Selfie

Selfie
karna iri


__ADS_3

BUGHH!!


" akhhh...!! " selfie mundur beberapa langkah kebelakang. ia melilit perutnya dengan kedua tangan. sial! fira baru saja menendang perutnya lumayan kuat.


" lo keterlaluan selfie!! " fira melangkah menghampirinya dan kembali menendang perut selfie kuat dan memukul rahang wanita itu.


BUGHH


plakk!!


senjata api yang berada di tangan selfie terlepas dan jatuh.


masih dengan amarah, fira kembali mendekatinya tetapi selfie berusaha menghentikannya.


" apa yang kau lakukan?! kenapa kau menghajar ku fira!! " ia mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar.


fira menatapnya nanar." kenapa selfie? apa lo begitu kejam sehingga menuduh kami? "


violet dan trysta hanya diam mematung. sejujurnya mereka cukup kaget dengan apa yang terjadi. selain itu, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa selain menatap selfie kecewa.


selfie menggeleng pelan, ia perlahan luruh ke tanah tanpa melepaskan tangan dari perut. ia meringis merasakan perih dan sakit di bagian perut dan rahang. fira benar-benar menghajarnya tanpa ampun.


" kenapa? aku sudah menemukannya, apa kau tidak mau memberitahu mereka? " lontar selfie masih tertunduk.


" bedebah! apa maksud lo? " teriak fira tidak terima


nancy dan yang lain tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan selfie. meskipun perkataan selfie sempat menyinggung mereka, tetapi mereka memilih untuk tidak bermain tangan seperti fira.


selfie dengan pelan berdiri dan berjalan dengan langkah gontai. ia melewati fira yang masih menatapnya tajam. pandangan selfie tetuju pada satu orang yang berada di depannya.


ia berhenti di depan nancy, violet dan trysta.


ketiga wanita itu hanya menatap selfie sendu dan keheranan.


" hikss.... " selfie terisak


" kenapa? kenapa kau melakukan ini padaku? apa salahku padamu? "


mereka cuman diam dan semakin tidak mengerti.


" KENAPA NANCY!!! " teriaknya di depan nancy


air mata selfie mengalir deras, matanya memerah dan siapapun bisa melihat kekecewaan di sana.


tangan nancy perlahan terangkat dan menghapus air matanya, tetapi selfie menepisnya kasar." kau adalah penghianat itu nancy."


" selfie apa maksud lo? " tegas violet sembari meramas bahu selfie kuat. sangat kuat sampai-sampai selfie merintih.


meskipun sakit tetapi selfie tidak mempedulikan bahunya. ia masih menatap nancy dengan kecewa dan dendam.


" kau adalah peneror itu nancy. kau yang memfitnahku dan membuatku di hukum selama enam tahun. kau juga yang telah merebut zayn dariku. kau bahkan hampir saja membuatku di lecehkan di hotel." selfie sesegukan dan kembali menarik nafasnya.


fira, trysta dan violet saling pandang. mereka baru saja di hantam oleh kenyataan besar.


tangan violet yang awalnya berada di bahu selfie perlahan terangkat dan menjauh dari wanita itu.


nancy menggeleng." sel, lo salah paham "


" tidak nancy. aku sudah mengetahuinya. apa kau tau bahwa perubahan sikapku hanya bagian dari rencanaku?. aku sengaja berubah agar melihat reaksi kalian terhadapku. dan tidak seperti violet dan yang lain, kau malah santai dan tidak bereaksi sedikit pun dengan sikapku! " selfie maju selangkah


" kau seolah tahu kalau aku akan berubah seperti ini. dan kejadian di hotel? bukankah itu rencanamu? kau sengaja memberi minuman yang di campur oleh obat tidur agar menjebakku. agar nantinya aku akan tertidur dan di lecehkan oleh pelayan itu. benarkan?"


" tapi untungnya aku sengaja mengalihkan pandangan kalian agar bisa menukar minumanku dengan punyamu." ungkap selfie panjang lebar.


nancy terdiam, badannya membeku. ia hanya mampu tertunduk dan tidak berani menatap mata selfie.


melihat nancy yang hanya diam membuat selfie semakin yakin bahwa nancy lah serigala berbulu domba itu." kau akan bertunangan dengan zayn kan? selamat nancy, kau telah mendapatkan apa yang menjadi milikku."


" tapi kenapa kau membuat zayn berbohong dengan berkata kalau dia tidak mencintaiku? apa yang kau lakukan sampai zayn tunduk di bawah kendalimu? JAWAB AKUU!!!! "


BUKHH!!


" lo pantas mendapatkannya!" nancy baru saja memukul ulu hati selfie. itu bukan pukulan yang pelan tetapi kuat.


nancy tidak berhenti sampai di situ, ia menghajar selfie dengan brutal. seolah ingin menghabisi selfie saat itu juga.


beruntung fira dan trysta bergegas memisahkan mereka. sementara violet membantu selfie berdiri.


melihat kejadian di depan mata membuat mereka mengerti siapa yang jahat saat ini. perkataan selfie tentang nancy sangat jelas tanpa ada tanda-tanda kebohongan. dan tanpa bertanya pun mereka akan langsung tau siapa yang berkata jujur.


masih dengan nafas memburu nancy menatap selfie tajam. matanya memerah dan berkaca-kaca.


" memang benar. aku lah sang penghianat itu "


sebuah perkataan yang membuat mereka semua tercengang.


" kenapa? " tanya violet


nancy malah tertawa." gue iri sama lo. lo mengambil semua yang menjadi milikku. kepintaran, populer, cinta dan perhatian. gue iri dengan semua itu. awalnya gue hanya iri biasa, tapi saat kita di museum paris, rasa iri gue semakin bertambah di saat semua orang memujimu! "


nancy menendang batu krikil kuat." dan gue meminta pesaing bisnis keluarga lo untuk membantu mereka menghancurkan sang nona muda."


selfie tidak bisa lagi membendung air matanya. rasa sakit di tubuhnya mendadak hilang dan tidak ada apa-apanya di bandingkan isi hatinya.


" aku sangat mempercayai mu nancy. bahkan aku akan tetap percaya jika kau mengatakan kalau gajah bisa terbang. tapi hanya karna iri kau berubah? " tubuh selfie bergetar, ia terisak di bawah pelukan violet.


bukan selfie saja, tapi violet dan yang lain juga masih tidak percaya. siapapun tau kalau nancy adalah orang yang paling dekat dengan selfie. tapi terkadang musuh terbesar berasal dari orang terdekat kan?

__ADS_1


violet berdiri dan maju beberapa langkah ke depan nancy. ia menunjuk wajah nancy dengan jari telunjuknya." tega lo! hanya karna iri lo berbuat seperti itu? lo keterlaluan! "


nancy tersenyum menyeringai dan menolehkan kepalanya kepada selfie yang lagi terisak." selfie! jangan pikir ini semua berakhir. gue akan berbuat sesuatu untuk menghancurkan hidupmu! " setelah mengatakan itu ia pergi, tapi.


" dan lo benar, gue dan zayn akan segera bertunangan." ia menoleh sedikit sambil tersenyum miring.


selfie hanya menatapnya lekat, ia tidak mampu mengeluarkan suaranya. di tambah dengan tubuhnya yang semakin sakit. pukulan fira dan nancy benar-benar gila dan hampir membuatnya pingsan.


atau mungkin saja ia akan pingsan. matanya perlahan terpejam dan sekitarnya mendadak gelap.


" selfie! " hanya itu suara yang selfie dengan sebelum ia kehilangan kesadaran.


...🍂...


" kalau dia mati gimana? "


" ya gak mungkin sih, selfie kan kuat "


" lo mukulnya terlalu kuat sih "


" tapi kan nancy yang membuatnya semakin parah."


selfie perlahan mengerjapkan matanya. suara ribut itu membangunkan tidurnya.


tubuhnya tidak terlalu sakit seperti sebelumnya.


memangnya sudah berapa lama ia tertidur?


" diamana aku? " gumamnya yang membuat fira dan violet serentak menoleh padanya.


" sel lo udah bangun? "


" gak dia masih pingsan tidur pulas." jawab fira sewot


violet berdecak dan membantu selfie duduk. tangannya dengan sigap mengambil air minum yang sudah tersedia di atas meja.


" minumlah." ia dengan hati-hati membantu selfie minum.


" makasih." selfie tersenyum manis, lalu pandangannya menelisik ke ruangan. ini adalah kamarnya, apa mereka yang membawanya ke sini?.


" sudah berapa lama aku tidur? "


dengan wajah lelah violet pun menjawab." lo udah tidur selama 20 tahun."


" HAAA?!! DUA PULUH TAHUNNN!! " selfie reflek menyentuh wajah dan tangannya. namun, yang ia dapati hanya kulit mulus dan kencang.


" hahahhaah!!!! " kedua wanita itu tertawa terpingkal-pingkal dan saling memukul.


selfie bernafas lega, kemudian ia menyipitkan matanya ke dua orang yang sedang tertawa itu.


selfie hanya mengangguk kecil dan terus memperhatikan mereka. tanpa sadar ia tersenyum tipis dan terkekeh." maafin gue "


fira dan violet sontak menghentikan tawanya dan menatap selfie.


" gue? lo udah gak pakai aku kamu lagi? " tanya violet


selfie mengangguk." maafin gue yang udah nyakitin hati kalian dengan kata-kata pedas. gue gak bermaksud seperti itu, tetapi keadaan lah yang memaksa." ia nampak penuh dengan penyesalan.


" gue gak berubah kok. gue masih selfie yang dulu, selfie teman kalian dulu." sambungnya


fira dan violet saling pandang dan tersenyum. mereka mendekati selfie dan duduk di kedua sisi wanita itu.


tangan mereka merangkul pundak selfie.


" gak usah di pikirin. yang penting lo gak kek nancy sialan itu." ujar fira


selfie tertawa." jangan bilang begitu, bagaimana pun dia sahabat kita "


mendadak hening


" sahabat apanya? dia itu licik dan ingin menghancurkan mu. padahal fira yang punya niatan bunuh lo "


" loh fir lo mau bunuh gue? " selfie menatap tajam sahabatnya itu.


" hehe, gue canda doang kok. habisnya lo ngeselin banget."


selfie terdiam dan termenung. ingatanya masih berkecamuk tentang kejadian danau waktu itu. mengingat bagaimana nancy mengakui kejahatannya dan menghajarnya.


hanya dengan mengingat itu mampu membuat selfie bersedih.


" apa yang akan lo lakukan sel? ancaman nancy pasti tidak main-main. dia pasti akan melakukan sesuatu yang besar dalam hidupmu." lontar violet


selfie menghela nafas." gue gak tau."


" oh iya dimana trysta? " tanya selfie pasalnya ia tidak melihat wanita itu dari tadi.


" trysta lagi di rumah sakit. katanya sih banyak anak muda yang terkena bipolar." sahut fira sambil bermain handphone.


selfie cuman mengangguk-anggukan kepalanya dan memakan apel yang di suapin violet.


hingga ia merasakan sesuatu di perutnya. sesuatu yang membuatnya mual dan ingin muntah.


" huekk....huekk..."


" umm huekkk..." ia menutup mulutnya


melihat itu violet pun reflek memukul punggung selfie bermaksud membantunya." sel, lo hamil? "

__ADS_1


tuk!


" aduh sakit! " selfie baru saja memukul kepalanya


" gak..... mungkin gue hamil," jawabnya masih menahan mulutnya yang ingin muntah.


violet mengangguk." ohh atau jangan-jangan lo lupa pakai pengaman."


tuk!


" ya gak mungkin bego! " selfie kesal dengan pembicaraan violet yang tolol itu.


" kerokin gue dong, kayaknya gue masuk angin." pintanya sambil melepas baju di depan violet dan fira.


wanita itu merapikan rambutnya dan segera melapas pengait bra, membiarkan violet dan fira yang fokus mengamatinya.


" sel lo gak takut telanjang dada kayak gitu? " tanya violet


selfie menggeleng." gak. emang kenapa? lo berdua nafsu? "


violet dan fira spontan menggeleng kuat.


selfie mengambil bantal dan langsung tidur tengkurap. ia bergerak sedikit untuk menyamankan posisinya." cepat kerok gue! "


" fir lo aja deh "


" gue gak tau sumpah "


" lah gue juga gak tau "


" cepatan! " desak selfie, dan mau tak mau violet mengambil minyak angin dan koin logam.


walaupun tidak pernah melakukan hal ini, tetapi violet pernah mengintip ibunya mengerokkin ayahnya dulu. jadi menurutnya hanya asal di gesekin aja sampai merah, dan itu hal yang mudah.


30 menit berlalu, sepertinya selfie telah masuk ke alam mimpi. dari tadi tidak terdengar suara yang keluar dari mulutnya kecuali dengkuran halus.


tubuh selfie penuh dengan bekas merah. ternyata benar kalau temannya ini masuk angin.


tidak ingin menganggu tidurnya, violet dan fira mengendap-endap keluar dari kamar selfie. sebenarnya mereka masih ingin lebih lama di sini, tetapi pekerjaan mereka belum seratus persen terselesaikan. jadinya mereka harus kembali ke tempat kerja masing-masing.


tepat sekali ketika mereka keluar echa melintas di depan mereka.


" echa, kalau selfie bangun bilang kakak udah pergi kerja, ya." pesan violet sambil mencubit pipi gadis itu.


echa mengangguk." ok deh." ia melanjutkan langkahnya dan masuk ke kamarnya yang berada di samping selfie.


violet dan fira bergegas keluar dan masuk ke dalam mobil masing-masing karna waktu istirahat mereka sebentar lagi akan selesai. atau lebih tepatnya sudah selesai dari tadi.


beberapa menit setelah kepergian dua wanita itu, mobil milik alan memasuki perkarangan rumah. ia datang kesini karna ingin menjenguk sang kekasih yang terluka.


tadi saat mendapatkan pesan dari violet kalau selfie sudah bangun, alan pun sangat bahagia dan ingin cepat-cepat menemuinya. ia menyelesaikan seluruh pekerjaannya hari ini dan langsung menemui sang pujaan hati.


setelah mendapatkan ijin dari sarah, alan langsung naik ke lantai dua.


ia mengetuk pelan pintu selfie beberapa kali, namun tidak kunjung mendapatkan balasan dari dalam.


alan khawatir, jadi ia memutuskan untuk membuka pintu dan masuk.


ruangan ini begitu sunyi dan senyap, yang ia dengar hanya suara jam dan dengkuran halus. ia berjalan lebih dekat ke tepi tempat tidur dan tercengang melihat penampilan selfie.


tidur tengkurap, punggung terpampang jelas, dan wajah yang sedang tertidur benar-benar membuat alan terpukau.


alan ingin pergi tetapi punggung selfie benar-benar membangkitkan gairahnya. walaupun punggung mulus itu sedang merah tetapi tidak membuat auranya berkurang.


alan meneguk ludahnya kasar. kepalanya menoleh memastikan tidak ada yang masuk.


setelah memastikan aman, alan pun menunduk dan mendekatkan kepalanya ke punggung yang terbuka itu. tangannya terangkat dan mengelus punggung selfie dengan pelan. kemudian ia mengecup punggung itu dan memberi beberapa tanda kemerahan di sana.


" kenapa kamu cantik sekali, hmm? bahkan punggung mu saja mampu membuat ku gila." alan menghisapnya dan sesekali menggigit kecil.


alan bermain cukup lama di sana sampai ia mendengar lenguhan kecil yang keluar dari mulut selfie.


buru-buru alan menjauhkan kepalanya dan berdiri tegak. untung saja ia cepat sadar sebelum selfie bangun sepenuhnya.


selfie mengerjapkan matanya dan kaget melihat kehadiran alan. wanita itu ingin berdiri tapi ia teringat kalau saat ini ia sedang tidak memakai baju.


" kak alan keluar dulu! "


" kamu pakai aja di sini, nanti aku balik badan."


" gak! cepatan keluar! "


alan tidak punya pilihan lain selain keluar.


setelah alan pergi, selfie beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke arah cermin. wanita itu berbalik badan dan melihat pantulan punggungnya.


ia merasa aneh, punggungnya memerah bukan hanya karna kerokan tapi sesuatu yang lain.


" apa ini ulah violet? "


" atau ulah nyamuk? "


selfie terdiam sebentar." jangan bilang kalau ini ulah kak alan. pantas saja punggung ku basah."


" apa mulutnya gak pahit? punggungku kan penuh dengan minyak."


selfie bergidik ngeri membayangkannya.

__ADS_1


__ADS_2