Selfie

Selfie
09. kedatangan jesh


__ADS_3

Setelah makan malam bareng . jesh berkata ia ada urusan sebentar dan akan kembali beberapa jam lagi. selfie mengiyakan saja toh dia juga gak mau tau dengan urusan tantenya.


" selfie kakak pergi sebentar ya kamu tunggu disini saja gak lama kok " .


" siap kak jesh aku udah terbiasa sendiri " .


" besok hari minggu kamu bisa pulang sore atau gak pulang sekalian gak papa kok! ".


Selfie terkekeh," hehe gak lah kak sampai sore aja aku disini" .


" aku akan sangat bahagia jika kamu di sini selfie, " . Jesh terseyum sambil membuka pintu luar. " yaudah kakak pergi dulu ya " .


Selfie mengangguk, " kakak pulangnya jangan kemalaman ya! Aku takut soalnya ".


Kening jesh berkerut, " gak ada hantu di sini sel, kan kamu juga udah biasa ".


" bukan itu tapi aku takut kak jesh kena begal nanti ". Jelas selfie pelan


" hehe kakak kan kuat gak berani deh mereka".


Selfie menggeleng tidak setuju, " mereka akan sangat berani secara kakak kan cantik, tinggi, berisi, mana mulus lagi ".


" kamu ya.... Udah ah kalau begini terus kakak kapan perginya nih ". Tanpa menunggu jawaban selfie jesh berjalan menuju mobilnya dan membunyikan klakson lalu pergi.


Selfie berdiri di luar rumah sambil melihat kepergian kak jesh dengsn terseyum. Karna udara yang begitu dingin selfie memutuskan untuk masuk saja. Hening. tidak ada suara yang terdengar di dalam rumah itu. karna merasa bosan selfie menelpon nancy untuk menemaninya biar tidak sendiri.


" ngapa nyet? ". Jawabnya setelah mengangkat panggilan selfie.


" ngak ngapa, gue di rumah kak jesh ni menginap disini lo mau ikutan nginap juga gak? Gue sendiri nih soalnya ".


" kak jesh mana? Tumben gak ada, biasanya dia nempel mulu sama lo kalau lagi nginap".


" dia pergi katanya ada urusan, ayolah nanc cepat kesini gue bosan nih ". Rengek selfie


" bosan apa takut lo ".


" hehe dua - duanya ". Jawabnya cecengesan


" gue otw kesana " .panggilan terputus dan beberapa menit kemudian bel depan berbunyi.


" cepat amat lo datang " .


" gue suruh abang gue ngebut tadi ". Jawabnya, pandangan selfie beralih pada kantong kresek yang di pegang nancy . ia mengambil dan melihat ada satu kotak martabak di dalam.


" cemilan untuk main game..... Ayo main udah lama gak main ps " . Ajak nancy seraya menaiki kedua alisnya dan melangkah menuju lantai dua di ikuti oleh selfie yang berjalan di sampingnya.


saat ini Jesh telah sampai pada rumah bercat putih itu . ia keluar dari mobilnya dan memandang rumah itu dengan terseyum miring .


Tanpa berlama lagi jesh masuk tanpa menekan bel dan memberi salam. kakinya melangkah ke ruang keluarga yang terdengar suara gelak tawa dan candaan di sana.


Ketika sampai ia melihat kakaknya dan juga iparnya sedang bermain monopoli bersama karina. karna ke asikan main mereka tidak menyadari kehadiran jesh yang sudah berdiri di sana sambil menatap ketiganya .


" ayah masuk negara ku sekarang ayo bayar atau masuk penjara haha " .


" ayah gak punya duit ni terpaksa deh ayah masuk penjara " .


" ayah cemen gak bisa main kan ma" . Ledek karina


" iya sayang ayah payah ya " . sarah merangkul karina dan tertawa bersama meledek sang ayah.


" kamu ya awas kalian ". josh mendekati keduanya dan menggelitik mereka membuat karina dan sarah tertawa kegelian.

__ADS_1


Jesh memutar bola matanya malas sungguh pemandangan di depannya sangat jijik menurutnya . ia berdehem agar membuat sang pemilik rumah menyadari kedatanganya " khmmm".


Josh menoleh ke sumber suara dan melihat adiknya datang segera menormalkan ekspresi nya dan kembali duduk di sofa bersama sarah dan karina.


" tante kapan datang ?". tanya karina senang. Jesh tidak menjawab pertanyaan anak itu ia malah menatap karina dengan tatapan sinis .


" aku gak mau basa basi..! sepertinya kalian tau maksud kedatanganku kesini " . ucap jesh setenang mungkin.


" owhh jadi anak tuli itu sudah melaporkan pada tante ya ". Sahut karina yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari jesh.


" diam kamu! Gadis sepertimu tau apa tentang selfie ha!! " bentaknya membuat josh dan sarah terkejut


" jaga ucapanmu jesh kalau kau datang hanya untuk membela anak sial itu pergi saja dari sini sekarang !!" . tegas josh dengan suara yang cukup keras tetapi itu tidak membuat jesh takut sedikitpun.


" kenapa kalau aku membelanya ? kau ayahnya seharusnya bisa melindungi putrimu bukan merusaknya !!" . jesh sedikit berteriak dan sedetik kemudian ia mengalihkan pandanganya pada sarah.


" dan kau jika tidak bisa menjaga anak tidak usah punya anak. kau lebih mementingkan gadis yang bukan anakmu di bandingkan dengan anak kandung mu sendiri ". Ucapan jesh membuat sarah berdiri dan marah.


" karina juga anakku aku juga menyayangi selfie jadi apa yang kau debatkan ? ". Ucap sarah tepat di hadapan jesh namun jesh terseyum remeh padanya.


" lalu kenapa anakmu terluka sarah apa kau tidak tau itu ? " . Pertanyaannya membuat sarah terdiam.


" atau kau tau tapi pura-pura tidak tau? " .


" ck.... Kalian semua adalah orang-orang bodoh yang berani dengan seorang gadis kekurangan seperti selfie!! ". Ia menatap satu persatu keluarga itu dengan rahang yang mengeras.


Jesh tersenyum miring, " jika seandainya karina lah yang cacat apa kalian akan menerimanya atau mengelantarkanya? ".


" JESH!! " . teriak josh tetapi justru membuat jesh tertawa renyah . " hahaha josh-josh kau terlalu naif kakak kau akan menyesal suatu hari nanti aku jamin itu ".


Jesh melirik karina yang juga tengah melihatnya. jesh tau kalau karina ingin sekali mendapatkan perhatiannya, tapi jesh tidak peduli karna karina membenci selfie.


" karina kau menginginkan kasih sayang ku kan? Ubah sikap mu pada selfie dan aku akan merubah sikapku padamu " . karina membuang muka tidak setuju dengan ucapan jesh sementara Jesh tidak peduli ia masa bodoh dengan gadis jahat di hadapannya ini.


" beruntung aku tidak menggunakan uang keluarga untuk keperluanku jika tidak kalian akan mengancam karna telah menghidupiku dengan uang kalian ".


" keputusanku sudah benar untuk mencari uang sendiri dan membeli rumahku sendiri. aku sudah membenci kalian semua ketika kalian mengusir selfie saat usiaku 12 tahun ". ia mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu ketika seorang gadis kecil di paksa pergi dari orang tuanya.


Flashback on


Saat itu jesh dan kedua orang tuanya berkunjung ke rumah josh. kala itu ia masih berusia dua belas tahun. ia bersemangat karna bisa bermain dengan gadis kecil yang imut dan menggemaskan. ketika ingin pergi mengambil minum ia melewati ruang keluarga dan mendengar sesuatu yang membuatnya tercengang .


" buang saja dia josh kita akan malu jika ada yang tau keluarga kita ada yang cacat ". itu suara ibunya Jane


" bawa dia ke panti asuhan atau serahkan pada pasangan yang membutuhkan anak". usul ayahnya mark membuatnya terkejut.


" membuang dia? Anak cacat? itu artinya selfie akan di buang " . Gumamnya dan kembali melanjutkan menguping berharap kakaknya tidak menyetujuinya.


" aku setuju ayah aku juga tidak peduli denganya aku akan menaruhnya di panti asuhan " . ia mulai berdiri namun tangannya di cegah oleh sarah.


" tunggu jangan taruh dia di sana aku akan membawanya pada orang tua ku " . Sarah mengatakan itu dengan wajah datar entah dia sedih atau bersikap biasa saja


" aku tidak pernah melihat kedua orang tuamu memangnya seperti apa mereka? " . Tanya josh yang cukup penasaran dengan orang tua istrinya.


Sarah terseyum kaku, " aku tidak bisa mengatakanya, aku akan membereskan keperluan selfie ".


" cepat bereskan barangnya dan antar dia ke sana , lebih cepat lebih baik!" . Jane berkata dengan dingin hingga sarah langsung naik ke atas untuk menyiapi barang selfie .


Jesh terkejut dan tidak habis pikir dengan jalan pikir orang tuanya dan juga kakanya . Ia berlari menuju halaman belakang dan menghampiri selfie yang sedang bermain rumah rumahan .ia memeluk selfie seolah tidak mau berpisah dengan gadis ini.


" kakak kenapa? " . tanya selfie dengan bahasa isyarat sedangkan jesh hanya diam tanpa menjawab. Jesh melihat ke telinga gadis itu yang terpasang alat pendengar tapi walaupun ada alat itu selfie tetap tidak bisa mendengar .

__ADS_1


Beberapa saat muncullah sarah, josh dan orang tuanya . Sarah mendekat dan mengendong selfie membuat gadis kecil itu kebingungan.


" jangan bawa dia! " . lirih jesh menahan baju sarah membuat sarah menoleh dan terseyum lembut .


" selfie hanya akan menginap di rumah orang tua ku sebentar, kamu tenang aja ya ". setelah itu sarah berjalan menjauh dan masuk dengan selfie ke dalam mobil.


" kita mau kemana? ". tanya selfie dengan bahasa isyarat sementara sarah yang melihatnya sedikit sedih dan mendekap anaknya erat.


Sarah mengelus rambut putrinya. " sayang kamu menginap dulu di rumah nenek dan kakek ya! Mama akan datang menjemputmu segera " . Jawabnya dengan memainkan tangan dan menggerakkan mulutnya.


Selfie mengangguk dan kembali menggerakkan tanganya. " aku sayang mama sayang ayah juga " . Sarah mengangguk dan lekas menjalankan mobil menuju bandara.


Jesh menatap orang tuanya dan josh yang tersenyum senang dan tertawa karna telah mengusir cucu dan anak mereka. Melihat itu jesh mengepalkan tangan dan mulai membenci keluarganya.


Flashback off


Jesh menatap josh dan sarah bergantian perasaan kesal itu masih ada di hatinya .


" kebenaran akan segera terungkap dan jangan menagis serta menyesali semuanya nanti sarah karna tangisanmu tak akan mengubah apapun " . setelah mengatakan itu jesh pergi dari sana sementara sarah masih meresapi kata kata jesh tadi.


" kebenaran akan terungkap? Apa itu "


Batinnya bertanya tanya


🌿


" sudah ku bilang selesain misi dulu baru jalan jalan keliling kota " . Kesal selfie karna gagal dengan misinya dalam game. saat ini mereka tengah bermain gta 5 .


" salah lo sendiri orang mau jalan-jalan malah bikin misi " . balas nancy enteng


" tadi lo angguk - angguk aja pas gue bikin misi... Trus pas naik mobil bukanya kejar misi lo malah belok " . tadi mereka hampir menyelesaikannya tapi nancy malah belok ke arah lain. jika tau begini selfie saja yang membawa mobil tadi.


" nyenyenye bacot lo ah, ayo lanjutin kita jalan keliling kota " . Ajaknya lagi


" gak mau ahh ganti yang lain aja kita main petualangan aja " . Selfie menyingkirkan bungkusan martabak yang sudah habis sebelum mereka bermain tadi.


Saat sedang asik bermain jesh masuk sambil membawa kotak p3k dan duduk di samping selfie yang lagi serius bermain.


" selfie sayang kamu mau jujur pada kakak atau tidak ? " . tanyanya sambil membuka kotak p3k mencari obat luka .


" jujur apa kak? " . tanya selfie balik tidak tau maksud pertanyaan jesh.


" soal kakimu " . ucapan jesh membuat selfie menghentikan bermainya . sementara nancy yang terkejut langsung mengangkat celana selfie ke atas dan betapa kagetnya ia melihat memar yang membiru dan sedikit berair itu .


" kenapa ini dan kenapa lo gak ngasih tau gue !! ? ". tanya nancy sedikit berteriak


" dari ayahnya ". jawab jesh yang langsung mengobati lukanya . sama seperti jesh nancy juga mengepalkan tanganya. benar juga siapa lagi yang bisa melakukan ini kecuali josh


" gue gak mau kasih tau karna takut lo khwatir nancy gue gak mau membabani lo ". Jawab selfie menunduk.


Nancy menghela nafas berat " selfie sahabat memang ada untuk di bebani , bukan sahabat yang baik jika dia membiarkan sahabatnya terluka setikanya beri tahu biar gue bisa mengobatinya " . nancy mengatakannya dengan tutur kata yang lembut membuat selfie merasa bersalah karna telah membohongi sahabatnya.


" lain kali bilang kakak juga ya " . Imbuh jesh setelah selesai mengobati lukanya . Hanya dua orang itu saja yang mengerti dengan selfie karna itu selfie hanya terbuka dengan mereka.


Hanya dua orang. ya, hanya nancy dan jesh yang tau masa lalu selfie dan sama seperti nancy jesh juga menangis ketika mendengarkan cerita selfie.


" besok nginap lagi ya ". Pinta jesh namun selfie menggeleng.


" besok sore aku ada jadwal ke club astronomy kak dan besok malam aku ingin melihat bintang di balkon kamarku ".


" bucin amat lo sama bintang ". ketus nancy

__ADS_1


" itu kan hobi gue ". ucap selfie melongos


__ADS_2