
" HAHAHA..!!" kedua insan itu tertawa di bawah terangnya rembulan. saling memandang satu sama lain setelah mengingat masa lalu. kedua orang dewasa yang masih mencintai tapi tidak bisa bersama.
" hahaha, padahal kan aku setuju jadi pacarmu karna ingin di antar pulang gratis. ehh tapi lama kelamaan jadi cinta." ujar selfie masih tertawa
zayn sontak terdiam dan menghentikan tawanya, ia memandang wajah selfie yang tengah tertawa renyah. kedua mata selfie menyipit ketika dia tertawa, kedua pipinya juga memerah karna suhu udara yang dingin.
ingin rasanya zayn menghentikan waktu dan membiarkan dirinya memandang pemandangan ini lebih lama lagi.
" tapi, apa tidak papa kita di sini? para pengawal itu masih mengejarku." ujarnya dengan wajah serius
" uhh.... kamu tenang saja, mereka tidak akan datang kemari karna tidak ada yang mengetahui tempat ini selain aku." lagi. ia menggenggam tangan selfie dan menggosokkan tangannya di sana mencoba menyalurkan kehangatan.
" aku bisa saja jadi pembunuh jika pak tua itu menyentuhmu sedikit saja." wajahnya terlihat marah setelah mengatakan itu.
zayn mendongak." sebentar lagi matahari akan terbit, dan saat itu terjadi kamu larilah ke arah timur dan jangan pernah berhenti sekalipun! " perintahnya yang membuat satu alis selfie naik.
melihat wajah cemas selfie, zayn pun memajukan duduknya lebih dekat tanpa melepaskan genggamannya." kamu jangan khawatir, ada anak buahku yang sudah menunggu mu di sana. jadi yang perlu kamu lakukan hanyalah berlari."
selfie terlihat sedikit ragu dengan ucapan zayn. ya, walau bagaimanapun berlari tanpa berhenti mustahil untuk ia lakukan, dan juga para pengawal itu pasti masih mengejarnya.
" selfie kau paham?" ujar zayn setelah keheningan sesaat.
" eh? i-iya aku akan berlari." ia mengangguk sambil tersenyum paksa.
zayn tersenyum lega, ia mengubah posisi duduknya sambil menatap pantulan diri mereka di air. mungkin lebih tepatnya pantulan diri selfie.
zayn tersenyum ketika melihat pantulan wajah selfie sedang diam-diam menatap ke arahnya. mungkin selfie mengira kalau zayn tidak tau, padahal lelaki itu tengah melihat semuanya di air.
" apa kau mencintai alan? "
selfie tersentak dengan pertanyaan itu." kenapa kalian suka sekali menanyakan hal itu? karina, kau, fira, dan violet selalu bertanya hal itu." selfie memalingkan wajahnya, ia hanya tidak suka membicarakan hubungannya dengan alan.
" jadi kau tidak mencintainya, ya? " gumam zayn, ia yakin kalau cinta selfie tidak mungkin berlabuh.
selfie menghela nafas." meskipun tidak cinta, tapi aku serius dengannya. alan lah yang menemaniku selama enam tahun, dan aku akan merasa sangat bersalah jika menghianati cintanya."
walaupun hati zayn sakit, tetapi ia memahami semuanya. lagipun ia dan nancy sudah bertunangan dan akan segera menikah.
selfie sesekali mencuri pandang pada lelaki di sampingnya ini. jika di bilang rindu, tentu saja selfie sangat rindu. bahkan ia ingin sekali memeluk zayn seperti masa SMA dulu.
pandangan gadis itu naik menatap langit malam yang cerah. tersenyum seperti indahnya bulan yang menerangi malam." bulan itu terlihat sangat kesepian.....seakan-akan dia menangis di langit malam yang cerah."
pandangan zayn juga ikut naik ke atas setelah mendengar ucapan selfie.
" aku tahu pagi akan segera tiba, tapi aku ingin tetap berada di langit mu seperti bintang." lanjut selfie, dan kali ini tatapan zayn mengarah padanya.
selfie tertawa kecil." hari-hari itu, dan momen itu. seandainya aku tau akan seperti ini, aku pasti akan membuat banyak kenangan." selfie perlahan menolehkan kepalanya pada zayn.
" saat tiba waktunya nanti, kita akan bertemu lagi. aku akan menatap matamu dan berkata 'aku merindukanmu." mata selfie sedikit berkaca-kaca sembari tersenyum. itu sudah membuktikan bahwa ia mencintai pria di depannya ini.
zayn tertegun, ia tidak dapat mengalihkan pandangannya dari selfie. menatap mata indah itu, menatap wajah yang selama ini ia rindukan.
perlahan ia memajukan wajahnya, tangannya terangkat menyentuh belakang kepala selfie dan memajukan kepala gadis itu. jarak mereka sangat dekat sampai-sampai bisa mencium helaan nafas masing-masing.
selfie yang peka langsung menutup matanya hingga ia merasakan benda kenyal mendarat di bibirnya. benda kenyal itu awalnya hanya mengecup kemudian m*lum*t bibirnya. selfie sendiri juga membalas ciuman zayn. pria itu menciumnya dengan lembut dan nyaman tepat di cahaya bulan yang bersinar.
__ADS_1
tangan zayn memeluk pinggang selfie, sementara selfie mengalungkan tangannya di leher pria itu.
gila? mungkin iya. tapi zayn tidak memikirkan hal itu. walaupun ia sudah memiliki tunangan, tetapi ia hanya ingin menikmati waktu sebentar dengan cintanya. bahkan air matanya dan selfie menetes di sela-sela ciuman mereka.
...🍂...
di sebuah rumah sakit di kota xx, seorang gadis baru saja bangun dari komanya. kesadarannya masih belum sepenuhnya pulih dan masih di tangani oleh dokter. banyak media yang berdatangan ke rumah sakit setelah mendengar bintang film yang tertidur itu telah bangun.
mila, gadis koma yang menjadi awal kepergian selfie itu menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong. keringat dingin membasahi dahinya membuat sang ibu mengusapnya dengan sapu tangan.
" bagaimana keadannya dokter? " tanya ibunya setelah dokter selesai memeriksa.
" syukurlah dia sudah melewati masa koma yang panjang. aku juga sudah memeriksa kepalanya dan semuanya berangsur membaik." dokter itu tersenyum dan pamit meninggalkan ruangan ini.
mila perlahan duduk di bantu oleh ibunya, kemudian sang ibu membantunya meminum air.
" selfie." gumam gadis itu membuat senyum sang ibu luntur.
" dimana selfie? " tanyanya lagi dengan nada memaksa
" kenapa memikirkan dia? dia yang membuatmu seperti ini, mila! "
" ti-tidak ibu, bukan selfie orangnya. selfie adalah orang yang baik, dan bukan dia! " nafasnya terengah-engah
sang ibu semakin tidak mengerti." tapi dialah tersangka paling besar."
mila menggeleng kuat." dia di jebak! malam sebelum aku bertemu dengannya, aku lebih dulu bertemu dengan seorang gadis. gadis itu meminta ku untuk duduk di tangga. aku tidak mengerti dan tetap duduk hingga selfie datang."
" selfie memberiku semangat hidup sehingga aku tidak putus semangat. dan keesokan harinya, tepat sebelum turun, aku di dorong oleh seorang pria yang tidak kukenal! "
mila mengatupkan kedua tangannya." ibu, kumohon bilang pada semua orang kalau bukan selfie orangnya. tolong bersihkan namanya dari tuduhan ini. biar perlu aku sendiri yang bilang." gadis itu menangis dan memohon.
" tapi, ini masih subuh dan kau baru bangun--"
" tidak masalah ibu!" potongnya cepat.
di rumah gisaeng masih terjadi kekacauan akibat kaburnya selfie. hari sudah pagi dan tidak ada satupun yang berhasil menangkap gadis itu.
tuan jackson memarahi tuan kang dan nancy habis-habisan, bahkan tidak segan-segan ia melukai keduanya.
si tua bangka itu benar-benar menginginkan selfie yang muda dan cantik.
" tu-tuan lihatlah berita ini! " teriak salah satu anak buah tuan kang.
"kenapa?" sahutnya dengan wajah lelah
"berita tentang bangunnya nona mila!"
mendengar hal itu, tuan kang dan nancy langsung terkejut.
" akan aku putarkan." anak buah itu memutar video yang berasal dari rumah sakit.
" hallo semuanya, aku mila. aku baru saja bangun dari tidur yang panjang, dan aku ingin sampaikan kalau aku baik-baik saja. pasti kalian bertanya-tanya kenapa aku melakukan siaran ini? itu karna aku ingin memberitahukan kalau selfie bukanlah orang yang mencelakaiku.
" selfie, sang nona muda itu adalah orang yang baik dan telah di jebak oleh temannya sendiri. jadi kumohon jangan ada lagi yang menghina atau menuduhnya, dia tidak bersalah sama sekali. kumohon pada kalian semua."
__ADS_1
tuan kang dan nancy membeku setelah menonton video klarifikasi itu.
mila sudah bangun, jadi itu artinya orang-orang yang membenci selfie akan berhenti membencinya. dan orang-orang akan menuntut mereka sebagai pelaku yang sebenarnya. semua orang akan berpihak pada selfie nantinya.
tuan kang mengeratkan tangannya. wajahnya menegang dan memerah. pria itu mengambil kunci mobilnya dan keluar dari rumah gisaeng, meninggalkan nancy yang masih mematung.
" apa yang akan dia lakukan? " gumam nancy sambil menerka-nerka kemana tuan kang pergi.
nancy menghela nafasnya dan kembali duduk di sofa. tangannya memijat pelipisnya yang mendadak sakit setelah berita tadi. selain itu, wajah dan tangannya memar karna di tampar dan di pukul oleh tuan Jackson.
" kemana dia pergi? " gumamnya lagi
nancy menutup matanya sambil memikirkan tuan kang itu. tidak biasanya tuan kang bertindak sendiri soal selfie, tuan kang pasti akan selalu memberitahukan setiap rencananya.
beberapa detik kemudian ia membuka matanya dan berdiri." jangan bilang kalau dia mau.....sial!" gadis itu mengambil jaketnya dan berlari keluar rumah.
❆
" hahh... huhhh... huhhh..."
nafas selfie terengah-engah setelah berlari cukup jauh tanpa berhenti. samar-samar ia melihat beberapa orang berdiri di balik pohon. gadis itu tersenyum lega, itu pasti anak buahnya zayn.
ia menyeka keringatnya dan kembali berlari menuju beberapa orang itu." syukurlah aku bertemu kalian, tolong aku! sepertinya mereka masih mengejarku di belakang."
" nona selfie lanjutlah berlari, di ujung sana adalah penghujung hutan. anda akan keluar dari hutan dan beristirahat lah di swalayan terdekat. dan untuk orang-orang jahat itu, biarkan kami yang melawannya." ucap salah satu pria sambil mengambil tongkat baseball.
selfie tersenyum dan mengangguk, ia kembali berlari dan membiarkan anak buah zayn melawan anak buah tuan Jackson.
gadis itu terus berlari tanpa mengenal lelah hingga ia benar-benar keluar dari hutan. ia mengatur deru nafasnya sejenak sebelum berjalan pelan ke sebuah swalayan yang tidak terlalu jauh.
sesampainya selfie di swalayan, ia langsung menjadi pusat perhatian banyak orang. lagi pula siapa yang tidak heran melihat seorang wanita dengan pakaian lusuh, kotor, dan wajah penuh keringat memasuki tempat ini.
selfie membuka kulkas dan mengambil dua botol air mineral, kemudian ia mengambil beberapa roti dan permen. untung saja ia membawa uang dari rena, jadi gadis itu tidak perlu mengemis.
" terimakasih." ia keluar dari swalayan dan duduk di kursi luar, menikmati roti coklat dan air dinginnya. gadis itu makan seperti orang kelaparan karna belum makan dari kemarin.
"hallo?" selfie tersentak dan langsung menoleh ke sumber suara. ia melihat seorang wanita yang berusia sama seperti dirinya sedang tersenyum.
" siapa? "
wanita itu tersenyum dan duduk di samping selfie yang masih makan." kebetulan sekali kita bertemu, aku sebenarnya ingin menemuimu."
selfie menggeser duduknya agar lebih jauh dari wanita itu, ia tersenyum canggung." maaf ya, sepertinya aku bau."
wanita itu malah tertawa, ia mendekatkan kepalanya dan mengendus baju selfie." gak bau kok, yang ada wangi mawar."
selfie mengangguk, ia baru ingat kalau kemarin ia habis mandi air mawar dan aroma terapi.
"memangnya siapa kau?" tanya selfie yang masih penasaran.
" kamu benar-benar lupa ya, selfie. padahal aku masih ingat kalau kau adalah murid populer dan paling pintar di sekolah." jawabnya yang membuat selfie tidak mengerti
" selfie? sekolah? itu artinya kau mengenalku dan satu sekolah bareng? "
ia mengangguk." iya, apa kau lupa? matahariku "
__ADS_1