpikir lagi ini adalah sebuah kesempatan. ia berdiri dan langsung berlari ke arah pintu. namun, hal itu tidak terjadi.


dorr


selfie terjatuh, kaki kanannya tiba-tiba saja tidak bisa di gerakan. ia menoleh dan melihat ke arah kakinya, ternyata ada sebuah jarum yang menancap di betisnya. dan selfie bisa menebak kalau itu adalah tembakan pelumpuh.


" tidak semudah itu selfie." ia menarik tangan selfie dan memaksa gadis itu untuk kembali ke kursi, tidak peduli dengan selfie yang kesulitan berjalan. dahlia kembali mengikat selfie dengan kuat tanpa cela sedikit pun.


tak berlangsung lama, tuan gyu dan beberapa anak buahnya datang. dan yang membuat selfie terkejut sekaligus takut adalah, di tangan tuan gyu terdapat gergaji mesin. jantung selfie berdetak tak karuan, apa ia akan di potong hidup-hidup di sini?.


kemudian, seorang pria datang membawa seekor rusa yang gemuk dan sehat. perasaan selfie mendadak tidak enak.


" benalu, keluarlah "


" baikk " ia berjalan ke pintu dan keluar dari ruangan ini.


setelah dahlia keluar tuan gyu langsung tersenyum jahat. tangannya menarik tali gergaji itu sehingga gergaji mesinnya menyala.


" tahan dia, dan tahan juga matanya." perintah gyu membuat beberapa anak buahnya berjalan mendekati selfie. salah satu dari mereka menahan kepala gadis itu dan satunya lagi menahan mata selfie agar terus terbuka.


suara gergaji mesin itu terus menggema. dengan perlahan tuan gyu mengarahkan gergaji itu pada leher rusa gemuk tadi.


" jangan di siksa, kasian. jangan di siksa, dia gak salah kumohon." gadis itu meraung-raung memohon belas kasihan." tolong .... dia hanya hewan yang tidak bersalah..... jangan di bunuh. "


" sudah telat selfie. ucapkan bye bye." apalagi saat suara gergaji mesin itu menderum dan menembus kulit dan daging hewan itu.


" enggak-enggak. Tolong ........." selfie berteriak histeris " siapapun tolong aku.... tolong aku... "


selfie tidak bisa bergerak. kepala dan matanya tertuju pada seekor rusa yang sedang di potong dengan gergaji mesin itu. darah segar mengalir membanjiri lantai, dan sebagian lagi ada yang mengenai wajahnya. bahkan selfie harus mendengar suara jeritan rusa itu yang kesakitan.


" AKHHHHH..... tolongggggg.... " selfie meraung-raung, ia ketakutan. nafasnya semakin memburu membuatnya kesulitan bernafas. cara bernafas selfie saat ini, sama seperti seorang yang tengah mengidap penyakit asma.


jantungnya berdegup sangat kencang seperti mau copot dari sana." hiksss... kenapa.... tolong akuu, mama, ayah, kakek..,"


entah karna tidak tega atau apa, dua anak buah yang menahan tubuh selfie langsung berjalan mundur menjauh darinya.


selfie pasrah." tolong aku ya tuhan." perlahan matanya tertutup dan kepalanya tertunduk kebawah. ya, selfie pingsan.


beberapa saat kemudian di ruangan yang bebeda, mata selfie perlahan terbuka. dan hal pertama yang ia lihat adalah sahabatnya, yaitu nancy. wajah nancy penuh dengan bekas darah membuat selfie ketakutan. ia menutup matanya dan memegang tangan nancy dengan erat.


" hiksss.... mental aku rusak, hiksss "


" cup, cup, cup...... ada aku selfie." nancy memeluk tubuh gadis itu dan mengelusnya. ia membiarkan selfie menangis histeris di dalam pelukannya. di dalam ruangan ini juga ada violet dan sahabatnya yang lain, mereka juga terluka tetapi tidak terlalu parah. selain itu, di sini juga ada dahlia.


" hiksss, tolong aku nancy, aku takut ..."


" heyy, tenang selfie lihat aku! " ucap nancy sambil memegang kedua pipi selfie sehingga mata mereka bertemu." aku akan selalu ada untukmu, dan lupakan hal yang tadi kamu lihat. anggap lah kita hanya berakting film horror, dan tadi itu hanya cairan saos dan boneka rusa."


begitulah cara nancy menghiburnya, dan itu untuk pertama kalinya nancy menggunakan kata aku - kamu pada selfie.


selfie mengangguk walau di hatinya masih sangat sakit. ia menoleh ke sudut ruangan dimana violet, fira dan, trysta sedang menatap sendu ke arahnya. setelah itu, selfie menoleh kepada dahlia yang sedang duduk santai di sofa.


" apa kau benar-benar tidak mengingat ku? "


" ya, dan kenapa aku harus mengingat mu? "


selfie tersenyum hambar." baiklah, kalau begitu aku ingin melakukan hal ini untuk terkahir kalinya pada dahlia."


" kemarilah "


dahlia berdecak, tetapi ia tetap jalan menuruti permintaan selfie." kenapa? " tanyanya setelah sampai di depan gadis itu.


selfie tersenyum dan mengangkat tangannya ke kening dahlia, kemudian.....


" dasar bodoh "


tuk


" aduhh sakit...!! "


degg


ingatan tentang kejadian yang sama berputar di kepalanya. kejadian tentang selfie yang selalu mengetuk kening dahlia dengan jarinya. dahlia tersentak, ada apa ini? ia memegang kepala dan dadanya yang mendadak terasa nyeri.


dahlia mematung, ia terdiam cukup lama dan membiarkan semua orang melihat aneh ke arahnya. dengan air mata yang mengalir di pipinya ia menoleh kepada selfie.


" ka--kauu.... "


" .. selfie...... "

__ADS_1


__ADS_2