Selfie

Selfie
30. matahari


__ADS_3

setelah merasa cukup menghabiskan waktu bersama hanni mereka memutuskan untuk pulang, sebenarnya selfie tidak ingin meninggalkan hanni sendiri bersama ayah gadis itu, ia takut hal yang tidak di inginkan terjadi. hanni dan pria itu hanya sebatas ayah tiri di tambah hanni adalah gadis yang cantik dan polos ia bisa saja terpedaya nantinya.


di dalam perjalan pulang pun selfie lebih banyak diam membuat violet yang melihatnya merasa ada sesuatu yang di sembunyikan selfie.


" sel are you okay? ".


selfie menoleh dan tersenyum " i'm okay ".


" tapi wajah lo tidak mengatakan itu ".


selfie tidak menjawab dan tetap berjalan hingga sampai di rumah violet dan berpamitan denganya, selfie dan nancy melanjutkan perjalanan dengan mendorong sepeda mereka dengan pelan.


" gue tau yang lo pikirkan sel ". ujar nancy tiba tiba membuat langkah selfie terhenti


nancy menoleh " gue juga rasa kok ".


" ayah tiri hanni lelaki yang tidak baik, waktu lo keluar sama dia gue tidak sengaja melihat ayah tirinya menatap foto hanni ". jelasnya


selfie melebarkan matanya mendengar perkataan nancy, ia pun mulai menceritakan hal yang tadinya dia lihat dan yang ia ketahui tentang hanni pada nancy.


" sungguh bajingan ". geram nancy


" jika ini terus berlanjut hanni akan jadi korban ".


selfie mengangguk " lo benar , dia seorang pria kesepian dan untuk melakukannya dengan hanni itu sangatlah mudah ".


" lalu kita harus gimana ? ". tanya nancy


selfie memegang dagunya berusaha memikirkan bagaimana caranya hanni keluar dari jeretan ayah tiri sekaligus membuat hanni tidak jadi korban bully sasha.


" oh bagaimana kalau kita carikan keluarga yang mau mengadopsi nya? ". saran selfie


" good idea, tapi bagaimana cara kita mencarikan keluarga yang baik? ".


Perkataan nancy membuat selfie lagi lagi berpikir, memang benar kata nancy bagaimana cara mereka menemukan keluarga yang pas untuk hanni.


" bagimana kalau minta bantuan SC untuk membantu kita ". ujar nancy dengan mata berbinar sedangkan selfie dengan cepat menggeleng kuat


" no jangan, gue akan minta bantuan kak arka aja secara dia pasti banyak kenalan ". celetuk selfie namun nancy tidak yakin


" nanti dia makin cinta loh sel ". mata nancy menyipit dan senyumannya menggoda


selfie mendengus sebal " udah ahh gue mau pulang ". ia menaiki sepeda dan pergi tergesa-gesa meninggalkan nancy yang tertawa melihatnya.


sampainya di rumah selfie melihat karina bersama teman temanya sedang ngumpul di ruang tamu. ia terseyum lembut pada mereka dan berjalan menaiki tangga namun langkahnya terhentik ketika mendengar ucapan karina.


" gue udah jadian sama samuel ". ujar karina senang


" selamat ya kalau itu membuat lo happy ". sahut temannya


selfie berbalik dan mendekat ke arah karina sehingga jaraknya sangat dekat dengan gadis itu.


" jangan pacaran sama dia! ".


" samuel lelaki yang tidak baik ". wajah selfie memelas dan memohon


" lo gak bisa atur gue! enyah lo dari sini ". karina berdiri dan mendorong selfie kuat


jujur saja selfie kecewa dengan perilaku karina dan juga sikap yang tidak mau mendengarkannya, ia berbalik dan berjalan menaiki tangga sementara teman teman karina terus menatap ke arahnya.


" rin bukankah lo terlalu kejam? ".


" maksud lo? ". suara karina sedikit meninggi


" kakak lo orang yang baik dan perhatian , tidak ada salahnya menerimanya ".


" masalah tuli semua orang juga punya kekurangan tidak ada yang sempurna ". Lanjut temanya yang satu lagi membuat karina membisu


beberapa hari ini selfie sering menghabiskan waktu di rumah hanni, sengaja ia sering ke sana agar ayah tirinya tidak melancarkan aksinya, selfie juga meminta hanni untuk mengunci pintu kamar saat malam.


pernah sesekali selfie memergoki ayahnya sedang duduk di samping hanni yang sedang belajar sambil menghirup rambut gadis itu dan bodohnya hanni tidak mengelak sama sekali.


hari ini trio cookies berencana mau bermain bersama hanni di kelasnya tetapi saat tiba mereka melihat hanni sedang di runding oleh sasha dan menjadi tontonan kelas.


sasha menyuruh hanni membersihkan papan tulis yang terdapat banyak coretan, dan ketika hanni menghapusnya sahsa dan kawannya mencoret kembali membuat hanni harus mengulang kegiatan yang sama.


selfie masih tidak menyangka bahwa tidak ada satupun orang yang membantu gadis malang itu, melihat nancy yang masuk ke dalam kelas selfie dan violet pun mengekor.


" ehh tepat sekali kalian datang, sini nonton pertunjukan ini ". ujar sasha mengajak ketiga gadis itu namun mereka masih berdiri tidak bergeming


hanni menoleh dan melihat mereka dengan sendu berharap mereka dapat membantu.


" sel lo diam aja? ". tanya nancy karna selfie hanya diam sambil menonton


" vi tunjukin jurus lo ". ujar selfie pada violet yang tengah meminum teh kemasan botol.


" ha? "


" jurus apa? emangnya gue power rangers? ". sahut violet tidak mengerti


" bukan! tunjukin cara lo dulu ngebully selfie pada sasha ". Jelas nancy dan barulah violet paham


violet menarik nafas panjang lalu mendekat dan berdiri satu meter di hadapan sasha, dengan wajah yang sinis violet mendorong bahu gadis itu.


" lo benar benar gila! ".


" apapun yang kulakukan, tidak ada hubungannya denganmu! ". Jawab sasha tak kalah sinis


violet berdecak dan menatapnya tajam " dia benar benar kasihan ".

__ADS_1


" dia hanya ingin menjalani kehidupan sekolah dengan belajar bukan menjadi babu atau seorang yang bebas lo bully! ".


" dia telah mematuhi perintah lo selama ini dan seharunya lo punya hati untuk tidak menindas gadis lemah seperti dia! ". hardik violet dengan suara yang meninggi


mendengar itu wajah sasha seketika kesal dan rahang gadis itu mengeras . " apa lo sedang mengguruiku? "


tanpa menjawab violet langsung menyiram sasha dengan minuman yang di pegangnya membuat seisi kelas itu tercengang sementara di satu sisi selfie dan nancy tersenyum bangga.


" sadarkan dirimu! ".


" berapa lama lagi lo akan menacapkan paku di hati seorang gadis polos seperti hanni !!".


" ahhh.... beraninya lo.... "


tidak terima dirinya di siram sasha juga hendak balik menyiram violet dengan botol air yang memang ia pegang dari tadi namun ia kalah cepat saat violet merebut botol airnya dan menyiram sasha sekali lagi sehingga gadis itu kembali basah .


" setelah lo menancapkan paku , meskipun lo mengeluarkan pakunya , akan selalu ada lubang di sana! ". violet terus melangkah maju membuat sasha perlahan mundur hingga punggungnya menempel di dinding.


" dasar perempuan gila! "


Bughhh...


violet meninju perut sasha sekali membuat gadis itu terkulai ke lantai, melihat sasha yang kesakitan violet tidak merasa kasihan tetapi malah tersenyum menyeringai, ia membuka permen karet dan mengunyah nya setelah itu ia langsung meludah permen karet itu tepat di wajah sasha.


violet tersenyum puas dan menghampiri hanni lalu menarik gadis itu keluar di ikuti oleh nancy dan selfie yang masih mentertawakan sasha.


" keren banget lo ". selfie menepuk bahu violet tanpa bisa menyembunyikan tatapan kagum.


" itu baru violet yang gue kenal dulu ". Lanjut selfie


" lo kan korban bully dia ". timpal nancy sambil tertawa sementara selfie dan violet memicingkan mata melihatnya.


" pasti gue akan di marah habis habisan ". wajah hanni terlihat takut


selfie terseyum lalu tangan gadis itu terangkat menyentuh pipi hanni " lawan saja jika mereka masih menindas mu ".


hanni menggelang " gak bisa karna gue lemah dan tidak akan mungkin bisa menandinginya ".


violet yang merasa iba langsung memeluk hanni dan mengusap punggung gadis itu.


" apa lo tau ". ujar selfie membuat hanni mendongak padanya


" seekor burung yang duduk di ranting tidak akan pernah takut jika ranting itu akan patah, karna kepercayaannya bukan pada ranting, tetapi pada sayapnya sendiri ".


hanni bingung dan mulai mencerna perkataan selfie hingga seseorang menepuk pundaknya.


" percayalah pada dirimu sendiri ". tutur nancy dengan senyuman lembut .


hanni terdiam dan di dalam pikirannya ia memang harus percaya pada dirinya sendiri, ia tidak bisa menjadi anak yang dapat di manfaatkan terus.


hanni menarik nafas dalam lalu mengikat rambutnya, dan hal itu tidak lepas dari pandangan tiga gadis itu.


sesampainya di kelas ips 3 hanni langsung masuk dan menghampiri meja sasha yang tengah mengeringkan rambutnya.


" mau apa lo? ".


hanni terseyum miring " dari dulu gue ingin banget lakuin ini ".


" akhhh!! ". rintih sasha ketika hanni menarik rambutnya kuat dan membawanya ke depan kelas, melihat hal itu sontak saja selfie dan nancy terkejut namun mereka tidak menghentikan aksi hanni.


" dasar perempuan ***** , gue itu capek jadi babu lo tau gak! ". bukan hanya menjambak saja hanni juga memukul perut gadis itu dan mencengkram kedua pipinya hingga kukunya menancap di sana.


" wouuu didikan selfie sangat hebat ". selfie bertepuk tangan lalu duduk di atas meja dan mengambil keripik kentang salah satu siswa dan memakannya sambil menonton.


" itu sakit banget pasti ". ujar violet yang melihat kuku hanni menusuk pipi sasha


" iya karna secara langsung lo pernah merasakannya ". balas nancy membuat violet memicingkan matanya hingga tatapannya menajam.


🌿


" terima kasih ya kak sudah mencarikan keluarga untuk temanku ".


" tidak papa lagi pula aku senang bisa membantu mu kok ". arka membelai rambut selfie yang berada di tempat duduk samping kemudi.


" apa keluarganya baik? " .


arka mengangguk " iya mereka merupakan pengusaha dari korea yang membutuhkan seorang anak ".


" ohh syukurlah ".


arak menoleh dan terseyum lembut padanya, di lihatnya wajah selfie dari samping yang semakin cantik baginya.


" kamu udah cantik, baik, perhatian lagi ".


" lelaki yang menjadi pasangan mu pasti merasa bahagia sekali ". lanjutnya


sebagai wanita tentu saja selfie senang mendengarnya namun ia tahu di dalam kata kata arka terdapat sebuah kode.


saat ini mereka tengah menuju rumah hanni untuk menjemput gadis itu untuk pergi menemui keluarga barunya. selfie sudah memberitahukan hanni beberapa hari yang lalu jadi hari ini ia akan mengucap selamat tinggal sekaligus mengantar gadis itu karna hari ini juga ia akan langsung pergi ke korea.


" kak arka tunggu di sini aku akan masuk dan membawanya ". ujar selfie lalu turun dari mobil pria itu.


saat berjalan mendekati rumah hanni selfie merasakan perasaan yang tidak enak, ia mengetuk pintu namun tidak ada sahutan dari dalam, karna lelah menunggu selfie mencoba masuk, perlahan ia mendengar sayup sayup suara rintihan.


karna penasaran selfie mendekat ke sumber suara dan berhenti tepat di depan kamar yang tertutup.


" le... pas... kan... ". selfie menelan salivanya dengan kasar mendengar suara dari dalam, dengan wajah yang tegang ia memberanikan diri untuk mengintip di lubang kunci , matanya melebar ketika melihat pemandangan yang menjijikkan yaitu ayah tiri hanni mencoba memaksa kehendak pada gadis itu.


dengan perasaan yang masih terkejut selfie langsung mencoba membuka pintu itu namun sayangnya pintunya terkunci.

__ADS_1


" hanni!! "


" hey pria brengesek jangan lakukan itu...!! ". teriak selfie sambil mengedor pintu


" sel... tol- akhhh.. ". mendengar itu selfie melihat sekali lagi dan di sana ia melihat kalau baju hanni sudah sobek begitu juga dengan ayahnya yang tidak mengenakan pakaian.


" BUKAAA...!!! ". karna usahanya yang tidak membuahkan hasil selfie pun berlari keluar tepatnya menuju arka.


" kak tolong temanku dia mau di perkosa oleh ayah tirinya ". jelas selfie dengan panik


" APAA!! ".


tanpa banyak bertanya lagi arka langsung berlari masuk dan mencoba mendobrak pintu tersebut namun sayangnya itu tidak semudah yang dia kira.


melihat arka yang kesulitan dan mendengar suara rintihan hanni selfie pun menutup mulutnya dan merintih kan air mata, sungguh satu satunya yang ada di pikiranya adalah hanni.


" tolong temanku kak ". lirih selfie


melihat wanita yang dia cintai bersedih membuat arka menjadi semakin tidak berguna karna memang pintu yang coba dia dobrak sangatlah kuat.


" siall!! ". arka perlahan mundur kebelakang dan bersiap menendang pintu itu.


Brakkk


pintu terbuka lebar membuat ayah tiri hanni terkejut namun belum sempat terkejut nya habis arka langsung menariknya dan menghajar pria itu dengan membabi buta sementara selfie langsung menghampiri hanni yang berantakan.


untungnya mereka cepat karna saat ini badan hanni hanya tersisa bra dan celana pendek, dengan sigap selfie membuka jaketnya dan memasangkannya di tubuh hanni. selfie tidak ingin membayangkan apa jadinya jika mereka terlambat sedetik pun.


hanni menatap selfie dengan wajah penuh ketakutan dan basah, di peluknya selfie dengan erat dan menangis sejadi jadinya di sana. selfie membiarkan gadis itu melampiaskan kesedihan di dalam pelukanya, setelah merasa hanni sudah lebih tenang selfie menuntunya menuju mobil arka.


selfie melihat ayah hanni yang sudah terkulai lemas dengan banyak bercak darah di tubuhnya, sepertinya arka benar-benar tidak memberinya ampun. tak berselang waktu lama serunai polisi mendekat dan mereka langsung membawa ayah tiri hanni pergi.


" tenanglah lo udah baik baik saja ". tutur selfie menenangkan gadis itu


hanni mendongak dan mata gadis itu mulai memanas, ia tidak dapat lagi menahan rasa sesak di dadanya. hanni memeluk selfie lagi dengan erat dan selfie bisa merasakan tubuh gadis itu gemetar.


" makasih... makasih selfie ". ungkap hanni dengan suara yang lirih


" tidak papa yang penting lo aman ". sahut selfie kemudian ia menyentuh kedua pipi hanni


" apa lo mau pergi sekarang? atau jadwalnya di undur aja? ".


hanni mengusap kedua pipinya dan menarik nafas dalam. " hari ini aja ".


" are you sure? ".


hanni mengangguk penuh percaya diri membuat selfie yakin dengan tekad gadis itu.


arka membawa mereka ke hotel untuk membantu hanni bersiap siap, dan setelah memastikan semuanya mereka langsung menuju bandara.


hanni menatap lekat pesawat yang akan ia tumpangi, ia akan menjalani kehidupan baru di negri baru dan juga keluarga baru. hanni menoleh pada selfie dan menghambur kedalam pelukanya.


" makasih, gue akan balas kebaikan lo suatu saat nanti selfie ". ujar hanni lalu melepaskan pelukanya


selfie menggeleng " gue bantu lo bukan untuk menerima balasan ".


" gue tau, tapi jika suatu saat nanti gue lihat lo kesusahan gue akan siap membantu ". ia tersenyum memperlihatkan giginya yang putih


" tidak ada yang tau masa depan nanti ".


mendengarnya selfie terseyum " lo benar, tidak ada yang tau nantinya ".


" matahari ku ".


selfie mengkerutkan kening " matahari? ".


hanni mengangguk " umm lo bagaikan matahari yang telah menerangi kegelapan ku sel ". jelasnya


" aaa gue pergi dulu, titip salam pada violet dan nancy ya ". hanni perlahan berjalan menjauh bersama seorang wanita suruhan keluarga barunya


" HANNI!! ". teriak selfie membuat hanni berbalik


" sampai ketemu lagi....!! ". selfie melambaikan tangan sembari tersenyum membuat hanni yang melihatnya juga ikut terseyum dan kembali berjalan menuju pesawat.


" ayo kita kembali ". arka menepuk pundak selfie yang berada di sampingnya


selfie mengangguk lalu keduanya kembali menuju mobil arka.


keesokan harinya saat berjalan menuju kelas selfie menceritakan tentang kejadian yang menimpa hanni kemarin kepada nancy dan juga violet. sama halnya dengan selfie kedua gadis itu juga emosi mendengarnya dan mengutuk ayah tiri hanni namun di satu sisi mereka bahagia mendengar hanni telah mendapatkan keluarga yang baik.


" gue bangga sama lo sel, feeling lo begitu kuat dan reaksi mu begitu cepat ". violet menatap selfie dengan tatapan kagum


" lo dengan mudah mengeluarkan seseorang dari masalahnya ". lanjutnya


" tapi masalahnya sendiri gak kelar kelar " . imbuh nancy


saat selfie ingin menjawab tiba tiba ada seorang lelaki yang menabraknya membuat kepala keduanya terbentur, buku dan kertas yang di pegang lelaki itu berhamburan ke lantai.


" hey! jalan itu pakai mata dong! ". bentak selfie


" shhh.. kepala gue sakit nih ". selfie memicingkan matanya membuat tatapanya menajam pada lelaki di hadapannya yang tak lain ialah zayn .


" lo yang salah ya, kalau jalan itu jangan ke asikan ngobrol, dasar perempuan! ". sindir zayn sambil merapikan bukunya yang berserakan


tidak terima dirinya di salahkan selfie menjambak rambut zayn kebelakang hingga lelaki itu memkik sakit ,setelah itu ia pergi bersama nancy dan violet meninggalkan zayn yang tidak berhenti menggerutu.


zayn memeluk barangnya sambil melihat selfie yang malah tertawa tanpa merasa bersalah, ia kesal tetapi perlahan wajah kesalnya luntur dan di gantikan dengan senyuman tipis.


__ADS_1


__ADS_2