
" Jika bukan karna gugur ,daun jatuh
Karna Hembusan angin ".
~ Selfie ~ 🍃
" BHUAHAHAHA...!!" . nancy tertawa keras hingga seisi kelas menatap ke arahnya .
" niatnya pilih petualang agar jauh dari violet ehh malah ketemu dia hahaha ". ia tertawa sambil memukul lengan selfie sedangkan selfie hanya memanyunkan bibir kedepan .
" hei violet gue jamin lu nempel mulu sama ni bocah kalau terus bersama nanti ". Serunya sambil menahan tawanya lantaran melihat wajah violet yang kesal dengan mulut memgomel tidak jelas.
" jodoh emang gak kemana ya ". lanjutnya sambil tersenyum melihat dua gadis itu.
" sialan lo ". Geram selfie
" kalau gue tau selfie masuk ekskul petualang gue juga bakal pilih itu ". Timpal nara yang mengambil sains karena itu merupakan pelajaran favorite selfie dan dia mengira selfie akan memilih sains . Alasan banyak siswa yang memilih ekskul sains dan matematika karna mereka semua mengira selfie akan memilih salah satu di antara keduanya.
Setelah meredakan tawanya nancy beralih menatap selfie yang masih kesal, ia tersenyum dan mengelus rambut selfie lembut ke belakang, nancy terlihat sangat menyanyanginya.
" besok adalah hari pertama ekskul di mulai, gue tau petualang itu lelah jadi jangan lupa siapkan air dan beberapa makanan kecil. nanti pulang sekolah kita singgah ke swalayan dulu ya, gue yang traktir deh ". Mendengar ucapan nancy membuat wajah selfie yang tadinya di ketuk sekarang berbinar .
" lo memang sahabat terbaik deh ngak nyesel gue temanan sama lo ". keduanya tersenyum , nancy memang selalu memperhatikannya melebihi perhatian ibunya sendiri .
Sementara violet yang melihatnya semakin bertambah kesal. Nancy begitu tulus berteman dengan selfie beda dengan teman - teman violet yang berteman denganya karna ia sangat kaya. Mereka akan menjadi teman terbaik ketika violet mentraktir mereka ke mall dan akan menghilang ketika violet tidak sempat mentraktir mereka.
Selfie melirik violet yang masih kesal, sejujurnya selfie merasa kasihan padanya karna violet tidak memilki teman yang tulus.
Selfie bisa melihat orang-orang yang mendekatinya punya maksud tidak lain karna uang, walaupun sekolah mereka sekokah bergengsi tapi tetap saja violet adalah siswa paling kaya di sini.
" benar-benar kebalikannya ". Batin selfie
Leo mengejutkan selfie dari belakang membuatnya kaget. " si cantik lagi mikir apa hmm? " .
" lagi mikirin lo ".
Leo tidak menjawab karna ia tau selfie orang yang suka bercanda. Leo melihat sebungkus biskuit di atas meja selfie, tanpa bertanya dia membuka bungkusannya dan mengambil tiga cookie.
Selfie menatap tajam ke arahnya, " leo apa lo pernah lihat telur yang di benturkan? " .
Leo menggeleng dengan mulut yang penuh. sedetik kemudian ia berhenti mengunyah dan menatap selfie takut, " jangan benturin telur gue ya , hehe ".
Selfie hanya memicingkan matanya melihat leo yang Cecengesan.
" aduhh , nancy sakit tau! " . Pekik nara dan fira yang baru saja di jitak kepalanya.
Nancy terkekeh, " udah tau hotel gue ada empat lo ngapain bayar satu aja " . Saat ini mereka bertiga sedang bermain monopoli
" lo sih serakah sih satu negara hotelnya banyak amat" . Ketus fira tapi ia tetap membayarnya dan karna uangnya tidak cukup alhasil dia masuk penjara.
Nara juga membayarnya hingga uangnya tersisa 20 ribu. Selfie yang melihat keseruan mereka langsung bergabung seraya merangkul nancy dan nara kuat .
Takk...
" aduh... Sakit! " . Selfie meringis
" lo si anjir buat orang kaget aja ". Ketus nancy yang baru saja menjitak selfie.
" tanganya aktif banget ya ". Titah selfie dan langsung duduk dengan tenang.
Selfie mengambil semua uang dan menyingkirkan hotel dan rumah serta mengatur ulang permainan, membuat mereka Tercengang.
" ulang! Gue juga mau ikut main " . Ujarnya seraya tersenyum lembut.
Suara tawa terdengar akibat permainan mereka yang seru. Sesekali mereka berteriak membuat violet yang melihatnya kesal.
🌿
Bel pulang sudah berbunyi banyak siswa yang telah meninggalkan sekolah. selfie dan nancy tengah di parkiran mengambil sepeda mereka, saat tengah mendorong sepeda keluar dari sana ada yang mengambil topi yang di kenakan selfie. selfie membalikan kepala melihat siapa yang berani melakukannya, dan yang mengambilnya tak lain ialah zayn.
" zayn balikin gak gue mau pulang nih ". selfie malngkah ke hadapan zayn
"ARRGHHHHH BANGSAT!! " . pekik zayn ketika selfie memukul perutnya kuat.
" ini baru perut bukan junior lo , lo tau gue di kenal sebagai pemecah telur pria jadi jangan main - main ". ucapnya sambil mengambil topinya dan berlalu dari sana nancy pun tertawa dan berjalan mengikuti selfie.
" gadis anj- ,sial emang untung bukan telur gue " . zayn melihat kepergian mereka dengan kesal,gadis itu tidak merasa bersalah sama sekali malah asik tertawa bersama nancy.
__ADS_1
" lo tau tadi lucu banget wajah zayn ". Seru nancy sambil mengingat wajah zayn yang bergidik ketika selfie melontarkan kata - kata kematian ." harusnya gitu jangan mau jika di tindas , lagi pula itu kan ajaran lo " . ucapan keduanya terhenti tepat di depan pagar melihat violet yang duduk sendirian sambil meminum air.
" oii tunggu jemputan ya.... Pulang bareng yuk rumah lo juga masih satu kompleks sama kita " . ajak selfie pada violet. sekolah sudah mulai sepi dan selfie khawatir terjadi kenapa - kenapa dengan gadis itu.
" ogah gak mau gue jalan sama anak cacat kayak lo buat malu aja ". Jawabnya sinis.
" violet selfie bertanya baik - baik jika tidak mau katakan saja tidak, gak usah berkata begitu ". Tegur nancy.
" gak usah sok deh, itu fakta dan lo gak usah sok perhatian sama gue, gue dah muak sama lo " . ia mengambil botol airnya dan menyiramnya pada wajah selfie . selfie hanya diam saja saat di perlakukan begitu dia tidak pernah membalas jika violet bermain fisik padanya .
Nancy yang melihatnya semakin kesal dan hampir memukul violet jika tidak di tahan selfie ." udah lah Nancy , mending pulang dan tepati janjimu " . selfie menarik tangan Nancy dan membawanya pergi dari sana.
Violet tersenyum miring, sulit sekali membuat selfie marah besar karna anak itu pasti tersenyum atau sebatas kesal saja, selama setahun ini violet tidak segan - segan bermain kasar untuk melihat kemarahanya tapi selfie tidak pernah menganggapinya
" tunggu dan lihat sampai mana lo bertahan" . ucapnya pada diri sendiri dan kembali menunggu jemputan.
Saat perjalanan menuju swalayan Nancy membersihkan wajah selfie dengan tisu, sedangkan selfie hanya menatapnya. "sudah bersih ayo kita ke swalayan " . Nancy menaruh kembali tisunya di dalam tas sementara selfie terseyum senang.
Beberapa menit kemudian keduanya tiba di tempat tujuan. setelah memarkirkan sepedanya mereka melangkah masuk. Nancy mengambil dua botol sedang air mineral dan beberapa snack , selfie hanya menggelengkan kepala melihat nancy mengambil banyak barang.
" ini kebanyakan nanc gue cuman butuh snacknya satu atau dua saja ". Protes selfie
" gue tau , lo kan bisa membaginya dengan clara " .
" makasih ya nanc nanti gue ganti dengan hotel bintang lima.
" lo kan miskin "
" iya juga ya ". orang - orang di sekitar mereka melirik kearah keduanya dan berbisik sambil tertawa kecil.
" dia tuli kan? ...kasian padahal cantik loh " . suara mereka terdengar jelas seolah sengaja agar selfie mendengarnya . mereka bahkan sengaja berjalan dan menyenggol bahu selfie.
" ibu anak itu pakai apa di telinganya? ". ucap seorang anak kecil
" gak usah dekat dekat sama dia, dia cacat ".
Bukanya sedih selfie malah bersikap seolah tidak terjadi apa - apa .senyuman masih mengembang di wajahnya sedangkan Nancy hanya diam melihat semuanya jika dia bertindak sudah di pastikan orang orang itu terpapar di lantai .
Nancy memegang pundak selfie. " sel ".
" hmm ".
" kita pindah toko aja ya ". Saranya karna tidak ingin selfie mendengar hinaan mereka
" mmm kalau gitu lo tutupin aja telinga lo pakai rambut jangan di perlihatkan " . Nancy mencoba mengambil rambut selfie yang terletak di belakang telinga tapi kegiatannya di tahan oleh selfie .
" inilah fakta nancy, gak perlu gue sembunyikan dan apa lo lupa dengan perkataan gue setahun yang lalu?". Selfie menaikan satu alisnya membuat nancy terdiam dan mengingat perkataan selfie.
Nancy mengangguk dan kemudian menuntun selfie ke kasir
Ketika hampir giliran mereka untuk membayar Nancy mendapat telpon dan buru-buru keluar meninggalkan selfie .
" abang gue nelpon... Gue ke depan dulu ". Ucapnya sambil berlari
" nancy tunggu bagaimana dengan ini!! ". Teriak selfie karna nancy lupa memberi uang pada selfie untuk membayarnya .
Tibalah gilirannya , selfie menaruh belanjaanya ke kasir dengan pelan. sedangkan mbak kasir melihatnya dingin karna melihat alat pendengar yang terpasang di telinga selfie.
" totalnya 125 ribu " . tidak ada ramah ramahnya ketika ia mengatakan itu .
" tunggu sebentar ya mbak teman saya lagi di luar dia yang akan membayarnya " . Jawab selfie selembut mungkin tetapi mbak kasir hanya menatapnya cuek dan melayani pembeli di belakang selfie.
setelah 10 menit Nancy belum juga kembali membuat selfie cemas karna mbak kasirnya terus mendesaknya.
" ini sudah cukup lama, kamu kalau tidak punya uang gak usah ke sini atau kamu pura pura ya alasan gak punya uang biar saya kasihan dengan kamu yang cacat dan memberimu gratis ? ". ucap mbak kasir reflek membuat selfie terkejut.
" saya gak bohong teman saya lagi di luar menerima telpon sebentar lagi dia kembali ". Sahut selfie cepat, dia merasa seperti di tuduh mencuri saat ini.
" gak usah bohong sudah banyak orang seperti kamu yang minta di kasihani ". Keributan itu memancing Orang - orang berkumpul . Mereka seolah menonton dan tidak ada satupun yang membela selfie .
" mungkin dia gak dengar kali mbak, dia kan tuli, temanya pasti sudah kabur karna malu punya teman kayak dia " . Imbuh pembeli yang lain
" saya bisa dengar dan teman saya gak akan seperti itu ". ucapnya menundukan kepala menghindari tatapan tidak suka dari mereka.
Selfie mencoba keluar untuk memanggil nancy tapi ia di cegah oleh pria gendut.
" usir saja mbak orang kayak gini memamg tidak punya akal " . usul seorang pria gendut yang langsung menarik tangan selfie sedangkan Selfie berusahan melepaskan genggaman tanganya
Bukannya merasa kasihan semua yang berada di sana malah tertawa bahkan ada di antara mereka yang melempar bekas bungkusan pada selfie.
__ADS_1
Selfie menunduk ketika di terima lemparan kertas dan hinaan dari mereka yang ada di sini
" NANCY!! " .
" dih udah gila , bawa aja pak ". Ucap mbak kasir sementara yang lain tertawa .
Sebisa mungkin selfe menahan air matanya karna selama di sini selfie tidak pernah menunjukan dirinya menangis kecuali kepada nancy.
" lepaskan saya......saya gak bohong teman saya akan datang ". Rintihnya pada pria yang menarik tanganya kuat. Sungguh tanganya sangat sakit saat ini.
" sel udah belum " . Nancy masuk sambil memasuki handphonenya di dalam saku . Ia mendongak dan terkejut melihat kerumunan orang dan lebih terkejut lagu ketika melihat selfie lah bahan ledekan mereka.
" BERHENTI!! ". Teriaknya membuat semua mata tertuju padanya yang berdiri di pintu masuk . Ia melangkah mendekat dan melepaskan tangan pria itu . Nancy mendongak dengan wajah merah menahan marah . " APA YANG ANDA LAKUKAN PADANYA HAA!!? " .
" ga-gadis ini mau mengambil barang tanpa membayar ". Sahut sang kasir membuat pandangan nancy beralih padanya.
" SAYA YANG BAYAR DAN DIA PASTI SUDAH MENGATAKAN ITU KAN!!? ". Rahang nancy mengeras dan tanganya terkepal kuat.
" apa kerena dia kekuarangan kau memperlakukannya berbeda? ".
" padahal kau tau hidup siapapun tidak ada yang sempurna ".
Hening, tidak ada satupun yang menjawab
Nancy berbalik badan dan melangkah mendekat ke pria yang sempat menyakiti selfie .
bugghh ...
Nancy memukul wajah pria itu sangat kuat sehingga membuat pria jelek itu meringis kesakitan dengan ujung bibir yang robek dan mengeluarkan darah .
Selfie yang melihat nancy yang memukul pria itu menggebu-gebu langsung menahannya
" cukup nancy! , wajahnya akan hancur kumohon ". Pintanya dengan wajah memohon membuat nancy menghentikan aksinya.
" ambil semua barang ini saya tidak membutuhkannya lagi dan ingat saya akan menuntut kalian dan kupastikan hidupmu hancur !! ". Tunjuknya pada pria itu dan mbak kasir. nancy menarik tangan selfie dan keluar dari sana . Hening, semunya diam dan pelanggan yang menonton tadi meninggalkan belanjaan mereka dan pergi.
Saat menaiki sepeda selfie melihat nancy yang masih menahan marah. Ia melihat punggung nancy yang berada di depanya. Nancy dari tadi diam dan tidak mengatakan satu kata pun.
Mereka terhenti di taman dan berjalan menuju bangku taman tetapi setelah selfie duduk nancy malah pergi tanpa mengatakan apapun padanya. Wajahnya terlihat datar sementara selfie hanya melihatnya menaiki sepeda meninggalkan taman.
" apa nancy marah? Apa dia lelah karna gue buat masalah mulu? ". Gumamnya dengan wajah sendu.
Pandangan gadis itu tertarik kebawah .
" hal yang paling gue takutkan ialah ketika lo pergi atau bersikap sama seperti mereka " .
Selfie duduk sendiri dengan perasaan yang tidak menentu. Setelah beberapa menit ia melihat nancy kembali dengan sepedanya. Wajah selfie kembali sumringah melihat sahabatnya. Pandangannya beralih menatap kantong kresek yang di bawa nancy.
Nancy berjalan mendekat dan berdiri tepat di hadapan selfie. Ia menunduk menatap tepat di mata teduh gadis itu . Perlahan ia tersenyum dan duduk di samping selfie lalu membuka kantong kreseknya. Nancy mengeluarkan betadine, kapas dan plester kemudian ia menarik tangan selfie yang terluka.
Selfie diam saja ketika nancy mengobati tanganya. Yang ia rasakan saat ini ialah kebahagiaan karna di dalam pikiran tentang nancy yang meninggalkannya tidak terjadi.
" maafkan gue sel semua ini terjadi gara gara gue lama menemui lo ". Ujarnya di sela sela mengobati tangan selfie .Nancy begitu merasa bersalah karena membuat sahabatnya bersedih .Selfie hanya mengggelangkan kepala kuat sambil tersenyum padanya.
" ini bukan salah lo kok, hanya saja jangan pernah tunjukan wajah dingin dan pergi begitu saja seperti tadi ".
Nancy mengkerutkan alis, " maksud lo? ".
" gue takut kalau lo dingin dan mengabaikan ku, gue gak mau lo ikut meninggalkan ku ". Nancy bisa mendengar ada getaran ketakutan di dalam kata kata selfie
" baiklah gue gak akan tunjukan wajah jutek maupun dingin lagi ".
" tapi tetap saja gue takut jika sewaktu waktu lo menjauhiku nanc ".
" sel sumpah gue gak akan lakuin itu, jika benar itu terjadi lo boleh ngelakuin apapun pada gue ". Nancy terdiam lama kemudian ia mengehela nafas panjang.
" pikiran manusia itu kadang berubah ubah dan gue janji gak akan berubah nantinya". Selfie hanya mengangguk
Nancy menoleh dan tersenyum lembut." hmm dimana selfie yang selalu tertawa dan kuat? Kok gara-gara hal tadi sedih ".
" gue sedih bukan karena mereka menghinaku atau apa , tapi karena mereka menuduh ku yang gak - gak"
" sekali lagi maaf.....oh ya, Kita belum beli jajananmu ayo kita ke tempat lain dan membelinya ". bujuk Nancy agar selfie tidak bersedih lagi dan sekalian menembus kesalahannya.
" bukan salah mu kok ini juga salahku , untuk jajanananya lebih baik kita batalin aja gue mau cepat pulang " .
" mau lanjut nangis ya ? " . goda Nancy sambil tersenyum ke arah selfie
" hehe bukan selfie namanya kalau nangis , gue mau baca novel dan main game ". Selfie bangkit dan menaiki sepeda nya .
__ADS_1
" dah ya Nancy gue duluan..! " . Pamitnya seraya menggayungkan sepedanya dan meninggalkan Nancy yang menatapnya sendu . selfie selalu menganggap remeh orang yang berbuat seenaknya padanya dan mengatakan bahwa itu adalah fakta.
" kebenaran di depan tapi mereka terlalu bodoh untuk melihatnya ". Gumam nancy dan ikut meninggalkan taman