
di senja yang terasa nyaman dan tenang ini, seorang gadis dengan semangatnya turun dari tangga menuju pintu depan. wajahnya terus mengulas senyuman cantik tak kala mendengar suara bel yang terus berbunyi. ia tau kalau seseorang yang sedang menekan bel saat ini adalah nancy.
setelah sampai, selfie langsung membuka pintu dan melihat nancy yang tengah berdiri di depannya. selfie mengamati gadis itu dari atas sampai bawah. nancy nampak berbeda hari ini, ia terlihat lebih feminim dari biasanya dengan model rambut wavy. gadis itu terlihat lebih dewasa dan cantik membuat selfie terpesona.
" cantik amat lo. pantes ricko tergila-gila sama lo nanc, kalau gue jadi cowok gue akan nikahin lo detik ini juga." ucap selfie masih menatapnya kagum
nancy malah tersenyum dan tertawa yang membuat aura cantiknya semakin terlihat. lagi dan lagi selfie merasa gemas padanya. namun, kekagumannya buyar ketika ibunya datang menghampiri mereka.
" ohh ada nancy ya. kamu cantik banget, tente gemas deh sama kamu." ujar sarah sembari mencoba mencubit pipi nancy, tapi gadis itu malah menghindar dan mundur selangkah.
melihat hal itu sontak saja selfie tersentak, ternyata nancy masih menyimpan amarah pada ibunya.
selfie mendongak menatap sarah dan tersenyum manis padanya. sedangkan sarah, ia membalas senyuman selfie dan memeluk gadis itu sebentar.
seteleh melepas pelukannya, selfie menoleh kepada nancy dan berdiri di hadapan gadis itu. ia menatap nancy dengan tatapan teduh." nancy, lo masih marah sama mama gue? "
nancy mengangguk pelan." iya, walaupun kebencian gue udah gak sebesar dulu."
mendengar itu selfie justru tertawa." aneh ya, padahal gue yang jadi korban, tapi kenapa lo yang memendam amarah."
nancy berdecak, kemudian ia memajukan tubuhnya pada selfie dan menatap gadis itu serius." siapapun yang menyakitimu akan gue benci."
" oh ya? bagaimana kalau lo yang nyakitin gue, hmm? apa lo juga akan membenci dirimu? " tanya selfie bergurau.
nancy memalingkan wajahnya ke sembarang arah dan berbalik badan dari selfie." itu tidak akan pernah terjadi, selfie." ia berjalan menuju sepedanya dan menaikinya.
melihat nancy yang akan meninggalkannya, selfie langsung berpamitan pada sarah dan berlari menuju sepedanya sebelum nancy pergi.
kedua gadis itu sampai di rumah jesh dengan waktu 20 menit lebih. padahal jarak rumah selfie ke rumah jesh jika di tempuh dengan sepeda hanya memerlukan waktu 10 menit. tetapi, kedua gadis itu sengaja membawa sepeda dengan pelan agar bisa mengobrol lebih lama.
di dalam rumah jesh sudah ada violet, fira, trysta dan seseorang yang membuat jantung selfie nyaris copot.
seorang laki-laki dewasa yang sudah lama tidak selfie lihat. ya, dia adalah arka, seorang pria dewasa yang mencintainya.
walaupun sedang gugup dan panik, tetapi selfie bisa dengan mudah menyembunyikan perasaannya. ia berjalan melewati arka dan duduk di samping violet dengan santai.
di detik ini selfie bisa melihat kalau arka terus menatapnya sejak tadi. selfie tau itu dan memilih untuk berbicara dan menganggu violet agar mengalihkan suasana.
tak lama kemudian jesh datang sambil membawa minuman kaleng dan beberapa dessert. setelah itu ia duduk di samping arka dengan wajah yang terus tersenyum.
selfie curiga, jika di lihat-lihat lagi sepertinya berita yang ingin di bicarakan oleh jesh adalah perkara arka. dan jika hal itu berhubungan dengan seorang pria, selfie bisa simpulkan kalau berita ini tentang cinta.
" kakak udah gak jomblo lagi." itu kalimat yang mereka dengar dari jesh. mereka masih diam seolah menunggu kelanjutan dari perkataan wanita itu.
jesh menatap gadis-gadis itu bergilir." kakak dan kak arka udah berpacaran."
jika fira dan trysta tersenyum bahagia sambil melihat dua orang dewasa itu, nancy dan violet malah spontan menoleh pada selfie.
" apa? " sewot selfie
" hehe tidak papa,"
...☘️...
mereka terus mengobrol hingga hari menjelang malam. jadi jesh memutuskan untuk mengajak mereka semua ke halaman belakang dan makan di bawah langit berbintang.
di saat makan malam ini, selfie bisa melihat kalau kakaknya begitu mencintai arka. namun, selfie tau kalau arka masih menyimpan perasaan padanya.
selfie tidak ingin jika arka hanya menjadikan kak jesh sebagai pelampiasan.
ingin rasanya selfie berbicara berdua saja dengan arka soal ini, tetapi ia belum menemukan waktu yang tepat untuk itu.
jadi selfie terus menunggu hingga ia berhasil menemukannya, yaitu ketika arka meminta ijin untuk ke toilet.
setelah memastikan arka sudah pergi, kini saatnya selfie mencari alasan.
" ummm, gue kedalam dulu ya, mau ambil minuman dingin soalnya." ucap selfie seraya tersenyum manis.
jesh mengangguk." iya, jangan lupa ambilin kita semua ya."
selfie mengangguk dan langsung beranjak dari duduknya. gadis itu berjalan ke dalam rumah dan berdiri di depan toilet. ia bersandar di dinding sambil bersedekap dada menunggu arka. dan setelah menunggu cukup lama akhrinya pintu itu terbuka juga.
arka yang melihat seorang gadis didepan toilet reflek terkejut, apalagi gadis itu adalah seseorang yang masih menempati hatinya.
cantik. itu kata yang terlintas dalam pikirannya ketika melihat gadis ini. gadis itu semakin cantik dan imut dari terkahir kali arka melihatnya.
sedangkan selfie, ia malah terkesima dengan penampilan arka. pria itu terlihat sangat tampan dengan rambut yang basah dan lengan baju yang ia lipat ke atas.
dan entah karna arka gila atau apa, laki-laki itu langsung memeluk selfie tanpa persetujuan dari gadis itu.
__ADS_1
" aku merindukanmu."
selfie berusaha melepaskan pelukannya tetapi arka justru semakin mengeratkannya. selfie tidak menyerah, ia terus memberontak dan mencoba mendorong tubuh kekar itu. tetapi karna kalah kekuatan, selfie akhirnya menyerah dan membiarkan pria berbadan besar itu memeluknya.
dan selfie hampir saja kehilangan kewarasannya saat di dalam pelukan arka. entah kenapa ia malah menikmatinya, bahkan gadis itu sampai membalas pelukan dari pria ini. aroma tubuh arka dan sentuhannya yang lembut mampu membuat selfie terbuai, tetapi selfie masih tetap memakai akal sehatnya.
ya, untuk seorang gadis normal seperti selfie pastinya dia akan merasa terbuai dengan pelukan seorang pria. apalagi pria yang memeluknya memiliki paras yang tampan dan berbadan atletis. selain itu, selfie adalah seorang gadis yang baru memasuki masa puber. jadi jangan menilai selfie menjadi perempuan gatal ya, karna itu hanya sebuah naluri ke perempuanan saja, dan selfie juga tidak berpikiran yang macam-macam kok.
" kak arka sudah cukup! "
" sebentar saja juni, biarkan aku memelukmu untuk terkahir kalinya."
" tapi bagaimana jika ada yang lihat? "
" tidak ada yang lihat,"
" tapi--"
" syuut diam!"
selfie pasrah saja dan memilih untuk membenamkan kepalanya di dada bidang arka. ia bisa merasakan tangan arka mengusap rambutnya dengan sayang.
hmm, selfie merasa nyaman dengan ini. habisnya zayn jarang memperlakukannya seperti ini. ya mungkin karna zayn juga masih remaja, berbeda dengan arka yang sudah dewasa dan mengerti banyak hal.
" kenapa kak arka masih memanggilku juni? "
" karna namamu juni "
" tapi itu hanya tipuan. bukankah kak arka sudah mengetahui kalau nama asli ku selfie? "
" hmm, tapi aku mengenal mu sebagai juni yang mencuri hatiku. seorang gadis humoris yang memiliki nama aneh, yaitu Mei juni juli "
" hihi, aku jadi malu jika mengingatnya."
" justru aku yang malu karna mencintai anak di bawah umur "
" kalau begitu jangan mencintai ku, "
" tapi aku mencintaimu, juni."
arka melepas pelukannya dan memegang kedua pipi selfie sehingga mata mereka saling memandang. sungguh selfie bisa saja jatuh cinta dengan hanya melihat mata indah itu, tapi lagi-lagi nama zayn bermunculan di kepalanya.
selfie masih diam.
" usia kita hampir terpaut sepuluh tahun juni, dan aku sadar diri untuk itu."
" apa kak arka hanya mempermainkan kak jesh." tanya selfie serius
arka menggeleng." tidak, walaupun aku tidak mencintainya tetapi aku serius dengannya."
selfie bernafas lega, ketakutannya tentang arka tadi hilang begitu saja. ia senang karna arka bisa mendapatkan jesh dan juga..... karna orang yang mencintainya berkurang satu.
" untuk kedepannya jagalah jarak dariku kak, jika tidak aku akan marah padamu! " tegas selfie sambil melepaskan tangan arka dan berjalan melewatinya, tetapi langkahnya terhenti ketika arka mencengkal tangannya dari belakang.
jantung selfie nyaris copot dari tempatnya tak kala arka memeluknya lagi, tapi kali ini dari belakang. selfie panik, ia takut jika ada yang melihat mereka. perang dunia ketiga bisa saja terjadi jika ketahuan oleh jesh.
" umm kak lepaskan," lirihnya memohon tetapi arka tidak bergerak sama sekali.
selfie melepas pelukan itu dengan kasar dan berbalik menatap mata arka." hapuslah jarak diantara kita!"
" apa jika menghapus jarak akan membuat mu dekat? atau justru membuat mu semakin jauh? "
what! pertanyaan apa itu. selfie menggeleng cepat dan mundur selangkah." semakin jauh "
mendengar jawaban itu arka pun menghela nafas panjang. ia memajukan langkahnya dan memegang kedua tangan selfie." kita bisa menyelamatkan dua perasaan jika kamu mencintaiku, juni. sekarang aku tanya, apa kamu memiliki perasaan untukku? jika iya, aku akan menunggu mu lebih dewasa."
selfie terdiam tetapi ia mengangguk juga. dan hal itu membuat arka tersenyum bahagia.
" aku menyanyangi kak arka sebagai seorang kakak tidak lebih. dan aku mencintai keponakan mu, yaitu zayn."
arka tidak terkejut lagi, jadi ia mengusap rambut selfie sambil tersenyum manis." mencintaimu adalah kekalahan terbesar dalam hidupku." setelah mengatakan itu ia langsung pergi meninggalkan selfie yang mematung melihatnya.
selfie menghela nafas." gue harus ketemu dengan zayn agar bayangan kak arka menghilang dari otakku ini. gue mau merasakan apakah pelukan zayn sama dengan omnya."
" kok selfie lama ya? " bisik nancy pada violet
" mungkin lagi icip-icip sama sugar daddynya."
tuk!
__ADS_1
" aduh sakit tau! "
" ya habisnya jawaban lo ngelantur gitu,"
tak lama kemudian arka datang dan di susul oleh selfie. arka bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, sementara selfie harus kerepotan karna memegang banyaknya minuman kaleng.
" lama banget kalian? " protes jesh
" aku habis buang air besar," jawab arka
" kalau aku tadi habis menerima telpon dari zayn sebelum mengambil minuman." sahut selfie seraya melirik arka.
mereka kembali melanjutkan makan malam sambil mengobrol-ngobrol ringan. dan selfie rasanya ingin mencongkel mata arka yang terus melirik ke arahnya. selfie berpikir apakah tidak ada wanita lain yang dia cintai?. selfie kapok dengan banyaknya laki-laki yang menaruh cinta padanya. mungkin ini resiko menjadi orang cantik plus humoris kayak dia.
padahal gadis tercantik di sekolah adalah fira, tetapi para cowok malah terpikat oleh pesona selfie.
tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. jadi arka memutuskan untuk segera pulang sebelum menjadi pembicaraan para tetangga.
dengan penuh kasih sayang jesh mengantar arka hingga kedepan pintu, dan sialnya lagi wanita itu malah mengajak selfie.
" aku pulang ya."
" iya hati-hati ya." ia tersenyum sambil mengacak-acak rambut jesh. kemudian pandangannya beralih pada selfie.
" om pulang ya gadis manis." pamitnya seraya mencubit pipi selfie dengan gemas.
" ehh, iya om hati-hati ya." selfie terus melihat pria itu hingga mobil arka meninggalkan halaman rumah jesh.
" dia baik kan, ternyata pilihan kamu memang selalu bagus, sayang." gumam jesh
selfie mengangguk.
selfie berjalan meninggalkan jesh dan kembali ke kamarnya. namun, gadis itu harus menutupi telinganya karna kamar ini begitu berisik dengan suara musik dan suara sahabatnya. ternyata mereka sedang bermain monopoli. selfie ingin bergabung, tetapi pemainnya sudah pas karna monopoli hanya di mainkan oleh empat pemain. jadi ia memilih untuk duduk di ranjang sambil main HP.
beberapa menit kemudian nancy dan violet ikut bergabung bersamanya.
" eh sel, lo tadi ngapain sama sugar daddy lo? " bisik violet yang membuat mata selfie melotot.
" enak aja, emangnya gue sugar baby,"
violet malah ngangguk." lo kan dulu bareng dia hanya untuk uang, jadi otomatis lo sugar babynya lah "
" gak, gak, gak, mana ada kek gitu. gue cuman makan doang, temanin dia main badminton, dan temenin dia berkuda,"
" berdua? pegangan tangan? pelukan?"
" i-iya "
" ya sama aja bego lo itu sugar babynya." violet tertawa kecil dan menyandarkan kepalanya di bahu nancy.
" suami tanteku adalah mantan sugar daddyku," ledeknya, dan hal itu justru membuat nancy mendorong kepala gadis itu hingga terbaring di kasur.
" udah jangan di pikiran si bego lumut ini. ni anak mendadak lupa ingatan kalau dialah biang kerok kedekatan lo sama arka." nancy menatap tajam ke arah violet
" hahaha, tapi gue bersyukur karna berkurangnya satu orang yang akan sakit hati pada gue,"
nancy mengangguk." tapi bagaimana dengan alan? "
selfie justru tersenyum miring." akan kubuat kalian saling mencintai dan berpacaran biar perlu." batinnya.
" sel kenapa lo? bengong aja," panggil nancy sambil mengguncangkan tubuh selfie.
selfie menggeleng pelan dan tertawa kecil. namun, sedetik kemudian tawanya menghilang dan berganti menjadi wajah serius." ada orang gila yang mengatakan kalau gue akan kehilangan segalanya jika tidak sadar."
perkataan selfie berhasil mengalihkan fokus fira dan trysta. kedua gadis itu duduk tegak sambil melihat ke arahnya.
" segalanya bagimu itu apa, selfie? keluarga? teman? harta? kehidupan mu disini? " tanya fira serius
selfie menatapnya sejenak." entahlah, tapi dia bilang gue akan kehilangan segalanya."
di saat lagi serius-seriusnya ini violet malah memutar film horor dengan volume yang besar. gadis itu seolah mencairkan suasana dan mengganti topik.
satu hal yang masih terngiang-ngiang di kepala selfie adalah kata-kata dari tuan gyu. pria itu meminta selfie untuk cepat sadar, tetapi selfie tidak tau apa yang harus di sadari. namun selfie berpikir, apakah perasaan buruknya waktu di Paris ada hubunganya dengan ini? .
***
__ADS_1
nancy mode feminim emang gak ada obeng deh akhh 😫😫. apalagi rambutnya model wavy gitu, gak kek biasanya lurus doang. zayn goblok ya gak jatuh cinta sama ni anak.