
" dia masih anak-anak! "
sejak kecil gue benci banget sama kalimat itu, saat orang-orang bertingkah seolah dengan 1 kalimat, hal yang salah bisa berubah jadi benar.
waktu berlalu hingga sekarang gue nginjak usia 23 tahun. segalanya kerasa berat, banyak hal yang gak berjalan sesuai yang gue mau.
di jauhin banyak orang, ngalamin susahnya bertahan hidup di negri orang.
hingga sekarang, gue berdiri di depan hotel yang sebentar lagi akan menjadi tempat pernikahan ku.
besok adalah hari pernikahan ku
menikah dengan pria yang mencintaiku
tapi gue tidak, meskipun dia adalah seorang pria yang tampan, tapi tidak membuatku mencintainya.
sudah cukup lama gue berdiri di depan hotel ini tanpa berniat masuk. sampai mama datang dan ngajakin gue ngobrol.
kita duduk di taman hotel sambil membicarakan hal-hal lucu dan absurd.
oh ya, btw gue udah kembali ke kota kelahiran ku. kembali ke tempat kedua orang tua ku berada.
masalah perusahaan? gue akan meninjuanya dari kejauhan nanti.
"siapa untuk menikah?" itulah perkataan mama yang membuat senyum di wajahku luntur.
gue menoleh ke seberang taman." aku hanya takut gagal menjadi istri yang baik."
mama tersenyum sambil ngasih jeruk yang udah di kupasin." gak papa kamu gagal, kamu bisa memperbaikinya. kamu masih anak-anak."
gue nerima jeruknya dan mulai ketawa." ya, saya masih anak-anak."
detik berganti menit, menit berganti jam, dan jam berganti hari. hari ini adalah hari pernikahan ku dengan alan.
tamu mulai berdatangan mengisi acara pesta yang mewah.
ada beberapa kolega, keluarga ku dari Australia dan beberapa rekan bisnis alan.
sementara gue masih berada di rumah mempersiapkan diri di bantu oleh beberapa orang dan sahabatku.
" sel, bentar lagi status lo berganti jadi seorang istri. ihh gue senang bangettt! " seloroh violet menatap pantulan diri ku di cermin.
" kenapa lo yang senang?" tanya nancy
violet terkekeh." soalnya ntar malam gue dan fira mau mengintip mereka malam--"
tuk!
" aduh sakit!" ringisnya saat di tabok nancy
" ya lo juga goblok, ngapain mau ngintip segala." sanggah trysta menatapnya tajam.
__ADS_1
gue tersenyum tipis melihat itu." kalian kapan nyusul?" pertanyaan yang membuat wajah violet memerah seketika.
" umm.. ricko bilang dikit lagi, Aaaaa! " ia menutup wajahnya.
gue mengangguk." cepatin tata rambut gue, bentar lagi acaranya di mulai."
" santai aja sel, masih banyak waktu kok." jawab violet sambil bermain handphonenya.
gue melihat pantulan violet di cermin dan menghembuskan nafas berat." kalau kamu nyia-nyiain waktu, kamu juga harus siap jika suatu saat nanti bakalan di sia-siain sama waktu."
...🌺...
waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. ruangan yang tadinya penuh dengan canda tawa seketika hening dan menjadi serius. mereka berbondong-bondong mendampingi selfie keluar.
mobil sudah di hiasi dengan mewah.
gaun yang selfie kenakan juga terlihat sangat cantik dengan tema ala Disney.
selfie memilih tema beauty and the beast, ia memakai gaun berwarna orange seperti Belle.
alasannya memilih teman princess adalah karna selfie menyukai kisah para princess disney. ia menyukai segala hal berbau disney.
tapi, bukankah terlalu lucu memakai tema beauty and the beast?.
selfie seolah-olah menganggap kalau alan adalah raja yang seram kan? sementara selfie adalah princess cantik seperti film tersebut.
" kenapa lo pilih tema ini? " tanya nancy tak kala dalam perjalanan menuju pesta
dengan nafas berat selfie menjawab." gue sebenarnya gak tau juga mau ngapain? "
selfie menatapnya." umm, gini lo nanc. beberapa orang hidup karna emang nikmatin hidup. beberapa orang lainnya, hidup karna takut mati. dan ada juga beberapa orang lainnya yang justru hidup karna udah terlanjur hidup dan belum saatnya buat mati. gue cuman lagi ngejalanin hidup. itu aja." jelas dia yang membuat suasana hening seketika.
violet dan yang lainnya memilih untuk tidak menganggapi perkataan selfie karna sejujurnya mereka juga tidak mengerti.
beberapa menit kemudian mobil tersebut akhirnya memasuki perkarangan hotel yang mewah. halaman hotel ini telah di hias mengikuti tema yang selfie suka.
nancy membantu selfie keluar dari mobil dan berjalan di belakang sahabatnya itu menuju alan yang tengah menunggunya.
dan di momen inilah nancy meneteskan air matanya. melihat seorang teman yang sudah bersamanya dari kecil. seorang teman yang di pisahkan dan di pertemukan lagi. temannya yang heboh, narsis, dan suka ngelawak itu akan menikah.
itu artinya momen persahabatan mereka akan berkurang.
alan tersenyum dan mengulurkan tangannya menyambut selfie yang telah sampai di depannya.
melihat itu selfie pun tersenyum dan menerima uluran tangan alan. ia juga tersenyum melihat penampilan alan yang terlihat segar dan tampan.
namun, pandangannya malah tertuju pada seorang pria dengan baju ala pangeran. pria itu berdiri di antara pria lainnya. ia tersenyum dan sedikit melambai pada selfie.
dia adalah zayn
selfie sedikit terkejut karna baju yang di kenakan oleh zayn adalah baju yang dia beli waktu di butik dulu bersama selfie.
__ADS_1
padahal zayn berkata kalau ia akan mengenakan baju itu saat pernikahannya dengan nancy.
" kamu siap? " tanya alan yang memecahkan lamunan selfie.
selfie terhenyak." eh iya ayo." jawabnya sambil sesekali melirik pada zayn.
selfie tersenyum dan mengikuti zayn ke penghulu yang sudah menunggu mereka.
ia duduk perlahan di samping alan yang sangat bersemangat.
alan memalingkan wajahnya menatap selfie yang tertunduk dengan pandangan kosong. raut wajah selfie tidak terlihat bahagia seperti seseorang yang akan menikah. selain itu, mata selfie selalu melirik ke arah zayn.
alan terdiam, ia menatap zayn dan selfie secara bergilir. ia dapat melihat raut sendu di antara keduanya.
meskipun tadi selfie tersenyum, namun itu adalah senyuman yang di paksakan.
apa ini? kenapa tiba-tiba perasan alan jadi tidak enak. ia ragu untuk melanjutkan pernikahan ini.
jika ia melanjutkan pernikahan ini, maka ada tiga orang yang akan terluka. ia hanya akan membuat selfie menderita dan terpaksa menjadi seorang istri baginya nanti.
apa yang ia harapkan? padahal alan berpikir jika menikahi selfie, ia akan dapat memiliki hati dan tubuhnya seutuhnya. tapi, kenapa ia merasa ada yang aneh sekarang.
selfie dan zayn saling mencintai. ia mencintai selfie tapi selfie mencintai pria lain, jadi apa yang di harapkan dari cinta segitiga ini?
" pak alan apa anda siap? " lontar penghulu mengagetkan alan. alan menoleh dan terkejut melihat tatapan semua orang mengarah padanya.
" kak alan kenapa? " tanya selfie lembut
alan menatap selfie sebentar sebelum menarik nafas panjang. ia berdiri dan mengarahkan tatapannya pada zayn." zayn kemarilah! "
zayn tidak mengerti, tetapi ia tetap berjalan menghampiri alan.
" kamu duduklah di sini, sepertinya gue tidak bisa menikahi selfie." ucapnya yang membuat mata semua orang membola.
" loh kak alan kenapa? kenapa gak jadi? apa karna aku jelek ya? " tanya selfie
alan tersenyum." kalian saling mencintai, jadi aku tidak akan memaksamu. kau harus bersama dengan orang yang kau sukai."
" kak alan serius?"
alan mengangguk." aku lebih baik melihat mu bahagia dari pada tersiksa dengan ku." kalimat itu membuat air mata selfie membendung.
alan beralih pada zayn." jaga dia, jika kau berani menyakitinya aku tidak akan segan-segan merebutnya kembali!" ancam nya
zayn mengangguk dan langsung memeluk alan. zayn tau perasaan alan saat ini. perasaan melihat orang yang kau cintai bersama orang lain.
beberapa menit kemudian
" SAHHH!! "
semua prnah bertepuk tangan, sekarang selfie dan zayn telah resmi menjadi sepasang suami istri. meskipun tamu yang hadir agak sedikit merasa aneh dengan pernikahan ini.
__ADS_1
semuanya berpesta, nancy dan yang lainnya ikut bahagia melihat selfie yang akhirnya menikah dengan orang di cintainya.
meskipun nancy masih mencintai zayn, tetapi dia ikhlas melepaskan cintanya demi kebahagiaan selfie.