
" selamat pagi nona muda " . sapa seorang pelayan ketika selfie berjalan melewatinya.
" hmmm " . dehem selfie
" selamat pagiii ". sapa bella yang setengah berlari sambil tersenyum ke arahnya.
" pagi ". selfie hanya meliriknya sekilas dan melanjutkan jalanya.
bella yang melihat nya langsung menjadi cemberut karna selfie masih saja datar.
" gak usah ngambek begitu ". selfie berhenti dan memutar tubuhnya menghadap bella
" dasar bodoh ".
tuk
" akhhh!!.. ". pekik bella ketika selfie menyentil keningnya.
bella menjadi semakin kesal di buatnya apalagi melihat selfie yang pergi meninggalkannya tanpa rasa bersalah sedikit pun.
tibanya mereka di ruang makan selfie bisa melihat kakek dan neneknya yang sudah menunggunya . lalu ia sedikit kaget saat melihat tantenya sherly yang juga berada di meja makan.
" hallo keponakanku yang cantik ". sapa sherly seraya merentangkan tangannya menunggu selfie masuk ke dalam pelukanya, tetapi selfie malah memalingkan wajahnya dan melangkah ke tempat duduk.
" ohh gak papa, kamu tetap imut kok membuat aunty gemas ". sherly duduk tepat di depan selfie sedangkan bella berada di sebelah gadis itu.
hening, tidak ada percakapan di ruangan itu selain suara dentingan sendok, tetapi sesaat kemudian sherly mencairkan suasana dan terus mengoceh tidak jelas.
" umm ok aunty berhenti ". ujarnya seraya tersenyum kaku karna selfie menatapnya tajam
" duhh ni anak seram banget ". batinya
" jasmine mana? ". tanya selfie pelan
sherly tersenyum, " dia di ajak papanya ke sustralia untuk berlibur sekalian membantunya belajar ".
selfie hanya manggut-manggut saja mendengarnya . selfie dan jasmine terkadang menghabiskan waktu liburannya di australia yaitu kampung halaman sang kakek.
" setelah sekolah ada rapat penting dan kamu harus hadir! ". ucap sang kakek setelah menghabiskan makananya
" hmm memangnya aku bisa menolak? ". sindir selfie
livy merasa iba melihatnya karna setiap hari selfie di tuntut untuk belajar, urus bisnis, rapat, dan tidak ada waktu untuk gadis itu bersantai. jadi jangan heran jika selfie benar-benar pintar dalam banyak bidang karna ia telah didik dengan banyak pengetahuan dari kecil.
seorang sopir datang dan menyampaikan kalau mobil mereka sudah siap. dan dengan angkuhnya selfie melempar tasnya pada sopir dan berjalan melewatinya .
" nona muda tunggu! " . teriak bella yang tertinggal lalu mengejar gadis itu
" selfie sangat tidak sopan dan angkuh, aku tidak ingin dia seperti itu terus " . protes livy
" aku juga tidak , tapi jika itu membuatnya bahagia apapun kuturuti " . balas samh santai
" sungguh dia sangat berbeda dengan kakak , jika dulu kakak sangat sopan dan baik hati , selfie adalah kebalikanya ". timpal sherly
sherly menoleh menatap orangtuanya ". Apa menurut kalian sifatnya dari josh? ".
Livy mengangkat bahu, " mungkin ".
" mungkin kau benar, dia sangat mirip dengan pria bajingan itu ". geram samh lalu ia melirik sherly dengan sinis.
" ia tidak akan seperti ini jika kau mau menerima tawaran ku menjadi pewaris menggantikan sarah dulu ".
" ohhh nooo dad aku tidak ingin terjebak dalam kurungan bisnis kalian ". tolak sherly sambil bergedik ngeri membayangkan nya.
bella tak henti hentinya mengomel tentang sikap kurang ajar selfie selama mereka berjalan menuju mobil , sedangkan selfie yang di omelin seperti itu sesekali menutup telinganya.
" selfie kau sangat tidak sopan tadi ".
selfie berdiri tepat di depan pintu mobil lalu memutar tubuhnya ke bella, " jangan mengaturku! ".
" aku gak suka dengan sikapmu yang tadi! ". kali ini suara bella terdengar tegas .
selfie masa bodoh dengan semua itu lalu ia menghadap ke mobil dan mengangkat kedua alisnya pada bella. bella yang paham dengan maksudnya langsung membukakan pintu dan membantingnya dengan kasar setelah selfie masuk.
" nona muda terlalu kurang ajar ". protes bella saat duduk di samping selfie.
" gak peduli, aku bosnya dan dia pelayan " .
" tapi kan tetap saja nona " .
" diam atau kau turun dari sini! " . ancaman selfie sukses membuat bella menutup mulutnya rapat. sedangkan sopir yang mendengar keduanya hanya memutar bola mata malas karna ini sudah menjadi sarapannya setiap pagi.
sesampainya di sekolah pak sopir dengan cepat membukakan pintu dan membantu selfie memakai tasnya . merepotkan memang tapi ini tugasnya dan juga biayanya jauh lebih besar dari gaji biasa.
" dasar bayi " . ejek bella terkekeh
" iya kau mamanya " . sahut selfie enteng sembari menarik tangan bella menuju kelas mereka. saat menuju kelasnya selfie melihat dahlia yang berjalan di depanya , tanpa berlama-lama lagi selfie langsung berlari menghampiri gadis itu.
" selfie woiii!! ". panggil bella yang di tinggalkan begitu saja.
selfie membuang tasnya pada dahlia dan untung saja dahlia reflek menangkapnya. " bawa tasku dan awas saja kalau lecet nanti, itu mahal! " .
" sini biar ku bawa ". ujar bella yang hendak mengambil tas selfie dari dahlia
" aku menyuruhnya bukan kau! " .
dahlia terseyum ke arah bella " tidak papa aku akan membawa tas nona "
" bagus apa kau tau? tidak ada yang berani memegang tasku dan kau beruntung " .
" beruntung apanya yang ada apes ". gumam bella sambil melihatnya sinis
" I can hear you " . sahut selfie dan bella reflek menutup mulutnya rapat membuat dahlia tertawa kecil melihatnya.
selfie berhenti ketika di depannya ada segerombolan siswa yang sedang berdiri dan hampir menutupi jalan, sepertinya mereka tidak menyadari kedatangan gadis itu.
" minggir! ". perintah selfie membuat para siswa itu minggir ke tepian.
" uuh ada untungnya juga ada selfie, karna aku selalu di hadang oleh mereka ". bisik dahlia pada bella.
" oh ya? ". tanya bella dan dahlia mengangguk
" mereka semua selalu mempermalukan ku, dan mereka tidak segan segan menyakitiku".
bella sedikit kaget mendengarnya. " kau harus membela diri ".
" tidak bisa karna mereka main borong sedangkan aku sendiri ". lirihnya
__ADS_1
tanpa mereka sadari selfie mendengar percakapan keduanya. ia berhenti mendadak dan berbalik menatap kedua gadis itu.
" aku ada urusan, kalian pergilah ". tanpa menunggu jawaban lagi selfie berlari melewati mereka.
" kenapa dia? ". gumam bella sembari memandangnya
hampir lima belas menit bella menunggunya di kelas, ia sangat mencemaskan gadis itu karna tanpa di beritahupun ia sudah tau kemana selfie pergi. gadis itu pasti sedang menghajar para siswa yang mereka lihat tadi, kekhawatiran nya tidak berlangsung lama ketika selfie muncul dari balik pintu.
wajah cemas tadi seketika berganti menjadi wajah geram saat selfie duduk dan mengangkat kakinya ke atas meja. " selfie itu tidak sopan! ". bukannya berhenti selfie malah memanggil dahlia mendekat.
" sepertinya ada sesuatu di dalam sepatuku bisakah kau melihatnya? " . dahlia mengangguk dan melakukan seperti apa yang di minta selfie .
" hahahhaha memang pantas " . tawa anak kelas
" dahlia berhentilah! jangan lakukan itu aku akan memarahi selfie nanti ". cegah bella
" diam kau! ". bentak selfie
" sekarang pasangkan sepatuku dan ingat jangan sampai tanganmu mengotori kakiku" .
dahlia dengan sabar memasangkan selfie sepatu, sejujurnya ia tidak ingin berurusan dengan anak paling kaya di sini tapi jika dia melawan masa depannya sudah pasti akan terputus. bisa saja kan selfie mencabut beasiswa nya?
" akhhh..!! ". rintih bella memegang dadanya membuat selfie reflek berbalik ke arahnya
" kenapa? ". tanya selfie panik
bella mengatur nafasnya lalu tersenyum ke arah selfie. " hmm tidak papa , ada semut yang mengigit ku tadi ".
" kau kembali sana! ". usir selfie pada dahlia
" wah setelah di pakai aku di buang ya ". batin dahlia lalu ia mengeluarkan buku dan mulai membaca
melihat selfie yang panik dan mencemaskan nya membuat bella tertawa kecil, sungguh itu adalah pemandangan yang jarang terlihat.
" kamu bisa panik juga ya ". guraunya bermaksud mencairkan suasana
" bella ada apa? jangan buat diriku gila karna menghawatirkan mu ". resah selfie
" tidak papa kok sungguh " . Ia mengangkat dua jarinya
" really? ".
bella mengangagguk " mmm dan ku pastikan nona tidak akan menjadi gila hehe ".
...🌿...
ketika jam istirahat selfie dan bella duduk di bangku taman sambil memakan bekal mereka, " nona muda anda harus terseyum biar makin cantik jangan jutek mulu ".
" jadi aku gak cantik nih " .
" nona muda sangat cantik, tapi ya itu kurang senyuman " .
" aku hanya ingin nona muda terseyum apapun keadaan nona muda nanti " . lanjutnya
" kenapa? ".
" karna aku ingin impian ku yang itu terwujud walau seribu impianku terabaikan ". perkataan bella membuat selfie tertegun walau ia tidak mengerti dengan maksud gadis itu.
selfie menatap lurus kedepan membiarkan rambutnya bergerak di bawa angin. " waktu masih panjang untuk melihat itu, dan jangan abaikan mimpimu yang lain ".
bella tersenyum hambar. " tapi aku sangat ingin itu terjadi secepatnya ".
bella terdiam dan tetap tersenyum meskipun perkataan selfie sedikit membuatnya sedih.
" kau belum memberitahu ku tentang keadaanmu akhir - akhir ini " . ucap selfie serius
" hmm itu karna ak-"
" SENA!!! ". teriak seorang gadis yang berlari mendekat pada mereka dengan wajah panik
" dah-dahlia di hajar oleh gengnya aria " .
mendengar itu sontak selfie begitu terkejut, dan tanpa berlama lagi mereka berlari menuju taman belakang sekolah tempat di mana aria menghajar dahlia.
tibanya di sana mereka melihat dahlia yang di paksa membersihkan sepatu geng aria satu persatu menggunakan tanganya. wajah dahlia sedikit lebam kebiruan dan itu membuat selfie mengepalkan tangannya.
" KURANG AJAR! ! " . teriak selfie kemudian ia berjalan mendekat pada aria dan memukul gadis itu beserta gengnya.
" APA YANG KALIAN LAKUKAN HA! " . selfie mencengkram kerah baju aria sedangkan bella membantu dahlia.
" selfie dia berani melawan kami dan lagipula kau juga membullynya kan jadi apa masalahnya? ". jelas aria bergetar
" dahlia adalah mainanku dan aku tidak suka ada orang lain yang memainkan milikku termasuk kau , paham! " . tegas selfie menekan kata katanya. aria yang takut dan juga tidak mau berurusan dengan gadis itu langsung mengangguk dan pergi bersama gengnya.
" jadi orang jangan mau di tindas ,kau hanya boleh di mainkan olehku. jika ada orang lain yang seperti tadi lawanlah mereka !! ". selfie berjongkok di hadapan dahlia, pandanganya beralih menatap kotak bekal berisi nasi dan mie goreng yang sudah jatuh di tanah.
" dahlia makan ini aja ya ". tawar bella sembari memberikan bekalnya . awalnya dahlia menolak tetapi ia terima juga ketika selfie mengancam akan membuat salah satu jarinya tidak berfungsi.
" terima kasih nona muda, terima kasih bella". perkataannya membuat bella tersenyum sedangkan selfie memutar bola mata dan berdecih.
" ck! habis ini jangan lupa pijat punggungku ". setelah mengatakan itu selfie pergi meninggalkan bella bersama dahlia.
bella menghela nafas panjang dan menoleh pada dahlia, kali ini wajahnya terlihat serius. " dahlia apa kau pernah sekali membenci selfie? ".
" aku hanya kesal aja tapi jika membenci tidak pernah sekalipun " . balasnya
" jika terus bersamanya apa kau mau? ". lirih bella sendu
" maksud kamu? ". dahlia mengkerutkan alisnya
" ahh lupakan saja lebih baik kita masuk yuk ". ajak bella cengar-cengir .
tentu saja dahlia tidak bodoh, ia dapat merasakan kecemasan dan keinginan di setiap kata kata bella tadi. dan yang membuat dahlia terheran adalah wajah bella sedikit pucat dan gadis itu sering memegang dadanya.
" apa dia sakit ? ".
bell pulang telah berbunyi selfie dan bella berjalan menuju mobil jemputan mereka. tapi kali ini selfie merasa heran karna ia melihat dua mobil yang datang menjemput , satu mobil di bawa langsung oleh helena.
bella memutar badan menghadap selfie, " sel aku ada urusan sebentar dengan helena ".
" urusan apa? ".
" emm.. ada berkas yang harus ku tangani ".
" kenapa aku gak tau? ".
bella gelagapan, " mmm itu berkas khusus para asisten doang ". ucapan bella membuat selfie mengangkat sebelah alis tidak paham.
__ADS_1
" tapi sebentar aku ada meeting dan kau harus hadir di sampingku bell ".
" mmm tenang aja karna sebentar helena akan menemani nona ". sahut bella memalingkan wajahnya
" hehe, aku duluan ya ". bella berlari dan dengan cepat masuk kedalam mobil bersama helena.
" aneh ". gumam selfie yang masih memperhatikan gadis itu
saat di dalam mobil menuju rumah , selfie tidak sengaja melihat dahlia yang pulang berjalan kaki sendiri. ia meminta sang sopir mengikuti dahlia hingga mereka terhenti di depan panti asuhan.
selfie terus memperhatikan dahlia yang di sambut oleh anak-anak panti, sebuah senyuman hangat yang di berikan dahlia pada mereka. hingga fokusnya teralihkan pada seorang wanita dewasa yang muncul dan berbicara dengan tegas.
" habis ini cepat bekerja!! udah gede bukanya keluar dari sini malah nambah beban! ". wajah dahlia yang tadinya terseyum lembut berubah menjadi sendu .
selfie hanya tersenyum kecut dan sedikit kesal dengan ibu panti itu. setelah dahlia masuk barulah selfie meminta sang sopir pulang ke rumah. sampainya di rumah ia tidak mendapati bella dan juga helena, memangnya urusan apa yang mendesak?.
" ambilkan aku yogurt!! ".
" nona muda biar saya yang ambil " . sahut han sang kepala pelayan, dan tak lama ia datang membawa yogurt dan sepotong cake.
selfie duduk di sofa sementara para pelayanya sibuk membukakan sepatu dan membawa tas sekolahnya ke atas
" bella belum pulang ? ".
" katanya sebentar lagi nona ". jawab pak han
walaupun masih bertanya tanya kemana bella pergi, namun selfie memilih untuk tidak memikirkannya dan menikmati cemilanya saat ini. tak lama kemudian rey asisten kakeknya datang mengajaknya untuk ikut rapat penting di perusahaan .
" ck! anda seharusnya tidak mengganggu orang yang sedang makan tuan rey! ". cibir selfie yang berjalan di samping pria itu
" saya tau nona, tetapi tuan besar sudah menunggu anda ". ia membukakan pintu mobil dan membawa selfie menuju perusahaan.
beberapa menit setelah selfie pergi, bella memasuki rumah dengan jalan sempoyongan bersama helena yang menemaninya . wajah gadis itu nampak pucat dengan bekas air mata di pipinya.
" bertahanlah bel, aku akan pergi karna nona muda pasti sudah ke perusahaan saat ini ". pamit helena sementara bella tidak bergeming dan terus berjalan ke kamarnya dan berdiri di dalam dengan tatapan kosong.
" bagaimana dengan nona muda ? aku-aku sangat menyanyanginya " . lirihnya bergetar
" kenapa harus secepat ini tuhan ".
" selfie masih sangat membutuhkan ku, apa yang akan terjadi padanya jika aku pergi? aku selalu mencemaskan nya ". bella terduduk di lantai dan menangis , di tanganya terdapat secarik kertas dari dokter. tadi ia meminta helena menemaninya ke rumah sakit karna ia merasa tubuhnya semakin lemah akhir-akhir ini.
bella terseyum getir " tanpa di sadari aku dan selfie adalah dua gadis malang yang tidak sengaja di persatukan ".
" rapat selesai! " . tegas selfie setelah menjelaskan rapat yang memang di pimpin olehnya. seisi ruangan bertepuk tangan karna puas dengan penjelasannya , begitu juga dengan kakeknya yang memang hadir untuk melihat kemampuan sang cucu.
" kamu sangat pintar sayang , kakek sangat bangga padamu ". puji samh membuat selfie tersenyum hambar.
" aku akan pulang ". pintanya dan samh mengangguk
" helena ayo pulang!! " .
sesampainya di rumah selfie mencari keberadaan bella di kamar gadis itu namun bella tidak ada di sana , selfie sempat kebingungan mencarinya hingga ia mendapati gadis itu sedang duduk di kursi ayunan taman belakang rumah. selfie melangkah mendekat tetapi ia berhenti ketika melihat raut wajah sendu bella, selfie tertegun ia merasa ada sesuatu yang dipikirkan gadis itu.
entah kenapa perasaan selfie tiba tiba menjadi tidak enak ketika melihatnya, ia menarik nafas dalam lalu melangkah mendekati gadis itu .
" Heyy ngapain? ". tanyanya sambil duduk
bella menoleh dan tersenyum. " heyy juga , gimana rapatnya? "
" seperti biasa sukses ".
" maaf aku gak datang sel " . lirihnya sesal
" tidak papa " .
" hehe aku ini asisten apaan yang tidak menemani bosnya di kantor ". gurau bella tetapi selfie hanya diam sambil melihat wajahnya yang pucat. karna merasa di perhatikan terus bella langsung memalingkan wajahnya ke sembarang arah.
perasaan selfie semakin tidak enak, dengan ragu ia mengangkat tangannya dan menempelkannya di kening bella.
" panas? kamu keringatan bell ? ". ia mengusap keringat yang membasahi kening gadis itu.
" selfie aku ingin memberitahu sesuatu dan kau harus janji untuk tidak marah dan kecewa nantinya ". ucapnya tanpa menjawab pertanyaan selfie
" tergantung ucapanmu ". jawab selfie menunggu perkataan bella.
bella mengehala nafas berat matanya terus berkedip menahan cairan bening yang akan keluar. kepala selfie tertarik ke bawah dan melihat tangan gadis itu sedang terkepal kuat.
" selfie aku mengidap penyakit serius , dan ini sudah memasuki tahap akhir ". ungkapnya bergetar
" pe-penyakit apa? ". walaupun selfie sangat terkejut ia sebisa mungkin untuk tenang.
bella menoleh dan menatapnya sehingga selfie bisa melihat bahwa pipi gadis itu sudah di banjiri dengan air mata . " kan-kanker..... jantung sel ".
" dokter mengatakan umurku tidak lebih dari dua bulan , bahkan bisa cepat " . lanjutnya dengan suara parau.
deg
bagai tersambar petir mendengarnya sekujur tubuh selfie seketika lemas, jantungnya berdetak tidak karuan . matanya mulai memanas dan tanpa di suruh air matanya mengalir membasahi pipinya.
" kenapa gak bilang? ". lirih selfie bergetar menahan sesak
" aku takut kau bersedih sel " . jawab bella pelan
selfie mengusap wajahnya kasar . " kau tau kan bell, aku di tinggalin orang tua dan kau juga mau pergi meninggalkan ku? ".
" aku tau selfie, dan aku ingi menghabiskan waktuku bersamamu ". ia mengangkat tangannya dan mengusap air mata selfie.
selfie menepis tangan bella kemudian ia membekap mulutnya dan menangis lebih kencang . " hiksss.... dunia sangat tidak adil padaku ".
" bell ak-aku-".
" tenang aja sel itu masih lama ". bella merengkuh tubuh selfie dan ia bisa merasakan tubuh selfie bergetar hebat . walau selfie sangat angkuh tetapi sebenarnya yang ia butuhkan hanyalah sebuah perhatian.
sama seperti selfie bella juga menangis dengan keadaannya . ini bukanlah keinginannya tapi ini semua sudah menjadi takdir. tanpa selfie ketahui bella saat ini tengah menahan sesak yang teramat di dadanya, ia mengigit bibirnya menahan rintihan yang akan keluar dari mulutnya.
selfie melepaskan pelukannya dan menatap wajah gadis itu " kau-kau harus sembuh, aku akan membawa dokter terhebat untukmu".
bella menggeleng " itu tidak bisa lagi selfie, jantungku sudah sangat rusak. oprasi pun akan memperburuk keadaan ku dan kemungkinan berhasil sangat lah kecil "
bella tersenyum lalu tanganya terangkat dan menyentuh dada selfie. " nona walaupun aku pergi aku akan tetap berada di hatimu dan selalu bersamamu ".
" jika kau pergi kau sama saja menjadi orang yang melukaiku bella " .
selfie mundur selangkah lalu mendongak menatap langit, " hari itu akan menjadi hari yang paling gelap nantinya ".
" apa nona ingat dulu kita sering sekali melihat langit yang biru? . jika kamu merindukan ku lihatlah langit karna aku akan berada di sana ".
__ADS_1
bella tertawa kecil. " aku juga akan melihat mu dari sana. itu akan menjadi rindu yang tidak bisa tergapai lagi ".
perkataan bella mampu membuat selfie menangis tersedu-sedu . membayangkan saja membuatnya sangat sedih apalagi jika itu benar-benar menjadi kenyataan. bella satu satunya orang yang mengerti tentang selfie, jika gadis itu pergi selfie tidak tau akan bersama siapa lagi.