
nancy menuntun selfie ke kamar gadis itu dan membantu mengobati bercak di wajah selfie.
karna terlalu fokus mengobati wajahnya nancy tidak menyadari jika selfie tengah menatapnya lamat lamat. nancy menghentikan kegiatannya dan balik menatap selfie. satu detik, dua detik, hingga detik kelima kedua gadis itu tertawa.
" gila lo! ". nancy memukul pahanya sendiri tanpa henti sambil terpingkal .
" hahaha wajah lo lucu! ". saking tertawanya dengan keras selfie bahkan melupakan rasa sakit di wajahnya
mereka menikmati waktu dengan tertawa dan melupakan kejadian yang baru terjadi.
" satu hari tanpa tawa adalah satu hari yang terbuang sia sia! " . celetuk selfie masih tertawa
nancy menghentikan tawanya dan melihat selfie yang masih saja tertawa, bahkan tawa gadis itu lebih besar dari tawanya. jika ingin mengetahui masalah seseorang coba dengarkan seberapa keras ia tertawa.
" hidup memang terkadang penuh dengan orang mengesalkan! ". lirih nancy
nancy berdiri dari duduknya membuat selfie reflek menghentikan tawa dan melihatnya. nancy berjalan mendekat ke meja dan membuka laci di sana .
" gue minjem ini ya ". ia mengangkat kaca mata berwarna pink
" lo kan punya banyak kacamata di rumah ". selfie mengangkat sebelah alisnya.
" iya tapi gue pengen pakai punya lo, pink gitu hehe ".
tangan nancy bergerak mengambil jus yang tergeletak di meja, ia tadi sempat mengambilnya di bawah kemudian ia menyandarkan tubuhnya di dinding sembari melirik selfie.
" kasih tau aja tentang dirimu ". ujar nancy membuat selfie terkejut
selfie tersenyum sambil menggeleng, " setiap aksi menimbulkan reaksi, maka dari itu gue lebih suka privasi ".
mendengarnya nancy pun berdecak kemudian ia dengan cepat menghabiskan minumanya dan berjalan ke arah pintu , " gue pergi dulu ya jaga dirimu ".
walau dalam hati selfie tidak rela nancy pergi namun ia tidak bisa egois karna bisa saja nancy mempunyai urusan lain yang jauh lebih penting dari dirinya.
saat keluar dari kamar selfie pikiran nancy masih tertuju pada gadis itu, ingin rasanya ia memberitahu kakek gadis itu namun selfie selalu melarangnya. lamunanya terhenti ketika ia berpapasan dengan karina yang baru saja naik dari tangga.
karina menyilangkan tanganya di dada sembari tersenyum miring pada nancy, " apa lo mau memarahi ku karna nya? ".
nancy menggeleng " gak! ". Ia berjalan lebih dekat ke arah karina
" jika rumahmu terbuat dari kaca maka jangan melempari rumah orang lain dengan batu! ". ucapnya
karina mengkerutkan alisnya tidak mengerti
" karina gue tau selfie tidak ada salah apa apa sehingga lo membencinya ".
" itu semua berasal dari dirimu sendiri, jadi coba tanyakan pada dirimu kenapa lo membenci kakakmu selfie! ". sambung nancy
Ia berjalan melewati karina yang masih mematung di tempat, " karina! ". panggilnya membuat karina berbalik
" jangan cuma lihat senangnya, coba rasakan sedihnya, hidup siapapun tidak ada yang sempurna ". nancy terseyum hambar lalu pergi dari hadapan gadis itu yang masih berdiri mematung.
saat baru menginjakkan kakinya di halaman nancy malah berpapasan dengan sarah yang baru memasuki perkarangan rumah .
melihat nancy yang berada di hadapanya senyum di wajah sarah pun terbit , " apa kabar nancy? ".
" tanyakan pertanyaan itu pada anakmu ". jawabnya ketus dan melewati sarah yang berdiri dengan tanda tanya.
sarah masih melihat nancy dengan wajah yang penasaran tapi ia memilih untuk tidak memikirkan itu dan bergegas masuk ke dalam. baru saja ia masuk karina sudah berlarian ke arahnya, dengan wajah yang di buat sesedih mungkin karina menceritakan semuanya pada sarah.
tentu saja karina bercerita seolah olah dialah yang menjadi korban dan selfie yang menjadi pelaku.
setelah mendengar penjelasan karina sarah naik ke atas tepatnya ke kamar selfie, di bukanya pintu itu dan melihat selfie yang sedang bermain ponsel.
selfie hanya sekilas melirik ibunya dan fokus kembali dengan handphone nya.
" selfie sayang ". sarah duduk di samping gadis itu
tangan wanita itu terangkat dan mengelus kepala selfie dengan lembut ," mama udah dengar kok ".
selfie menatap ibunya , " kenapa? apa mama juga akan memarahiku sepertinya? ".
" jika iya , lain kali aja karna aku saat ini masih mengumpulkan tenaga untuk itu ". gumam selfie menatap ponselnya
sarah menggeleng dan langsung menyentuh kedua pipi selfie sehingga mata mereka bertemu, " mama gak marah kok sama selfie ".
" hanya saja kenapa kamu tega menampar adikmu sendiri ? ". pungkas sarah membuat selfie menghela nafas berat dan menegakkan kepalanya.
" iya ma, aku minta maaf, aku bersalah sangat salah bahkan jika aku benar sekalipun tetap aja akan selalu salah ". selfie memaksakan senyumanya
sarah sedikit terhenyak mendengarnya apa lagi suara selfie terdengar pasrah .
" hmm bagaimana jika kita menghabiskan waktu berdua? mama punya banyak waktu nih ". lontar sarah sambil memegang kedua tangan selfie sekalian mengganti topik.
jika biasanya selfie akan bersemangat mendapatkan kesempatan berdua bersama ibunya tetapi kali ini ia tidak memiliki mood sedikitpun untuk menerima tawaran itu.
ia hanya tidak ingin wajah yang masih perih dan perasaan yang belum stabil membuat kacau kebersamaan dengan sang ibu nantinya.
__ADS_1
" tidak terimakasih, mama pergi aja aku hanya ingin sendiri saat ini ". tutur selfie menatap sarah, ia memeluk ibunya sebentar lalu pandangan nya kembali pada layar ponsel.
mendengar penolakan dari selfie membuat sarah kecewa karna sebenarnya saat ini ia ingin sekali menghabiskan waktu dengan putrinya, sarah selalu merasa bersalah ketika selfie meminta waktu untuk bersamanya selalu ia tolak mentah mentah karna beralasan karina.
" kalau begitu mama keluar ya ". ia mencium pipi selfie dan melangkah keluar dari kamar gadis itu
setelah pintu tertutup selfie melihat pintu itu dengan tatapan nanar, " mungkin nancy benar aku seharusnya kembali saja pada kakek ".
" setahun di sini tidak membuahkan hasil, yang ada aku hanya membuat mentalku semakin sakit dan tersiksa ".
" lagi pula aku merindukan kakek dan nenek aku juga rindu dengan sepupu sintingku ". gumam selfie sambil tertawa kecil
" hahhhh.... tapi di satu sisi aku haus akan kasih sayang orang tua dan aku tidak ingin pergi meninggalkan nancy ". lirihnya
🌿
keesokan harinya tepatnya sesudah waktu makan siang selfie memutuskan untuk membuat makan siangnya sendiri. karna manusia penghuni rumah ini tidak memberinya jatah sedikit pun, gila memang.
karna selfie tidak bisa memasak ia memutuskan untuk masak telur mata sapi saja, awalnya ia kesulitan membuatnya tapi akhirnya masakan itu jadi juga, ia menaruh telurnya di piring dengan hati hati dan terseyum puas
" uhukk... telur apaan ini kok asin gini?!" . protes selfie saat memasukkan satu suapan kedalam mulutnya.
" ini lah yang terjadi jika dulu gue tidak pernah memasak di rumah kakek " . lantaran telur yang tidak bisa di makan selfie mengambil roti dan membawanya ke kamar sebelum di ketahui oleh karina atau ayahnya.
sesampainya di kamar ia tersenyum puas sambil menatap roti, " mencuri di rumah sendiri dosa gak ya? masa bodoh yang penting gue makan dulu ".
saat roti itu berada tepat di depan mulutnya selfie membulat kan matanya ketika melihat karina sedang berdiri di tembok kamarnya sambil menatapnya tajam, sejak kapan gadis itu disana? .
dengan tangan yang terkepal karina mendekati selfie dan menampar gadis itu.
" dasar pencuri! kembaliin gak! " . karina merebut roti yang hendak di makan selfie.
selfie mengedipkan matanya beberapa kali sungguh pipinya sangat perih di tambah tamparan ayahnya kemarin masih membekas di sana .
" satu aja ya rin gue lapar ni " . mohonnya sambil memegang perut
bukanya kasihan karina malah mendorong tubuh selfie hingga terbentur ke dinding dan mencengkram kerah baju selfie.
" dasar gak tau diri ya , lo udah nyuri makanan! dan yang buat gue marah ialah lo berduan dengan mama kemarin ! ". murkanya dengan wajah penuh marah
" apa gak boleh gue sebentar doang sama mama rin, gue juga pengen kalau lo tau ".
" gak boleh!! .... oh lo dah berani menjawab gue ya ,telinga lo udah rusak dan sekarang gue akan buat lo lebih rusak " . karina mengambil pena di atas meja dan menusuknya ke tangan selfie dengan kuat.
" akkghhh lepas " . pekik selfie dengan mimik kesakitan tetapi karina malah menusuknya lebih dalam.
" eghhhhh... Akhhhh ....sa-kit " .
" rin pergi dari sini! " . gumam selfie seraya menundukkan kepalanya.
" lo ngusir gue ya? atas dasar apa! ". bentak karina dengan suara lantang.
" gue mohon pergilah dari sini " . lirih selfie masih menundukkan kepalanya.
Karina terseyum menyeringai, " gue kagak mau " . pandangan gadis itu beralih pada sebuah botol kaca kecil yang terdapat bunga di dalamnya
" apaan ini murah banget " . ujarnya seraya mengambil botol tersebut.
" taruh kembali dan pergilah! ". selfie mencoba meraih kembali tetapi karina malah menghindarinya.
" sayang banget lo sama ini " . karina melempar botol itu ke atas dan menangkapnya kembali membuat selfie ketakutan
" rin taruh ku mohon itu begitu berharga bagiku " .
" nanti jatuh! ". ujarnya dengan suara bergetar
praangg
" upss gak sengaja " . cetus karina sambil tersenyum licik namun pandangan selfie malah melihat ke kepingan kaca yang berada di lantai, ia tau kalau karina sengaja melakukan itu.
wajah terkejutnya berubah menjadi penuh amarah, tanganya terkepal bahkan ia melupakan rasa sakit di tanganya dan nafas gadis itu memburu,
" ihh tatut ada yang marah ni " . ejek karina
" karina! ". panggil selfie pelan
" haha mau marah? lo pikir gue takut ". karina tertawa meledak
" karina! " . panggil selfie sekali lagi dengan suara yang lirih
" gak peduli gue sama barang murahan ini ".
" KARINAA...!!! ".
Bughhh Bughhh
selfie memukul wajah gadis itu yang sedang tertawa sampai karina tersungkur ke lantai , tanpa rasa kasihan selfie bertubi tubi menghajar karina tanpa rasa ampun sekalipun.
" APA YANG LO LAKUKAN!! . teriak selfie tepat di hadapan gadis itu yang mendadak menjadi sangat ketakutan.
__ADS_1
karina tidak bisa bergerak saat ini karna ia di bawah cengkraman selfie dan juga untuk sekedar mengeluarkan suara pun ia tidak bisa.
Plakk
Plakk
tidak cukup di situ selfie juga menampar karina begitu keras.
" BANGSAT LO KARINA! LO UDAH HANCURIN SATU-SATUNYA PENINGGALAN TEMAN GUE!! ".
selfie berdiri dan memegang kepalanya frustasi ,ia mondar mandir dan sesekali meninju angin, sementara karina sedang terduduk di lantai sambil menangis dengan wajah penuh lebam.
pandangan selfie tertarik kebawah dan melihat karina yang terisak, entah kenapa saat ini ketika melihat karina emosinya semakin naik.
selfie mencengkram kedua pipi gadis itu " mana kesombongan mu tadi ha!!! ". raung selfie penuh penekanan dan kembali meninju gadis itu.
" le... pas, ku -mohon, hikss " .
" DIAM...!! " .
" lo pikir gue takut sama lo ? lo bercanda? Gue di besarkan bukan dengan kasih sayang ".
selfie mulai merintihkan air mata ," jangan nambah penderitaan gue.... Lo bahkan gak tau kalau gue udah sehancur hancurnya ". selfie memejamkan mata membiarkan air mata yang meluncur dengan sendirinya.
Untuk pertama kalinya karina melihat selfie menangis ia bisa melihat raut wajahnya yang lelah menahan derita, jika di pikir pikir ia memang sangat jahat terhadap kakaknya sendiri selama ini.
" sel gu-"
" DIAM!! ". saking marahnya wajah selfie bergetar dan nafasnya tidak teratur.
" KENAPA? KENAPA LO JEBAK GUE HINGGA AYAH MEMUTUSKAN HUBUNGANNYA DENGANKU! ". jeritnya bergetar
" lo tidak akan mengerti sulitnya menjadi diriku karina, gue sudah sering kali mendapatkan penderitaan ".
" gue hancur karina, hancur seperti pecahan kaca yang lo lempar ". lirihnya sambil menatap kepingan kaca yang hancur di lantai
" bukan karna kalian tapi gue udah sangat menderita sebelum kesini, dan kalian semua menambah derita ku ". selfie terisak namun setelah itu ia menghapus air matanya dan menatap karina.
wajah selfie yang tadinya sendu berubah menjadi sangat marah ketika menatap gadis itu.
"lo salah orang jika ingin menunjukan kesombongan, karna gue lebih tau apa itu kesombongan dari pada lo ". tubuh karina gemetar bahkan ia berusaha mundur kebelakang dari jangkauan selfie
melihat itu selfie pun mendekati karina dan memegang dagu gadis itu sambil tersenyum menyeringai.
" lihatlah wajah lo rin sangat hancur, atau lo mau gue tambah hancur lagi? " . karina reflek menggeleng membuat selfie tertawa hambar.
selfie menghempaskan wajah karina hingga ia terbentur ke lantai.
" ouuhh kenapa? sakit ya rin? " . ucap selfie dengan wajah sedih di buat buat.
" oh ya, tadi apa lo bilang, lo mau buat gue lebih rusak? " .
" gue atau lo yang rusak hmm? ". gumamnya
" sa-sakit ". rintih karina pelan tapi selfie tidak mendengarkan gadis itu.
" gue sayang sama lo rin, tapi lo lebih memilih untuk bermusuhan sama gue ".
" dan itu adalah pilihan yang salah! " . tegas selfie
" lo benci sama gue dan bangga akan hal itu kan? sini gue beritahu satu hal ". selfie mendekatkan mulutnya di telinga karina
" ada banyak cara untuk membenci , tapi cara paling kotor adalah berpura-pura menyukai orang yang sedang lo benci ". karina menelan salivanya dengan kasar mendengar ucapan selfie yang halus tetapi menusuk
selfie menegakkan kepalanya dan tersenyum miring
" satu lagi gadis licik... bilang pada ayahmu kalau lo di rampok preman...Kalau lo bilang tentang gue lo habis ,mengerti?!! " . ucap selfie penuh penekanan sehingga karina mengangguk patuh .
" bagus karna gue gak pernah main dengan kata-kata ku " .
karina ingin bersuara tetapi tenggorokannya mendadak kering
" PERGI DARI SINI!! GUE BENCI LIHAT LO!! ". selfie mendorong karina kuat hingga gadis itu meringis dan cepat-cepat bangkit lalu pergi dari hadapan selfie.
selfie melihat karina yang pergi tergesa-gesa dengan perasaan sedih , nyatanya selfie tidak ingin melakukan hal ini namun jika tidak karina akan selalu menginjak harga dirinya.
hati selfie kembali memanas ketika melihat botol kaca yang hancur itu
" ini sudah tidak bisa di perbaiki lagi, maafkan aku karna tidak bisa menjaganya bell " . lirih selfie sambil membereskan kepingan kaca
selfie terseyum hambar " ternyata benar ya, tidak semua janji di tepati, aku maupun kalian tidak menepati janji ".
selfie berjalan ke jendela dan melihat indahnya langit yang biru.
" bella, maafkan diriku yang tidak bisa menjaga benda pemberian mu ".
" benda itu tidak bisa di perbaiki lagi sama seperti kalian yang tidak bisa kembali lagi ". selfie memejamkan matanya menikmati hembusan angin
sudut bibirnya tertarik dan membentuk senyuman di sana . " kamu akan selalu hidup di setiap halusinasiku ".
__ADS_1
" ada dua hal yang sangat sulit untukku , pertama ketika mendengar kematian bella dan kedua saat melihat dahlia tewas di depan mataku " .