
" sshhh.... ahh sakit " . karina mencoba mengobati luka yang penuh dengan memar di seluruh wajahnya, terkadang ia melamun mengingat setiap ucapan selfie tadi.
" dia seperti memiliki kepribadian ganda ". gumamnya .
" tapi kenapa hatiku sakit ketika melihatnya menangis seperti tadi ? " .
selama setahun ini karina selalu mengenal selfie sebagai pribadi yang murah senyum, ceria dan seorang yang lemah lembut. waktu di siksa ayah dan juga dirinya pun selfie selalu diam dan hanya membalas perlakuan mereka dengan senyuman sehingga karina selalu berpikir selfie seorang gadis yang sangat mudah untuk di celakai .
tapi entah kenapa hanya karna perkara benda kecil murahan membuat selfie begitu marah seperti orang kesetanan. karina mulai memikirkan semua ucapan selfie yang gadis itu lontarkan untuknya, karina berpikir bahwa kesedihan selfie bukan hanya tentang dirinya yang tunarungu atau kurang kasih sayang tapi ada hal lain juga yang membuat gadis itu sangat bersedih.
karina melihat dirinya di pantulan cermin, wajahnya benar benar babak belur bahkan matanya membiru dan membengkak. di lihat wajahnya lamat lamat dan sedetik kemudian mata gadis itu memanas dan berlinang, di tahanya agar air mata itu tidak jatuh namun itu tidak bertahan lama karna akhirnya runtuh juga air mata yang tertahan itu .
" hikss... apa yang telah kulakukan? apa selama ini aku buta sehingga tidak melihat betapa hancurnya selfie ? ".
" aku gadis yang kejam, aku memang pantas mendapatkan semua ini , entah sudah berapa banyak aku menusuk hati kakak ku sendiri ". rintihnya
ia menutup wajahnya dan terisak di dalam bahkan ia melupakan kegiatan mengobati wajahnya yang tadi sempat ia lakukan.
" sayang lihatlah apa yang ayah bawa ". tiba tiba saja josh datang dari arah pintu dengan paper bag di tanganya.
" sayang lihatlah apa yang ayah bawa " . ujarnya sambil melihat karina yang duduk membelakangi nya
" sayang? ". panggilnya memegang pundak karina dan membalikkan tubuhnya.
ketika berbalik karina masih menyembunyikan wajah di kedua tanganya, josh yang merasa ada yang aneh pun perlahan membuka kedua tangan karina dan ketika terbuka betapa kagetnya ia melihat anaknya yang penuh dengan lebam.
" INI KENAPA?!! " .
" a-ayah aku baru saja di rampok " . jawab karina dengan suara yang lirih dan menunduk
" Kenapa bisa!! ? " . cecar josh
" aku pergi ke...luar tadi yah ".
" dimana dia? ayah akan membunuh nya!! ". raung josh penuh emosi
" di-dia sudah di tangkap polisi " .
" tidak perlu mencarinya ". jelas karina sedikit takut karna melihat ayahnya yang begitu marah.
josh menghela nafas berat lalu ia mendekat dan memeluk anaknya dengan penuh sayang, setelah itu ia mengobati luka karina dengan sangat hati-hati .walaupun masih ada rasa marah di hatinya untuk orang yang telah melukai putrinya .
" lain kali hati hati ya ". ujarnya sambil mengelus dan mengecup kepala karina.
tanpa mereka sadari selfie mendengar dan melihat mereka dari pintu luar, ia tadinya ingin keluar namun ia urungkan niatnya ketika melihat josh masuk ke kamar karina.
selfie penasaran apa karina akan memberitahu kebenarannya atau malah mengikuti ucapannya tadi, dan ia tersenyum puas ketika karina berbohong pada sang ayah, namun senyumannya luntur ketika melihat josh dengan sangat lembut mengobati dan perhatian pada karina.
selfie segera menjauh dari sana dan perlahan berjalan ke arah tangga, " ck! ... padahal memar di tubuhku selama ini dia yang buat tapi tidak pernah dia obati ".
sudah beberapa hari berlalu dan sikap selfie kepada karina acuh tak acuh bahkan untuk sekedar melirik karina pun ia enggan. setiap berpapasan dengan karina selfie selalu menunjukkan wajah datar dan tidak mengucapkan satu kata pun.
karina yang di perlakukan seperti itu merasa sedikit sedih karna setelah memikirkan matang matang ia menyadari bahwa selfie tidak punya alasan untuk di benci, tapi dirinya lah yang ingin menjadi seperti selfie yang terlihat sempurna dalam banyak hal dan menanamkan perasaan iri dan dengki di hatinya sehingga kebencian itu muncul .
ingin ia mengatakan pada selfie bahwa ia ingin perbaiki semuanya namun ketika mengingat selfie akan marah membuat ia takut jika kejadian beberapa hari yang lalu terulang .
saat ini karina tengah bersiap siap untuk menemui pacarnya samuel . bukan untuk kencan tapi karina akan memutuskan hubunganya sama samuel hari ini juga, sebenarnya tidak ada masalah di antara keduanya hanya saja karina mengingat ucapan selfie yang pernah memperingati nya soal samuel dan kali ini karina yakin untuk mengikuti ucapan selfie.
" lo yakin rin? ". tanya temanya agnes yang menemani karina menemui samuel di bawah pohon dekat taman.
" gue yakin banget malah ". karina terus melihat jamnya karna samuel belum juga datang
" eh itu dia datang ". tunjuk agnes pada samuel yang baru turun dari motor, melihat itu karina menarik nafas dalam dan terseyum tapi tidak dengan samuel yang terlihat marah .
" apa maksud lo ha!! ". bentaknya
karina cukup kaget tapi ia berusaha untuk bersikap tenang , " seperti yang lo dengar gue mau putus! ".
samuel malah tertawa mengejek " gue gak setuju! memangnya gue ada salah? ".
perkataan samuel sontak membuat karina bungkam, memang iya selama berpacaran dengan samuel lelaki itu tidak pernah melukai atau berkata kasar sedikit pun, sejenak ia mulai ragu untuk memutuskannya, di satu sisi ia menyukai samuel dan di sisi lain ia berpikir selfie pasti memiliki alasan lain tentang samuel.
perlahan samuel mendekati karina dan memegang kepalanya, " gue cinta lo rin ". lirihnya lalu ia mendekatkan kepalanya dan hendak mencium karina tapi gadis itu dengan cepat mendorongnya.
" ohh lo berani ya! ". samuel mencengkram kedua pipi karina dengan kuat , melihat sahabatnya di sakiti agnes dengan cepat menolongnya tetapi samuel malah mengehempaskan gadis itu ke tanah.
" sakit ".
samuel tertawa " gak semudah itu untuk putusin gue rin, lo itu belum gue milikin seutuhnya " . bisik samuel membuat karina merinding
" lo gue pakai dulu baru habis itu lo bebas mau putusin gue ". lanjutnya hendak medium karina tapi belum sempat ia lakukan seseorang menahan pundaknya dari belakang.
samuel berbalik dengan wajah penasaran dan ia melihat selfie yang sudah berdiri dengan wajah yang datar. di sebelah gadis itu juga terdapat nancy, sepertinya kedua gadis itu baru saja bersepeda di lihat dari helm sepeda yang masih menempel di kepala keduanya.
melihat kedatangan selfie karina pun bernafas lega dan langsung berlari menghampiri agnes.
" mau apa lo? ". ketus samuel
selfie tersenyum miring, " mau ini! ".
__ADS_1
" argghhhh...!!!! ". teriak samuel ketika selfie menendang aset berharga miliknya dengan kuat, tidak sampai di situ selfie juga menendang kepala samuel dan juga dadanya.
" pergi gak sebelum lo hancur, karna gue menguasai seni bela taekwondo ". tandas selfie
" pantesan sakit banget! ". racau samuel yang masih menahan sakit di sekujur tubuhnya, ia segera bangkit dan pergi dengan perlahan.
" samuel seorang cowok bad boy dan suka gonta ganti cewek, sering menghabiskan malam di hotel bersama ceweknya dan hobinya ialah pergi ke bar dan minum di sana ". ungkap nancy santai membuat agnes dan karina membulatkan matanya.
tanpa bicara sedikit pun selfie langsung meninggalkan tempat itu dan menuju sepedanya yang terpakir tak jauh dari sana.
" oiii tunggu gue! " teriak nancy lalu berlari menyusul selfie
karina hanya menatap selfie nanar sebenarnya ia ingin mengucapkan terimakasih tapi sepertinya selfie sudah sangat membencinya karna untuk sekedar menoleh pun ia enggan .
nancy mengayunkan sepedanya tepat di samping selfie yang tengah bersenandung, sepertinya selfie tidak memikirkan apa apa soal tadi.
" harusnya lo biarin aja si gadis iblis itu di sakiti samuel kalau gue mah ogah nolong dia ". ujar nancy membuat selfie berhenti mendadak
selfie menoleh " seiblis iblis nya tu anak dia tetap adik gue dan mana mungkin gue biarin dia jadi pemuas nafsu samuel itu! ".
nancy terkekeh " hehe canda kok ".
" btw lo kalau beli helm jangan ikutin gue napa , sama persis lagi ". celetuk nancy
" hehe biar orang kira kita kembar ". kekeh selfie
🌿
" mama nonton apa? ". ujar selfie seraya tersenyum manis dan duduk di samping ibunya
sarah menoleh " hai sayang, mama lagi nonton film horror tu "
selfie terseyum mengejek. " emang mama berani ? mama kan penakut " .
" ehh enggak ya ". elak sarah
" haha canda ma " .
keduanya fokus menonton film horror yang tepatnya psikopat bagi selfie, keduanya terkadang teriak dan berpelukan karna kaget. saat di tengah tontonan nya karina datang dan duduk di sofa sebelah mereka.
" karina kamu sudah baikan kan? ". tanya sarah khawatir
karina mengangguk " udah ma " .
" lain kali hati hati ya kalau mau keluar , nanti kena rampok lagi " . imbuh selfie seraya tersenyum lebar hingga menunjukkan giginya
karina malah takut melihat nya karna selfie lah sang pelakunya . saat asik dengan lamunanya karina di kejutkan dengan suara tawa selfie dan sarah, ia bisa melihat selfie menjadi pribadi yang menyenangkan pada sarah berbeda dengan dirinya.
" dia kok jadi rajin gitu? suka senyum pula dan akhir-akhir ini dia gak marah ke kamu? ". tanya sarah sambil melihat ke arah dapur
" tobat kali ". ketus selfie
selfie lebih memilih fokus pada tv yang menunjukkan seorang psikopat yang sedang mengincar mangsanya. ketika psikopat itu berhasil membunuhnya darah segar mengalir dari tubuh korban sehingga psikopat tersebut seperti memandikan darah.
melihat itu selfie seketika membeku, nafasnya mulai memberat dan butiran keringat dingin muncul di wajahnya . nafas selfie menjadi tidak teratur bahkan wajahnya sangat pucat , dan pandangannya seperti tidak bisa lepas dari tv ia bahkan mengenggam tangan sang ibu dengan erat
" selfie kamu kenapa? ". tanya sarah yang panik
selfie tidak menjawab namun sarah bisa merasakan tubuhnya gemetar hebat. sarah yang melihat selfie ketakutan karna film itu lantas mematikan tv
" sayang kenapa? " tanya sarah sekali lagi tidak bisa di pungkiri ia sangat ketakutan saat ini
selfie menarik nafas dalam dan menghembuskannya beberapa kali hingga beberapa saat barulah ia bisa tenang walau tubuhnya masih gemetar. " gak papa ma aku hanya takut film horror kok ". ia tersenyum kaku
" benarkah ? " . tanya sarah memastikan
" iya ... aku kembali ke kamar dulu ya ". walaupun kaki selfie masih lemas ia tetap memaksakan berjalan seperti biasanya.
saat menaiki tangga pun selfie sangat kesusahan karna sekujur tubuhnya masih lemas, " betul kata kakek seharusnya aku tidak ke sini sebelum sembuh total ".
karina yang kebetulan di sana sontak melihat selfie yang pucat dan hampir jatuh. bisa ia lihat selfie sangat lemah saat ini, karna tidak tega karina berinisiatif membantunya.
" sel lo gak papa...gue bantu ya " . tawar karina seraya memegang lengan selfie.
selfie menepis lengan karina, " gak usah sok peduli lo!! ". ketus selfie dan tetap berjalan sementara karina tetap setia melihatnya.
Brakk
karina shock melihat selfie terjatuh di lantai , dan karna panik karina langsung mendekat dan membantu selfie namun ia sangat terkejut ketika mendapati selfie tengah menangis dalam diam.
" gue bantu, gak peduli lo marah ". urai karina dan menuntun selfie ke kamar dan mendudukannya di atas tempat tidur.
" darah... darah " . ucap selfie dengan tatapan kosong lurus kedepan .
selfie terisak sambil melihat karina, " ada banyak darah hiks...tolong ..... dia " .
karina yang tidak mengerti apa apa hanya bisa mengekerutkan alis, " tolong siapa? " .
" dia.... kumohon.... akhh ". rintih selfie memegang kepalanya.
__ADS_1
tanpa menunggu persetujuan selfie karina langsung memeluknya ," selfie tenang lah tidak ada darah di sini kok ". karina mengelus punggung selfie dan setelah merasa selfie lebih tenang karina melepas pelukanya dan menatap gadis itu.
" gue ingin teriak ". lirih selfie membuat karina terhenyak karna suara selfie seperti seoarang yang putus asa.
karina meyentuh kedua pipi selfie membuat gadis itu menatapnya, " gue tidak tau masalah lo , tapi cobalah untuk tenang " .
selfie terseyum miring, " tenang? Lo pikir itu mudah di saat seperti ini? " .
" oh ya , pergilah! Jangan buat kejadian beberapa hari lalu terulang " . tegasnya
mendengarnya karina menghembuskan nafas panjang ," sel ma-maaf , gue jahat banget sama lo ya? gue tau lo pasti gak akan percaya tapi gue benar-benar menyesal " . tutur karina dengan wajah penuh penyesalan sambil mendudukan wajahnya dan memegang tangan selfie.
" gue ingin kita jadi saudara yang seutuhnya, jangan cuekin gue.. . . gue gak suka " . karina mulai merintihkan air mata, sungguh tidak ada kebohongan di wajahnya saat ini.
selfie hanya diam memperhatikan karina dan tindakan karina sontak mengalihkan ketakutanya tadi .
hening beberapa saat.
selfie mengulas senyum ," kata siapa gue gak percaya? gue percaya kok rin " .
kepala karina perlahan terangkat menatap selfie tepat di mata teduh gadis itu, " benarkah? Lo gak curiga gitu kalau gue bohong lagi? ".
selfie mengangguk yakin ," gue belajar psikologi dan gue bisa dengan mudah menebak seseorang sedang berbohong dengan hanya melihat wajahnya ".
melihat karina yang masih terkejut selfie pun menarik gadis itu ke dalam pelukanya, " maafkan sikap gue akhir-akhir ini ya rin " .
karina menggeleng " itu wajar kok dan seharusnya gue yang minta maaf " .
" apa yang membuat lo ingin berdamai? " . tanya selfie masih memeluk karina
" gue rasa gak enak ketika lo cuekin dan tidak berbicara satu sama lain ...dan ". ucapnya menggantung
" gue merasakan kesedihan ketika melihat lo menangis saat itu " .
selfie melepaskan pelukanya, " gue semenyedihkan itu ya? " . gunamnya
karina menggeleng cepat, " bukan gitu... tapi gue rasa sikapku udah keterlaluan " .
melihat karina di depannya seketika selfie menjadi gemas dan mengacak rambutnya, ia sempat ragu mempercayai bahwa karina ini adalah karina yang sama yang pernah menjelna menjadi penyihir dulu.
" gue akan minta ayah mengembalikan hak lo untuk memanggilnya ayah " . lontar karina hendak beranjak namun selfie menahanya
selfie menatap karina nanar, " tidak usah, gue ingin ayah melakukannya tanpa paksakaan".
karina kecewa tapi ia tetap mengangguk dan memperhatikan selfie yang sedang melihat ke luar jendela, " emm... anu.. apa gue boleh bertanya? ". ucapan karina reflek membuat selfie menoleh padanya.
" tentu ".
" a-apa yang terjadi sama lo barusan? " .
selfie tidak heran lagi jika karina akan menanyakan hal itu karna siapapun yang melihat selfie tadi pasti juga akan menanyai hal yang sama.
" gue gak akan cerita saat ini tapi suatu hari lo pasti akan tau ". jawabnya terseyum
" apa lo menyembunyikan kesedihan? ".
selfie memalingkan wajahnya, " rasa sakit yang sebenarnya tidak dapat di sembunyikan ".
walau tidak paham karina hanya mengangguk mengajak selfie bermain di halaman belakang rumah. bahkan karina mengambil makanan di dapur diam diam untuk selfie tanpa sepengetahuan ayahnya
mereka duduk bersama di pinggir kolam sambil tertawa gembira . selfie menceritakan kesehariannya bersama sahabatnya dan itu membuat karina tertawa.
" karna kita udah baikan, bagaimana jika pewaris perusahaan ayah lo pegang aja? ". saran karina penuh semangat.
selfie terkekeh, " gue gak bisa rin, dan lagipula kan udah ada lo " .
karina menggeleng, " gue hanya ingin pamer doang dulu dan seharusnya posisi itu milik lo ".
" ayah gak akan setuju, lagi pula gue akan sangat kelelahan nanti ". tolak selfie
marina mengkerutkan kening, " lelah karna apa? " .
" karna gue udah me- ". selfie menghentikan ucapanya dan menatap karina sambil cecengesan.
" emmm kesemek kering ini enak banget " . pungkas selfie mengalihkan topik sementara karina merasa ada yang aneh .
" apa dia sedang menyembunyikan sesuatu? ". batin karina
" gue gak sembunyiin apa apa kok " sahut selfie membuat karina terkejut
" kok dia tau, apa jangan jangan dia cenayang ya bisa mendengar pikiran orang " .
" gue bukan cenayang kok " sahut selfie lagi membuat karina semakin terkejut
" hahaha wajah lo dengan mudah bisa di tebak ". mendengar selfie tertawa karina pun juga ikut tertawa dan memakan kesemek bersama selfie.
ketika mendengar kedua gadis itu akur sarah pun sangat senang, Inilah yang ia tunggu dari dulu dan ia begitu bahagia melihat dua putrinya saling menerima. berbeda dengan josh yang ketika mendengar karina menerima selfie pun langsung murka dan menuduh bahwa selfie telah memanipulasi karina.
tentu saja karina mengelak akan hal itu dan tetap berpegang teguh bahwa ia telah menerima selfie sebagai kakaknya.
__ADS_1
bonus potret selfie dan nancy yang sedang duduk di bangku sehabis bersepeda.