Selfie

Selfie
65 . mansion


__ADS_3

tak terasa ujian telah berakhir, dan hari ini adalah penerimaan rapot dan penentuan siapa yang akan menjadi juara kelas.


walaupun tanpa di kasih tau siapa yang juara, selfie sudah pasti bisa menebak kalau dirinya lah yang menjadi juara satu kelas, tidak! tapi umum.


mungkin ini adalah hari penerimaan rapot yang paling terbaik di hidup selfie. kenapa? karna untuk pertama kalinya ibunya mau datang dan mengambil rapot untuknya.


sederhana, tapi ini sesuatu yang selfie inginkan. dulu waktu masih tinggal bersama kakeknya, rapot selfie selalu di ambilkan oleh helena. dan ketika sampai di sini, rapot selfie malah di wakilkan oleh jesh padahal selfie berharap ibunya yang datang.


" baiklah, kita mulai saja pembagian rapotnya," kata bu yani sambil mengambil salah satu rapot di antara rapot yang lain.


" kita akan mulai dari rangking satu," wanita itu tersenyum melihat isi rapot yang di pegangnya.


" untuk juara satu seperti biasa jatuh pada selfie nathalie." lontarnya yang mampu membuat sarah melotot.


oh ya, sarah belum mengetahui kalau selfie adalah anak yang sangat jenius. itu semua karna selfie menyembunyikan piala, piagam, dan prestasinya pada ibunya. di tambah, sarah juga tidak pernah ke sekolah atau melihat nilai ujian selfie.


dengan wajah yang masih bertanya-tanya sarah berdiri dan berjalan menghadap bu yani.


" ohh ibunya selfie ya? " tanya bu yani yang baru pertama kali melihat ibunya selfie. sejujurnya ia cukup terkejut karna orang tua selfie bisa hadir.


sarah mengangguk canggung." iya bu "


mendengar hal tersebut bu yani pun tersenyum hangat. ia merasa senang karna orang tua selfie akhirnya peduli juga padanya." selamat ya bu. anak anda sangat pintar dan selalu membuat saya terkagum sama dia." ia memberikan rapot selfie beserta hadiah untuk rangking satu.


sarah tersenyum lembut lalu menerima rapot anaknya, kemudian ia kembali ke tempat duduknya dan mulai membuka nilai pelajaran selfie. alangkah terkejutnya ia ketika melihat nilai selfie yang nyaris sempurna, hampir semua mata pelajaran mendapatkan seratus. tapi ada juga yang 90 , itu adalah mata pelajaran olahraga.


sarah senyum-senyum sendiri melihatnya. ini semua mengingatkannya pada dirinya di masa lalu. ia dulunya juga seorang gadis yang cerdas.


singkat cerita pembagian rapot telah selesai. dan untuk kelas IPA I sudah ditentukan siapa aja yang berada di tiga besar. yaitu, selfie peringkat satu, nancy peringkat dua, dan kenzu peringkat tiga.


trus bagaiamana dengan tiga teman selfie yang lain?. untuk anak pemalas seperti mereka tentu saja berada di peringkat terbawah. seperti fira berada di peringkat 16, violet 25 , dan trysta 31 dari 32 siswa. emang tolol mereka, beruntung aja ketiganya mendapatkan teman yang super pintar.


di kantin sekolah, lima orang gadis sedang duduk sambil memakan gorengan. mereka tertawa tanpa beban dan tidak peduli dengan siswa atau para orang tua yang melihat mereka.


rambut selfie dan nancy juga sudah kembali normal seperti semula, karna memang efeknya hanya berlangsung satu minggu saja. lagi pula mereka sempat di hukum guru bk karna mewarnai rambut.


" duhh gue di marahin ayah gak yah," ucap violet sambil mengigit bakwan.


" kenapa berpikir begitu? " tanya nancy


" karna ayah gue yang ambilin rapot hari ini. dan katanya kalau nilai gue rendah gue akan di hilangkan dari daftar warisan! " ungkapnya dengan kesal


selfie yang berada di samping violet berusaha mengelus rambutnya." tenang aja vi, lo gak akan miskin, nanti gue bagiin setengah hartaku untukmu"


violet reflek menoleh dan menatap selfie dengan mata yang berbinar." sungguh? "


selfie membalas senyumannya." tentu..... tidak! "


senyuman violet seketika luntur.


" udah tau bodoh, pake acara gak belajar segala." cibir selfie membuat violet mendengus.


nancy tertawa, lalu mengelus punggung violet dengan lembut." walau lo jadi miskin, nikah aja sama orang kaya "


sungguh itu jawaban yang sama bodohnya dengan selfie. walau memang menggiurkan, tetapi violet ingin kekayaannya berasal dari keluarganya. dia tidak ingin jadi istri miskin yang di perlakuan seperti pembantu oleh suami kaya nanti.


setelah menghabiskan waktu di kantin, mereka memutuskan untuk pulang karna orang tua mereka sudah memanggil.


di momen itu, selfie dan nancy tertawa karna violet harus memohon pada ayahnya untuk tidak di keluar kan dari daftar warisan.


ke empat sahabatnya sudah pulang kecuali selfie yang masih berada di sekolah. saat gadis itu ingin berjalan ke mobil ibunya, ia seketika menoleh ke belakang karna mendengar seseorang memanggilnya.


selfie melihat seorang wanita dewasa berjalan mendekatinya. dan sepertinya selfie bisa menebak kalau dia adalah seorang psikiater.


dan sama halnya dengan selfie, wanita itu juga bisa mengetahui kalau gadis di depannya ini adalah anak yang berkebutuhan khsusus.


dia mendekat dan bertanya pada selfie." apakah tidur mu cukup? "


selfie mengangguk.

__ADS_1


" apakah nilaimu baik-baik saja? "


selfie mengangguk.


" apakah kamu punya cukup uang? "


selfie mengangguk.


ia tertawa." lihatlah, rupanya kau hanya tak mahir bersyukur "


kini selfie yang balik tertawa." lihatlah, orang sok tahu yang hanya menilai kebahagiaan dari tempat tidur yang empuk, nilai sekolah, dan uang "


wanita itu terkejut, ternyata anak di depannya ini sangatlah cerdas.


" pintar sekali. kalau begitu bertahu aku satu kebohongan terindah "


itu bukan pertanyaan yang sulit, tapi selfie milih buat dekatin wanita tersebut dan bisikkan dia sesuatu.


" persahabatan kami akan selalu baik-baik saja."


...☘️...


liburan akhir semester telah di mulai. dan di hari ini selfie benar-benar menepati janjinya untuk membawa teman-temanya ke rumahnya di kota xxx.


ya, mereka akan pergi hari ini menggunakan pesawat. awalnya selfie mengajak mereka menaiki jet pribadinya saja, tetapi nancy menolak dan berkata akan lebih baik kalau pergi secara normal.


sesampainya di bandara, selfie langsung di sambut oleh bodyguard yang memang sudah di perintahkan untuk menjemputnya. teman-temanya begitu semangat karna sebentar lagi akan melihat tempat di mana selfie menghabiskan masa kecilnya.


" sel, ini serius kita di kawal begini? " bisik violet sambil tersenyum senang.


selfie mengangguk." tentu saja vi "



out fit mereka kali ini terlihat seperti anak konglomerat. ya, itu menang benar sih karna mereka semua terlahir dari keluarga terpandang. benar-benar circle anak konglomerat.


dan setelah duduk dan menunggu cukup lama, akhirnya mobil yang membawa mereka masuk ke sebuah rumah mewah. nancy, violet, dan fira tidak berhenti melotot dari tadi. mereka kagum dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


bahkan setelah turun dari mobil, kepala mereka masih mengadah ke atas melihat bangunan yang besar dan luas itu.



" sel, ini mansion lo? "


selfie mengangguk." maaf ya kalau kecil "


sontak nancy, violet, dan fira menoleh ke arahnya. kecil? sungguh ini sangat besar. mereka tidak habis pikir dengan jalan pikiran orang kaya seperti sahabat mereka satu itu.


trysta tertawa," bengong mereka sel "


" Heyy!! ayo masuk! mau sampai kapan di situ! " teriak selfie yang berhasil memecahkan lamunan mereka.


mereka buru-buru menyusul selfie yang sudah berjalan masuk bersama trysta.


lagi. mereka terperangah melihat isi dalam rumah selfie ini. Ini seperti bukan rumah melainkan sebuah istana. setelah puas memanjakan mata, pandangan mereka tertuju pada selfie yang tengah berpelukan dengan kakek dan nenek.


" datang juga kamu!," ucap kakeknya sembari mencium pipi selfie dengan gemas.


" ihh kakek jangan begitu, malu ah!," pekik selfie sambil tersenyum kaku ke arah teman-temanya.


" oh ini teman kamu ya?," tanya livy, kemudian tersenyum saat mereka berjalan mendekatinya.


" perkenalkan saya nancy, dia fira, dan ini violet," sapa nancy memperkenalkan dirinya dan yang lain, kecuali trysta yang pastinya sudah di ketahui oleh keluarga ini.


livy dan samh tersenyum hangat, lalu keduanya sedikit terkejut melihat violet. sosok gadis lembut yang mirip sekali dengan dahlia. mereka ingin mengatakan kalau violet mirip dengan dahlia, tapi keduanya mengurungian niat karna takut jika selfie kepikiran lagi dengan gadis itu.


setalah mengajak teman-temanya berkeliling, sekarang selfie mengajak mereka ke kamarnya.


selfie menghirup dalam-dalam aroma kamar yang sudah ia tinggalkan lebih dari setahun ini. ia menarik nafas dan duduk di sofa.

__ADS_1


" besar sekali, lo pasti ingin mengulang masa kecil mu di sini," lontar violet seraya berkeliling dan melihat isi kamar ini.


selfie termenung, kemudian ia menggeleng." gue gak akan mau mengulang masa kecil."


" loh kenapa?," tanya fira dan duduk di samping selfie.


selfie menghela nafas," akan ku ceritakan hal yang membuat ku tidak ingin mengulanginya lagi."


mereka mengangguk dan diam.


" pas kecil, gue pernah punya teman main yang seru banget. gue gak ngerti kenapa orang-orang gak mau main sama dia, padahal dia anaknya asik."


" kita sering main hujan-hujanan bareng, lari-larian di halaman, nagkap ikan di kolam, main ayunan , layangan, banyak deh!." selfie berdiri dan berjalan menuju lemari. gadis itu membuka sebuah album foto dan mengeluarkan sebuah foto.


setelah itu ia memberikan foto itu pada violet dan yang lain. mereka semua seperti terkejut dan langsung menatap selfie dengan bingung. " tapi ini cuma foto lo sendirian, selfie "


selfie mengangguk." justru itu gue tidak ingin kembali ke masa lalu. karna masa laluku penuh dengan halusinasi yang ku buat "


malam telah tiba, dan tempat ini semakin terlihat lebih cantik saat malam hari. ada banyak cahaya yang indah di taman belakang, dan suasana rumahnya juga terasa semakin adem.


makan malam sudah terjejer rapi di atas meja membuat siapa saja akan merasa lapar walau sudah kenyang. ada banyak hidangan yang tersedia, di tambah dengan desert dan makan penutup khas Italia.


semuanya sudah duduk di kursi makan. jika biasanya di meja makan ini adalah tempat yang paling mencekam karna kesunyianya. namun sekarang berbeda, karna selfie dan yang lain super duper berisik dan tidak peduli dengan yang namanya sopan santun.


melihat selfie yang berubah menjadi pribadi yang periang tentu saja membuat kakek dan neneknya senang. mereka sadar bahwa kebahagiaan selfie bukanlah di rumah ini, tetapi tempat dimana teman-temanya berada.


" habis makan kamu ada rapat penting bersama sekertaris rey di ruang kerja." kata kakek yang membuat selfie melotot dan tersedak.


ia ingin protes, tetapi saat melihat tatapan tajam dari kakeknya ia pun pasrah dan mengangguk.


" apa kakek tau, selfie menjadi juara umum di sekolah loh." ucap nancy memuji selfie dengan bangga.


" wahh bagus sekali, kamu benar-benar pintar ya sayang." balas neneknya menatap selfie lembut.


selanjutnya tidak ada pembahasan lagi karna semuanya sibuk memakan santapan lezat itu. sesudah makan, kelima gadis itu langsung nonton bioskop. tentu saja bioskopnya di dalam rumah jadi mereka tidak perlu keluar lagi.


dan sekarang tibalah saatnya selfie membicarakan sesuatu hal yang penting bersama sekertaris rey. di sana ada juga helena yang selalu mendampingi selfie. mereka melakukan rapat singkat ini di ruang kerja gadis itu.


tak berlangsung lama, beberapa pelayan datang sembari membawa sepiring manisan kesemek kering.


sekarang telah ada dua piring manisan kesemek kering di depan selfie.


selfie menatap lama manisan itu, kemudian tangannya terangkat dan mengambil satu. namun, saat selfie ingin memasukannya ke dalam mulut, tiba-tiba saja seorang pelayan bernama ida datang dan mencegahnya.


ia berjalan mendekat ke arah selfie dan menatap gadis itu dengan panik." n-nona, biarkan sa--ya yang memakannya."


" apa maksud mu? itu milik nona muda! " tandas helena tetapi pelayan tersebut mengabaikanya.


" saya mau memakannya."


" makanlah di dapur! "


selfie menatap helena datar." biarkan saja dia memakannya."


" tapi itu untuk nona mud-"


" biarin aja."


selfie kembali menatap pelayan tersebut dan mendorong piring itu agar sedikit lebih dekat dengannya." makanlah "


ida mengangguk dan mulai memakan manisan itu, sementara selfie terus memperhatikannya. tapi selfie merasa aneh. kenapa dia memakannya dengan berderai air mata? dan juga kenapa tangannya gemeteran?.


rapat telah selesai dan sekarang selfie sedang menikmati waktu di ruang game bersama teman-temannya.


beberapa saat kemudian mereka terkejut ketika melihat seorang pelayan mendatangi mereka dengan panik.


" nona muda..... ida telah meninggal."


selfie terkejut, ia shock. kenapa bisa? padahal tadi ida sehat-sehat saja dan memakan manisan kesemek miliknya. tunggu, kesemek? apa ini ada hubungannya dengan itu?.

__ADS_1


__ADS_2