
atmosfer ruangan tiba-tiba saja berubah setelah kedatangan selfie. mantan sahabat nancy itu menatap mereka dengan wajah penuh dendam. raut kekecewaan dan kesedihan nampak sangat jelas di wajahnya.
selfie melangkah pelan ke hadapan temannya itu tanpa melepaskan tatapannya." kenapa? kenapa sampai sejauh ini? kenapa?" suaranya bergetar
nancy masih diam, ia hanya mampu menatap selfie tanpa tau harus membalas apa.
wajah selfie yang tertunduk tidak dapat melihat kalau nancy saat ini sedang menahan tangisannya. nancy memutar kepalanya ke tuan kang sambil menatapnya penuh tanda tanya.
tuan kang menghela nafas panjang, kemudian ia menepuk pundak nancy sambil membisikkan sesuatu padanya.
sesuatu yang tidak selfie ketahui.
nancy menarik nafasnya dan menghembuskannya secara perlahan. ia menegakkan tubuhnya dan mengelus wajah selfie." terimalah tawaran itu selfie, lagi pula perusahaan akan sukses."
" tidak! kenapa gue harus peduli perusahaan akan sukses atau tidak jika menjual tubuhku?!" ia menepis tangan nancy kuat.
nancy masih bisa menahan emosinya, ia akan terus membujuk selfie sampai selfie sendiri yang setuju.
menurutnya sangat mudah untuk memaksa selfie menyetujui persyaratan ini. mudah, karna nancy bisa memakai kelemahan selfie sendiri.
" gue minta lo secara baik-baik, sel. dan gue harap lo menyetujuinya sebelum gue pakai cara yang tidak pernah lo pikirkan!" ancamnya
selfie justru tertawa." jangan panggil gue dengan sebutan sel!... lo udah kehilangan hak untuk memanggil gue dengan panggilan itu!" ia memajukan langkahnya hingga tepat di depan nancy.
" dan jika lo peduli sangat dengan perusahaan ini, kenapa gak lo aja yang tidur dengan kakek itu, hmm? KENAPA HARUS GUE!!" jeritnya melampiaskan rasa sesak yang ia tahan dari tadi.
" KARNA DIA MAUNYA LO!....DIA MAU LO SELFIE! DAN GUE MOHON TERIMA SAJA!!" nancy juga sama berteriaknya seperti selfie.
selfie menggeleng kuat, ia mundur beberapa langkah hingga tubuhnya membentur dinding. tangannya dengan rapat menahan isakkan yang keluar dari mulutnya. air matanya mengalir deras membasahi pipi namun tidak ia pedulikan.
ia menatap nancy dan tuan kang sejenak lalu keluar dari ruangan ini.
selfie juga tidak mempedulikan tatapan aneh dari orang-orang yang melihatnya menangis. yang ia pedulikan saat ini adalah dirinya sendiri dan bagaimana kejamnya orang terhadapnya.
menjual dirinya untuk di jadikan bahan bisnis? cihhh, dari pada tidur dengan kakek tua itu, mending ia tidur dengan alan. nyesal ia menolak ajakan alan waktu di apartemen dulu jika ia tau akan berakhir seperti ini.
selfie masih tersegel dan belum pernah di sentuh sama sekali. dan jika kakek tua itu mendapatkannya, itu akan menjadi jackpots yang sangat besar untuk kakek itu.
orang-orang banyak yang mengira kalau selfie sudah tidak perawan lagi termasuk kakek dan para sahabatnya. violet sialan itu selalu beranggapan kalau ia hamil dan udah jebol.
**
ini sudah lewat dua hari dari tawaran nancy pada selfie tentang tuan jakson itu. dan sama seperti sebelumnya, selfie masih kukuh dengan pendiriannya dan menolak persyaratan itu. ia bahkan tidak peduli dengan luka fisik yang di berikan nancy padanya.
ya, nancy memukul dan menamparnya berulang kali agar selfie mau menyetujuinya. tetapi, tekad selfie tidak tergoyahkan sama sekali.
dan hari ini, nancy akan melakukan sesuatu yang besar untuknya.
" terimalah tawaran itu "
" tidak akan! "
" tuan jakson dalam perjalanan menuju kota ini dan akan sampai sore nanti."
" tidak akan! " ia menatap nancy tajam
nancy menghela nafas berat." kalau begitu ikut gue ke suatu tempat." ia berdiri dari duduknya dan menarik tangan selfie
" tunggu! kemana?" ia menahan tangan nancy dan meramasnya kuat.
" ikut saja! " nancy membawa selfie ke mobil dan menjalankan mobil tersebut ke sebuah tempat.
awalnya selfie masih diam saja tanpa banyak protes, ia menatap keluar jendela sambil menerka-nerka kemana nancy akan membawanya. namun ia terkejut ketika nancy membawanya ke pinggir kota yang berdekatan dengan hutan lebat. hutan yang menuju langsung ke pegunungan.
mobil yang nancy bawa memasuki perumahan asing dan berhenti di rumah ala korea. rumah itu benar-benar berbentuk seperti rumah Korea.
selfie turun dari mobil dan menatap lekat bangunan di hadapannya ini. dan setelah ia amati dengan seksama, jantungnya langsung berdetak dengan sangat kencang.
__ADS_1
rupanya, ini adalah rumah gisaeng Korea. selfie juga heran kenapa ada tempat seperti ini di pinggir kota, dan ini baru pertama kalinya ia melihat tempat tersebut di negri ini.
rumah gisaeng: adalah rumah untuk para gisaeng yang merupakan penghibur untuk raja dan bangsawan pada dinasti jaeson.
well, jadi aneh sekali melihat tempat ini di sini.
selfie membeku, kakinya seolah sulit untuk di gerakan. masuk kedalam rumah itu sama saja dengan masuk ke jurang.
" ayo masuk! "
" gue gak mau masuk! "
nancy berdecak." ayolah masuk! lo itu udah di jual. dan bersiap saja untuk nanti malam."
selfie menggeleng." gue lebih baik mati dari pada masuk ke dalam."
mendengar itu nancy justru tertawa." lo akan berubah pikiran setelah melihat sesuatu di dalam." ia menarik paksa tangan selfie dan membawanya ke sebuah ruangan. di ruangan itu terdapat beberapa pelayan dan wanita yang mengenakan hanbok.
selfie cuman bisa terdiam sampai nancy membuka pintu luar yang membuatnya terkejut bukan main. sebuah pemandangan yang berhasil membuat selfie menangis detik itu juga.
"fi-fira?" selfie perlahan berjalan mendekati fira yang terbaring lemah. wajah dan tubuh fira penuh dengan luka dan memar.
nancy menoleh." gimana? apa lo bersedia tidur dengan tuan Jackson? "
"se-selfie... jangan te-rima!" lirih fira berusaha menatapnya.
" ohh gitu." nancy memberi kode kepada anak buahnya untuk kembali memukul fira.
BUUKK
BUKKK
"arghhh!!... jangan pedulikan gue... sel!" teriaknya sembari menerima hantaman tersebut.
selfie mengeratkan tangannya kuat, melihat temannya sendiri yang di hajar habis-habisan untuk menyelamatkannya, tentu saja membuatnya hancur.
bahkan para pelayan dan gisaeng lainnya sampai ngilu melihat pemandangan itu.
mendengar itu nancy langsung menyuruh mereka menghentikan siksaan itu.
" gu-gue setuju tidur dengan tuan Jackson. tapi lepaskan dia!!" lontarnya dengan suara bergetar.
" selfie...." fira menangis, ia tidak rela jika selfie harus tidur dengan kakek tua itu. ini juga salahnya yang mau saja menerima tawaran nancy untuk makan malam dengannya semalam.
...🍂...
sore ini, selfie di mandikan di kolam yang penuh dengan kelopak bunga mawar. air di dalam kolam ini sudah di isi dengan aroma terapi yang dapat menyejukkan kulit sekaligus sebagai wewangian.
para gisaeng yang lain sibuk menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh tamu istimewa malam ini, yaitu tuan Jackson dan selfie.
pakaian yang mereka siapkan senada berwarna merah. tuan Jackson akan memakai kimono ala Korea, dan selfie memakai dress selutut khusus untuknya. sengaja di pilih berwarna merah agar bisa meningkatkan gairah nantinya.
selama di mandikan dan di bantu mengenakan pakaian, selfie hanya diam dengan pandangan kosong. ia hanya berbicara beberapa kata saat di tanya dan selebihnya hanya mengangguk dan diam.
fira sudah di larikan ke rumah sakit oleh anak buah nancy. nancy juga mengancam fira untuk tidak memberitahu lokasi selfie pada teman-temanya yang lain. karna jika tidak, nancy akan melukai selfie lebih jauh lagi.
" wahh anda cantik sekali." puji salah satu gisaeng yang membantu menata rambut selfie
" iya, wajahnya kecil dan cantik. tuan Jackson pasti akan tergila-gila padanya... ahh aku jadi iri." sahut salah satu gisaeng yang lain
selfie cuman diam dan tidak ingin menggubris perkataan mereka. ia terus termenung sampai mendengar suara mesin mobil berhenti di depan rumah.
para gisaeng yang sedang santai langsung buru-buru kedepan untuk memberi penghormatan. rupanya, yang datang adalah tuan kang dan tuan Jackson.
melihat hal itu selfie pun semakin bergetar, ia ketakutan setengah mati setelah melihat orang yang akan tidur dengannya malam ini. meskipun tuan Jackson tidak setua kelihatannya, tetapi selfie bisa merasakan aura kebuasan di dalam dirinya.
" oh jadi dia." tuan Jackson dan tuan kang melangkah dan berjongkok di depan selfie yang memalingkan wajahnya.
__ADS_1
" cantik sekali... sebenarnya aku sudah tertarik saat dia masih remaja, tapi aku tahan semua itu untuk menunggunya dewasa." ujarnya sambil mengelus pipi selfie.
" nikmatin saja, sekarang dia adalah milikmu, tuan."
tuan Jackson mengangguk." aku tidak sabar lagi. aku akan mempersiapkan diriku untuk menikmati malam yang panjang dengannya." pria tua itu berdiri tanpa melepaskan pandangan dari selfie, kemudian ia melangkah bersama tuan kang untuk mempersiapkan dirinya.
setelah kedua pria itu pergi barulah selfie bisa bernafas lega. ia sangat takut sampai-sampai tidak bisa berhenti bergetar dari tadi.
" umm nona? "
selfie menoleh dan sedikit terkejut melihat seorang gadis berusia 21 tahun duduk di sampingnya. gadis ini tidak sama seperti wanita yang berada di rumah ini.
" nona, aku di perintahkan nona dahlia untuk menjaga nona selfie dengan jiwaku." jelasnya yang membuat selfie semakin keheranan.
" ka-kau, gisaeng? "
dia menggeleng." namaku rena, aku adalah karyawan biasa yang bekerja di Murphy group selama ini. dan tadi aku memohon pada bu nancy untuk menemani nona di sini."
mendengar itu selfie pun tersenyum tipis, rupanya ada orang yang masih mempercayainya. dan untuk dahlia, selfie akan sangat berterimakasih.
rena menghentikan obrolannya ketika para gisaeng dan pelayan yang mengurus selfie kembali. mereka semua kembali karna rambut dan make up selfie belum selesai di rapikan.
" ganteng banget kan? sebentar lagi dia akan tidur dengan nona selfie."
" iya, tapi yang ku dengar. tuan Jackson kalau sudah obsesi, dia tidak akan melepaskan wanita itu selama berhari-hari dan akan menjamahnya terus menerus. dan juga, dia adalah teman dekat sekaligus musuh dari kakek nona selfie."
degg!!
selfie sontak menoleh." maksudmu? dia akan melakukan hal yang sama padaku sampai berhari-hari? "
" iya, karna dari yang aku dengar, nona adalah satu-satunya wanita yang dia taksir dari wanita yang lain."
selfie menegang, ia ingin menangis saat ini juga tetapi tidak bisa. kalau bisa memilih, lebih baik ia mati dari pada harus menerima semua ini. ia akan tidur bersama Casanova dan juga musuh kakeknya?.
sedangkan rena yang melihat selfie dari samping juga bisa merasakan ketakutannya. ia meramas kuat bajunya sambil mengangguk pelan.
malam hari telah tiba, orang-orang yang berada di rumah gisaeng berpesta menyambut kedatangan tuan Jackson dan tuan kang. bahkan nancy juga turut hadir di pesta ini.
kamar tuan Jackson juga sudah di hias dengan kelopak bunga mawar dan lilin aroma terapi. banyak makanan dan minuman yang tersedia di kamar tersebut.
sedangkan selfie, ia masih berdiri sambil menangis diam-diam di kamarnya. ia terus meramas dress merah yang telah terpasang cantik di tubuhnya.
malam ini, selfie benar-benar terlihat sangat cantik. bahkan selfie belum pernah berpenampilan seperti ini pada alan atau sahabatnya sebelumnya.
" apa yang harus kulakukan? dari pada berhubungan dengannya, mending aku mati saja kan? " gumamnya sambil melihat bulan.
selfie terdiam sebentar, kemudian ia buru-buru menghapus air matanya dan mengambil sebuah tusuk rambut di samping meja.
selfie menggenggam kuat tusuk rambut itu sambil menutup matanya. ia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. kemudian, tangannya yang memegang tusuk rambut itu terangkat dan mendekatkanya ke leher.
beberapa saat kemudian ia mulai menjauhkan tangannya dari leher layaknya seseorang yang akan menusuk lehernya sendiri.
" selamat tinggal "
" nona "
tusuk rambut yang hampir saja mengenai lehernya reflek berhenti setelah mendengar suara. selfie menoleh dan melihat rena datang diam-diam ke kamarnya. dan karna takut rena cemas, selfie pun menyembunyikan tusuk rambut itu kebelakang punggungnya.
" nona gantilah pakaian anda dengan saya! " ujarnya sambil berusaha melepaskan pakaian selfie.
"rena memangnya kenapa?" tanya selfie tidak mengerti, apalagi melihat wajah pucat rena.
rena mendongak." saya akan pura-pura menjadi nona dan akan menggantikan nona tidur dengannya."
" kaburlah ke dalam hutan dan jangan kabur lewat perumahan ini, karna orang-orang di sini sudah mengenali nona! "
__ADS_1
" ta-tapi rena, bagaimana denganmu--"
" cepatlah nona! mereka akan segera datang menjemput mu ke kamar tuan Jackson." desaknya sambil bercucuran air mata.