Selfie

Selfie
40 . apa itu kesedihan?


__ADS_3

Setelah selesai membantu sang pemilik kebun, mereka beristirahat di tempat yang sudah di sediakan di dekat perkebunan. dengan hasil panen mereka selfie and the geng membuat es tebu dan membagikannya kepada jesh dan juga yang lain.


mereka menikmati suguhan segar sambil melihat pemandangan yang indah . selfie mengeluarkan strawberry pemberian dari zayn dan menatapnya lama sementara zayn yang berada di belakangnya tersenyum melihat selfie yang ragu memakan strawberry pemberiannya.


reyno yang melihat selfie terus melihat buah itu pun mendekatinya . " kalau lo gak mau makan kasih gue aja ". ia merampasnya dari selfie


" ehh jangan ini punyaku " . selfie mengambil kembali strawberry nya dengan cemberut, ia menatap lama lalu memilih untuk mengigit satu gigitan.


sudut bibirnya tertarik dan tersenyum tipis saat memakannya . " entah kenapa ini strawberry yang paling enak yang pernah ku makan ". gumamnya


" ehhh ladies kalian itu cakep benar tapi kenapa semuanya jomblo? ". tanya reyno mengalihkan fokus mereka.


" ngapain? kita gak suka di kekang . kayak gak boleh dekatin dia lah, cemburu lah. kita hanya mau hidup bebas ". balas nancy


" dan kita hanya mau fokus dengan persahabatan. bukankah kebanyakan pacaran mengakibatkan persahabatan retak? ". lanjut violet dan reyno pun mengangguk


mereka tidak melanjutkan pembicaraan melainkan bersiap untuk segera pulang karna hari semakin sore, dan jesh harus mengantar para gadis itu kembali ke sekolah karna sepeda mereka masih nongkrong dengan tenang di sana.


memasak adalah kegiatan yang sangat sulit jika kalian tidak ahli di dalamnya. sama seperti selfie dan karina yang sedang memasak makan malam karna ibu dan ayah mereka sedang pergi untuk menyiapkan pesta perusahaan besok malam.


karna kedua gadis itu tidak bisa memasak mereka jadi kesulitan dan harus melihat resep dan menonton tutorial memasak, berkat kedua gadis itu lah dapur menjadi sangat kacau sekarang.


" kak sel jangan lupa angkat ayamnya! " perintah karina yang sedang mencuci piring


" iya "


selfie membolak-balikan ayam agar tidak gosong nantinya ia beberapa kali berteriak karna terkena percikan minyak .


" aku baru tau kalau kamu adalah anak paling pintar di sekolah mu " . ujar karina di sela - sela mencuci piring.


" tapi sayang sekali kita beda sekolah ". lanjutnya


" iya aku sangat pandai " . sahut selfie


" apa kamu tau , aku adalah murid yang paling jenius yang mengharumkan nama sekolah ". selfie tersenyum bangga


" kenapa mama gak tau? ". tanya karina


selfie mengehela nafas " kamu ingat mama tidak pernah memperhatikan ku kecuali kamu rin " .


" maaf " . cicit karina


" no problem "


sekarang tiba saatnya karina memotong sayuran dan selfie merebus air untuk membuat sup, semua berjalan lancar hingga karina tiba tiba saja berteriak kencang.


" Arrghhhhhh! ".


selfie sontak panik ketika melihat darah yang menetes di jari karina. tanpa menunggu lama lagi selfie mendekat dan memegang pisau yang mengiris karina tadi, karina terduduk di lantai membuat darah itu menetes dan berjatuhan mengotori lantai .


" kenapa bisa begini? " . selfie mengambil kain lalu membersihkan jari karina , ia sedikit ketakutan karna darah karina terus bercucuran. melihat darah yang banyak mampu membuat rasa takut di dalam diri selfie keluar.


mobil berbunyi menandakan orang tua mereka sudah pulang, karina yang mendengar pintu depan di buka seketika berhenti menangis dan dengan cepat menoleh ke arah selfie.


" lepasin piasunnya!! "


" kenapa? "


" Ku-kubilang lepasin!! " . teriaknya


belum sempat selfie melepaskan pisau suara Josh yang berteriak reflek membuat mereka menoleh padanya . tangan josh terkepal lalu ia mendekat dan menarik selfie dari jangkauan karina dan memukul gadis itu.


Bukhhh


pukulan yang begitu kuat membuat selfie terpental ke belakang, belum sampai di situ josh pun melempari piring ke wajahnya. akibat lemparan itu dahinya mengeluarkan darah begitu juga dengan hidungnya .


" KAU MENCOBA MEMBUNUH ANAKKU!! " . murka Josh , ia kembali mendekati selfie dan menampar gadis itu.


tidak bisa di pungkiri selfie sangat kesakitan saat ini, " tu-tuan ini salah pa...ham " . jawab selfie terbata


Josh tidak mendengarkanya , ia hendak memukul selfie kembali tetapi karina menghentikannya.


" Ayah lepasin!! bukan dia ayah! " . teriak karina takut bahkan ia kembali menangis melihat betapa tersiksanya selfie.


sarah menarik selfie menjauh dari josh membuat selfie mengira kalau ibunya akan membelanya kali ini. tapi sepertinya itu hanya andaian karna selfie melihat wajah sarah penuh dengan amarah , sesuatu yang belum pernah selfie lihat sebelumnya.


" urus anakmu ini dan bawa pergi dari hadapan ku jika tidak aku akan membunuhnya! ". Josh mendekat ke karina dan membantunya , ia bahkan tidak mendengarkan karina yang mengoceh bahwa bukan selfi lah pelakunya.


" ma-mama " . panggil selfie pelan menahan isakan, cairan merah kental terus mengalir membasahi pipi dan hidungnya. bukan nya merasa iba sarah malah menarik tangan gadis itu kasar dan membawanya ke kamar selfie, setelah sampai sarah langsung menghempaskanya.


" APA KAU SEBENCI ITU PADANYA HINGGA INGIN MELUKAINYA !! ". teriak sarah begitu kuat sehingga selfie menutupi telinga dan matanya.


perlahan mata selfie terbuka dan menatap ibunya dengan tatapan kecewa, selama ini sarah tidak pernah membentaknya.


" bukan aku ma... Karina tidak sengaja melukai tanganya " . lirih selfie


Plaak


" BERANINYA KAU BERBOHONG !! " . sarah menampar selfie tepat di bekas tamparan dan pukulan Josh sehingga wajah selfie bertambah lebam.


" A-aku seri-us " . nafasnya terengah-engah, kenapa semuanya ingin merusak wajahnya? bahkan saking sakitnya pipinya mati rasa saat ini.


sarah tertawa " selfie kau pikir mama gak tau kalau kau iri dengan karina sehingga kau berpikir untuk melukainya dan merebut kasih sayang " .


" kau akan mendapatkan kebencian bukan kasih sayang jika melakukan itu ". Sambungnya


Deg


ucapan sarah benar-benar di luar dugaanya, mengapa ibunya berpikir seperti itu padahal selfie tidak pernah memikirkan itu walau sedetik pun.


dengan air mata yang tak hentinya mengalir selfie tetap kuat menahan hatinya yang seolah tertusuk jarum, " kenapa mama berkata seperti itu ? mama melukai hatiku ". llirihnya dengan tubuh bergetar hebat


sarah mengangkat satu alis . " melukai? Justru kau yang melukai adikmu , kau sengaja menyakitinya " .


" BUKAN AKU YANG MELUKAINYA!! " . teriak selfie, ia tidak tahan lagi dengan semua ini. ia capek di tuduh dan di salahkan, mereka semua tidak pernah mendengarnya.

__ADS_1


Plakk


" BERANINYA KAU BERTERIAK PADAKU!! ".untuk kedua kalinya sarah menampar selfie.


" Ohh seharusnya dulu aku tidak membiarkanmu masuk di rumah ini dan kau tetap tinggal bersama kakek dan nenekmu " .


selfie menatap sarah tajam. " hancurkan, hancurkan saja wajahku ... biar perlu kalian bunuh saja aku!! ".


" aku cuman pengen di peluk "


" aku ingin di sayang "


" aku ingin di manja "


" bukan sebuah pukulan dan cacian! ". gadis itu kemudian membekap mulutnya dan menangis lebih kencang


sementara sarah yang mendengar dan melihat nya sontak terdiam.


" apa mama tidak pernah menyayangi ku? ".


sarah membuang pandangannya," aku tidak menyayangi orang jahat seperti mu " .


" jadi jangan bersikap seperti pengemis yang mengharapkan kasih sayang "


" Jadilah dirimu sendiri ".


" kau sudah membuat karina terluka ".


" bagaimana denganku yang terluka dari fisik dan mental? ". bibir selfie bergetar menahan sesak yang menyerang dirinya


Ia meramas bajunya ,sekarang sudah jelas mengapa sarah tidak pernah membelanya di depan ayahnya karna ibunya sama saja seperti yang lain.


selfie memejamkan matanya sejenak membiarkan air matanya lolos begitu saja. Ia menarik nafas dan melihat sarah dengan wajah marah bercampur kecewa.


" kenapa kau membiarkan aku masuk ke dalam rumah ini dan bersikap seperti seorang ibu yang menyanyangi anaknya?!! ". teriaknya


" Jangan kurang ajar!! " . bentak sarah


" bukan aku tapi kalian yang kurang ajar! ". tunjuk selfie tepat di wajah sarah


" fisikku hancur, hatiku hancur kalian semua seperti berlomba-lomba menghancurkanku ".


" kalian semua tidak tau aku menangis setiap malam menahan kesedihan sendirian tanpa ada satupun di sisi ku "


" apa kalian pernah merasakan terseyum di saat hati tercabik-cabik? " .


" di saat hatimu terkoyak - koyak kalian harus tetap mengukir senyuman seolah baik-baik saja dan itu sangat menyakitkan " . lanjutnya dengan suara bergetar


" gadis tunarungu seperti mu tau apa tentang kesedihan?!! ... jika pun tau kau hanya akan bersedih tentang kekurangan mu!! " . geram sarah


mendengar itu bertambah sedih lagi hati selfie, apa ibunya baru saja mengatainya tunarungu? .


selfie tertunduk, ia mencoba menahan tangisannya walaupun air matanya terus menetes membasahi lantai.


" A-apa gangguan mental bukan kesedihan? ".lirih selfie membuat alis sarah berkerut


" Apa kehi..kehilangan seseorang yang terdekat bukan kesedihan? "


" A-apa haus kasih sayang orang tua bukan kesedihan? "


selfie mendongak mentap sarah dengan mata teduhnya . " lantas kesedihan apa yang harus kumengerti? Katakan padaku apa itu sedih? "


ia tersenyum dalam tangisannya " aku bahkan tidak bisa membedakan kesedihan dan kebahagiaan ".


antara percaya atau tidak tetapi sarah benar-benar terkejut mendengar penjelasan selfie, jika semua itu benar kenapa dia tidak mengetahuinya selama ini?.


" self-".


" itu benar dan aku tidak peduli kalian akan percaya atau tidak ".


" selfie ". panggilnya lirih bahkan sarah merasa bersalah atas apa yang dia lakukan tadi.


" rasanya sangat sakit dan aku mencoba melepas semuanya dengan cara bunuh diri tapi sayangnya itu gagal ".


kali ini sarah tidak bisa lagi menahan air matanya, ia membekap mulutnya dan menangis, rasa marah yang tadinya membuncah kini menghilang entah ke mana.


" kenapa menangis? mama hanya mendengar sekilas ,bukan cerita bagaimana aku melewati semuanya " . kali ini selfie berjalan agak menjauh dari ibunya.


" kenapa tidak pernah cerita? " . tanya sarah pelan


selfie terseyum kecut " apa mama pernah meluangkan waktu saat aku ingin bercerita?"


" ma aku ingin cerita sesuatu "


" tunggu sel karina butuh mama "


" ma coba dengarin cerita aku ".


" maaf sayang " .


sarah mengingat bagaimana dulu selfie memintanya untuk mendengarkan ceritanya , tapi selalu ia tolak karna mengira cerita selfie hanya lah cerita anak-anak yang tidak penting.


" tidak usah sedih begitu... oh ya karna aku udah tau kalau mama hanya berpura-pura ". Selfie menarik nafas dalam dan menatap ibunya dengan tatapan tajam.


" aku membencimu! ".


" tidak akan ada lagi selfie yang dulu , aku tidak akan berpura-pura lagi padamu ". bukan tanpa alasan selfie mengatakan itu, ia hanya terlalu lelah menghadapi semuanya sendiri.


" pergi dari sini!! "


sarah menggeleng," tapi sel ma-"


" PERGIII...!! " . mau tidak mau sarah memilih pergi dari kamar gadis itu, walau ia masih ingin tau dan meminta maaf pada selfie.


sesudah sarah keluar selfie melempar bantal dan barang yang ada di mejanya ke dinding dan lantai, ia melempar apapun yang dia lihat sehingga kamar itu berantakan.

__ADS_1


" ARGHHHHH SIAALLLLLLL...!!! ". ia terduduk dengan tatapan kosong .


...🌿...


Suasana pagi ini sangat berbeda bagi selfie jika setiap pagi ia akan bersemangat, selalu terseyum dan menyapa orang tetapi kali ini yang terlihat di wajahnya hanyalah raut datar . selfie hanya mengobati luka di wajahnya agar nancy tidak terlalu curiga nantinya.


kamar yang bak kapal pecah terpaksa selfie bersihkan karna ia tidak suka dengan sesuatu yang tidak rapi. setelah merapikan kamarnya Ia menuju ke bawah dan kebetulan berpapasan dengan sarah.


" pagi sayang ". sapa sarah seraya tersenyum sementara selfie hanya meliriknya dingin


karna tidak mendapat respon , sarah menghampiri selfi dan memegang tangannya sembari mengelus pucuk kepala selfie.


" maafin mama ya... Mama sudah dengar semuanya dari karina kalau kamu tidak salah". sesalnya


selfie tetap tidak bergeming, " maafin mama ya karna marah dan pukul kamu semalam ".


selfie tersenyum miring. " mama hanya percaya pada karina bukan aku " .


" mama tetap tidak percaya jika karina tidak mengatakan yang sebenarnya kan? ". selfie menarik tanganya dari genggaman sarah dan melangkah pelan.


" semua yang ku katakan adalah kebohongan bagi kalian jadi aku tidak butuh maafmu ". decaknya dan melangkah pergi


sedih rasanya melihat selfie mengabaikan dan bersikap berbeda padanya ia merasa ini bukanlah selfie yang dia kenal. sebelum sempat selfie membuka pintu sarah menghentikan nya.


" malam nanti jangan datang ke acara perusahaan ya , nanti ayahmu marah " . pinta Sarah


selfie tersenyum menyeringai. " oh jadi gitu... Ok aku akan tetap datang " . ia keluar dan membanting pintu dengan keras.


di kelas violet , nancy,fira dan trysta tak henti-hentinya menanyakan lebam dan luka di wajah selfie tetapi gadis itu hanya menjawab kalau dia terjatuh dari sepeda .


" aneh, di mana mana orang kalau jatuh dari sepeda kaki dan tanganya yang terluka, tapi lo malah muka yang terluka ". ujar fira


" heheh gue jatuhnya muka gue kena aspal gitu makanya lecet ". ia cecengesan


nancy menyipitkan matanya melirik selfie ia tau pasti apa yang menyebabkan wajahnya penuh lebam, terjatuh dari sepeda hanyalah omong kosong.


Kelas di mulai dan guru ppkn mulai memberikan mereka tugas , selfie tidak terlalu fokus mengerjakan nya karna pikiran gadis itu masih mengingat kejadian semalam.


berbeda dari sebelumnya di mana selfie lah murid yang paling awal mengumpulkan tugas , namun kali ini nancy lah duluan yang mengumpulkan nya. nancy mendapatkan nilai sembilan luluh lima sementara violet mendapatkan nilai delapan puluh, dan ketika giliran selfie yang mengumpulkannya sang guru terkejut dengan nilainya.


" kamu dapat sembilan puluh.... Apa ada masalah yang mengganggumu nak ? ". tanyanya heran begitu juga dengan murid yang lain karna selfie hampir tidak pernah mendapatkan nilai di bawah seratus.


selfie terseyum lembut " saya tidak fokus tadi bu jadi maafkan saya ". ia mengambil bukunya dan berbalik


sang guru hanya menatap punggung selfie yang berjalan dengan perasaan iba pasalnya lebam selfie masih terlalu kelihatan membuatnya sangat khawatir dengan wajah gadis itu.


" sel sebentar gue ikut papa dan mama ke pesta perusahaan ayah lo " . ujar nancy sambil duduk lesehan di rerumputan belakang sekolah.


Violet mengangguk " gue juga sel " .


" kami juga ". timpal fira dan trysta


" lo datang kan? " . tanya nancy dan selfie mengangguk.


nancy menghela nafas panjang dan memegang kedua pipi selfie pelan, " sel, semua ada batasan, dan jika sebentar mereka semena-mena sama lo gue gak akan diam ".


Selfie hanya menatap nancy sendu , " apa iya gue harus melakukan itu ". ucapan selfie membuat nancy mengangguk.


" selfie gue gak tau apa yang kalian sembunyikan tapi gue ingin lo menjalani kehidupan tanpa rasa sakit ". imbuh violet menyentuh tangan selfie


" sel kita semua selalu mendukung mu ". timpal fira sementara trysta hanya diam dan melihat selfie dengan sendu.


selfie tertawa " hahaha kalian bisa aja, gue ini fine tidak ada rasa sakit apapun dalam kehidupan gue , kalian berlebihan deh ".


Ingin rasanya nancy meninju wajah yang sedang tertawa dan tersenyum itu, tapi tetap saja itu hanyalah andain. nancy menarik nafas dan melihat satu persatu wajah sahabatnya.


" mau mendengar cerita? ".


mereka semua saling memandang satu sama lain dan mengangguk karna nyatanya mereka juga penasaran dengan apa yang akan di ucapkan nancy , kecuali selfie yang tertunduk sambil memainkan rumput dengan jarinya.


" terlihat baik baik saja , tapi siapa yang tahu bahwa dia sedang terluka? Selalu tersenyum dan tertawa bahagia , tapi siapa sangka ia tengah menanggung derita. Nampak sempurna, namun tak begitu nyatanya . Dia hanya terlalu apik dalam menguasai panggung sandiwara ".


" menelan tangis berganti menjadi tawa demi hanya menyamarkan lara akibat kejamnya dunia. Seribu topeng ia kenakan bukan tanda kemunafikan, tapi bentuk pertahanan diri yang sebelum nya telah hancur karna terlalu naif dia rasakan ".


" jeritan pilu di paksa bungkam demi meredam nestapa kehidupan. Tak kala topeng yang ia kenakan terlepas , maka tampaklah sosok rapuh dengan bilur menghitam. Jika bisa memilih, dia tidak ingin di beri jalinan kisah kelam ".


" namun seberapa banyakpun pengandaian tak akan membawa perubahan, bukan? Jadi , biarlah ia melanjutkan peran bak sosok nirmala di hadapan semua orang ".


" kembali menebar senyuman walaupun dengan keterpaksaan ".


Nancy mengangkat wajahnya melihat langit yang tertutupi awan. " ada rapuh yang di simpan dengan rapi ".


sore ini nancy bersepeda menuju swalayan membeli beberapa snack dan cemilan. tetapi ketika pulang dia malah bertemu dengan sarah yang menghentikannya.


" nancy tentang selfi-".


" ya nyonya sarah, itu semua benar, apa anda menangis mendengarnya? ". sela nancy


" tapi sayang sekali, ibarat film itu hanya sebuah cuplikan saja, karna aku lah yang mengetahui selfie luar maupun dalam ". lanjutnya


ya, memang benar hanya nancy satu satunya yang mengetahui masa lalu dan rahasia selfie. jika di bandingkan dengan jesh wanita itu hanya mengetahui sedikit, dan trysta juga tidak terlalu banyak tau walaupun ia bersama selfie dulu.


" tapi gangguan mental apa? ". desak sarah dengan wajah bertanya tanya


nancy tersenyum miring . " sini aku kasih kisi kisi....bahwa selfie dulu mengidap dua gangguan jiwa sekaligus ".


deg


" tapi untung salah satunya selfie dengan cepat menyadarinya sehingga penyakitnya tidak terlalu parah ". lanjutnya


ingin sarah bertanya gangguan mental apa saja yang selfi derita namun ia tau persis nancy pasti tidak akan memberi tahunya.


sarah mendesah " aku hanya tidak suka dengan sikapnya yang sekarang " .


mendengar itu nancy pun tertawa, " bukan kah anda yang memintanya untuk menjadi diri sendiri? lantas mengapa marah? Hahah lucu ".

__ADS_1


" ketahuilah nyonya bahwa anakmu sudah serapuh rapuhnya".


" anda pasti tidak bisa membayangkan bagaimana ia melewati masa lalu kelam itu ".


__ADS_2