
" vi tunggu gue "
" ya makanya cepatan dikit pe'a "
kedua gadis itu baru saja tiba di sekolah setelah kembali dari rumahnya violet. yup, violet memaksa nancy menemaninya ke rumah lantaran gadis itu lupa membawa uang jajan.
padahal nancy sudah melarangnya kembali dan menyarankan meminjam uangnya saja. tetapi violet tetap kukuh karna ia tidak ingin memiliki utang kepada siapapun. hmmm, pemikiran yang sangat bagus.
" violet "
" apa sayang "
nancy terdiam, gadis itu menatap violet dengan tatapan jijik." bisa gak sih lo gak usah panggil gue sayang, jijik gue dengarnya "
" lah , selfie aja biasa tuh...malah kadang gue panggil dia cinta "
" suka suka mu aja deh "
violet terkekeh " emang kenapa lo panggil gue? "
" lo udah siapin barang untuk studytour besok? "
" ohh sudah, gue udah siapin lima koper. tiga khusus baju, satu khsusus boneka, and satu khusus sepatu dan sendal gue." jawab gadis itu santai membuat nancy ternganga.
" vi, kita ini mau studytour bukan pindah rumah! "
" oh gitu ya, gue gak tau soalnya sih "
pembicaraan keduanya terhenti saat tidak sengaja melihat selfie sedang berdiri di antara gerombolan siswa kelas 11 ips 2.
dengan penasaran kedua gadis itu menempel di tembok dan menguping pembicaraan selfie.
" sel, nanti kita naik bus yang sama ya waktu sampai di paris nanti "
" kok harus gue? "
" karna lo membuat suasana semakin heboh nantinya, kami bosan karna teman sekelas kami semuanya gak keren " .
selfie hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil mencomot beberapa cookies .
" kenapa bukan nancy aja?," tanya selfie dengan mulut yang penuh.
mendengar itu mereka semua langsung berdecak dan memutar bola mata malas." gak seru lah, yang ada makin dingin nanti "
" iya sel, tu anak cuman diam aja waktu ngobrol sama kami. ya sesekali dia tersenyum tipis sama menganggukkan kepalanya sih "
" trus kata-kata andalannya hanya...hmm benar. ihh bisa membeku kita nanti ," timpal gadis di samping selfie dengan memperagakan ekspresi nancy.
nancy yang mendengar dirinya menjadi bahan obrolan menjadi sangat geram. apalagi melihat selfie yang tidak membelanya sama sekali tetapi malah mentertawakannya bersama para gadis itu.
" hahah makanya dia itu cool as cucumber " gurau selfie
" sel lo mau ya " ajak mereka lagi
selfie terlihat berpikir dengan tawaran itu, ia bimbang mau menerima atau menolak ajakan mereka ini .
" duh gue bingung plus lapar lagi " lirihnya
" kalau begitu ayo, kita diskusi sambil makan bubur ayam full toping." tandas salah satu gadis sembari menarik tangan selfie menuju kantin .
selfie sih mau-mau saja karna sebetulnya dia juga lapar. bahkan dia sudah ngiler membayangkan bubur ayam full toping di tambah sambal yang banyak. tentu saja no kecap, karna selfie tidak menyukai makanan yang menggunakan banyak kecap.
" selfie gila ya " bisik violet
" ya, sama kayak lo "
" ihh nancy kok lo sewot sih? oh atau jangan jangan lo cemburu ya selfie main sama mereka," goda violet sambil mencolek dagu nancy.
" ihh apaan sih " nancy menghempaskan tangan violet dan menatap gadis itu.
" udah biasa kali vi, kayak lo gak tau aja selfie memiliki teman yang super banyak di sekolah ini." ia memegang tangan violet dan menariknya dengan kasar.
suatu kebiasaan nancy yang violet tidak suka ialah, gadis itu selalu menarik tangan orang sesuka hatinya.
suasana kelas nampak sangat ramai dan berisik, sementara di antara siswa itu ada nancy dan violet yang lagi memakan blueberry.
belum ada tanda-tanda kedatangan selfie padahal jam hampir menujukan pukul setengah delapan pagi, sebentar lagi jam pelajaran akan di mulai.
nancy masa bodoh dengan itu karna ia yakin selfie masih menikmati makanan yang di traktir kelas tetangga.
hmm baru saja nancy memikirkannya, gadis itu sudah terlihat di depan pintu dengan wajah full senyum.
" hallooo semua!! " sapa selfie di depan kelas dengan tangan bersandar di tembok.
" dari mana cinta? " tanya siswa lelaki
" dari hatimu sayang," jawab selfie menggoda sembari melangkah menghampiri nancy dan violet.
" wihh lagi makan nih, bagi dong." tanpa permisi lagi gadis itu langsung memakannya dengan lahap.
" sel lo dari mana? " tanya nancy
" kan udah kujawab tadi, dari hatinya " tunjuk selfie pada anak lelaki yang bertanya tadi.
nancy mendengus " kok keringatan? kok bibir lo merah gitu? "
" hehe gue habis makan bubur ayam tadi, " jawabnya cecengesan.
__ADS_1
" sel lo bawa apa ke paris besok? " sela violet
" bawa diri lah." sebuah jawaban yang sangat memuakan bagi siapapun yang mendengarnya.
bel masuk telah berbunyi , anak anak yang tadinya berada di luar kelas serentak masuk kedalam bersamaan dengan fira dan trysta yang baru sampai.
kedua gadis itu masuk sambil cekikikan dan wajah yang berseri seri, membuat selfie menjadi kepo dan langsung mendekat pada mereka.
tanpa sopan santun selfie duduk di atas meja fira dan memandang kedua gadis itu dengan tatapan bertanya tanya." ada berita gak? "
" cih pagi pagi tanya gosip " cibir nancy dari belakang
" sirik aja lo." selfie kembali menatap fira
" ohh itu sel, trysta sedih banget karna gak di ijinin orang tuanya buat studytour " jelas fira
" whatt!! yang benar saja " sembur selfie
" tapi gak jadi karna pas orang tuanya tau lo akan ikut mereka pun mengijinkan trysta "
trysta mengangguk " iya sel, gue sedih banget pas gak diijinin "
selfie tersenyum." bagus deh, gue emang pembawa keberuntungan seseorang " pujinya pada diri sendiri
fira dan trysta yang lagi asik tertawa sontak terdiam saat melirik ke depan kelas. keduanya mendadak bungkam dan hanya membiarkan selfie berceloteh sendiri .
" gue udah punya rencana, nanti pas di sana kita keluyuran malam-malam melihat suasana kota yang indah "
" kalau bu yani larang kita masa bodoh deh, ya kali di negri orang kita terikat sama dia "
" kalau ada gue mah aman "
" gimana setuju gak? "
hening.
bukan hanya trysta dan fira saja yang diam melainkan seisi kelas juga ikutan diam.
" loh setuju gak kalian? " tanya selfie lagi
" kok diam? padahal ser-"
" aduhh duhh my ear, " ringisnya merasakan telinga kecilnya itu di tarik dengan kuat.
" iya sel, ibu setuju banget dengan ide mu," ujar bu yani dengan senyuman menakutkan lalu melepaskan telinga gadis itu.
sementara selfie yang melihat itu seketika terkejut dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal." anu bu, itu semua rencana nancy "
nancy yang lagi bersandar di pundak violet sontak menegakkan kepalanya." gak ada tuh! "
" alah lu pasti mau kalau gue ajak nanti "
" duduk sana!! "
selfie mengangguk kemudian berjalan ke bangkunya dan menarik paksa violet dari sana. dan tanpa rasa bersalah selfie duduk dengan anteng walau harus menahan rasa sakit di bokongnya.
" selfie lo kek setan memang " ketus violet kesal
" hehe sorry vi, soalnya lo itu enak kalau di hempaskan gitu." ia berbalik menatap nancy
" sakit nanc, untung gue udah kebal karna sering di pukulin," keluhnya sembari mengangkat telapak tangan nancy dan menghirup aroma wangi tangan gadis itu.
" kasian bingits lo "
" ok semuanya , ibu akan membagikan tiket bus saat kita tiba di Paris nanti. di sini ada empat tiket dari A sampai D, terserah kalian mau naik yang mana," ujar bu yani sembari menaruh beberapa tiket di depan mejanya.
" oiii kita pilih A ya," seru fira berbalik badan menatap selfie dan nancy bergilir.
" iya , A saja biar lebih enak gitu " timpal violet
fira mengangguk dan kembali menatap selfie dan nancy yang masih diam. " pilih A ya "
" iya gue pilih A " sahut nancy
" iya, gue juga," sambung selfie
singkat cerita saat ini di tangan semua siswa sudah memegang tiket bus yang mereka ambil dari bu yani. rata rata dari mereka memilih tiket A dengan alasan huruf A pasti lebih terbaik dari bawahannya.
" baik sebelum ibu keluar ada yang ingin di tanyakan tentang keberangkatan besok? " ucap bu yani
" bu kita nginap di mana nanti? " tanya violet
" kalian akan nginap di apartemen "
" ada lagi? " sambungnya
serentak semua mata tertuju pada selfie ketika gadis itu mengangkat tangannya.
" sel jangan tanya yang aneh aneh " bisik nancy
" iya bawel "
pandangan selfie kembali ke depan. " buk, kenapa harus Perancis? kenapa gak disini atau negara lain gitu "
bu yani tersenyum, " good questions "
" kita akan belajar kesenian di sana dan akan mengunjungi museum seni terbesar di dunia yaitu museum Louvre ." jelas bu yani membuat selfie membulatkan mulutnya tidak tertarik. sedangkan nancy sangat antusias mendengarnya.
bel pulang sudah berbunyi banyak siswa lain yang sudah meninggalkan perkarangan sekolah. berbeda dengan selfie and the gang yang memilih untuk bermain lempar bola di aula.
__ADS_1
" pulang aja yuk," ajak nancy yang sudah kelelahan sambil melihat fira yang lagi semangatnya melempar bola ke arah trysta dan violet.
" tunggu dulu bentar " sahut fira kesenangan
selfie terkekeh " biarin aja nanc gue juga udah capek kok ."
gadis itu membalikan badanya dan terkejut bukan main saat mendapati zayn berada tepat di depannya.
" waduh jantung gue mau copot." ia mengelus dadanya sembari mengatur nafas.
nancy yang mendengar itu reflek menoleh dan juga terkejut melihat kehadiran zayn.
" gue pinjam dia bentar," ujar zayn menatap nancy datar sembari menarik tangan selfie pergi.
" nancy tolong guee!! gue di culik!! " teriak selfie namun nancy tidak mengubrisnya, malah ia tertawa menyaksikan itu bersama yang lain.
zayn menarik tangan selfie dengan lembut dan membawa gadis itu ke halaman belakang sekolah tepatnya di dekat kolam ikan.
lelaki itu membalikkan tubuhnya ke arah selfie sehingga gadis itu menatapnya.
perlahan tangannya meraih tangan selfie dan menggenggamnya erat.
" sel ayo balikan, aku cinta sama kamu "
" gak mau! " tolak selfie
" sel besok kita akan ke Paris, kamu tau kan itu kota cinta. aku ingin kita menghabiskan kebersamaan di sana " ungkapnya
" sama nadia aja " ketus selfie
zayn menghela nafas, " nadia gak ikut kesana, dan lagi pula dia udah pindah ke luar negri "
" ohh jadi karna nadia gak ada lo kesepian gitu trus mau balikan lagi!?" ucap selfie dengan nada yang sedikit meninggi
zayn menggeleng " bukan gitu sel-"
" ck! omong kosong." gadis itu hendak berjalan meninggalkan zayn, namun untungnya zayn berhasil menahan tanganya.
" ok, aku akan kasih tau kebenarannya, dan setelah itu kamu yang memutuskannya." zayn menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya perlahan.
sedangkan selfie memalingkan wajahnya ke tempat lain.
" nadia sakit "
" dia mengidap penyakit mematikan "
selfie membeku, perlahan kepalanya menoleh menatap mata zayn yang mulai berkaca kaca.
" sa-sakit apa? "
" gagal ginjal "
deg
" aku harus setia menemaninya cuci darah dua kali dalam seminggu "
" orang tuanya tidak terlalu peduli padanya, makanya nadia begitu berharap padaku " zayn berhenti sejenak menyeka air matanya yang mulai meluncur.
" percaya deh sel, kalau kamu berada di posisiku pasti kamu akan melakukan hal yang sama "
" aku tidak tahan harus melihatnya menderita karna efek samping cuci darah "
zayn menatap mata selfie yang berlinang lalu mengelus pipi gadis itu.
" apa kamu tau? dia akan terus melakukan prosedur cuci darah seumur hidup , walaupun dia sudah sembuh sekalipun "
" lalu sekarang dia bagaimana? " tanya selfie lirih nyaris tak terdengar
zayn tersenyum, " dia sudah pindah ke Singapura melakukan pengobatan di sana.... aku yang sudah membujuk orang tua gadis itu "
melihat selfie yang menangis zayn pun membawa gadis itu kedalam pelukannya. di elusnya punggung gadis itu dan sesekali mencium aroma rambut nya.
" maafkan aku , mendengar penyakit mematikan membuat ku teringat akan satu hal." lirih selfie
" iya aku maafkan." zayn melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundak selfie.
" mau gak balikan? " tanya zayn dengan senyuman menggoda .
selfie memalingkan wajahnya dan mengangguk pelan, bahkan gadis itu bisa menebak kalau pipinya sudah merah seperti kepiting rebus.
Cup.
satu kecupan zayn berikan pada pipi merah gadis itu sehingga membuatnya semakin terbakar.
" makasih." zayn kembali memeluk selfie
taman yang indah dan angin yang berhembus membuat suasana semakin romantis.
sementara nancy dan lainnya yang baru saja tiba tercengang melihat kedua insan itu berpelukan.
" itu mereka balikan? " tanya violet
nancy mengangguk " kelihatannya begitu, tapi gue senang kok." ucapnya tulus walau ia tengah menahan rasa cemburu di hati.
" bikin iri aja " ujar fira memperhatikan dengan seksama
" iya kan, kapan ya gue bisa begitu sama ricko. gue kan cinta sama dia "
__ADS_1
" hehe lo gak bisa vi tapi kalau nancy bisa," kekeh trysta seraya melirik nancy membuat gadis itu berdecak sebal.