Selfie

Selfie
71. orang yang selalu di abaikan.


__ADS_3

selfie dan lainnya seketika bernafas lega setelah melihat helena dan beberapa bodyguard lain datang. ini adalah waktu yang sangat tepat, karna jika hanya mengandalkan selfie dan nancy saja, mereka pasti akan kalah telak.


selfie mengusap wajahnya yang penuh dengan cairan merah itu. ia lagi-lagi menatap ke atas bermaksud agar air hujan membasuh wajahnya sampai bersih.


" nona muda! " pekik helena sembari berlari ke arah gadis itu.


wajah wanita itu pucat pasi, bibirnya telah berubah warna, dan wajahnya sangat tegang.


" nona muda kenapa? " tanyanya sambil memeluk selfie, suara wanita itu terdengar sangat khwatir.


" menolongnya," jawab selfie yang membuat helena melepaskan dekapannya dan melihat ke arah tunjuk selfie.


helena terbelalak.


" hehe, Hai helena," sapa dahlia sambil tersenyum kaku.


helena memalingkan wajahnya ke sembarang arah. ia mencoba mencerna apa yang di ucapkan oleh selfie dan apa yang ia lihat.


helena kembali melihat ke arah dahlia sekali lagi, ia ingin memastikan apakah dahlia yang ini nyata atau orang lain. dan melihat dahlia yang sedang tersenyum membuat helena semakin yakin kalau ini benar-benar dahlia.


" kok bisa? "


" ya bisa lah," balas selfie seraya berdiri, gadis itu langsung berlari menghampiri nancy. ia mengecek tubuh nancy dari atas sampai bawah memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja. dan memang benar, nancy hanya mendapatkan beberapa luka dan memar di wajah dan punggungnya.


selfie memalingkan wajahnya ke arah max dan Jack yang sedang berkelahi melawan pengawas yang menahan teman-temannya itu. selfie bersyukur karna helena dan bodyguardnya bisa datang tepat waktu.


" selfie, gue senang lo baik-baik saja." ucap violet yang langsung memeluk selfie dengan kuat sehingga mereka tersungkur kebelakang bersama nancy.


" anak sialan lo! udah tau punggung gue sakit kek gini kenapa lo jatuhin, ha?! " murka nancy seraya memukul kepala violet.


" sakit tau! "


selfie tertawa kecil, kemudian ia bersama violet membantu nancy berdiri dan berjalan mendekati fira dan trysta. selfie lagi-lagi mengecek tubuh dua gadis itu. dan setelah di cek, akhirnya ia tersenyum lega karna tidak melihat luka berbahaya di tubuh mereka.


" selfie kita harus pergi." pinta fira yang tengah memeluk tubuhnya sendiri.


" i-iya sel, disini dingin banget, rasanya gue mau mati jika tidak pergi dari sini." imbuh trysta bergetar


selfie mengangguk, sejujurnya ia juga merasa sangat kedinginan. selain itu, ia memakai baju yang tidak tebal, berbeda dengan baju fira dan yang lain.


ia menoleh dan melihat ke arah dahlia." dahlia!! ayo kita pergi "


" iya " sahutnya dan berlari ke arah selfie.


" helena kuserahkan yang ini padamu! " teriak selfie dengan suara yang kencang.


helena mengangguk." tentu saja, dan pergilah dari sini! sopir sudah menunggu kalian! "


mereka mengangguk dan langsung berpegangan tangan satu sama lain. para gadis itu perlahan meninggalkan helena yang tengah bertarung.


selfie berharap hujan ini akan segera berhenti, karna saat ini tubuhnya sudah sangat menggigil. dingin ini rasanya seperti menusuk sampai ke tulang-tulangnya.


sesampainya di depan rumah, mereka langsung berjalan menuju mobil yang sudah terparkir dengan rapi di halaman ini. ada beberapa mobil yang terparkir, dan selfie memilih untuk masuk ke dalam mobil yang paling depan.


sang sopir yang sudah siap membuka pintu langsung shock begitu melihat penampilan nona mudanya. dan keterkejutannya semakin bertambah ketika melihat dahlia juga bersama dengan selfie.


ingin bertanya, tetapi ini bukanlah waktu yang tepat. setelah semua gadis itu masuk, ia juga masuk dan segera meninggalkan rumah ini.


para gadis itu langsung di larikan ke rumah sakit mengingat kondisi mereka yang sedang terluka, terlebih lagi nancy dan juga selfie. selain itu, di sana juga sudah ada kakek dan neneknya yang dengan panik menyambut mereka.


untuk sementara waktu mereka di rawat dan tidak boleh menerima kunjungan dari siapapun. lagi pula semalaman ini mereka tidak tertidur, jadi para gadis itu pastinya sangat kelelahan.


singkat cerita sudah satu minggu mereka di rawat disini. violet dan yang lainnya hanya memerlukan waktu beberapa hari saja untuk pulih, lagi pun luka mereka hanya lebam dan lecet biasa.


dan untuk hari ini selfie dan nancy sudah di ijinkan untuk pulang. wajah dan tubuh mereka juga hanya menyisakan bekas memar yang sebentar lagi akan sembuh.


sebenarnya samh sudah meminta mereka untuk menginap selama seminggu lagi, tetapi selfie dengan tegas menolaknya.


" ahhh, enaknya udara ini," ujarnya sambil menghirup udara luar dalam-dalam.


fira tertawa." mending kalian cepat pulang deh karna koki tampan itu sudah membuatkan dessert yang lezat untuk kalian.".


" ohh benarkah? "


fira mengangguk


" oh ya, bagaimana dengan pak han? " tanya nancy lagi.


" dia udah di tangkap dan di masukan ke dalam penjara bersama anak buah tuan gyu," sahut trysta


" kalau gyu gimana? " kali ini selfie yang buka suara

__ADS_1


" masih di rawat sih "


mereka tidak melanjutkan lagi perbincangan yang membosankan itu. karna selfie dan nancy hanya ingin cepat-cepat pulang untuk menikmati dessert yang lezat. karna mereka sudah muak memakan makanan rumah sakit yang hambar.


sesampainya dirumah, selfie langsung di sambut oleh sang nenek tercinta. neneknya terus mencium selfie bertubi-tubi dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.


" syukurlah kamu selamat "


selfie tersenyum." ini udah biasa." entah kenapa selfie memberi jawaban seperti itu. gadis itu menatap neneknya lekat dan berjalan menuju ruang keluarga.


selfie bisa melihat violet dan dahlia yang sedang memakan cemilan di sana. selain itu, di sana juga ada helena yang menemani kedua gadis itu.


selfie mendekat dan duduk di hadapan mereka. perlahan tangannya terangkat dan meraih beberapa kue dan buah-buahan.


" guys, lebih cantikan gue atau dia? " tanya violet sambil merangkul dahlia.


" sama aja," sahut fira


" ihh masa sih? yang jelas dong."


nancy memutar bola mata malas." gini, dahlia itu lebih dewasa sedangkan lo lebih kek bocil. tapi dua duanya sama kok "


sedikit tidak terima dengan jawabannya, tetapi violet memilih untuk diam dan lanjut ngemil sebelum makanan di atas meja habis.


selfie menatap dahlia sambil membuka tutup botol minumannya." soal kamu gimana? "


dahlia mengangguk, ini adalah saat yang tepat untuk memberitahu mereka.


" waktu itu aku kritis, nona. aku belum tiada. dokter yang mengatakan kalau aku sudah meninggal itu tidak benar, dia di bayar oleh tuan gyu. lalu, tuan gyu membawa ku ke Singapura untuk menjalani pengobatan," jelasnya, sama seperti yang di ceritakan oleh gyu.


selfie menganggukkan-anggukan kepalanya, kemudian ia menoleh pada helena." dan bagaimana kamu bisa menemukan kami? "


" awalnya aku kebingungan mencari nona muda, aku binggung di mana tempat yang harus aku datangi lagi. namun, terlintas lah sebuah ide di kepalaku kalau satu satunya cara menemukanmu adalah dengan mencari sang penghianat di sini."


flashback on


di malam yang dingin ini helena berusaha memutar otaknya untuk mencari penghianat di rumah ini. sedikit kesulitan, tapi helena kembali berusaha menyusun kejadian dari awal sampai saat ini. di mulai dari awal selfie kecelakaan, dahlia kecelakaan, dan kematian pelayan kemarin. dan setelah helena mengingat semua kejadiannya, helena sangat yakin bahwa orang ini berhubungan dengan makanan.


ya, seperti malam saat dahlia kecelakaan dulu juga berhubungan dengan makanan, pelayan kemarin tiada juga berhubungan dengan makanan, dan kecelakaan nisa ( pelayanan yang menyamar menjadi selfie ) juga berhubungan dengan makanan. karna selfie memberitahu rencananya ke perpustakaan tepat di meja makan waktu itu.


dan targetnya cuman satu yaitu pak han.


" aku pusing mencarinya," kata helena


" iya aku juga nona helena."


" seharusnya aku tidak meninggalkannya sendiri. aku ini memang bodoh,"


pria itu hanya diam seraya membereskan dapur ini. dan hal itu membuat helena sangat geram, bagaimana cara untuk membuka kedoknya.


sedetik kemudian helena mendapatkan ide untuk mengobrol tentang perkerjaan, keluarga, dan kegiatan pak han. dan sesuai dengan rencananya semuanya berjalan lancar, pak han menceritakan semuanya dengan senyuman di wajahnya.


helena tersenyum." aku harus lebih giat lagi "


" iya itu sudah pasti, kamu harus lebih giat lagi "


" umm, aku tadi menemukan ponsel mereka di pinggir pantai "


" oh ya? itu bagus, aku harap dia baik-baik saja "


" iya, dan tadi aku kesulitan mengejar tiga orang yang menculik nona muda," ujar helena dengan wajah pasrah


" bukan tiga tapi dua orang, "


" skakmat. kena kau "


flashback of


...☘️...


tak terasa sudah hampir sebulan selfie dan yang lainnya tinggal di sini. rencana untuk berlibur selama dua minggu batal karna samh memaksa mereka untuk menginap selama sebulan penuh. samh hanya khawatir jika terjadi sesuatu pada selfie lagi. ia juga sudah tidak sabar menghajar gyu yang belum juga sadarkan diri.


di hari yang cerah ini selfie mendapatkan panggilan dari tuan gyu. pria itu baru saja bangun dari koma beberapa hari yang lalu, dan entah kenapa dia ingin sekali bertemu dengan selfie.


awalnya kakek dan neneknya tidak mengijinkannya, tetapi karna akibat dari bujukan selfie akhirnya mereka luluh juga. tapi dengan satu syarat yaitu selfie harus di temanin oleh helena.


saat ini selfie sudah berdiri di depan pintu ruangan inap tuan gyu. gadis itu agak sedikit ragu untuk masuk, tetapi karna ia sangat penasaran dengan tuan gyu akhirnya gadis itu segera membuka pintu.


pemandangan pertama yang selfie lihat di dalam ruangan ini adalah tuan gyu. pria itu sedang duduk di pinggir ranjang sambil melihat ke luar jendela. sepertinya dia tengah menunggu kedatangan selfie.


" hallo.. " sapa selfie

__ADS_1


sontak pria itu menoleh, ia tidak membalas sapaan selfie melainkan melihatnya dengan datar.


selfie merasa aneh, tapi kakinya terus melangkah hingga sampai di depan pria itu. selfie menarik kursi dan duduk menghadapi tuan gyu.


" ada apa,? " tanya selfie to the point


pria itu tidak menjawab, ia malah melihat ke arah helena yang berdiri tepat di belakang selfie.


" saya ingin berbicara empat mata,"


" saya tidak bisa melakukannya," tekan helena


pria itu langsung sendu." pliss, saya tidak akan macam-macam sama dia. lagi pun kondisi saya tidak memungkinkan untuk menjahatinya."


" tidak! " tegas helena


melihat raut wajah tuan gyu selfie pun merasa sedikit kasihan, ia memalingkan wajahnya ke belakang dan menatap helena." pergi saja, kalau terjadi apa-apa aku akan memberitahu mu."


" tapi nona mud--"


" plis helena.. "


helena mengehela nafas berat, ia tidak mempunyai pilihan lain lagi selain menuruti keinginan nona nya.


" baiklah aku akan keluar." ia menepuk pundak selfie sejenak dan berjalan meninggalkan ruangan ini.


setelah helena pergi tuan gyu langsung menatap selfie. ia melihat wajah selfie yang sudah sembuh dari memar dan lebam.


sudut bibir pria itu tertarik membentuk sebuah senyuman yang tipis. " syukurlah jika kamu sudah sembuh "


selfie mengangguk." iya "


gyu tertawa kecil." jika di pikir-pikir lagi sepertinya saya terlalu kejam sama seorang gadis sepertimu. saya dengan gilanya berani membuat trauma mu semakin kambuh saat itu."


selfie hanya diam.


" tapi semua itu ada hikmahnya kan?. kamu bisa sembuh dari PTSD sepenuhnya, bertemu dengan dahlia, dan terungkapnya mata-mata yang selama ini berada di rumahmu."


ia menghela nafas." terkadang seseorang membuat masalah untuk menjual sebuah solusi."


" anda benar "


gyu menatap selfie teduh." saya ingin meminta maaf selfie. saya juga akan menerima semua hukumannya." ucapnya tanpa ada keraguan di dalam kata katanya.


selfie mengangguk." aku sudah memaafkan mu."


gyu tersenyum lebar


sesaat mereka berdua hanya diam dalam keheningan.


" kalau hanya itu yang ingin kau katakan aku akan segera pergi." gadis itu berdiri dan mulai melangkah menuju pintu, tapi.


" sadarlah selfie! " sergah nya yang membuat selfie berhenti dan berbalik padanya.


" jika kamu terlambat menyadarinya, kamu akan kehilangan segalanya." ucap dia lagi


selfie terpaku, ia tidak mengerti dengan maksud pria itu. selfie hanya tersenyum kecil dan langsung keluar dari ruangan ini.


" segalanya bagiku itu apa? "


sementara di rumah, nancy dan dahlia tengah menikmati waktu di gazebo sambil meminum secangkir cappucino. di tempat ini keduanya banyak bercerita tentang kehidupan masing-masing dan mencoba untuk lebih dekat satu sama lain. hingga tibalah saat dimana nancy menanyakan sesuatu tentang selfie.


" lo kan dulunya sama dia, menurut lo selfie itu orangnya gimana? "


" ya, seperti yang kamu ketahui kalau selfie itu sangat angkuh dan sombong dulu. dia mungkin memiliki segalanya dan hidup dalam kenyamanan, tapi aku bisa merasakan kalau dia itu hanya kesepian." jawabnya sambil mengaduk-aduk minumannya.


" gue juga merasa begitu."


dahlia tersenyum." mau ku ceritakan bagaimana selfie di dalam pikiranku? "


nancy mengangguk, kemudian mengubah posisi duduknya menjadi bersila agar lebih nyaman.


dahlia menatap deretan bunga dan mulai bercerita gambarannya tentang selfie.


" Dia mudah terpesona dengan cerita-cerita kecil yang orang lain bacakan."


" Dia mudah bahagia dengan hal-hal biasa yang bahkan tidak di perhatikan oleh siapapun."


" Dia mudah kagum dengan kebaikan sederhana yang bagi beberapa orang tak berharga."


" Dia..... adalah orang yang selalu di abaikan."

__ADS_1


__ADS_2