
" tegakkanlah keadilan meskipun langit runtuh." kalimat itu terus terngiang sama gue bukan karna takut langit bakalan runtuh, tapi karna pernah di sebut sama teman terbaik gue enam tahun lalu.
" ternyata keadilan yang gue junjung, dan keadilan yang mereka junjung itu berbeda," gumam nancy
gadis itu mendongak menatap langit." jika keadilan sendiri memiliki perspektif yang tak sama, lantas keadilan mana yang harus gue percaya? "
" adil itu sebenarnya apa? "
wajah yang sendu itu mengulas senyuman cerah secerah cahaya matahari yang menyentuh wajahnya. ia sangat bahagia hari ini, sangat bahagia sampai-sampai air matanya ikut keluar.
ini sudah enam tahun berlalu sejak kepergian selfie. nancy benar-benar semangat karna sebentar lagi bakalan bertemu dengan sahabat terbaiknya itu.
awalnya mereka semua mengira kalau selfie akan pulang setelah lima tahun. tapi saat tahun ke-tiga ketika dahlia pulang, gadis itu menyampaikan kalau selfie akan genap di Swiss selama enam tahun. mengecewakan, tapi mereka tetap semangat dan menunggunya hingga hari ini.
" yuhuuu bentar lagi selfie pulanggg..." violet melompat kecil sehingga rambutnya yang di kuncir itu bergoyang-goyang.
" dari mana kita tau dia pulang?" ucap fira yang membuat mereka semua melihat ke arahnya.
violet seketika menghentikan kegiatan melompatnya dan ikut duduk sembari meminum jus jeruk." iya benar, sudah enam tahun kita tidak pernah lagi berkomunikasi dengan selfie."
nancy mengangguk." lo benar, terkahir kali gue berkomunikasi sama dia pas gue lagi di kampus waktu itu."
" semua kontak selfie tidak bisa di hubungi. gue juga bingung ada apa dengannya," lanjut fira
suasana mendadak menjadi serius, mereka hanya takut jika selfie memutuskan tali persahabatan dengan mereka.
trysta yang baru saja menghabiskan rotinya langsung menatap mereka satu persatu." udah tenang aja, bukankah dahlia bilang kalau selfie ingin fokus dulu menjalani masa hukuman di sana? jadi kita ambil sisi positifnya aja."
mereka semua hanya mengangguk-anggukan kepala setelah mendengar kata-kata dari psikiater muda ini.
keempat gadis itu sekarang telah menjadi wanita karir yang sukses.
pertama nancy, dengan kepintarannya gadis itu bisa lulus dari s1 dan lanjut ke pendidikan MBA ( master of business administration) dalam kurung waktu enam tahun. dan saat ini ia menjabat sebagai ceo di perusahaan ayahnya.
kedua violet, setelah lulus dengan hasil yang maksimal dua tahun yang lalu, dia akhirnya menjadi chef di salah satu hotel bintang lima. awalnya ayahnya tidak ingin dia menjadi chef dan ingin anaknya mengurusi bisnis saja. tapi violet tetap kukuh dan berkata kalau ricko harus makan makanannya nanti.
ketiga fira, gadis itu juga telah lulus dari kuliah hukumnya dan menjadi pengacara muda. walaupun dia baru saja resmi menjadi pengacara, namun fira tidak merasa tertekan atau takut sedikit pun.
ke empat trysta, gadis ini emang polos dan bodoh dulu, tapi sekarang tidak lagi. gadis yang paling muda di antara mereka itu, juga baru saja menjabat sebagai psikiater dengan gelar SP.KJ ( spealis kesehatan jiwa ).
wouu benar-benar circle yang mahal.
lah trus bagaimana dengan yang ke lima alias selfie? dia udah jadi gembel di Swiss. udah author buang gadis itu jauh-jauh, soalnya dia gak selevel dengan teman-temanya.
gak lah, canda doang kok. hehe
oh iya lupa kalau mereka bukan gadis lagi.
...🍂...
di sebuah ibu kota bernama bern, seorang wanita berusia 23 tahun lebih, baru saja kembali dari mall. wanita yang tampak anggun dan berwibawa itu memegang paperback di kedua tangannya.
rambut panjang bergelombang, memakai dress cantik selutut, dan arloji di pergelangan tangan kirinya menambah pesona seorang selfie.
wajahnya hanya menampakkan senyuman tipis saat memasuki rumah yang tidak terlalu besar.
" kak selfie gimana sih! aku kan tadi pengen beli game keluaran terbaru," sunggut gadis remaja yang tak lain adalah echa.
selfie berbalik dan menatap gadis itu." ini bukan uang kita echa sayang! "
" iya, tapi kan kak selfie juga beli pakai uang bang alan," echa melangkah menghampiri pria yang sedang duduk sambil tersenyum lucu ke arah mereka.
" bang alan, kak selfie tidak mengijinkan ku beli game keluaran terbaru," keluhnya sambil bergelayut manja pada alan.
alan tertawa kecil, kemudian memberikan beberapa lembar uang Swiss pada gadis itu." pesan aja lewat online trus bayar,"
echa yang melihat alan menyodorkan uang padanya langsung berbinar. tanpa menunggu waktu lama lagi, ia langsung mengambilnya." aku sayang kak alan. kak alan banyak uang gak kayak kak selfie miskin."
selfie melotot," aku ini anak orang kaya,"
" dari dulu miskin aja,"
selfie berjalan mendekat dan berdiri di hadapan gadis itu, tatapannya tajam." aku miskin karna hidupin kamu selama enam tahun ini," saat selfie ingin menarik telinganya, echa lebih dulu menghindar dan naik ke lantai dua, kamarnya.
selfie menghela nafas, hidup bersama echa harus menguras tenaga dan pikirannya.
alan tersenyum, tangannya mulai bergerak dan menarik tangan selfie agar duduk di sampingnya.
" gadis itu mirip banget sama kamu,"
selfie menoleh," iya, lama kelamaan dia makin mirip denganku. sekarang aja dia kayak aku waktu SMA,"
oh ya, alan sudah tinggal bersama selfie dari empat tahun yang lalu, alias tahun kedua selfie di Swiss.
awalnya ia tinggal bersama mereka di desa Grindelwald. cowok itu pernah mengajak selfie untuk tinggal bersamanya di kota, tapi selfie menolak karna peraturannya dengan kakeknya adalah tinggal di desa selama lima tahun. jadi alan memutuskan untuk tinggal bersama mereka di desa hingga tiga tahun.
__ADS_1
dan di saat tahun ke-enam, barulah alan mengajak mereka ke kota. dan kali ini selfie setuju, karna perjanjiannya dengan samh hanya lima tahun saja.
dan dahlia? gadis itu sudah kembali ke indonesia tiga tahun saat berada di Swiss. tiga tahun yang lalu, dahlia meninggalkan selfie dan echa karna paksaan dari samh yang menyuruhnya untuk pulang.
selama di kota, kebutuhan selfie dan echa di tanggung oleh alan. walaupun dulu saat di desa dia tinggal bersama selfie, tetapi alan tidak pernah mengeluarkan satu persen pun uang untuknya.
semua itu atas dasar permintaan selfie sendiri. ia meminta alan untuk tidak ikut campur selama dia masih berada dalam masa hukuman. semua kebutuhannya dan echa dulu, berasal dari uang bulanan kakek dan upah keseharian selfie membantu warga.
" maaf ya, aku pake uangmu untuk belanja," lirihnya menatap alan.
" gak papa aku senang kok," jari jemari alan terangkat dan menyentuh bibir selfie.
selfie sendiri diam saja saat tangan pria itu mengusap bibirnya.
ya, tetap diam hingga beberapa saat kemudian, selfie memegang tangan kekar itu dan mendekatkan wajahnya ke wajah alan.
" kak alan selalu memegang bibirku, apa kak alan gak mau merasakannya, hmm? " goda selfie dengan suara yang pelan.
wajahnya yang terlalu dekat membuat alan bisa mencium helaan nafasnya. aroma mint yang menyegarkan menjadi candu bagi alan.
alan tersenyum, menatap bibir yang nampak merah dan begitu menggoda itu. ia menyentuhnya sekali, lalu menggeleng pelan.
" nanti aja kapan-kapan," jawabnya
selfie pun tersenyum nakal melihat alan yang memalingkan wajah darinya. sok-sokan menolak, tapi selfie tau kalau pria itu menginginkannya.
jadi selfie punya ide untuk mengerjainya, gadis itu nekat naik ke atas pangkuan alan dan memegang kepala pria itu dengan kedua tangan. jari jemarinya yang lentik itu bermain di rambut alan dan sesekali meramasnya.
" betul nih kak alan gak mau merasakannya?"
alan cuma diam, sejatinya dia terkejut dengan tindakan selfie.
" aku siap kok, dari pada kak alan terus menyentuh bibriku, lebih baik kan mencicipinya." lanjut dia lagi, kali ini dengan suara sensual tepat di telinga alan.
alan merinding, selama beberapa tahun ini ia selalu menjaga jarak dari selfie. selain itu, selama mereka tinggal di kota, entah kenapa selfie menjadi sangat agresif padanya. wanita itu selalu menggoda dan bersikap manja terhadapnya.
dan sekarang? selfie memancingnya agar mencium bibirnya? ini adalah kesempatan emas, jadi alan tidak akan menyia-nyiakannya.
tanpa berlama lagi, alan menarik tengkuk selfie dan menempelkan bibirnya ke bibir wanita itu. ini adalah ciuman pertama bagi alan. ia terbuai merasakan benda kenyal dan manis itu.
awalnya masih kaku, tetapi perlahan ia mulai menggerakkan bibirnya dan ******* bibir wanita itu. dan gilanya lagi, selfie membuka mulutnya dan membiarkan alan bermain di dalam.
sama-sama saling menikmati sehingga ruangan itu penuh dengan suara kecupan. kemudian alan melepaskan ciuman panas itu dan beralih pada leher mulus selfie. bermain sebentar di sana dan mengigit kecil leher putih itu.
sedangkan selfie, ia yang merasa lehernya sedang di jamah langsung menjauhkan kepalanya dari alan. wanita itu berdiri dari pangkuan alan dan duduk di samping pria itu.
alan mencoba mengatur deru nafasnya dan mengusap rambutnya ke belakang. ia menatap selfie dan membalas senyuman wanita itu." iya aku sadar diri, karna kamu masih milik zayn,"
selfie terpaku. zayn? entah kenapa dia melupakan laki-laki itu dalam beberapa tahun ini. laki-laki yang masih menempat di hatinya. dan laki-laki yang membuat dia kecewa dengan cinta.
" aku gak peduli lagi dengan dia, lagi pula zayn selalu mengabaikan ku di saat awal masa hukmanku,"
" dia membuat ku patah hati," sambungnya lagi tertunduk menahan rasa kecewa.
" apa kamu masih mencintainya? " tanya alan
selfie berpikir sejenak." kalau di tanya seperti itu, mungkin iya. tapi gak sebesar dulu."
alan tersenyum, kemudian cowok itu berdiri dan mulai melangkah meninggalkan selfie.
" loh mau kemana? "
" mau ke toilet! " teriaknya
" solo ya? mau ku bantu? " tanyanya menggoda
alan menggeleng cepat dan langsung berlari masuk ke kamar mandi.
setelah alan pergi selfie pun terdiam." apa aku murahan ya? menjadikan alan sebagai pelampiasan? tapi ini semua gara-gara zayn yang gak memberi ku kabar. coba aja dulu dia membalas pesanku sekali aja, pasti aku masih menjaga hati untuknya" gumam gadis itu merasa sesal
" padahal aku masih mengharapkanmu."
ia menghela nafas" harus pulang? aku gak mau pulang dan ingin tetap berada di sini. "
tiba-tiba pikiran selfie teringat dengan kejadian yang baru saja terjadi ." sial! ciuman tadi begitu menggairahkan, padahal aku hanya bercanda aja tadi. dulu saat sama zayn cuman nempel doang,"
selfie menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju kamarnya, wanita itu sudah menyusun barang-barangnya ke dalam koper semalam. jadi sebentar sore, dia akan langsung terbang ke Indonesia.
selfie tidak akan terbang bersama alan, karna pria itu masih memiliki urusan di sini. alan akan kembali ke indonesia dalam beberapa hari atau minggu.
jadi selfie hanya akan pergi berdua saja dengan echa, walau ia mati-matian menolak gadis itu. tetapi echa merengek dan mengancam akan masuk ke club malam kalau selfie tidak membawanya. gila emang, ancaman macam apa itu.
hari berganti sore, dan sesuai dengan rencananya, selfie benar-benar akan pergi. ia baru saja di antar oleh alan ke bandara.
dan ini adalah momen perpisahan pertama selfie dan alan yang telah tinggal bersama selama empat tahun.
__ADS_1
wanita itu berdiri di depan alan dan memeluk pria itu dengan erat, mengabaikan echa yang menatap keduanya dengan lekat.
" kak alan jangan bermain wanita di sini, karna nanti aku gak akan memberimu ciuman lagi." bisiknya yang membuat alan tertawa.
pria itu mengusap rambut selfie dan mencium aroma rambutnya dalam-dalam." gak akan, dari dulu hatiku hanya untukmu."
selfie melepaskan pelukannya dan menatap alan dengan senyuman tipis. diam sebentar, kemudian ia berjinjit dan mencium pria itu. ciuman seperti di ruangan keluarga tadi terulang di sini.
melihat itu echa langsung shock. memang sih ini adegan biasa untuknya karna tinggal di negri eropa, tapi ini tidak biasa untuknya yang baru pertama kali melihat selfie dan alan berciuman.
setelah melepas ciuman, selfie mundur beberapa langkah." good bye, kak alan. mukanya jangan malu begitu dong kan lucu," sempat-sempatnya dia menggoda alan.
alan tertawa." Hati-hati ya."
singkat cerita, kedua wanita berbeda usia itu baru saja bangun dari tidur panjangnya. mereka telah tidur selama 9 jam lebih di dalam pesawat. beberapa jam lagi pesawat akan mendarat di Indonesia.
dan nantinya setelah sampai di bandara, selfie akan langsung di jemput oleh sopir pribadi samh.
" kak selfie orang miskin kan? "
" orang kaya. gak percaya amat deh,"
" ya gimana gak percaya, dari dulu kita hidup miskin aja. ditambah dengan masakan kak selfie yang tidak enak kayak makanan basi. untung aja dulu ada kak dahlia dan kak alan." lanjut gadis itu tanpa menyaring kata-katanya.
tangan selfie terangkat dan memanggil pramugari yang tidak terlalu jauh dari mereka.
" ada yang bisa saya bantu? " tanya pramugari itu
" bisakah kita turun di negara lain sebelum ke indo? "
pramugari itu menggeleng," tidak, emangnya kenapa anda bertanya? "
selfie langsung melirik tajam ke echa." mau saya buang dia di negara orang dan tinggalkan dia sendiri. biarlah dia jadi gembel di sana."
echa reflek ternganga, gadis itu langsung tersenyum manis dan memeluk selfie." canda aja kok,"
selfie berdecak dan membiarkan echa bersandar di bahunya.
setelah menempuh waktu yang panjang di dalam pesawat, kini selfie bisa mencium lagi aroma negri yang ia tinggalkan beberapa tahun lalu.
mata gadis itu menelisik ke berbagai tempat mencari sopir pribadi kakeknya. dan setelah mencari beberapa saat, akhirnya selfie bertemu juga dengannya.
tanpa basa basi, selfie langsung masuk ke dalam mobil dan duduk dengan tenang di sana. tidak ada raut kebahagiaan di wajahnya, yang ada hanya wajah cuek dan datar. selfie seperti tidak bersemangat kembali ke sini.
berbeda dengan echa yang semangatnya melebihi kapasitas. dia sangat antusias bisa pergi ke luar ngeri. ya, walau negri ini negrinya juga.
hanya memerlukan beberapa menit saja untuk sampai ke rumah kakeknya. mobil yang membawa mereka memasuki halaman rumah yang luas dan besar.
echa terngaga, matanya tidak berhenti berkedip dari tadi setelah melihat bentuk rumah kakaknya.
" waduh, kek selfie kaya banget. nyesal aku menghinanya miskin." batinnya sembari melirik ke arah selfie.
dengan kaca mata yang masih terpasang di matanya. selfie perlahan turun dan menatap rumah masa kecilnya.
ia membuka kacamatanya dan mulai berjalan ke dalam rumah. saat memasuki rumah ada banyak pelayan yang menyambutnya, begitu juga dengan kakek dan neneknya.
dengan air mata berlinang, sang nenek mendekat dan memeluk cucunya yang telah lama pergi.
" nenek sangat merindukanmu. sekarang kamu sudah kembali dengan keadaan sehat nak," ia semakin mengeratkan pelukannya
sementara selfie, wanita itu hanya membalas pelukan sang nenek dan tersenyum kecil.
kemudian pandangan sang nenek beralih pada seorang gadis yang berdiri di belakang selfie. gadis cantik dan imut yang mirip seperti cucunya." dia gadis yang kamu ceritakan, ya? "
echa tersenyum." saya vanesha," sapanya ramah
untuk sesaat mereka mengobrol di ruang keluarga sambil memakan beberapa dessert dan jus. samh dan livy menanyakan keseharian selfie saat berada di Swiss. dan selfie hanya mengangguk dan menjawab seadanya.
hingga perbincangan mereka memasuki tahap serius.
" bisnis yang kakek serahkan ke kamu untuk di kerjakan, kenapa mengalami penurunan 50%?! kakek mengirimu kesana untuk bekerja dan bukan untuk liburan! " tegas samh menatap selfie tajam
bukannya takut, selfie juga menatap kakeknya tak kalah tajam." peneror itu yang melakukannya, dia yang mengacaukan pekerjaanku untuk perusahaan."
" kau hanya bersenang-senang disana....hmm, kakek jadi ragu kalau kau masih perawan," samh berpikir seperti itu karna ia tahu kalau selfie tinggal satu atap dengan seorang pria.
selfie tersenyum miring." aku tidak butuh kepercayaan mu,"
" habis ini pergilah ke perusahaan dan bantulah Dahlia mengembang bisnis." perintahnya, lalu berdiri dan mulai melangkah.
" ck! padahal aku baru saja pulang tapi di suruh pergi mengurus bisnisnya."
" dasar tua bangka! "
" apa kamu bilang? " tanya samh berbalik
__ADS_1
selfie menggeleng." maksud ku ada bangkai tua di Swiss."