
menempuh waktu yang sangat panjang di dalam pesawat. bosan? itulah yang selfie rasakan saat ini. melihat awan dan pemandangan kota dari atas sini.
duduk dengan tenang sambil memakan cookies dan mendengarkan lagu dengan earphone. namun, beberapa saat kemudian gadis itu melepaskan earphone nya dan menyerahkannya kepada dahlia yang tidak tau apa-apa.
" lagunya jelek." itu lah katanya. dahlia mengernyitkan kening dan mencoba mendengarkan lagu yang masih terputar di earphone tersebut. dan ternyata lagu yang dia dengar adalah lagu sad yang bisa membuat orang menangis.
" pantas saja," gumamnya
" kamu kenapa ikut? ini bukan liburan dahlia, tapi ini adalah hukuman untukku," selfie menatap mata gadis itu menunggu jawaban.
" aku tau selfie, tapi tidak mungkin aku membiarkanmu sendiri di sana, kesepian, tanpa seorang pun yang kamu kenal." dahlia tersenyum cerah hingga menampakkan deretan giginya yang putih seperti di iklan pepsodent.
selfie tertawa kecil dan menepuk bahu dahlia dua kali. ia hanya merasa lucu dan sedikit terharu mendapatkan dahlia di dalam hidupnya.
waktu telah berlalu, selfie dan dahlia telah tiba di tempat tujuan, yaitu Swiss. negara yang sangat terkenal akan alamnya yang indah. mungkin saja jika orang lain yang datang ke sini mereka akan merasa bahagia, tapi tidak dengan selfie yang merasa hancur.
setelah menginjakkan kaki di negara ini, selfie langsung di jemput oleh seseorang wanita berkebangsaan Indonesia. wanita itu dengan sopan mengajak selfie dan dahlia ke mobil dan membawa mereka ke sebuah perdesaan.
desa Grindelwald. itulah sebutan untuk nama desa yang akan selfie tempati.
sebuah desa yang sangat indah dengan danau biru yang indah, pegunungan, rumput yang hijau, perumahan yang tersusun rapi dan enak di pandang. benar-benar memanjakan mata, membuat selfie terpana dan melupakan alasan kenapa dia kemari.
wanita itu tidak menurunkan mereka di desa tadi, melainkan ke sebuah sekolah yang tidak jauh dari desa Grindelwald. wanita itu akan memperkenalkan selfie dan dahlia kepada kepala sekolah dan guru yang lain di sana.
dan di momen ini lah selfie bisa mengetahui kalau ada banyak anak-anak yang di buang. tepatnya di hukum seperti dirinya ini.
ini adalah sekolah kedisiplinan. ada bnyak anak yang sekolah di sini dari umur 7 tahun sampai 20 tahun. entah kenakalan apa yang mereka buat sampai di buang ke sini.
Anak-anak yang bersekolah di sana bukan hanya dari negri ini saja. selfie bisa melihat ada banyak anak yang berasal dari benua Amerika dan Asia.
" kamu adalah selfie kan? cucu dari samh. dia sudah mengatakan semuanya padaku," ucap kepala sekolah ramah ( percakapan dalam bahasa Inggris ).
selfie tersenyum ramah dan menundukkan sedikit kepalanya dengan sopan.
sedangkan kepala sekolah dan guru lainnya sedikit kaget. gadis di depannya ini sangat sopan dan tidak terlihat seperti anak nakal lainnya. apakah isu tentang selfie itu benar? itu yang ada di dalam pikiran mereka.
" kami sudah menyiapkan asrama untukmu." ucap kepala sekolah lagi.
selfie menggeleng." tidak usah, saya akan tinggal di desa Grindelwald saja dan hidup sendiri." pintanya
kepala sekolah sedikit terkejut, tapi ia mengangguk dan tidak memaksa kehendak pada selfie.
saat sedang asik mengobrol, tanpa mereka sadari seorang gadis kecil berusia sepuluh tahun berjalan mengendap-endap ke arah mobil yang terparkir. gadis itu membuka bagasi belakang mobil dan naik dengan tas besar yang ia bawa.
sebelum menutup bagasi mobil, gadis itu menyempatkan dirinya melihat ke arah kepala sekolah.
" mending tinggal sama kakak ini, wlekkk." ia menjulurkan lidahnya ke arah wanita berwibawa yang sedang berbicara dengan selfie.
hari berganti sore, selfie dan dahlia sudah berkeliling dan memahami setiap sudut sekolah ini. mereka juga telah mengetahui apa saja pembelajaran yang akan mereka dapati nanti.
setelah berpamitan kepada kepala sekolah dan guru lainnya, selfie langsung berjalan kemobil dan masuk dengan wajah yang lelah. ia lelah memikirkan nasibnya di sekolah ini nanti. karna bukan hanya tentang kedisiplinan, tapi sekolah ini juga memiliki metode pembelajaran layaknya universitas lainnya. jadi anggap saja selfie sedang berkuliah sekaligus memperbaiki sikap.
...🍃...
liona ( wanita yang menjemput selfie ) telah menyewa rumah yang tidak terlalu besar untuk selfie dan dahlia. ia sudah menyiapkan semua ini sebelum kedatangan selfie, karna wanita itu yakin kalau sang nona muda pasti tidak akan mau tinggal satu atap sama anak-anak nakal di sana.
setelah perjalanan berakhir, mereka kini telah sampai di depan rumah minimalis ala perdesaan. rumah yang terlihat sederhana namun terasa nyaman. selfie yakin kalau dia akan betah di sini.
" ayo keluar." ajak selfie sambil memakai tasnya.
" ohhh itu rumah kita ya! "
ketiga manusia itu terdiam berusaha mencerna suara yang baru mereka dengar. suara yang kecil dan cempreng.
__ADS_1
ketiganya perlahan menoleh kebelakang dan melihat seorang anak kecil yang lagi tersenyum.
" KYAAAA!! "
jerit selfie tak kala wajah anak itu berada tepat di belakangnya. anak yang entah dari mana asalnya, tau-tau aja udah ada di sini. siapa yang tidak kaget coba?.
selfie keluar dari mobil dan segera membuka bagasi belakang. tangannya dengan cepat meraih tangan mungil itu dan membawanya turun.
wajah yang tadinya tidak terlalu jelas kini terlihat sangat jelas.
selfie mematung dan tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. sementara dahlia justru tertawa terpingkal-pingkal.
" wajahnya mirip sekali dengan wajahmu waktu kecil, selfie," ungkap dahlia masih tertawa
selfie tertegun, memang benar katanya.
selfie berbalik menatap liona bermaksud meminta penjelasan, tapi liona hanya mengangkat kedua bahunya.
" tidak tau nona, tapi saya rasa dia anak yang baik. jadi tidak masalah kalau dia di sini." katanya
" iya, aku anak yang baik," sahut anak itu yang membuat selfie mengkerutkan alis.
" kamu bisa bahasa Indonesia? "
dia mengangguk." aku keturunan Indonesia dan Jerman." jelasnya dengan suara yang lucu.
" mau ngapain di sini? " tanya selfie sambil melipat kedua tangannya di dada.
" mau tinggal sama kakak,"
" tidak boleh! "
" kenapa? "
" kau hanya menambah beban,"
selfie terhenyak. terusan tinggal di sana? itu artinya gadis kecil ini sudah tinggal dalam waktu yang lama.
" sejaka kapan kamu tinggal di sana." tanya selfie mulai tertarik dengan gadis ini.
" dari umurku lima tahun."
selfie dan dahlia terlonjak kaget. itu bukan waktu yang cepat tapi lama. dari lima tahun, atas dasar apa orang tuanya menaruhnya di sana.
" orang tuamu pernah mengunjungi mu?" tanya dahlia mendekat dan mensejajarkan tubuhnya dengan gadis itu.
anak itu hanya menggeleng pelan dengan perasaan sedih dan kecewa.
" siapa namamu? "
" vanesha,"
dahlia tersenyum dan mengelus rambutnya dengan sayang. " nama yang indah seperti orangnya."
selfie hanya diam mengamati dan sesekali berdecak sebal. hama satu ini akan menambah beban baginya nanti.
lalu, pandangan selfie tidak sengaja melihat ke arah buku yang sedang di pegang gadis itu. di buku itu tertulis cara mendapatkan kasih sayang ayah.
selfie paham, gadis ini bukan hanya mirip fisik dengannya saja tapi juga mirip nasib. selfie tidak ingin gadis ini menjadi gila karna mendambakan kasih sayang, jadi ia bertekad akan membuang buku itu.
bagaikan kata-kata adalah jalan ninjanya. selfie benar-benar membuang buku itu beberapa kali. ia telah membuangnya ke tempat sampah, kebun, loteng, bahkan sampai ke rumah orang. tapi semua itu berhasil di temukan oleh anak yang sudah tinggal bersamanya seminggu ini.
awalannya selfie menolak mentah-mentah dan bahkan sampe mengusir vanesha dari rumah. tetapi, dahlia memohon dan mengancam akan meninggalkan selfie sendiri. jadi ya selfie tidak punya pilihan lain.
__ADS_1
selfie berdiri di hamparan rerumputan, melihat pemandangan yang indah di depan mata. gadis itu membiarkan angin menerpa wajah dan juga rambutnya. menarik nafas dalam-dalam menghirup udara segar ala pegunungan.
ia kesini lantaran baru saja menyembunyikan buku milik vanesha di atas pohon. selfie tersenyum licik dan yakin kalau echa tidak akan menemukannya.
echa, itu nama yang di berikan selfie untuknya. ia malas memanggilnya vanesha karna nama itu terlalu dewasa untuk seukuran anak kecil yang imut.
awalnya selfie memberinya nama panggilan esha ( di ambil dari belakang nama gadis itu ). tapi lagi, selfie merasa itu tidak terlalu imut, jadi ia menggantinya menjadi echa.
seorang anak berlari dengan senyuman lebar, ia berteriak-teriak disela setiap langkah kecil yang bisa ia gapai." Aku menemukannya! aku menemukannya!"
ia benar-benar memiliki wajah yang hampir serupa denganku, dengan semangat dan tawa hangat yang juga persis seperti diriku di masa lalu.
" kalau begitu, berikan padaku. itu sangat berbahaya dan mungkin akan melukaimu."
ia langsung menggeleng menyembunyikan buku yang ia temukan di belakang punggung.
"tidak! aku tidak ingin kakak membuangnya lagi!"
ia berbalik dan berlari meninggalkan ku yang masih menatapnya. aku menoleh dan kembali melihat hamparan rumput hijau dan pemandangan yang indah.
selfie tersenyum miris." benar-benar sama dengan mimpiku dulu. bahkan dialognya juga sama. jadi ini adalah benang merah kenapa gue bermimpi berada di swiss dulu."
selfie terkekeh." padahal udah di kasih spoiler tapi guenya aja yang gak paham, atau lebih tepatnya gak mau paham "
" tapi, akhir-akhir ini gue terus di teror."
yup, selfie selalu di teror oleh nomor tidak di kenal. nomor itu selalu berubah-ubah tetapi mengirim kalimat yang sama. pesannya berupa, kapan kamu mati?, aku membencimu, rasain semua ini, aku akan merenggut segalanya darimu.
begitulah isi pesannya yang membuat selfie stress. bukan itu aja, bahkan orang itu menyebarkan rumor kalau selfie seorang mantan pasien rumah sakit jiwa dan seorang gadis kekurangan mental. sialan emang, awas aja kalau selfie tau siapa dia sebenarnya.
di tambah lagi zayn tidak membalas pesannya satupun. memangnya ada apa dengan cowok itu? apa dia marah dan ikut tidak mempercayai selfie?
" ada 1 kalimat yang paling pengen aku dengar darimu, zayn,"
" yaitu, aku nungguin kamu,"
puas melihat pemandangan, selfie menghela nafas dan kembali ke rumah. di rumah saat ini gak ada dahlia, mungkin dia lagi main sama si hama.
selfie terus melangkah ke sebuah ruangan dan berhenti ketika melihat seorang gadis terpuruk.
dia terus ngeluh tentang kehidupan, menanyakan alasan kenapa dia gak di cintai? alasan kenapa dia gak sebahagia yang di harapkan? kenapa gak ada yang ngerti dia?
selfie gak masalah dengan semua keluh kesahnya. tapi karna dia menyalahkan Tuhan, selfie langsung memukulnya.
hingga yang tersisa cuman tangan berdarah dan kaca yang pecah.
benar, selfie memukul dirinya sendiri di pantulan cermin. gadis yang ia lihat itu hanya pantulan dirinya di cermin.
" kakak! " jerit echa panik dan berlari ke arah selfie
sedangkan dahlia, ia mengehembuskan nafas kasar dan menatap selfie iba." skizofrenia kambuh lagi? "
selfie menggeleng," aku tidak berhalusinasi."
" selfie, skizofrenia bukan hanya tentang halusinasi. tapi juga mengalami delusi, kekacauan dalam berpikir, mengasingkan diri dari orang lain, hingga mengalami perubahan perilaku."
dahlia tersenyum kecil, menatap mata selfie dan berjalan ke arahnya." tetaplah bersamaku dan echa dan jangan pernah sendiri lagi." mohonya mencegah kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada selfie.
" aku dapat teror terus, mungkin itu yang membuat pikiranku menjadi kacau. orang itu juga adalah dalang di balik tuduhan ini." ia mengehela nafas, tertunduk dengan sejuta rasa sedih.
" akan kucari siapa orang itu selfie, percaya saja padaku,"
dahlia tersenyum miring." aku punya ide untuk menangkapnya."
__ADS_1