
" sel sampai kapan kita di sini? "
" sampai hantu itu pergi lah "
" tapi gimana caranya kita tau dia udah pergi? "
" eh, iya juga gimana caranya? ohh gue tau, lo keluar aja trus cek "
" gila ya lo sel, lo kan tau gue takut "
" iya takut tapi jangan sampai nempel gini dong, lo terlalu nempel vi." selfie menjauhkan sedikit duduknya dari violet, tetapi gadis itu malah mengikutinya
" keknya untuk cowok yang ingin dapat perhatian violet harus ajak dia nonton horror deh. di jamin pdktnya lancar "
" iya kan, di peluk terus nanti cowoknya," timpal nancy tanpa memalingkan wajahnya dari cermin.
mendengar hal itu violet pun memukul pelan kepala selfie." enak saja, tergantung cowoknya lah "
tok.... tokkk
sontak ketiga gadis itu menoleh ke arah pintu.
tokk.... tokkk
" vi buka! " perintah nancy
" gila lo! "
tok tok
" oii buka!! ini gue fira! "
sesaat mereka saling bertukar pandang, kemudian bernafas lega sambil mengelus dada.
selfie perlahan bangkit dari duduknya dan melangkah ke arah pintu, tetapi violet menahan tangannya.
" sel, Jangan-jangan itu hantu yang menyamar "
" apa maksud lo hantu? ini gue anjir! "
selfie mengangguk." mana ada hantu bilang anjir " ia melepaskan tangan violet dan segera membuka pintu. dan ya, benar saja di balik pintu ada fira dan juga trysta.
kepala selfie menoleh ke samping tepatnya ke arah hantu tadi berdiri, dan ia tidak melihat siapapun termasuk riska.
" hantu kemana? "
" udah pergi maybe"
" trus kita tidur di mana? " tanya violet sembari keluar.
" ya disini lah " jawab fira yang sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
selfie melangkahkan kakinya dan ikut merebahkan tubuhnya di samping fira .
" serius nih? "
" hmm, tidur lah karna besok kita akan pergi." ucap gadis itu dengan mata terpejam.
" pergi kemana? " tanya nancy
fira membuka sedikit matanya dan mencoba mengingat perkataan bu yani saat ia di luar tadi.
" ke istana Versailles dan menara Eiffel "
sontak mata selfie membola setelah mendengar ucapan fira. menara Eiffel? kebetulan sekali ia ada janji berkencan dengan zayn di taman itu besok. jadi ia tidak perlu repot-repot lagi mencari alasan untuk ke sana.
sementara nancy yang melihat selfie senyum-senyum sendiri bisa menebak bahwa gadis itu akan menghabiskan momen romansa di sana.
" ehh boneka gue dimana ya? " pungkas selfie sembari meraba-raba di sekitar ranjang. gadis berbaju hitam itu bahkan tidak segan-segan mendorong fira hingga terjatuh dari ranjang.
" mana sih! "
" ohh yang ini? " ucap nancy dan violet bersamaan sehingga kepala selfie berbalik ke arah mereka.
" ck! bukan itu, punya ku kelinci " ungkap selfie masih terus mencari
" fira lo ambil kan? " selfie menajamkan tatapannya pada fira yang tengah duduk sambil memakan basreng.
" dih ngapain gue ambil " ketus gadis itu lalu kembali dengan cemilannya.
melihat tidak ada tanda-tanda kebohongan pada fira, selfie pun kembali mencari boneka kesayangannya itu. ya, kesayangan karna boneka itu di beri langsung oleh zayn saat malam sebelum ke Paris.
saat sedang sibuk mencari kesana kemari selfie tiba-tiba mendapatkan pencerahan. ia baru sadar jika di kamar ini tidak ada trysta, jadi dimana gadis tinggi itu?.
sedikit pemberitahuan, di antara mereka berlima yang paling tinggi adalah trysta. padahal gadis itu yang termuda di antara mereka bahkan didalam kelas.
setelah trysta di susul oleh fira , lalu selfie ,setelah itu nancy , dan yang paling pendek adalah violet.
" pasti si bocil itu yang ambil " tebak selfie kemudian berlari dan mencari trysta ke ruang tamu dan balkon, tetapi ia tidak juga menemukannya.
jadi selfie berinisiatif mencari gadis itu di dapur.
dan sesuai dugaannya ia melihat trysta sedang berfoto di sana.
" oii mana bunnies 🐰 gue!! " teriak selfie di belakang trysta tepat saat gadis itu mengambil gambar.
cekrekk
__ADS_1
" apaan sih sel, ganggu aja "
" makanya sini balikin " tanpa basa basi lagi selfie langsung mengambil bonekanya dan meninggalkan trysta yang menatapnya dengan geram.
...🌿...
" Louis XIII membangun bangunan ini pertama kali sebagai pondok singgah perburuan pada tahun 1623, yang digantikan menjadi sebuah château kecil pada tahun 1631 sampai tahun 1634."
" kemudian Louis XIV memperluas bangunan ini menjadi istana dalam beberapa fase dari tahun 1661 hingga 1715."
" Bangunan yang menjadi lokasi favorit kedua raja ini pada tahun 1682 menjadi ibu kota secara de facto dari Prancis setelah pemindahan pusat pemerintahan dan kerajaan di Versailles."
seperti itulah penjelasan seorang gadis tentang istana Versailles. gadis yang memakai topi dan kacamata itu, berdiri di depan rombongan siswa saat mereka baru saja masuk ke halaman istana.
tidak ada kesalahan sedikit pun saat dia menjelaskan, apalagi wajahnya yang terus tersenyum dan memancarkan aura positif membuat siapa saja yang mendengarnya menjadi nyaman.
bahkan gadis itu tidak membiarkan bu ria ikut andil di dalamnya. ia membawa para rombongannya dan menjelaskan dengan detail hampir setiap ruangan yang ada di dalam istana.
siapa gadis itu? ya tentu saja selfie, siapa lagi coba kalau bukan gadis berdarah campuran itu.
setelah berkeliling plus menjelaskan kurang lebih dari sejam, tenggorokan selfie terasa sangat kering. ia haus dan sialnya tidak menemukan teman-temanya yang membawa botol air.
hingga ia terkejut saat merasakan sesuatu menyentuh pipinya. gadis itu reflek menoleh dan lebih terkejut lagi melihat alan memegang botol mineral di sampingnya.
" haus ya? " tanya lelaki berbaju biru itu.
" tau aja kalau gue haus." tangannya dengan lembut mengambil botol itu." thanks ya "
gadis itu meminum air tersebut seperti orang yang tidak minum selama berhari-hari. sementara alan fokus memperhatikannya dari samping.
" seperti biasa selfie pintar ya " ucap alan setelah selfie menyudahi minumnya.
" hehe, hanya mengingat apa yang gue baca "
" sel "
" hmm? "
" aku tidak bisa mengeluarkan mu dari hatiku " lirih lelaki itu menatap selfie lembut.
selfie tersenyum." tidak papa, itu hak mu untuk menyukai seseorang "
" iya, tapi sulit mencintai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain " kekeh alan mencoba menyembunyikan perasaannya.
pandangan alan bergerak mengikuti selfie yang tiba-tiba saja berdiri. gadis itu sedikit menundukkan badannya tepat di depan alan.
" gak usah memikirkan itu, walau sudah berpacaran dengan zayn, gue gak tau siapa jodohku kelak." ia mengembangkan senyuman manis lalu pergi meninggalkan alan.
sedangkan alan, ia merasa mendapatkan sebuah harapan baru dari kata-kata selfie tadi. benar juga, soal jodoh tidak ada yang tau.
" salah"
" lah kan benar Everest "
" bukan "
" trus apa? "
selfie yang mendengar pembicaraan mereka mengkerutkan keningnya. Everest? jadi pembicaraan mereka terkait dengan gunung tertinggi itu.
" ada apa ini? " lontar gadis itu membuat semua mata menoleh ke arahnya.
" ohh kebetulan sekali si pintar datang " ucap salah satu gadis yang tidak selfie ketahui.
" kalau lo pintar jawablah pertanyaan ini? " gadis itu menatap selfie dengan tatapan remeh.
" apa? "
" gunung yang paling tinggi "
" Everest "
" salah "
" itu sudah benar "
" jelas salah "
selfie memegang dagunya tidak mengerti dengan gadis di depannya ini. namun ia mencoba berpikir sejenak dan mencerna pertanyaan tadi.
" seorang selfie gak bisa loh " ejek gadis itu sambil tertawa loh.
melihat itu selfie pun tersenyum miring." gue tau "
" apa? "
" jawabannya adalah gunung olympus mons, yang memiliki ketinggian mencapai 26.000 meter atau sekitar tiga kali lebih tinggi dari puncak gunung Everest di pegunungan himalaya "
" gunung yang berada di planet mars itu menjadi gunung paling tinggi di sistem tata surya " jelas selfie bersedekap dada.
perkataan selfie mampu membuat gadis tadi tidak berkutik, ia tidak menyangka kalau selfie mainnya sampai ke luar angkasa.
ya, untuk anak pecinta luar angkasa sekaligus salah satu anggota club astronomy, hal itu sangatlah mudah bagi selfie.
" SELFIE!!.... AYO KE BUS!! " teriak nancy
" ahh gue pergi dulu " pamit gadis itu berlari menyusul nancy dan yang lain.
setelah menempuh waktu yang sedikit lama, akhrinya mereka sampai juga di tempat yang paling di tunggu di negara ini. yaitu apa lagi kalau bukan menara Eiffel.
__ADS_1
" menara ini dulunya--"
" oopp... opp... selfie sayang yang paling cantik yang paling manis honey body sweety. untuk menara ini biarkan ibu yang menjelaskan." ucap bu ria memotong perkataan selfie sambil tersenyum penuh keterpaksaan.
" ohh kenapa gak bilang? saya kira ibu setuju saja saat saya membantu ibu." gadis itu tersenyum manis." kalau begitu saya akan diam."
mendengar ucapan selfie bu ria pun ternganga. jadi segampang ini melarangnya? jika tau dari awal pasti bu ria sudah meminta selfie untuk diam waktu di museum.
pembahasan menara Eiffel di jelaskan dengan singkat oleh bu ria. ya, karna menara yang dulunya akan di robohkan setelah 20 tahun itu tidak terlalu banyak cerita di dalamnya. oh ya sedikit tambahan menara Eiffel di sebut juga sebagai sepupu dari patung liberty.
" wahhh coba lihat kucing itu! " sergah violet membuat selfie dan yang lain menoleh ke arah tunjuknya.
" lucu, kucingnya pacaran " gemas trysta
selfie sontak menoleh ke arah nancy dan zayn secara bergilir." kucingnya sama kayak kalian loh, yang betina warna orange sama kayak baju nancy, dan yang satu hitam sama kayak baju zayn."
" apaan sih sel " ketus nancy, sedangkan zayn hanya menatap datar pada nancy.
singkat cerita rombongan mereka sudah terpecah belah. kebanyakan dari mereka berpacaran, ada yang sibuk berfoto, dan sebagian duduk di perumputan sambil mengobrol.
dan untuk selfie saat ini ia tengah berpacaran dengan zayn di bangku. keduanya begitu romantis tapi sayangnya ada nancy di samping selfie. entah kenapa gadis itu ingin ikut dengan selfie , ia beralasan violet sedang bermain.
selfie sih sebenernya tidak enak karna ia tau betul kalau nancy juga mencintai zayn, tapi nancy tetap kukuh dan berkata tidak papa.
" tadi kamu berdua sama alan? " tanya zayn tanpa melepaskan tangannya dari tangan selfie.
selfie mengangguk." iya, dia kasih air doang "
" ohh gitu "
" kamu marah? "
" gak, aku dan dia juga udah baikan kok.... dan aku percaya sama kamu " lelaki itu mengembangkan senyuman manis, dan itu terlihat sangat mempesona.
sesaat mata keduanya saling memandang, saling memuji kecantikan dan ketampanan di dalam hati.
jantung selfie berdebar, dan semakin mau copot ketika zayn dengan perlahan mendekatkan kepalanya.
selfie mematung, jika biasanya dia menolak tetapi sekarang ia sama sekali tidak menjauhkan kepalanya saat lelaki itu mendekat.
semakin dekat, hingga wajah mereka hanya berjarak satu inci. selfie perlahan menutupi matanya saat tau apa maksud dari lelaki itu. tetapi sedetik kemudian ia membuka matanya dan berdiri secara mendadak.
" ice cream!! "
" gue mau beli duluuu! " seru gadis itu lalu berlari meninggalkan zayn dengan tatapan kecewanya.
" hahaha "
sontak zayn menoleh ke sampingnya dimana nancy sedang tertawa mengejek ke arahnya.
" padahal tadi akan menjadi first kiss di tempat paling romantis " ledek nancy masih tertawa
" diam lo! "
" idih marah nih "
" lo juga ngapain di sini sih? ganggu aja "
" bosan gue "
hening.
dua-duanya larut dalam keheningan dan fokus memandang teman-teman mereka yang lagi asik berfoto.
canggung? tentu iya, walaupun sudah mengenal lama dengan zayn tetap saja nancy canggung jika tidak ada selfie di dekatnya.
" ambilin ponsel gue "
" ha? "
" ambilin ponsel gue di sana " tunjuk zayn pada kelompok anak IPA 2 .
" gak mau gue " tolak nancy sembari memalingkan wajahnya. tetapi hal itu justru membuat zayn kesal dan menarik tangan gadis itu.
" cepatan!! " desaknya
nancy yang memang terkenal mager dengan urusan orang lain, tiba-tiba saja mau mengiyakan permintaan zayn. gadis itu berdiri dan berlari ke arah anak-anak yang di maksud zayn tadi.
setelah berhasil mendapatkan ponsel lelaki itu, nancy berlari kembali ke tempat di mana zayn masih menunggunya. namun karna terlalu terburu-buru gadis itu malah terjatuh sehingga membuat lututnya lecet.
zayn yang lagi memperhatikannya sontak terkejut. dan dengan langkah panjang ia menghampiri nancy.
" dasar ceroboh! untung hpku gak papa " bukan nancy, tetapi ia khawatir dengan ponselnya.
" gue kesakitan anjir! "
" gak peduli "
nancy berdecak, kemudian ia memaksakan dirinya untuk berdiri tapi hal itu malah membuat lututnya semakin sakit. ya kalian bisa membayangkannya lah bagaimana saat lutut kita terluka dan mencoba untuk berdiri, rasanya wouuu.
zayn memutar bola matanya malas, ia sedikit merasa kasihan melihat gadis malang di depannya ini.
" sini "
nancy kaget bukan main ketika tangan zayn naik menyentuh pundaknya. gadis itu mencoba tetap tenang dan membiarkan zayn membantunya.
tibanya di bangku, zayn dengan hati-hati mendudukkan nancy kemudian berjongkok di depan gadis itu. tangannya meraih botol air mineral yang berada di ujung bangku.
dengan lembut zayn membersihkan luka nancy dan meniupnya sesekali. cowok itu bahkan tidak sadar bahwa nancy tengah menatapnya intens.
" loh kalian ngapain? "
__ADS_1