
" sial!! ada apa dengan zayn, sih? kenapa dia tidak menjawab pesan atau menerima panggilan gue selama beberapa bulan ini? "
" padahal nomornya terhubung dan pesan gue di bacanya, tapi ada apa? " selfie menggusur rambutnya kebelakang. dia muak, sangat muak. laki-laki yang dia cintai mengabaikannya. selfie tidak tau dimana letak kesalahannya, atau jangan-jangan zayn ikut membencinya dan tidak percaya padanya.
selfie terkekeh mentertawakan dirinya yang malang ini. matanya menelisik melihat hamparan rerumputan yang memanjakan mata. sungguh indah, tapi tidak seindah hatinya yang kacau.
" cinta bisa pudar karna ketidakpercayaan dan lamanya waktu berpisah. jadi, jangan salahkan aku jika aku tidak mencintaimu lagi." lirihnya dengan wajah datar tanpa ekspresi.
cinta? bisakah dia memikirkan itu di saat keadannya seperti ini?. entahlah, selfie merasa tidak membutuhkan cinta untuk saat ini. jika cinta hanya melahirkan kebencian, maka selfie tidak mau terlibat didalamnya.
drrtt.... drttttt
saku celananya bergetar membuat selfie dengan cepat mengambil ponselnya. ia sangat berharap yang menelponnya kali ini adalah zayn. tapi sepertinya harapannya harus di kubur dalam-dalam karna bukan zayn, tapi nancy lah yang memanggilnya.
tidak kecewa, karna sejujurnya selfie juga merindukan teman gilanya ini.
" hallo cucumber " sapa selfie
" hallo carrot," terdengar gelak tawa dari seberang sana.
" gimana nancy, lo rindu gue? " selfie tersenyum menggoda menunggu jawaban dari seberang.
" sangat, rasanya gue pengen kesana."
" ehh jangan, nanti lo gak bisa terkejut lihat versi gue dewasa."
" hahaha, selfie tetap selfie "
selfie tertawa, namun sedetik kemudia ia terdiam. gadis itu ingin mengatakan sesuatu, tapi ia sedikit ragu.
sedangkan nancy, ia yang merasa ada yang aneh dari selfie langsung peka dan tau ada yang ingin di sampaikan oleh gadis itu.
" katakan saja,"
" ehh, ummm.... zayn dimana ya? gue udah hubungi dia tapi kok gak di angkat? "
" gue selalu bertemu dengan dia di kampus. gue gak tau kenapa dia seperti itu, sel. tapi kalau lo mau, gue bisa paksa dia telpon lo."
selfie langsung menggeleng cepat." gak usah! gue nanya doang kok, hehe "
" ....... "
" bagaimana hari lo di kampus? tunggu biar ketebak, pasti suram kan? hahaha! gak ada lagi gue yang gila dan goblok yang bisa buat lo tertawa." gadis itu sengaja mengubah topik.
" selfie.... "
selfie tersenyum." iya, beb? "
" gue benci cara lo rendahin diri lo sendiri buat bikin orang lain ketawa. gue gak masalah kalau lo rendah diri dan gila untuk gue dan violet, tapi gue gak mau lo rendahin diri lo untuk orang-orang "
selfie tertegun, si kucing cool ini baru saja mencerahami dirinya. memang benar sih, selfie dulu sering banget bersikap bodoh hanya untuk membuat orang-orang tertawa.
" hehehe gak papa kali,"
terdengar helaan nafas dari sana." oh ya, kata alan tahun depan dia mau kesana "
" lah mau ngapain? "
" ternyata kita bodoh, sel. alan sebenarnya seorang anak pengusaha kaya raya. katanya sih dia mau kesana untuk urusan bisnis dan tinggal bersama selfie."
selfie melebarkan matanya. yang benar saja, padahal alan adalah cowok penjual jus. lalu, mau kesini dan tinggal sama bersamanya?.
ok, sekarang itu tidak penting, karna yang penting saat ini adalah si teror itu. selfie sudah mengganti nomornya ke nomor negara ini, tapi kenapa si peneror itu masih bisa meneror nya?.
" tentang si peneror--"
" lo mau gue bantu nyariin si peneror?" tawarnya, nancy mengetahui soal si teror itu karna beberapa hari yang lalu selfie memberitahunya.
selfie menggeleng." gak usah, udah dulu ya nanc pasti lo ada kelas."
tut!
__ADS_1
panggilan di matikan sepihak membuat nancy yang berada di sana menggerutu, pasalnya dia belum puas berbicara dengan selfie.
nancy mengehela nafas panjang. kemudian gadis itu keluar dari kelas dan berjalan menuju kantin dimana violet dan yang lain sudah menunggunya.
tidak ada yang aneh, hingga seseorang menarik tangannya dari belakang dan membawanya ke koridor sepi.
owhh, itu si pacar selfie yang telah membuat sahabatnya patah hati di sana.
" bisa gak sih lo gak usah ikutin gue?! "
" gak bisa." ia meraih tangan nancy dan menggenggamnya." nancy pertimbangkan lagi permintaan ku, lo mau kan?"
nancy menggeleng." mending lo telpon selfie yang lagi menunggu kabar dari lo!" tegasnya
" itu gak penting, karna yang penting itu lo,"
nancy ternganga, cowok ini benar-benar gila. nancy tidak ingin meladeni nya, jadi ia memutuskan untuk pergi dari hadapan zayn.
" nancy gue mohon, terimalah permintaan ku," ia masih mengejar nancy.
" nancy plisss, pertimbangkan lagi."
nancy berhenti mendadak dan berbalik menatap cowok yang akhir-akhir ini terus menempel padanya.
" ini semua demi kebaikan selfie, jadi gue dengan tegas menolak lo, zayn." ia melanjutkan langkahnya
" gue akan terus mengejar lo, nancy! " teriak zayn menggema membuat beberapa pasang mata melirik ke arah mereka. melihat seorang cowok tampan yang mati-matian mengejar gadis cuek yang dingin.
dengan perasaan yang kesal nancy bergabung dengan violet yang lagi bergosip di kantin. gadis-gadis itu lagi membicarakan seputar cowok tampan dan drama Korea. nancy tidak tertarik dengan semua itu, jadi ia hanya duduk diam sambil minum jus alpukat.
...🍃...
masih betah duduk di perumputuan, melihat domba dan sapi yang lagi makan. ada juga bebek dan angsa yang lagi minum di sungai kecil. suasana yang begitu tenang ini sangat damai membuat selfie betah duduk di sini berjam-jam.
selfie langsung teringat, dulu dia biasanya duduk di atas rumput bersama nancy dan violet. mereka biasanya tertawa dan menceritakan hal-hal tentang masa depan. sial! selfie tiba-tiba merindukan mereka.
" selfie... "
gadis itu langsung menghentikan langkahnya dan melihat selfie dengan tatapan datar." aku bukan violet."
" ohh Iya, habisnya mirip banget sama si lumut." selfie tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
dahlia langsung senyum, ia melangkah ke arah selfie dan duduk di samping gadis itu." apa kamu hanya melihat violet di dalam diriku?"
" ha? kenapa pikir gitu?"
" sepertinya kamu hanya menyukai violet."
" hahaha, gak lah kamu aja yang perasaan." selfie memaksakan senyuman. padahal memang benar, selfie terkadang melihat violet di dalam diri dahlia, dan dulu melihat dahlia di dalam diri violet.
" apa aku harus jadi sempurna buat di cintai? " tanyanya tertunduk.
selfie merasa bersalah, jadi ia menggenggam erat kedua tangan dahlia." kamu gak harus jadi sempurna buat di cintai."
" iya, emang benar. tapi di era sekarang, buat jadi si enggak sempurna pun ada standarnya." ia membalas genggaman tangan selfie, saling menggenggam di bawah hembusan angin.
" loh kakak dua pacaran? ," ucap echa tiba-tiba yang membuat selfie dan dahlia tersentak.
" awas mulutmu yang seperti bebek itu aku sumbat dengan cabai sekarung!." ancam selfie menatap tajam gadis kecil itu.
echa reflek menutup mulutnya." gak kok, echa bercanda aja tadi,"
gadis kecil itu berlari kecil dan duduk di tengah-tengah selfie dan dahlia. untung saja dahlia membawa beberapa kue dan minuman botol, jadi mereka bisa sekalian berpiknik di tempat yang indah ini.
" echa mau jadi apa kalau besar?" tanya dahlia membuka percakapan.
gadis itu berpikir sejenak trus jawab." mau jadi adik kak selfie aja." ia menoleh menatap selfie.
" tapi aku udah punya adik,"
" gak papa," pandangnya mengikuti beberapa capung yang berterbangan di depan mereka. ia berdiri dan berlari menangkap capung-capung itu.
__ADS_1
" kak selfie ayo tangkap capung!" ajaknya bersemangat. sungguh gadis kecil itu terlihat sangat menggemaskan dan lucu, membua selfie merasa melihat dirinya sendiri.
" kalau kamu mau jadi apa? mau mencari ilmu pengetahuan dari semua tempat penjuru? " tanya dahlia
selfie menggeleng." terkadang, kita tidak boleh mencaritahu apa yang seharusnya kita tidak tahu,"
dahlia cuman diam sambil melihat selfie.
" pada akhirnya beberapa hal memang sebaiknya tetap jadi rahasia."
dahlia mengangguk paham." lalu hal yang paling kamu impikan apa? "
" menerima kelulusanku," angin berhembus lebih kencang dari sebelumnya setelah selfie mengatakan kata-kata itu.
hari yang cerah memasuki malam. malam di perdesaan ini sungguh indah, benar-benar terasa sejuk dan arsi. banyak kunang-kunang yang berterbangan, angin sejuk yang berhembus, dan lampu-lampu rumah warga yang bersinar. ya, seperti itulah suasana malam yang sangat selfie sukai di desa ini.
membawa secangkir kopi yang dingin dan duduk di teras rumah. tidak lupa dengan ponsel yang selalu menempel di tangannya. terkadang saat malam hari, samh sering mengirimnya email yang harus selfie kerjakan.
" kakek tua ini, apa dia tidak ingin aku istirahat saat malah hari? "
" awas aja nanti. kalau perusahaan itu jatuh ke tanganku, akan ku pecat kakek tua itu! " lanjutnya lagi sembari meminum kopi dengan perasaan kesal.
sementara dahlia, gadis itu tengah melihat selfie dari dalam rumah. entah kenapa wajahnya terlihat sangat murung dan sedih. gadis itu terus menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar.
ponsel yang menyala masih di genggamnya dengan kuat. bahkan saking kuatnya membuat tangannya memerah.
setelah terdiam cukup lama, barulah dahlia menghampiri selfie.
" ohh kamu, echa mana? " tanya selfie
" udah tidur,"
selfie yang melihat perubahan di wajah dahlia langsung menghentikan kegiatannya. ia menatap dahlia dengan wajah serius menunggu setiap kalimat yang akan di keluarkan gadis itu.
" selfie, aku udah tau siapa dalang dari semua ini,"
selfie meneguk ludahnya kasar. mendadak ia berkeringat dingin." si--siapa? "
dahlia mendekat dan membisikkan sesuatu yang membuat bola mata selfie membesar, tangannya terkepal kuat. walau wajah selfie tidak marah, tetapi dahlia bisa merasakan aura kebencian di dalamnya.
POV DAHLIA
aku sudah mencari tau siapa dalang dari tuduhan ini. orang itu adalah orang yang sama yang meneror selfie selama ini. jangan tanya kenapa aku bisa mengetahuinya, biarlah menjadi rahasia untuk kedepannya.
aku cukup sedih ketika tau siapa orang itu, karna dia hanya akan menambah beban pikiran untuk selfie. mau tau bagaimana reaksi selfie setelah mengetahui pelaku itu? gadis itu...... udah deh nanti aja tunggu flashback, hehe.
hari-hari kami lewati seperti biasa. hidup dengan gelak tawa echa yang menggemaskan. kami juga memanen sayuran, menangkap ayam, dan mengembala domba milik warga. melelahkan? jawabannya tidak, karna melakukan semua itu di tempat seindah ini tidak masalah bagi kami.
tapi semua itu ada yang kurang. apa kalian tahu? sejak saat aku mengatakan kebenaran di malam hari itu, aku sudah tidak pernah melihat senyuman tulus di wajah selfie lagi.
tentu saja selfie masih tersenyum untukku dan echa. tapi, aku tahu kalau itu hanya sebuah senyuman yang di paksakan agar aku dan echa tidak mengkhawatirkannya. dan untuk orang lain, selfie tidak pernah memberi mereka senyuman. gadis itu mendadak menjadi gadis yang datar dan cuek terhadap orang lain.
semua itu masih terjadi hingga hari ini. selama lima tahun menjadi orang yang berbeda sejak malam itu.
selfie benar-benar kehilangan senyumannya.
lima tahun kemudian.
*
bonus chapter
percakapan singkat sebelum selfie pergi ke swiss atau sebelum hari kelulusan!.
" kalau kehidupan yang lain benaran ada, kalian maunya jadi apa? " tanya reyno
tanpa mikir, selfie langsung jawab." kalau gue maunya jadi hujan sih,"
" gue mau jadi langit," jawab zayn
" apa aja sih, asal jangan kutu air," sahut nancy
__ADS_1
alan keliatan mikir, terus jawab." mungkin jadi pohon bagus juga."