
" tanpa sadar terkadang seseorang telah
Memberi tahu sesuatu atau kebenaran
Dengan kata katanya, hanya saja kitalah
Yang tidak bisa menyusun kalimat dengan
baik sehingga maksud dari ucapanya
Menjadi samar "
~ nancy ~ 🍂
Di dalam rumah mewah minimalis itu nancy sedang duduk di meja belajarnya . ia terlihat melamun seperti sedang memikirkan sesuatu, tanganya yang dari tadi bergerak memainkan pena tapi tidak menulis apa apa. Ingatan kembali ketika kejadian tadi sore di swalayan memikirkan sahabatnya. bagaimana jika dia belum membaik? Nancy menghela napasnya berat .sebisa mungkin dia menjaga perasaan selfie agar dia tidak bersedih karna orang lain.
Nancy juga masih memikirkan kejadian di taman dimana selfie bersedih karna mengira dia akan meninggalkannya. Rasa takut di jauhin banyak orang membuat selfie terkadang berpikir kalau nancy juga akan bersikap sama seperti mereka. Padahal nancy sama sekali tidak ada niatan seperti itu. Ini bukan pertama kalinya, waktu itu Nancy pernah cuek dan mengabaikan selfie dan alhasil gadis itu merintihkan air mata .
Selfie selalu mengatakan dia tidak akan mau menangis. tapi Nancy bisa melihat matanya selalu terlihat ingin menumpahkan air mata. mungkin bagi orang lain yang melihatnya bahwa dia gadis yang tidak ada beban sama sekali .
Pintu kamar terbuka menampakan seorang wanita berusia 35 tahun yang masih terlihat awet dan cantik , beliau adalah ibunya Nancy (laras) . ia mendekat dan mengelus rambut nancy dengan sayang
" kenapa sayang? " . tanya laras yang peka dengan anaknya.
" ibu apa aku telah menjadi sahabat yang baik untuk selfie ? " . bukan menjawab nancy malah bertanya balik kepada ibunya.
" tentu saja sayang kau adalah sahabat terbaik yang pernah ada ,selfie pasti bahagia memiliki sahabat seperti mu ".
" tapi ibu aku membuatnya bersedih ". Lirihnya.
sesuatu hal yang tidak ingin Nancy lihat dari selfie ialah ketika gadis itu bersedih atau menangis. tadi selfie masih menunjukan wajah sedih Berbeda dengan Nancy yang pernah melihat selfie menangis sangat memilukan dan begitu menyedihkan. itu terjadi ketika selfie menceritakan kehidupannya setahun yg lalu pada Nancy. dan ketika mendengar itu nancy juga menangis tersedu-sedu . sebab itulah nancy tidak ingin lagi melihat selfie bersedih .
" dengar sayang, seseorang pasti memiliki hak untuk bersedih jadi tidak semua itu salah mu ".
Nancy mendongak " ibu selfie adahal orang yang paling malang yang pernah ku temui ".
" ibu tau itu, karna dia kekurangan dan tidak di beri kasih sayang kan ". ucap ibunya berjongkok dan menganggap kedua tangan Nancy
" bukan itu saja bu, bahkan ada yang lebih parah ".
Selfie baru pulang setelah maghrib, ia tadi ke rumah tantenya jesh untuk menetralkan perasaannya dan sekalian numpang makan karna ia tahu malam ini pasti tidak ada jatah untuknya .
Saat selfie sedang asik membaca novel di tempat tidurnya karina membuka pintu dan bersandar sambil menyilangkan lengan.
" tadi kayaknya gue lihat lo berduaan dengan mama ya ? " . tanya karina yang masuk dan berdiri tepat di hadapan selfie .
" iya tadi gue bantu mama buat kue sambil bercerita bentar ". jawab selfie lembut tetapi ia sadar wajah karina berubah tidak suka ketika ia mengatakan itu.
__ADS_1
Karna kesal Karina menjambak rambut selfie ke belakang dengan kuat membuat selfie memekik sakit. "udah gue bilang jauhin mama, dia itu cuman punya gue...! " .
" gue cuman bentar doang..... Ahhkk...lagi pula dia mama kandung ku ". mendengar jawabannya karina makin marah dan mendorong tubuh selfie ke tembok hingga membuat suara benturan .
" karna dia mama kandungmu makanya gue mau rebut! gue udah lama bersamanya dan dia udah menjadi mama kandung ku, gue gak suka ngelihat lo dekat dengan mamaku...! "
" karina lo dah dapat semuanya, ayah, kasih sayang......gue cuman punya mama jangan pelit ". Sahut selfie membuat karina menampar nya keras , tetapi saat karina hendak menamparnya lagi, selfie menahan tanganya dan mendorong karina pelan.
" maaf karina gue gak sengaja ". Ujar selfie panik.
" gue aduin lo sama ayah!" . karina melangkah keluar meninggalkan selfie yang berdiri tegang dan ketakutan.
" apa yang harus kulakukan " . gumam selfie ketakutan
Tak butuh waktu lama josh datang bersama karina dan juga sarah sesuai dugaannya. ayahnya menatapanya dengan tajam kemudian Josh mendekat ke arah selfie dan menamparnya begitu keras bahkan sakitnya melebihi tamparan karina tadi. selfie memegang pipinya yang terasa perih dan panas membuat ujung bibirnya sobek.
" BERANINYA KAMU MENDORONG ANAK SAYA!!!..." . josh berteriak di depannya membuat selfie gemetar.
" ayah dia mendorongku kuat ". Adu karina dengan suara manja.
" ti - tidak saya mendorongnya tidak keras , Karina yang memulai nya lebih dulu " . Elak selfie menahan air matanya untuk tidak tumpah, hatinya sakit , sakit sekali dan bertambah sakit ketika melihat sarah memeluk karina dengan penuh sayang.
" jangan menuduh anak saya! ". josh membuka ikat pinggangnya dan melipatnya menjadi dua. selfie sudah tau apa yang akan terjadi maka dari itu dia menutup matanya.
Bughhh..... Bughhh
josh memukul kaki selfie begitu keras, tetapi selfie hanya menutup mulut dan matanya seraya menahan sakit yang teramat. Darah segar menetes dari betisnya membuat josh berhenti memukulnya setelah melihat bercak darah.
"Selfie jangan berbuat seperti itu lagi pada adikmu,mama tidak suka kamu nakal begini! ". Timpal sarah yang kini melihat selfie datar, ia tidak menghentikan josh tadi karna menurutnya selfie bersalah.
Ibunya tidak mempedulikannya dan lebih peduli pada karina padahal siapapun tau selfie lah yang perlu mendapatkan dukungan dan pelukan saat ini.
Setelah ketiganya keluar selfie terduduk di lantai dengan air mata yang tumpah di pipinya. Ia berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengeluarkan isakan tadi dan sekarang waktunya ia melepas semuanya.
" sampai kapan ini berakhir?.....Aku ingin di sayang bukan di benci hiks..." . luka di kakinya tidak begitu sakit jika di bandingkan dengan luka di hatinya , rasa sakit yang belum di obati selama bertahun-tahun, rasa haus akan kasih sayang dan perhatian.
" aku sayang sama ayah , aku juga sayang sama karina.. Aku sayang kalian aku terluka dan menangisi Kemalanganku tiap malam ".
" sakit ayah ini sangat sakit, tolong berhentilah memukulku " . Lirihnya
Selfie beranjak naik ke tempat tidur walau kakinya terasa sakit ia tetap memaksakanya dan tetap naik ke kasurnya. Hp nya berdering dan ia terseyum ketika ponselnya tetera nama cucumber🥒.
Selfie menarik nafas dalam dan mencoba menormalkan kembai perasaannya.
" ngapain nyet nelpon gue malam - malam? ". Tanya selfie dengan nada seperti biasa.
" perasaan gue gak enak lo ok kan? " . Suara nancy terdengar cemas.
Selfie terseyum lebar sahabatnya ini seperti tau kalau selfie sedang tidak baik - baik saja .
__ADS_1
" lebih dari ok! lo nelpon cuman bilang itu? "
Terdengar hembusan nafas lega dari seberang," ia gak tau kenapa ni hati gue bilang selfie membutuhkanmu sekarang " .
" hehe iya gue emang lagi butuh ,besok jangan lupa bawa yang lo janjikan ya" . Ujarnya sambil terkekeh.
" aman... Ini gue udah beli banyak buat lo makannya puas ".
" Nancy memang yang terbaik udah dulu ya gue mau lanjut main game ". ia mematikan telponya sepihak dan terseyum senang , perasaannya sedikit membaik saat ini.
Selfie mengambil kota p3k di meja samping tempat tidur dan mengobati betisnya. sesekali dia meringis menahan sakit. Setelah selesai dengan kegiatannya selfie merebahkan dirinya menatap langit-langit kamar sambil melihat jarinya . telunjuknya mengenakan cincin logam putih dengan manik permata ungu , cincin biasa yang penuh kenangan.
" kamu senang kan? Melihatku tidak seperti dulu lagi". ia terseyum sambil mengelus cincinya ." semoga ini berlangsung lama ".
Sesuai dugaannya selfie tidak bisa tidur. Ya, karna kakinya yang teramat sakit dan juga teringat akan kenanganya dulu.
Selfie membuka matanya dan melihat langit-langit kamar, berusaha melupakan masa lalu yang sulit untuk di lupakan.
" semakin aku mengeluarkannya dari hatiku malah semakin masuk kedalam ".
Panggilan di matikan sepihak oleh selfie membuat nancy bertanya tanya apakah selfie betul baik-baik saja ?. nancy menatap kantong kresek berisi banyak cemilan, tadi setelah berbicara dengan ibunya dia pergi ke minimarket dan membeli apapun ke butuhan selfie .sengaja dia beli banyak untuk menebus kesalahannya tadi sore.
" aku tau betapa pedihnya hidupmu selfie, kau mencari kebahagiaan tapi rumahmu tidak menyediakan itu jika mereka tau yang sebenarnya apakah sikap mereka akan berubah atau tetap sama?". Ucapnya dengan tatapan sendu.
nancy ingin sekali datang ke keluarga selfie dan mengatakan betapa pahitnya hidup anak mereka tapi selfie melarang dan berkata mereka akan tau dengan sendirinya .
Nancy selalu berpikir jika selfie menceritakan kisahnya pada mereka apakah mereka akan menangis seperti dirinya dulu? .
Nancy bukan tipe gadis yang suka menangis tapi waktu selfie menceritakan masa lalunya mampu membuatnya menangis tersedu-sedu
" kau begitu kuat sel, jika aku yang berada di posisi mu dulu aku tidak yakin akan bertahan". Nancy melihat foto kebersamaannya bersama selfie di galeri ponselnya, ia tertawa dan juga tersenyum. lalu ia tidak sengaja melihat fotonya bersama violet yang sedang memegang permen.
Nancy mengingat betapa gembiranya dulu ia dan violet menghabiskan waktu bersama. mereka adalah sahabat yang begitu dekat.
Terkadang nancy juga merindukan kebersamaannya bersama violet.
" kalau lo bisa terima selfie fix kita balikan " . Gumam nancy terseyum simpul.
Ia menutup ponselnya dan melihat derasnya hujan dari jendela. Tatapanya begitu teduh dan pikiranya tertuju pada selfie
Nancy menutup jendelanya dan berbaring sambil berselimut, matanya terbuka sambil menatap langit-langit kamar.
" simpel, yang lo inginkan hanya kasih sayang tapi sulit bagimu mendapatkannya ".
" pasti sakit ya sel mengalami masa lalu yang kelam itu sendiri tanpa orang tua di sisi? ". Gumam nancy pelan.
" hatiku sakit mengalami semua kejadian itu berturut-turut, seolah ada batu besar yang menghimpit dadaku ketika mengingatnya ".
__ADS_1
Ucap selfie pada dirinya sendiri yang juga sedang menatap langit-langit kamar.