
" Hahahha, iya vi lucu banget."
" benar kan, apa kata gue kalau filmnya lucu,"
" nanti nonton lagi ya,"
" oke deh,"
" lo mau nonton gak, nanc? " ajak violet menatap ke arah temannya yang hanya diam sedari tadi.
nancy cuman diam, menatap violet dan fira dengan tatapan tajam. gadis itu berdecih, tangannya terangkat mengambil minuman dan meneguknya sekali tandas.
" kenapa kalian bisa setenang ini bahkan sampai tertawa?. apa kalian tidak memikirkan perasaan selfie di sana, ha! " bentaknya membuat fira dan violet tersentak.
kedua gadis itu saling memandang dan menghela nafas kasar.
" nancy, kita memikirkan perasaan selfie, sangat memikirkan. tapi lo lihat sendiri kan kalau selfie pergi dengan sejuta senyumannya. dia juga meminta kita untuk tidak terlarut dalam kesedihan." violet menggenggam tangan nancy berusaha menenangkan gadis itu.
ini sudah dua bulan setelah kepergian selfie. mereka juga baru saja memasuki universitas yang mereka impi impikan.
berkuliah dengan perasaan senang seperti tidak terjadi apa-apa. merindukan selfie? tentu iya, karna setelah kepergian gadis itu, persahabatan mereka sedikit kurang berwarna.
violet juga tidak memiliki teman tengil lagi. padahal dia dan selfie dulunya suka mengganggu orang-orang dan melakukan hal gila lainnya. sekarang, semua itu hanya tinggal kenangan saja.
nancy menyingkirkan tangan violet." gue harus membuat selfie bahagia," gumamnya, setelah itu pergi meninggalkan fira dan violet yang masih menatapnya.
" setelah selfie pergi, nancy jarang banget tersenyum lagi." ucap trysta yang entah datang dari mana.
" tapi, nancy kan emang jarang senyum." sahut fira yang kembali memakan rotinya.
sementara di satu sisi, nancy kembali ke dalam kelas dan duduk dalam kesunyian seorang diri. ia menopang dagunya sembari melihat keluar jendela.
gadis itu terkekeh. seharusnya masa kuliah ini ia habiskan bersama selfie. bukan berati nancy tidak membutuhkan violet dan yang lain, hanya saja selfie satu-satunya orang yang mengerti dirinya.
" apa lo bahagia selfie? "
" maaf jika gue gak ada di sana "
gadis itu menghela nafas berulang kali, menutup muka dengan kedua tangannya. merenungkan nasib yang menimpa sahabatnya itu
kemudian, gadis itu membuka ponselnya dan melihat foto kebersamaan mereka sebelum insiden itu terjadi.
nancy tertawa hingga air matanya keluar. matanya masih terus menatap gambar itu dan sesekali menghapus air matanya.
" lo adalah sumber kegilaan ya, sel. lo berani banget ngajak kita pakai baju sexy ke sekolah dan memakai jaket jeans," gumamnya tersenyum miris
Tap! Tap! Tap!
suara langkah kaki terdengar bersamaan dengan terbukanya pintu. membuat pandangan nancy langsung beralih ke sumber suara.
senyuman di wajah nancy hilang begitu saja ketika melihat seorang pria mendekat ke arahnya. tidak, pria itu bukan orang asing, melainkan pacar sahabatnya.
" gue mau ngomong sama lo," kata zayn tanpa ekspresi.
" ngomong aja di sini," tolak nancy sambil memalingkan wajahnya.
melihat itu zayn justru mendekatkan kepalanya ke telinga gadis itu." ini masalah pribadi," ia tersenyum misterius dan menarik tangan nancy.
...🍃...
" kak selfie aku ikut ya,"
" gak! "
" plis, kak ajak aku juga! "
" aku bukan kakakmu,"
" ayolah," echa langsung melompat kebelakang punggung selfie dan memeluk gadis itu dengan kuat.
" lepasin! " selfie bergerak-gerak kesana kemari bermaksud agar hama yang ada di belakang punggungnya jatuh.
melihat pemandangan itu dahlia justru tertawa. ia bersyukur ada echa yang membuat mood selfie kembali seperti dulu.
" udah sel, bawa aja dia," imbuh dahlia seraya berjalan mendekat dengan membawa alat pancing.
__ADS_1
mereka berencana akan memancing untuk makan malam nanti. karna uang yang di berikan samh ternyata tidak cukup untuk hidup bertiga.
jadi untuk menghemat uang, mereka terkadang memetik sayuran di kebun orang. tentu saja mereka membantu para pemilik kebun dan mendapatkan upah sayuran.
" selfie, habis ini kita ke kota yuk, ke mall," ajak dahlia bersemangat.
" haa!! ke mall? aku ikut kakkkk! " malah echa yang menjawab. gadis kecil itu kegirangan dan bersorak di belakang punggung selfie.
" nanti kita main di mall ya, echa sayang,"
echa mengangguk dan tersenyum lucu.
selfie menatap dahlia aneh." uang dari mana? "
dahlia terkekeh dan mendekat pada selfie." aku diam-diam bawa uang dari rumah."
" berapa? "
" 300 juta "
mata selfie membesar." sebanyak itu? "
dahlia justru tertawa." selfie, mata uang negara ini sangat besar. jadi 300 juta itu mungkin setara dengan 25 ribu franc swiss,"
selfie cuman mengangguk-anggukan kepalanya. kemudian, ia membalikkan wajahnya melihat echa yang lagi bersandar di bahunya." hari ini kita memancing, jika kamu tidak dapat ikan satupun. kamu tidak akan ikut ke mall," ancam selfie
echa langsung mengangguk patuh, wajahnya seperti takut di tinggal oleh selfie.
selama di dalam perjalanan, echa masih terus berada di dalam gendongan selfie. selfie sendiri tidak keberatan, justru ia menyukainya. mungkin gadis itu mendambakan perasaan seperti ini. perasaan lengket seorang kakak dan adik yang tidak ia dapati dari karina sejak kecil.
semalam dahlia meminta selfie untuk mengganti nomor ponselnya dengan yang baru. entah apa yang ada di dalam pikiran dahlia, tapi selfie tetap mengangguk dan menyetujuinya.
selfie juga telah menghubungi nomor sahabatnya, mencoba memberitahu mereka kalau ia akan mengganti nomor. namun, tidak ada satupun sahabatnya yang menjawab panggilannya.
selfie berjalan lebih pelan, begitu pelan hingga kepanasan akibat sinar matahari yang menyengatnya. hingga ponselnya bergetar dan seseorang menanyakan." ada apa, sel? maaf ya, tadi gue ada kelas."
selfie tersenyum, ia merasa senang mendengar suara violet." violet, gue mau ganti nomor hp. jadi nanti gue gak aktif lagi di nomor ini. kalau ada nomor baru yang masuk di hp lo, itu artinya gue," jelas selfie
" ohh gitu, sangat ironis ya,"
selfie tertawa renyah
tut!.
selfie menghela nafas. andai saja semua ini tidak terjadi, pasti ia dan violet masih bisa bertemu dan kuliah bareng.
tidak membutuhkan waktu yang lama ke danau akhirnya mereka sampai di danau yang biru itu.
di danau ini ada banyak warga yang juga memancing dan ada juga yang hanya sekadar piknik.
selfie memilih tempat yang sedikit lebih teduh dari tempat yang terbuka. gadis itu berjalan ke bawah pohon yang rindang dan mulai memancing.
awalnya ia mendapatkan beberapa ikan, namun beberapa saat kemudian, ia kesulitan mendapatkannya. selfie juga sudah berpindah-pindah tempat tapi tidak mendapatkannya lagi. berbeda dengan dahlia yang dengan mudahnya memanen ikan hari ini.
selfie merasa bosan. jadi ia memalingkan wajahnya melihat echa yang sedang duduk sambil melihat ke arah pancingan nya. gadis kecil itu sangat antusias mendapatkan ikan. mungkin ia menganggap benar ancaman selfie, padahal selfie hanya bercanda saja tadi.
tak lama kemudian pandangan echa beralih melihat sepasang suami istri yang lagi bermain dengan anaknya di pinggir danau. pandangan echa berubah sendu dan kecewa.
selfie tau kalau gadis kecil itu iri dengan keluarga yang baru saja dia lihat.
selfie menarik nafas, kemudian berdiri dan berjalan ke arah echa.
sedangkan echa, ia yang merasa mendengar suara langkah kaki langsung berbalik dan tersenyum melihat selfie mendatanginya.
" apa kamu merindukan orang tuamu? "
echa mengangguk.
" apa kamu ingat rupa mereka? "
echa menggeleng tapi mengangguk, mungkin gadis itu ragu .
selfie tersenyum, tangannya terangkat dan mengusap pipi echa dengan lembut." anggap saja aku ini kakakmu sekaligus orang tua. kakak bisa menjadi pengganti orang tuamu,"
" tapi kak selfie tidak menyukaiku," lirihnya
selfie menggeleng cepat." kakak akan merawat mu sehingga kamu melupakan kasih sayang orang tua. walaupun kakak hidup pas-pasan tapi kakak akan mencukupkan semua itu untuk mu," tuturnya dengan suara yang lembut membuat senyum di wajah echa mengembang.
__ADS_1
" wahh, ternyata selfie udah jadi orang tua, ya," ledek dahlia
" gadis ini tidak boleh seperti ku. maka dari itu aku sendiri yang akan mengawasinya." ujarnya serius.
dahlia justru tertawa. tidak ingin seperti ku? tapi dia sendiri yang merawatnya.
*
di sekolah tepatnya di kantin. selfie, dahlia, dan echa tengah menikmati makanan ala eropa.
selfie kesal, karna ia tidak bisa memakan bubur ayam lagi seperti dulu. di tambah dengan suasana baru yang ia rasakan.
" makan yang banyak biar gemuk," dahlia menaruh beberapa sayuran ke mangkok echa.
" udah kak, nanti aku muntah," tolaknya
" hahah, dia sama seperti ku," tawa selfie sedikit menggema membuat beberapa pasang mata melihat ke arahnya.
tawa selfie, senyumannya , dan juga kepribadiannya membuat salah satu anak merasa kesal. gadis itu adalah ketua dari geng abal abal yang ia ciptakan sendiri.
banyak yang takut dengannya karna gadis itu suka membully dan menyiksa orang, bahkan dia juga pernah menyiksa echa.
" heyy anak baru!!," teriaknya
selfie menoleh, ia merasa terpanggil.
" kemari,"
oh ya ingat, percakapan selfie di sekolah menggunakan bahasa Inggris.
selfie menunjuk dirinya sehingga gadis itu mengangguk.
" selfie jangan," cegah dahlia saat selfie berdiri dan mau menghampiri gadis itu.
" udah tenang aja."
selfie berjalan pelan ke arah gadis itu dengan senyumannya.
" ambilkan aku itu," tunjuknya pada minuman yang tidak jauh dari tempat mereka duduk.
" ohh baik," selfie berjalan ke minuman tersebut dan mengambilnya.
melihat itu semua orang yang berada di kantin tertawa. mereka menganggap anak baru ini bodoh karna mau saja di kerjain.
dengan minuman di tangannya, selfie kembali lagi pada gadis itu.
" bagus, memang sepatutnya kau menurutiku. sekarang buka botol minuman itu dan tuangkan ke gelasku."
selfie tersenyum miring, tangannya mulai membuka minuman itu dan meminumnya di depan gadis sombong ini.
tentu saja melihat itu semuanya kaget, apalagi gadis sombong itu yang menahan marah sekaligus malu. kita panggil saja gadis sombong itu lulu.
selfie mendekatkan kepalanya ke lulu." kau punya tangan dan kaki yang masih berguna. jangan sampai aku membuat kedua tanganmu tidak berfungsi!" bisiknya
selfie menepuk pelan pipi lulu dan berbalik meninggalkannya. namun, belum beberapa langkah selfie pergi, tiba-tiba saja lulu melempar kepalanya dengan semangkok mie. akibat itu, rambut selfie basah dan tertutup oleh mie.
" jangan sok kuat anak baru! kamu belum tau siapa aku sebenarnya! " teriaknya lantang
selfie masih diam, perlahan tangannya terkepal kuat di bawah. selfie menyingkirkan mie yang masih menutupi wajahnya dan kembali berbalik pada gadis itu.
gadis sombong itu melipat tangannya di dada dan tersenyum penuh kemenangan ke arah selfie.
selfie tidak bisa lagi menahan amarahnya, jadi ia langsung berjalan ke arah gadis itu dan...
bugh!
selfie mendorongnya hingga terbentur kuat ke dinding. selfie juga membalikkan tubuh lulu menghadap tembok dan dengan kasar memutar tangannya kebelakang.
" akhh..!!! "
" kau benar-benar ingin merasakan tanganmu tidak berfungsi ya? jadi akan ku kabulkan." selfie tidak peduli dengan suara rintihan lulu, ia tetap memutar tangannya dengan kuat.
" selfie cukup!! kumohon jangan seperti ini. jika kamu begini lagi nanti kakek akan marah! " tegur dahlia memohon.
selfie tersadar, ia dengan cepat melepaskan lulu dan menatap dahlia. selfie juga menoleh pada echa yang tengah ketakutan.
selfie tau ia salah, tapi ia tidak ingin ada orang yang menidas orang lain di sini.
__ADS_1
" dengar! jangan pernah melakukan itu lagi pada anak-anak yang ada di sini. ini adalah sekolah kedisiplinan, jadi sopan lah sedikit!. kalau aku melihat mu menindas orang lain lagi. bukan hanya tangan, tapi kaki dan kepala mu juga akan ku buat berhenti berfungsi! " bisiknya, kemudian pergi bersama dahlia dan echa.