Selfie

Selfie
58. terganggu


__ADS_3

Malam ini suasana di dalam kamar terasa cukup sepi, karna yang hanya ada di sana cuman selfie dan nancy saja. sedangkan yang lain sedang pergi ke minimarket terdekat.


mereka akan berada di paris kurang lebih seminggu. karna bukan hanya Louvre saja yang akan mereka kunjungi, mereka juga akan mengunjungi tempat wisata lainnya untuk pembelajaran.


bahkan besok kelas mereka akan berencana berkuda dan menaiki gajah.


soal kuda tentu saja selfie pandai dalam menunggangnya. tetapi kalau gajah gadis itu baru akan mencobanya besok.


selfie dan nancy tidak melepaskan pandangan mereka dari tv sedikit pun. keduanya saat ini tengah menonton berita tentang pembunuhan. dan untung saja beritanya di siarkan menggunakan subtitle bahasa inggris.


" mengapa seseorang bisa merasa begitu tenang setelah menghabisi nyawa orang lain, ya? " lontar nancy kala siaran berita itu selesai.


" jawabannya sama dengan paus, lumba-lumba, dan putri duyung yang berada di tengah laut," jawab selfie yang membuat nancy berpikir sejenak, kemudian mengangguk-angguk.


" hum, gue ngerti."


selfie melirik sekilas ke arah nancy, kemudian kembali menonton acara TV.


" tapi, gue masih bingung kenapa penjual pizza itu bisa mengetahui adanya pembunuhan," ucap nancy tiba-tiba membuat pandangan selfie tertarik padanya.


gadis itu memegang dagunya seperti sedang memikirkan sesuatu, setelah itu ia mengubah posisinya menjadi berhadapan dengan selfie.


" dia menelpon pizza dan bertanya apakah ada paket 14?, lalu orang pizza menjawab ada."


" kemudian sang penelpon mengubah pesanannya menjadi paket 8 dan 22. hal itu membuat orang pizza bingung karna menu paketnya cuman nyampe menu 15"


" lalu sang penelpon mengubah lagi menjadi paket 30 , Lagi-lagi membuat orang pizza kebingungan. "


" setelah itu dia meminta untuk di jadikan setengah porsi saja. dan ketika orang pizza bertanya apa yang sebenarnya dia pesan "


" dia menjawab paket 7 dan 5 saja tapi double sambil terkekeh."


kepala nancy terangkat dan menatap wajah selfie yang sedang fokus mendengarkannya.


" setelah telpon di matiin , orang pizza langsung menelpon polisi. "


" gue bingung kenapa mereka bisa tau? "


selfie memalingkan wajahnya ke sembarang arah setelah mendengar penjelasan dari nancy. sejujurnya ia juga cukup bingung dengan kode yang di maksud oleh sang penelpon itu. selfie mencoba berpikir beberapa saat, kemudian ia kembali menatap nancy.


" kodenya seperti ini.... A-Z \= 0-25


" ha? "


selfie semakin memajukan duduknya hingga berada di jarak yang sangat dekat dengan nancy.


" 14/2 \=7( H ) . 8/2 \=4( E ). 22/2 \=11( L ). 30/2\=15( P ). yang artinya HELP. " jelas selfie, tetapi nancy masih sedikit kebingungan.


" tapi kalau di bagi 2 seharusnya 7 itu G kan?," tanyanya


selfie mengangguk." benar , tapi hitunglah A dari 0 bukan 1."


" ohh gue ngerti.....lo memang pintar ya sel ?" pujinya sembari tersenyum ke arah gadis itu.


selfie tersenyum tipis, lalu ia beranjak dari duduknya dan melangkah ke arah pintu.


" mau kemana? " tanya nancy membuat langkah selfie terhenti.


" gue memiliki feeling buruk "jawab selfie berbalik menatap nancy datar.


" tentang apa? "


" masa depan "


nancy terdiam beberapa saat.


selfie berbalik lagi membelakangi nancy dan berjalan pelan, tetapi lagi-lagi nancy menghentikannya.


" lo mau kemana? "


" bukain pintu lah, lo gak dengar tu bel bunyi dari tadi?." ia kembali berjalan dan menarik gagang pintu.


selfie sedikit terkejut karna manusia yang berada di balik pintu adalah teman sekelasnya sendiri yaitu riska.


" gue nginap di sini ya," tandas cewek itu kemudian main nyelonong masuk begitu saja.


" ehh siapa yang ijinin ha? " tanya selfie menghadang gadis itu.


riska menatap selfie sekilas lalu beralih menatap nancy yang duduk di balik tubuh selfie. dengan enaknya ia mendorong tubuh selfie sehingga gadis itu terjatuh, untung saja jatuhnya di karpet bukan di lantai.


" gue tidur di sini ya, soalnya kamar ku gak enak banyak orangnya." Ungkap gadis itu sambil duduk di samping nancy.


" gue gak mau " tolak nancy


" loh kenapa? "


" tempatnya sempit kalau lo tambah,"


" kalian kan ada lima orang, pasti ranjang satu di isi oleh dua orang kan? Kalau gitu gue tidur di sana" gadis itu berdiri dan langsung merebahkan dirinya ke atas tempat tidur.


tak lama setelah itu violet dan yang lain tiba dengan membawa banyak cemilan. namun, ketiga gadis itu sama-sama melongo melihat riska yang sudah terlelap dan mendengkur dengan keras.


" kenapa makhluk ini ada di sini? " tanya fira menatap nancy dan selfie bergilir.


" dia menerobos masuk." Jawab selfie jujur


mendengar jawaban selfie fira pun mengusap wajahnya kasar. ia menghela nafas panjang dan buru-buru menghampiri nancy dan juga selfie.


" kenapa biarin sih!!?


" emang kenapa? "


" dia itu kalau tidur kayar reog, kacau nanti. bahkan dengkurannya lebih besar dari selfie "


" enak aja, gue gak mendengkur ya," elak selfie tidak terima.


" ya lo kan tidur," sahut violet setelah meminum air.


" udah lupakan itu.... Yang penting malam besoknya kita gak boleh ijinin dia lagi," tegas fira penuh tekat membuat mereka serentak mengangguk.


dan benar saja apa yang di katakan fira tadi. ini masih jam 11 tetapi riska sudah mendengkur dengan kuat seperti seseorang pekerja keras saja.


Bahkan tempat tidur yang tadinya rapi, sudah berantakan seperti kapal pecah.


jadi terpaksa mereka harus tidur walaupun di dalam hati ingin membuang riska dari lantai tujuh ini.


pagi harinya selfie and the geng bangun sedikit telat karna tidak bisa tidur semalaman. tentu saja semua itu karna tamu tidak di undang.


ketika membuka mata, mereka tidak melihat lagi keberadaan riska. sepertinya gadis itu sudah kembali ke kamarnya.


namun mereka harus kembali menelan kekecewaan karna mendengar suara dari balik kamar mandi. Itu artinya riska sedang menggunakan kamar mandi dan masih berada di sini.


" gak tahan gue, selfie seorang aja udah menyusahkan dan sekarang malah nambah kaptennya." Keluh trysta sembari mendorong pelan tubuh selfie.

__ADS_1


" giaman nih fir?"


" pastinya ntar malam gak disini lagi." bukan fira tetapi violet lah yang menjawab.


fira menggeleng." Kata siapa? dari yang gue dengar, riska kalau udah nyaman pasti mau di tempat itu."


sebuah perkataan yang membuat mereka ternganga. Ya, habisnya siapa yang tahan lagi semalam dengan gadis itu.


" ada ide? " tanya selfie menatap sahabatnya bergilir.


sejenak semuanya berpikir, hingga fira berteriak dan menatap mereka dengan penuh semangat.


" riska takut hantu, bagaimana kalau kita minta seseorang menjadi hantu di sini? " saran fira


nancy mengangguk." Boleh juga "


" jadi hantu? caranya gimana? " . pertanyaan selfie membuat mereka semua terdiam dan menatap aneh ke arahnya.


" memakai kostum, itu pun tak tau" tandas violet dan barulah selfie mengerti.


" ahhhh i knourrr " balas selfie mengangguk.


" ha? I nourr? " ulang fira tidak mengerti begitu juga violet.


" artinya i know, its Aussie aksen," jawab nancy sedikit jengah.


setelah sarapan dan bersiap-siap kelima gadis itu saat ini telah menaiki bis yang akan membawa mereka menunggangi kuda dan gajah.


selfie penuh semangat, bahkan semangatnya mengalahkan semangat ketika ia berada di museum kemarin.


setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu panjang akhirnya mereka tiba juga di taman hewan itu.


di sana ada banyak kuda dan gajah yang siap di tunggangi.


hingga tibalah giliran trio cookies yang akan menaikinya bersama-sama.


" gue duduk dekat jendela! " seru violet


" ehh gue juga mau dekat jendela "


" ahhh gak, gak, gak "


" STOP!!" bentak nancy berbalik pada dua gadis itu.


" kalian pikir ini mobil ada jendelanya? "


" hehe " kekeh keduanya.


untuk keseruannya aku tidak terlalu perlihatkan karna mereka hanya akan menaiki gajah dan kuda saja hari ini. hanya kelas mereka saja, sedangkan kelas lain mempunyai kegiatan masing-masing.


setelah pulang dari taman hewan , lagi-lagi selfie and the geng membuang nafas berat karna riska mengatakan dia akan menginap lagi malam ini. tapi tenang saja, mereka sudah meminta leo untuk berpura-pura menjadi hantu nanti malam.


Kebetulan sekali ada rumor yang mengatakan bahwa apartemen ini berhantu. tetapi selfie tidak percaya walaupun violet beberapa kali memberitahunya.


" ehh vi "


violet yang akan masuk ke dalam kamar sontak berbalik saat mendengar seseorang memanggil namanya.


" kenapa rey? " tanyanya saat reyno tiba di depannya setelah berlari kecil.


" ohh ini dompet lo jatuh tadi " ucapnya sembari menyodorkan domper berwarna ungu itu.


" ah makasih ya, lo susah payah harus ke lantai ini demi gue "


violet termangu, kenapa ia baru mengetahuinya sekarang? jika tau lebih awal dia kan bisa pdkt dengan ricko.


setelah mengobrol singkat dengan reyno, violet melangkah masuk dan duduk di sebelah selfie yang lagi melamun .


" memikirkan apa? " tanya violet


" itu si riska, gue berharap rencana sebentar berhasil,"


violet mengangguk." Gue juga. "


" ZAYNNN!! "


" ZAYNNN!! "


selfie dan violet reflek berdiri dan barbalik ke sumber suara saat mendengar suara teriakan. dan keduanya terkejut melihat reyno datang dengan kemarahan.


" mana zayn!! "


" si zayn tadi rusakain jam kesayangan gue " sambungnya.


" woii mana zayn."


bukannya menjawab pertanyaan reyno, selfie dan violet malah diam sambil melihat lelaki itu.


" oii berdua di tanya kok diam saja, jawab dong" sungut reyno kesal karna di kacangin.


" reyno, yang di tanya itu siapa? datang-datang kayak nyamuk kebon ngangg nging ngong saja, gue atau violet yang di tanya?" seloroh selfie


" salah satu yang jawab,siapa aja "


" vi jawab vi," ujar selfie menatap violet


" ahh lo aja yang jawab, lo kan pacarnya." balas violet


reyno tersenyum." ah iya lo kan pacarnya. lo aja yang jawab."


" violet aja, kan lo jarang ketemu sama violet, trus ngobrol deh."


" ehh iya vi kita kan jarang ketemu."


" tapi kan di depan kita sudah ngobrol rey "


" iya udah sel, lo aja "


" mm violet aja dehh "


" hehe iya vi lo aja "


violet menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian menyentuh bahu reyno." gini aja rey, bagaimana kalau gue yang tanya lo yang jawab"


" tanya apa? "


" si zayn kemana? "


Spontan reyno memukul pelan dahinya." Ohh iya, gue kan lagi carin dia... Zayn!! " cowok itu berbalik dan keluar meninggalkan selfie dan violet yang tertawa kecil.


" hahah haha "


" gampangan ngusir dia dari pada riska " tawa violet

__ADS_1


gadis itu kembali duduk dan di susul oleh selfie. sementara selfie, ia sedang merasa lucu karna ekpresi cemberut violet terlihat sangat menggemaskan.



...🌿...


" sekarang waktunya gue kerjain misi " gumam leo sembari melihat penampilannya di cermin. lelaki itu memakai kostum Dracula dan merias wajahnya seseram mungkin.


" sekarang bereaksi, aaauuu " ia berlari menuju kamar selfie sambil menutup wajahnya dengan jubah. namun ia terhenti karna melihat seseorang berdiri tepat di depan pintu selfie.


" ehh om, awas gue mau lewat "


" ehhh om, auuuuu " usir leo meniru suara serigala. namun, setelah melihat orang itu berbalik ia pun terlonjak kaget.


" ak--akhhhhh...... Aaaaa!! " leo mematung lalu dengan sekuat tenaga ia berlari masuk ke dalam kamarnya semula.


sementara di satu sisi, selfie dan yang lain sedang sibuk membicarakan rencana mereka. sejujurnya mereka merasa kesal karna leo belum datang juga. namun tanpa mereka sadari riska sedang menguping pembicaraan mereka sambil terkekeh.


" emangnya gue gak tau "


" kalau kalian mau menakut-nakuti gue," tangan riska naik menyentuh bahunya saat merasakan sentuhan. tetapi gadis itu menepisnya dan masih mengejek ke arah selfie dkk.


" apa sih ini?!! "


" haaa???! " riska reflek menutup mulutnya dan melompat kecil ketika melihat seseorang tanpa kepala di belakangnya. namun, bukannya takut ia malah memukul badan orang tersebut dan tertawa.


" lo pikir gue gak tau itu lo leo, hahaha di kasih apa lo sama mereka? "


" btw lo nyamar bagus juga ya, kayak asli hihi"


ia menarik tangan orang tersebut dan membawanya mendekati selfie dan yang lain.


" hayooo gak usah di tutupin lagi, lihat hantunya sudah ketangkep...leo sudah ketahuan" beber gadis itu membuat semua mata tertuju padanya.


tentu saja mereka terkejut apa lagi melihat penampilan hantu itu yang menyeramkan. bahkan violet sampai menggandeng lengan selfie erat, walau ia tau bahwa orang itu adalah leo.


" udah, udah kalian gak usah sesal. gue gak marah sama kalian. justru gue setuju sama ide kalian "


" setuju apa? " tanya nancy


" gue mau bawa leo supaya dia nakutin teman sekamar gue " ungkap riska, sehingga selfie dan yang lainnya bertukar pandang.


" gimana? " tanya riska


fira mengangguk." iya, lo bawa aja si leo "


riska tersenyum." leo nih pintar pake make upnya persis kayak hantu, ini aja gue bingung dia naruh kepalanya dimana "


" gue takut sel, gue takut " bisik violet


" gak usah takut , itu kan leo." bujuk selfie


sontak perhatian selfie beralih ketika mendengar dering ponselnya berbunyi. ia melepaskan tangan violet dan mengambil ponselnya yang berada di atas meja.


" hallo " sapanya, tanpa melihat siapa yang memanggil.


" se-sel "


" siapa ini? "


" ini gue sel, leo "


" ohhh leo kebetulan nih , gue mau nanya gimana cara buat kepala bisa hilang begitu? " tanya selfie sembari melihat ke arah hantu tersebut.


" ja-jangan bercanda sel, gu-gue gak jadi kesana "


" haha gak jadi kesini gimana, buktinya badannya di sini haha , pasti lo nelpon pakai kepala doang ya "


" jangan canda sel, gue takut benaran nih, gue lihat hantu benaran sel. gue masih di kamar gue "


" sel siapa sih? " tanya nancy masih tertawa setelah melihat riska.


" leo nih hihi "


" ha?? leo? "


" iya, masa dia bilang gak jadi kesini, buktinya badannya ada tuh " tunjuk selfie


tetapi itu justru membuat nancy dan yang lainnya saling bertukar pandang dan terpaku.


" nancy, kalau itu leo yang ini siapa? " tanya trysta gemetar.


nancy menatap selfie." sel, ka-kalau yang ne-nelpon leo berati yang ini si-siapa? "


" ya ini leo kalau it--" selfie terdiam dan sontak melebarkan matanya.


satu detik.... dua detik...


" HANTU!!! " teriak mereka bersamaan kemudian meninggalkan riska yang kebingungan.


fira dan trysta berhasil keluar dari kamar sementara trio cookies malah masuk ke dalam kamar mandi.


" ahhh sell gue takut " lirih violet memeluk selfie dengan sangat erat.


" vi, lo takut apa nafsu? "


" gue takut sel "


" iya gue juga "


" ini namanya salah alamat, masa ngumpet di sini, mestinya kabur keluar apartemen!" rengek nancy frustasi


" ini nih violet nih ngapain lari kesini kan kita jadi ikut-ikutan, kalau gak bisa mimpin jangan mimpin dong " tuduh selfie


" dihh siapa yang mimpin, gue aja kebingungan ."


sementara di satu sisi riska masih kebingungan melihat selfie dan yang lainnya lari terbirit-birit.


" sini leo." ia menarik leo dan berjalan ke arah ponsel selfie yang masih terhubung dengan seseorang.


" hallo? "


".......... "


" ha? leo ? "


" yang benar?!." wajah yang tadinya ceria seketika berubah kaku.


" trus yang ini siapa? " tanyanya dengan wajah yang hampir menangis.


" aaakkhhhh " teriaknya kemudian berlari , tetapi langkahnya tertahan karna hantu tersebut malah menarik kerah bajunya riska.


" haaa ampunnnn!! "

__ADS_1


" tolong sel!! "


__ADS_2