Selfie

Selfie
67. di culik


__ADS_3

" baiklah, terimakasih lagi. aku bersyukur kalian mau melakukan ini "


" tidak perlu berterimakasih nona muda, saya senang bisa membantu "


" aku akan memberimu bonus yang sangat besar untuk ini, nisa "


" terimakasih nona muda "


Tut.


" benar sel? " tanya nancy setelah selfie mengakhiri telponnya.


selfie mengangguk. " mobil yang membawa nisa baru saja mengalami kecelakaan. tetapi untungnya mereka baik-baik saja. "


" selfie, ini gila banget. seharusnya kita tidak perlu datang ke sini."


" lo benar, tapi dengan begini juga gue bisa tau siapa penghianat itu "


Keesokan harinya sesudah sarapan, selfie dan nancy memutuskan untuk kembali ke kamar selfie. sementara violet dan yang lain masih menikmati makanan penutup lainnya.


" nancy lo pegang apa? "


" handycam, emang kenapa? "



" gue benci itu." lirih selfie nyaris tak terdengar


" apa? lo ngomong apa? "


selfie langsung tersenyum." Bukan apa-apa "


selfie berjalan ke arah sofa dan duduk sembari memejamkan matanya. sungguh ia tidak ingin mengingat apapun yang berhubungan dengan kedua temannya yang sudah tiada itu. bukan berati selfie membenci mereka, hanya saja selfie tidak ingin hal itu membangkitkan ptsd nya.


sesaat kemudian sefie mendengar sahabatnya yang lain masuk dan ikut duduk di sampingnya. selfie tidak menggubris mereka dan tetap memejamkan matanya.


berisik? Ya, tapi selfie tidak peduli. namun, ada satu hal yang mampu membuat mata selfie terbuka. ia melihat ke arah tv dimana rekaman tentang dahlia terputar dengan sangat jelas di sana.


selfie membeku, kemudian ia menoleh ke samping melihat helena yang lagi menatap ke arahnya.


" kenapa? Padahal semua rekaman tentang gadis itu sudah ku hancurkan "


helena menarik nafasnya dalam-dalam." Nona muda, sebenarnya saya mengambil beberapa sebelum nona muda menghancurkannya.


" kenapa? "


" karna mungkin sewaktu-waktu nona muda merasa kangen dan bisa melihatnya." Perkataan helena membuat selfie tertunduk sejenak. kemudian ia mengarahkan pandangannya ke tv dan melihat rekaman itu.


" njir violet ngapain lo di sana? "


" itu bukan gue bego!." sunggut violet kesal ke arah fira. sejujurnya ia juga cukup kaget melihat sosok gadis yang hampir mirip dengannya.


ruangan itu hening dan hanya membiarkan suara tv yang menyala


Video pertama


" selfie apa yang kau lakukan ? "


" merekammu "


" aku gak mau di rekam "


Video ke dua


" lihatlah selfie, aku baru saja menangkap capung yang sangat indah. "


" gak peduli sih "


" loh kamu pegang kamera ngapain? "


" ya merekam mu lah "


" ishh selfie jangan di rekam ihh "


" ehh sialan, jika handycam ku rusak, nyawamu akan ku buat rusak juga "


Selfie berusaha sekuat mungkin untuk tidak menangis. melihat video itu membuatnya merindukan sosok dahlia. ia rindu segalanya tentang gadis itu, gadis bodoh yang mau mempertaruhkan nyawanya untuk selfie.


selfie perlahan menolehkan kepalanya ke arah violet. setidaknya ia masih bisa melihat wajah dahlia di dalam diri violet, walau kelakuan mereka bertolak belakang.


karna tidak tahan di sini, selfie memutuskan untuk keluar dan mencari angin segar. tetapi, saat melewati ruang keluarga, ia tidak sengaja mendengar perbincangan antara kakeknya dengan sekertaris rey.


" di swiss tuan "


" swiss memang di kenal dengan keindahannya. tapi sekolah itu berada di sebuah desa rey "


" iya tuan benar, tapi sekolah itu sangat disiplin dan ramah lingkungan."


selfie mematung, Swiss? apa maksudnya? Apa kakeknya berniat mengirimnya ke sana.


" kakek, apa kakek akan mengirim ku untuk bersekolah di swiss?." Tanya selfie yang mampu membuat kakek dan sekertaris rey terkejut.


" tidak sayang, itu adalah sekolah khusus untuk anak-anak yang berbuat nakal. dan ingatlah, jika kamu membuat kesalahan yang menjatuhkan nama keluarga kita, kakek tidak akan segan-segan mengirimu ke sana, selfie! " tegasnya


wajah selfie langsung berubah datar." Itu tidak akan pernah terjadi. jika itu terjadi ku pastikan senyuman di wajahku menghilang." setelah mengatakan itu ia langsung meninggalkan kakeknya yang masih menatap kepergiannya .

__ADS_1


siapapun tau kalau keinginan terbesar selfie adalah kebebasan.


di malam yang terlihat tenang dan indah ini, bulan tampak sangat jelas dari kamar selfie. gadis itu terus menatap bulan tanpa mempedulikan violet yang lagi video call dengan ricko. sementara trysta dan fira sedang bermain monopoli.


" ahh kamu buat aku malu," ujar violet sembari tersenyum malu yang membuat selfie beralih padanya.


selfie mendengus, kemudian ia mendekati violet dan duduk di samping gadis itu sehingga ia bisa melihat wajah tampan ricko di layar laptop violet.


" ehh sialan, jika lo berani mempermainkan ni anak, lo mati gue buat sumpah!,"ancam selfie dengan tatapan tajam membuat ricko menelan ludahnya kasar.


" ihh apaan deh sel." Violet menatap selfie tidak suka.


" udah ahh lo diam aja." untuk anak cerdas seperti selfie tentu saja ia tidak percaya dengan perasaan ricko yang tiba-tiba saja menyukai violet. selfie tau betul kalau ricko sangat mencintai nancy, dan ia takut jika ricko hanya menjadikan violet pelampiasan.


selfie berdiri dan berjalan menuju balkon. Di sana ada nancy yang sedang memainkan biola. lantunan musik yang ia mainkan terdengar sangat tenang dan damai.


selfie duduk di samping nancy lalu membuka ponselnya dan menekan panggilan video pada nama zayn. setelah beberapa saat, panggilannya di angkat dan terlihatlah wajah tampan yang selfie rindukan.


" halo cantik "


" hallo tampan "


" ngapain? "


" lihat bintang "


" aku rindu "


" hahha to the poin banget "


" iya kamu imut, aku rasanya ingin menciumu hingga kamu kehabisan nafas... Eh maksudnya kekurangan nafas "


Selfie memicingkan matanya." Brutal amat bro. emang ya semua laki-laki pikirannya itu aja "


" hahha tunggu aja nanti."


" ini nih nancy katanya mau menerima serangan brutal kamu." Balas selfie seraya mengarahkan kamera kepada nancy.


sedangkan nancy yang melihat itu langsung terkejut dan memukul kepala selfie sampai berbunyi.


" dihh geer , siapa juga yang mau berciuman dengan lo "


" emang gue mau ha? " ketus nancy, lalu kembali memainkan biolanya.


selfie tertawa kencang melihatnya, apalagi melihat wajah ketus nancy yang terlihat sangat lucu. menggoda nancy malam-malam begini sangatlah menyenangkan, terkadang ia berpikir kalau zayn dan nancy adalah dua orang yang sangat cocok.


selfie mematikan panggilan videonya. Kemudian gadis itu menoleh ke atas dan melihat bulan yang sangat terang.


" bulan malam ini sedikit lebih besar dari biasanya. dan lebih mempesona dari sebelumnya." ucapnya yang berhasil membuat nancy menghentikan musiknya.


nancy ikut menatap ke atas melihat bulan. dia akui memang benar bahwa bulan terlihat lebih besar dari sebelumnya. ia terus melihatnya hingga selfie kembali berkata.


" terkadang aku tau rasa sakit, dan diam-diam menutup mataku.....aku pikir bulan hari ini sangat besar. apakah akan selalu bersinar untukku?."


" jika kau membohongi dan kehilangan diri sendiri. seperti menutupi bulan aku percaya pada jalan dimana aku benar "


" sambil menatap langit aku berpikir, kau percaya mimpi adalah kekuatan sejati?"


nancy hanya diam seraya memperhatikannya. karna jika selfie menggunakan kata aku, itu berati dia sedang serius.


" nancy, mungkin saja ada rapuh yang harus terlihat rapi "


" iya, lo lah orangnya "


selfie tertawa." sayang sekali, yang gue maksud bukanlah diriku."


...☘️...


" nona muda makanlah." ujar helena seraya menaruh beberapa cake di atas meja.


selfie melihat itu dengan seksama. cake itu terlihat sangat lezat, tetapi selfie tidak ada niatan untuk memakannya.


" aku kenyang helena." tolaknya halus


helena menggeleng kecil." nona muda menginginkannya, jad makanlah."


selfie sejenak menatap ke arah sahabatnya yang juga sedang menatap padanya. selfie memberi kode mata pada mereka bermaksud bagaimana cara menolak helena.


" nona muda mencurigai ku? " perkataan helena sontak membuat selfie menoleh ke arahnya begitu juga dengan yang lain.


" nona muda, jika aku lah sang penghianat itu, ku pastikan sudah lama nona muda tiada. karna hanya aku yang memilki kesempatan mendekati nona muda." jelas helena dengan wajah menyakinkan.


selfie tertegun, benar juga kata helana. jika helena yang penjahat di sini, pasti sudah lama selfie tiada. helena juga selalu membantu selfie sejak dulu , jadi tidak mungkin wanita itu dalang dari semuanya. jadi selfie memutuskan untuk tidak menaruh curiga pada helena.


" sel kalau lo gak mau kasih gue aja," ujar trysta sembari menarik piring berisi kue milik selfie.


" enak aja, gue mau." selfie mengambil cepat kuenya dan memakannya saat itu juga.


helena tersenyum melihatnya, tetapi perlahan wajahnya berubah sendu. Ia sedih karna selfie menaruh kecurigaan padanya. sebenarnya ia juga tau kalau ada seseorang penjahat di rumah ini.


" emm sel, cobain yang ini." nancy menyodorkan kue rasa vanila dan memasukannya ke dalam mulut selfie.


selfie mengunyahnya sambil tersenyum. " hmm enak banget "


fira tertawa." Kalian tau, gue lihat di internet ada pasar malam di pusat kota.... gimana kalau kita pergi ke sana."

__ADS_1


violet mengangguk." Iya sel dari pada suntuk di rumah, ya walaupun rumah lo super duper bagus tapi kalau di sini mulu bosan."


" benar juga kata si lumut, kita keluar aja malam ini dan main banyak permainan." timpal nancy


tentu saja selfie dengan senang hati menerimanya. karna memang dia sebenarnya bosan di rumah ini yang seperti di kurung layaknya burung.


malam ini setelah minta ijin pada kakek dan neneknya, selfie dan teman-temannya langsung pergi ke pasar malam.


tidak ada pengawal, karna selfie meminta mereka untuk tidak ikut dan ingin pergi sebagai orang biasa. di sini juga tidak ada helena, wanita itu berkata kalau ada urusan yang mendesak di kantor malam ini. padahal selfie tidak tau urusan apa itu.


mereka mencoba banyak permainan, dari permainan lempar kaleng, rumah hantu, bialalang, dan banyak lagi.


kelima gadis itu juga mencicipi banyak makanan yang tersedia. tidak ada kata kenyang untuk selfie, karna hampir semua jajanan dia beli dan memakannya.


hingga di satu saat, fira berkata kalau ia ingin pergi ke toilet yang sialnya tidak ada sini. tapi beruntung di dekat pasar malam ada gedung basket, jadi mereka bisa menumpang toilet di sana. fira juga sekalian akan mengganti pakaian keren yang baru ia beli.


yang menemani fira di luar toilet hanyalah selfie. sedangkan yang lain memutuskan menunggu mereka di lapangan sambil main basket.


setelah menunggu beberapa saat akhirnya fira keluar juga. dan hal itu membuat selfie melongo karna melihat penampilan fira yang keren. cara jalan gadis itu juga nampak sangat kece bagi selfie.



gadis itu berjalan melewati selfie yang masih berdiri sambil melihatnya.



" gila tuh anak kok bisa kece gitu ya? " gumamnya


" OII FIRA! PENGEN KECE JUGA GUE! " mendengar itu fira reflek berbalik badan ke arahnya.


" lo gak usah "


" kok gitu? "


fira menarik nafasnya dalam-dalam." sel, lo gak cocok kece kek gini, lo tuh cocoknya pakai outfit lembut aja... apa lo gak pikir zayn akan berpaling dari lo kalau jadi tomboy gini? "


" masa sih? "


" iya, lo itu cocoknya feminim aja biar zayn makin cinta sama lo "


sejenak selfie terdiam, kemudian ia membayangkan bagaimana zayn yang akan semakin mencintainya kalau terus menjadi feminim. karna zayn bukan tipe orang yang menyukai cewek tomboy.



" oiii sel! ayo pergi, ngapain bengong! " pekik fira


" oh iya ayo hehe "


sepertinya waktu untuk bersenang-senang di pasar malam cukup sampai di sini aja. lagi pula waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam. dan selfie harus segera pulang sebelum kakeknya marah nanti.


di tangan kelima gadis itu penuh dengan gulali, jagung bakar, dan boneka.


setelah melihat melihat mobil yang membawa mereka tadi di parkiran, kelima gadis itu langsung masuk sembari memakan makanan yang mereka bawa. mobil itu bergerak dan mulai meninggalkan perkarangan pasar malam.


awalnya tidak ada yang aneh, hingga nancy berteriak dan mengagetkan mereka semua.


" ini bukan jalan pulang! "


sontak saja selfie dan yang lain serentak menoleh ke luar jendela, dan benar saja ini bukan jalan pulang melainkan arah ke sebuah pegunungan.


" ohh sudah tau rupanya." ucap seorang pria yang berada di kursi kemudi.


" siapa kau? " tanya selfie, dan hal itu membuatnya tersadar kalau ada dua orang di kursi depan.


" kami di perintahkan untuk menculik pewaris dari Murphy group." jawab pria satunya di samping kursi kemudi.


" selfie gimana ini? " bisik violet yang mendekap selfie dengan kuat. violet sangat ketakutan. bukan dia saja tetapi semuanya juga takut termasuk selfie.


selfie berpikir sejenak, kemudian ia berencana untuk menelpon kakeknya. tapi , sebelum ia berhasil menelpon, pria di samping kemudi berhasil merebut ponselnya beserta ponsel yang lain.


selfie menunduk. apa yang akan terjadi padanya nanti.


selfie menegakan tubuhnya dan menyilangkan tangan di dada." ok culik saja. tapi gue punya permintaan "


" apa? "


" jangan berani mencolek-colek kami, karna gue pernah baca di berita kalau penculik akan meniduri korbannya."


" dan kedua tolong sediakan cookies dan jus ya karna gue gak mau bosan..... trus sama bawakan makanan yang enak..... ohhh ohh sama bawakan PS dan TV yang besar." ucap selfie dengan mimik senang membuat mereka semua melongo kecuali violet yang tersenyum senang.


" jangan lupakan es teler, es buah dan cendol."


" ide yang bagus vi, hihi "


" sel bisa bisanya lo santai, kita di culik lo! " pekik fira


" ssttt... diam aja fir keajaiban pasti datang." sela trysta yang percaya pada selfie


melihat selfie yang santai begitu, nancy pun juga ikut jadi tenang dan santai. ia sih masa bodoh dengan penculikan ini. tapi jika mereka berani melukai selfie, nancy tidak akan segan-segan menantang mereka.


" awas lo pada macam-macam, kalau tidak gue akan pecahin telur kalian yang berada di balik celana. kebetulan sekali gue udah lama tidak pecahin telur manusia." ancam nancy sembari memberikan minuman pada yang lain.


kedua pria itu meneguk ludah kasar. baru kali ini ada yang berani dan santai saat di culik.


" apa benar dia pewaris perusahaan besar itu yang terkenal cerdas, dan anggun ? " bisik pria itu.

__ADS_1


" iya, tidak salah lagi."


" kok dia kayak gitu, gila, heboh, bodoh, tidak mencerminkan seorang pewaris." balasnya sambil melirik ke belakang dimana selfie lagi mencoba tidur dengan mulut terbuka.


__ADS_2