Selfie

Selfie
70. terbebas dari ptsd sepenuhnya


__ADS_3

" no-nona muda "


dahlia reflek mundur selangkah ke belakang. ia memperhatikan selfie yang terlihat sangat kacau. tubuh gadis itu merosot ke lantai bersamaan dengan cairan bening yang mulai mengalir membasahi pipi mulusnya.


" apa yang aku lakukan? "


" aku baru saja menyiksa orang yang paling aku sayang," gadis itu sesegukan dan membiarkan selfie yang mematung melihatnya.


tentu saja melihat dahlia yang menangis seperti itu membuat selfie juga ikut menangis. walaupun tubuhnya sedang di ikat, namun hal itu tidak membuatnya merasa terbebani sama sekali.


dahlia buru-buru menghapus air matanya. setelah itu ia berdiri dan mensejajarkan tubuhnya pada selfie. gadis itu menatap selfie dengan intens dan sesekali mengelus pipinya. walau air matanya sudah di tahan, tetapi cairan bening itu malah menerobos dan mengalir begitu saja.


dahlia langsung memeluk selfie dengan erat, sangat erat seolah tidak ingin selfie melepaskan pelukannya ini. ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher selfie. gadis itu terus menangis sehingga membuat baju selfie basah. dan itu adalah pemandangan mengharukan yang pernah nancy lihat.


nancy tersenyum simpul melihatnya. cemburu? mungkin iya, tapi nancy memaklumi hal ini karna dirinya bukanlah satu-satunya sahabat selfie.


" maafkan aku selfie.. "


selfie mengangguk." iya aku sudah memaafkan mu....tapi "


" tapi apa! " sela dahlia dari balik punggungnya


" tapi lepasin aku dulu! tubuhku sakit semua dan kamu malahan menindihnya." ungkap gadis itu, karna memang selfie berusaha semaksimal mungkin untuk tidak meringis dari tadi.


" Ohh iya maaf." dahlia melepaskan pelukannya, kemudian tangannya mulai membuka ikatan di seluruh tubuh selfie.


" ahhh lega.. "


keduanya saling bertatapan dan tersenyum lembut. selfie benar-benar bersyukur bahwa dahlia masih hidup. tetapi berbeda dengan dahlia, gadis itu justru merasa sangat bersalah dan menyesal.


" celaka, ingatanya kembali," gumam violet


" loh kenapa? bukankah itu bagus? " tanya fira tidak mengerti.


violet menatap fira." gue ingin menjadi satu-satunya violet dalam hidup selfie." bukannya mendapatkan pembelaan, fira justru menyenggol lengan violet dengan tubuhnya." jangan berpikiran seperti itu, lo hanya akan menciptakan percikan api, tolol "


" ihhh fira jahat, jelek, tapi ganteng," ledeknya dengan suara yang keras membuat pandangan selfie dan dahlia tertuju padanya.


selfie terkejut, ia melupakan sahabatnya yang sedang terikat. dengan langkah gontai selfie berusaha berjalan ke sana. ia dengan cepat membuka ikatan violet sementara nancy melepaskan ikatan fira.


" violet syukurlah." selfie langsung membawa violet masuk ke dalam dekapaannya. ia memejamkan matanya bermaksud menikmati pelukan ini. setelah itu, ia memeluk fira dan trysta. dan yang terkahir adalah nancy, dengan tangan yang bergetar selfie menghapus bercak darah di pipi gadis itu, kemudian ia memeluknya dengan erat.


dahlia hanya diam, matanya dengan lekat melihat selfie yang memeluk teman-temannya. ia merasa lega karna selama ia tidak ada, selfie selalu di dampingi oleh orang-orang baik.


" aku senang nona muda mendapatkan teman-teman yang menyayangi mu," lontar nya


" kamu benar, mereka adalah sahabat ku," balasnya tulus


dahlia mengangguk-anggukan kepalanya, kemudian ia tidak sengaja bersitatap dengan violet. dahlia kaget, ia mendekat dan melihat violet agar lebih jelas." aku baru sadar kalau kamu sangat mirip denganku "


violet berdecak." trus tadi lo gak sadar gitu? "


" umm, selama hilang ingatan aku tidak pernah melihat wajahku di cermin, jadi aku tidak tau bagaimana bentuk wajahku dulu "


" ck! alasan "


selfie tertawa renyah, dugaannya memang benar kalau violet dan dahlia itu sangat bertolak belakang. yang satu tenang dan kalem dan yang satu lagi kayak reog.


" oh ya dahlia, kenapa kau bisa selamat? " tanya selfie yang memang penasaran.


dahlia tersenyum." nanti aja ya kalau kita semua sudah selamat "


selfie mengangguk.


" ehh dahlia lo harus bertanggung jawab! " tegas nancy.


" kenapa? kalau soal tadi, aku kan sudah minta maaf dan menyesalinya."


" bukan itu, tapi gara-gara lo ni anak sampai menjadi gila. apa lo tau, dia mengalami dua gangguan jiwa sekaligus! "


dahlia tehenyak, apa memang benar? ia memang tau tentang gangguan jiwa itu, tetapi ia tidak menyangka kepergiannya sampai membuat selfie menjadi gila.


melihat raut wajah bersalah dahlia selfie pun tersenyum. dahlia yang ini benar-benar berbeda dengan dahlia yang tadi. kalau yang ini baru dahlia yang ia kenal, kalau yang tadi itu siluman iblis monster jelek yang masuk ke tubuhnya.


tap... tap... tap.... suara langkah kaki yang mendekat mengagetkan mereka semua. tegang, panik dan takut menjadi satu. di saat mereka tengah kebingungan, suara sepatu itu justru semakin mendekat. hingga beberapa saat kemudian pintu itu terbuka lebar.


tap,...tap....tap....ia berjalan masuk dan melihat ke sekeliling ruangan ini. tidak ada yang aneh, ia beralih pada dahlia dan menghampiri gadis itu yang tengah duduk di sofa.


" semuanya aman, benalu? "


" iya tuan, semuanya aman dan tuan tidak perlu mencemaskan hal ini."


tuan gyu spontan melihat ke arah selfie yang tengah tertidur dalam keadaan terikat. ia juga melihat ke arah nancy yang juga tengah tertidur di lantai bersama teman-temannya.


" baiklah, tetap di sini dan awasi mereka! "


" iya tuan," tanpa keraguan sama sekali gyu pergi meninggalkan dahlia yang berjaga sendiri di sini tanpa pengawasan sedikit pun.


setelah memastikan gyu pergi, dahlia langsung membuka ikatan selfie yang asal-asalan itu. ia sudah merencanakan untuk membawa sang nona muda keluar dari sini hidup-hidup.


waktu masih menunjukkan pukul 02:55 AM. dan ini adalah kesempatan yang bagus, karna di jam seperti ini tuan gyu akan selalu pulang kerumahnya.


dahlia berlari kecil ke jendela dan melihat keluar dimana mobil tuan gyu sudah pergi meninggalkan perkarangan rumah ini.


ia berbalik mendekati selfie dan mengikat kembali tangan selfie dengan tali.

__ADS_1


selfie hanya diam seraya melihat gadis itu. ia tidak mengerti dengan maksud dahlia yang kembali mengikatnya. bukan dia saja, tetapi dahlia juga mengikat semuanya.


" kita akan keluar dari sini, aku akan berpura-pura membawa kalian keluar atas perintah tuan gyu dan aku yakin mereka akan mempercayaiku." jelasnya, kemudian ia menatap selfie yang masih duduk di kursi.


" apa nona muda tidak masalah dengan ini dan tidak kesakitan?. dan untuk kakimu, efeknya hanya berlangsung satu jam, dan sekarang hanya tinggal dua puluh menit lagi "


" aku tidak punya masalah dan aku juga tidak kesakitan "


nancy berdecak." ternyata memang benar. semakin indah suatu kalimat, semakin meragukan kebenarannya "


selfie terdiam sambil menatap nancy lekat. keduanya saling bertatapan sampai selfie memalingkan wajahnya kepada dahlia." tentang penghianat itu, apa kamu tau siapa? "


wajah dahlia langsung sendu." dia adalah pak han."


selfie tidak terkejut lagi, karna dua orang di rumah yang di awali dari huruf H hanya ada dua, yaitu helena dan pak han.


" apa kamu ingat malam sebelum aku kecelakaan? "


selfie mengangguk


" aku membuatkanmu kue di dampingi oleh pak han. tapi entah kenapa tiba-tiba saja pak han berkata kalau dia meninggalkan sesuatu di kamarku."


...☘️...


suasana semakin mencekam di rumah ini di tambah dengan turunnya hujan yang sangat deras. suara kilat dan guntur terus berbunyi menambah kesan horronya. angin kencang bertiupan di luar membuat daun-daun bertebangan mengikutinya. bahkan angin ini sampai masuk ke dalam melalui lubang-lubang udara.


" benalu, apa yang kau lakukan dengan mereka." tanya salah satu pengawas.


" aku di perintahkan tuan gyu untuk membawa mereka pergi dari sini."


" kenapa kami tidak tau? "


" karna hanya aku yang di percaya olehnya." dahlia tersenyum lembut lalu menuntun selfie dan yang lain untuk kembali berjalan. sedangkan pengawas itu masih melihat ke arah mereka. ia curiga dan merasa aneh. hari sedang hujan, jadi kemana gadis itu akan membawa tawanan itu.


sedetik kemudian pengawas itu tersadar dan buru-buru mencengkal pundak dahlia, tetapi sebelum itu terjadi nancy berhasil menahan tangannya dan menendang perut pria itu.


" tawanan akan kabur!! cepat datang dan bantu aku segera! " ucapnya meminta bantuan dengan menggunakan walkie talkie.


itu adalah berita buruk bagi para gadis-gadis itu.


" ayo kita lari! " pekik fira


" nancy gue gak bisa lari," keluh selfie seraya menatapnya.


nancy terdiam, ia kebingungan.


" nancy awasss! " teriak violet


nancy reflek berbalik dan melihat pria itu hendak melayangkan pukulan untuknya. ingin menghindarinya tetapi pukulan itu berhasil mengenai pipinya.


bugh!


" ck! perusahaan elit, pilih bodyguard sulit." gadis itu kembali mendekati selfie dan membantunya berjalan.


" bagus nancy, jika kaki gue gak lumpuh gue pasti akan membantumu."


nancy tersenyum." yang penting sekarang kita harus keluar dari sini."


entah pengawas tuan gyu yang lambat atau apa, yang penting mereka berhasil keluar dari rumah ini.


tubuh mereka basah kuyup. hujan ini sangat deras dan begitu mencengkam. kilat dan guntur menambah suasana menjadi sangat menyeramkan.


JDARRR


" lo takut petir, ya? " tanya nancy tak kala violet memeluknya erat.


violet mengangguk dan semakin mengeratkan pelukannya.


" trus kita harus ngapain? " tanya trysta dengan suara yang kencang.


dalam derasnya hujan ini, pandangan mereka tertuju pada sebuah cahaya yang mendekat. cahaya itu terus mendekat hingga membuat mereka semua ketakutan. ya, itu adalah cahaya mobil tuan gyu.


dengan wajah yang kesal sekaligus marah, tuan gyu berjalan bersama anak buahnya dan menahan para gadis itu satu persatu. mereka mencoba untuk memberontak tetapi hal itu hanya sia-sia, bodyguard yang ini lebih kekar dari sebelumnya.


" sudah kuduga bahwa kau akan mendapatkan kembali ingatanmu di sini, benalu! " bisik tuan gyu sambil menahan tubuh gadis itu.


" lepasin nona muda!! " teriak dahlia memohon


gyu malah tertawa." kau masih mempedulikan nyawa orang lain ya."


gyu beralih menatap gadis-gadis itu." bawa mereka ke belakang rumah."


" siap "


dengan kasar tuan gyu menarik dahlia ke halaman belakang rumah ini. tentu saja selfie dan yang lainnya juga ikut di seret ke sini.


hujan masih sangat deras berjatuhan membasahi tubuh mereka. sepertinya hujan juga ingin menyaksikan adegan ini.


sesampainya di belakang rumah ini, jantung selfie berdetak sangat kencang. dadanya mendadak sakit begitu juga dengan kepalanya. nafasnya kembali tidak beraturan, dan air matanya kembali mengalir.


di belakang rumah ini terdapat kolam berenang yang berisikan darah. mereka tidak tau apakah itu darah asli atau bukan, tetapi apapun itu mampu membuat trauma selfie kambuh.


nancy tidak dapat berkata-kata lagi, ia sangat marah kali ini. gyu benar-benar ingin menghancurkan mental selfie. ini tidak boleh terjadi, nancy tidak akan membiarkan ini terjadi.


" AKHHHH!!! "

__ADS_1


BUGH!!


gyu langsung menoleh ke sumber suara dan melihat anak buahnya tersungkur ke tanah.


" nancyy hati-hati! " teriak violet melengking, namun hal itu malah membuat pria yang menahannya melayangkan tamparan di pipinya.


selfie terkejut, ia sontak melihat kebawah bermaksud melihat kaki kanannya. selfie berharap kakinya bisa kembali seperti semula, tetapi harapannya pupus ketika kakinya masih kesulitan untuk bergerak. efeknya sebentar lagi akan menghilang dan selfie berharap hal itu akan cepat terjadi. karna bertarung dengan kaki satu plus tubuh babak belur sangat lah susah.


nancy yang sedang bertarung tidak sengaja melihat pria yang menahan trysta mengeluarkan pistol. matanya membesar, pria itu pasti akan menembak sahabatnya itu.


untuk mencegah hal itu, nancy langsung berlari dan menendang tangan pria itu sehingga pistol yang berada di tangannya terjatuh. namun itu bukanlah sebuah keberuntungan, karna pria itu langsung menarik rambut nancy dan mendorongnya hingga membentur ke pohon.


nancy masih bisa bangun dan berusaha melawan pria itu, tetapi karna ia kalah kekuatan akhirnya nancy terkapar tak berdaya.


ingin rasanya selfie menangis melihat sahabatnya itu.


ia takut, dan ketakutannya semakin bertambah tak kala pria yang di lawan nancy tadi berjalan ke arahnya. namun, hampir beberapa langkah menuju selfie tiba-tiba saja terdengar suara tembakan bersamaan dengan jatuhnya pria itu.


semuanya terdiam, hening seketika dan hanya terdengar suara hujan.


selfie shock tetapi sekuat mungkin ia mengangkat wajahnya ke arah nancy. ternyata nancy baru saja melepaskan satu tembakan ke kaki pria itu.


bukan itu saja, nancy kemudian menembak pundak pengawas yang menahan tubuh selfie. pria itu terjatuh, begitu juga dengan selfie yang tidak bisa menahan tubuhnya.


melihat dua anak buahnya yang tumbang, gyu menjadi semakin geram. ia melangkah mundur mendekati kolam berenang merah itu bersama dahlia.


kemudian....


BYURRR


dengan teganya tuan gyu melempar dahlia ke dalam kolam.


tentu saja hal itu membuat selfie dan yang lainnya terkejut.


" jangan buang dia!! dahlia tidak bisa berenang," teriak selfie histeris


gyu justru berdecak. " dasar penghianat!! " cela gyu sembari melirik dahlia yang sedang kesulitan berenang.


DOR!!


surara tembakan itu terdengar lagi. nancy lagi-lagi melepas pelatuk sehingga mengenai perut tuan gyu. pria itu terkejut dan tak lama kemudian terjatuh ke tanah.


" tuannn! " mereka ingin menghampiri tuannya tetapi mereka juga tidak bisa melepaskan gadis-gadis ini.


selfie menoleh kebelakang." kenapa di tembak!! "


" dari pada kita yang di tembak, mending mencegah dari pada mengobati! "


selfie tidak habis pikir lagi dengan nancy. tapi memang benar sih. selain itu, berkat nancy juga beberapa anak buah gyu tumbang.


" to... long "


selfie menutup matanya. ia tidak ingin melihat ke arah kolam merah itu.


" selfie tolong dahlia!! " sergah nancy panik, tetapi selfie hanya diam.


" selfie!! gue tidak punya tenaga lagi untuk membantunya! "


fira dan yang lainnya menangis. sungguh jika mereka sedang tidak di tahan, fira pasti akan langsung nyebur untuk menolong dahlia.


nafas selfie masih terengah-engah, dadanya masih sakit begitu juga dengan kepalanya. melihat beberapa darah saja sudah membuatnya kewalahan, apalgi yang banyak seperti ini, bisa bisa ia gila.


" tolong..... to--long.... "


selfie tidak punya pilihan lagi. ia memaksakan kaki kanannya untuk bergerak, dan beruntung efek biusnya sudah hilang. tetapi tetap saja sulit untuk menggerakkannya.


selfie perlahan berdiri dengan mata tertutup. ia menarik nafas dalam-dalam dan melihat ke arah kolam.


deg!


deg!


jantungnya semakin berdetak tak karuan. tangan selfie bergerak dan menyentuh dadanya. ia meramas bajunya kuat-kuat karna tidak tahan dengan semua yang ia rasakan.


selfie tidak ingin melompat, tetapi jika ia tidak melakukannya ia pasti akan kehilangan dahlia untuk kedua kalinya.


hujan tidak berhenti, melainkan semakin deras.


selfie melangkah kecil dan berhenti sejenak untuk mengatur deru nafasnya.


" DAHLIAAAA.....!!!! " gadis itu berlari dan melompat ke kolam.


BYUUR!! "


selfie membuang ketakutanya dan nekat melompat walau resikonya sangat tinggi. di air yang merah ini, selfie berenang dengan cepat menuju dahlia. dahlia benar-benar kelelahan dan hampir saja tenggelam ke bawah.


tapi beruntungnya selfie bisa mendapatkan gadis itu dan membawanya ke atas. nafas keduanya terengah-engah, tubuh dahlia dan dirinya penuh dengan cairan merah.


takut? mungkin sedikit. setelah selfie periksa lebih lanjut, ternyata ini bukanlah darah tetapi hanya cairan cat berwarna merah.


selfie tersenyum lega, ia mendongak dan membiarkan hujan menghantam wajahnya.


" gue gak takut lagi! walaupun ini bukan darah, tapi hal ini bisa menghilangkan traumaku. gue masuk kedalam hal yang paling gue takutkan "


nancy dan dahlia tersenyum lega. ternyata prediksi dokter psikiater selfie memang benar kalau selfie hanya bisa sembuh total jika ia nekat masuk ke dalam traumanya.

__ADS_1


" KETEMU!! "


selfie menoleh." Helena? "


__ADS_2