
selama beberapa hari ini selfie tampak seperti orang yang tidak memiliki semangat hidup. ia hanya melamun, termenung , dan bahkan berteriak dan menangis dengan sendirnya . semua yang berhubungan dengan dahlia pasti akan ia tangisi dengan kencang. ia juga akan sangat histeris saat melihat setetes darah.
waktu pemakaman dahlia pun selfie tidak menghadirinya walaupun sang nenek sudah membujuknya.
" nona muda makanlah " . ujar helena menyodorkan sesuap nasi namun selfie tidak mengubrisnya.
" seharusnya tidak usah bertemu jika hanya di beri rasa sakit " .
" pasti sekarang dia masih hidup ". selfie kembali berlinang dengan tatapan kosong kedepan.
" nona ,dahlia akan bersedih jika nona terus menangis " .
selfie menghapus air matanya , " aku tidak menangis tapi entah kenapa air mataku terus mengalir " . tentu saja helena bersedih mendengarnya. wajah selfie seolah tidak bernyawa, tidak ada lagi senyum di wajahnya ketika kepergian dahlia.
wajah dan tubuh gadis itu penuh dengan luka dan memar. selfie selalu melukai dirinya di saat ia merasa tertekan karna mengingat kejadian lalu.
sore ini helena mengajak selfie ke halaman depan untuk melihat bunga sekaligus menghiburnya. selfie pun mau mau saja karna ia berpikir mungkin saja perasaannya bisa menjadi lebih tenang disana.
" bagus kan nona? ". ujar helena sambil menunjuk bunga mawar tetapi selfie hanya diam tanpa menjawabnya.
helena menghela nafas ia hanya takut jika selfie terlalu berlarut dalam dukanya. helena takut jika gangguan kejiwaan selfie semakin terganggu.
tit.. tit
suara klakson mobil mengalihkan fokus keduanya. mereka menoleh dan melihat mobil yang membawa samh mendekat pada keduanya. awalnya helena merasa tidak ada yang aneh hingga sesuatu membuatnya tercengang ketika selfie tiba-tiba saja berlari menuju mobil tersebut.
" awassss!!! ".
semua yang berada di sana shock berat tak kala selfie membanting dirinya dan berguling-guling seperti menyelamatkan seseorang.
" kamu gak papa? ". ucap selfie dengan nada yang sedikit tinggi.
" tuan tunggu ". rey menahan tangan samh yang mencoba mendekati selfie setelah turun dari mobil.
" coba kita lihat dulu ". sarannya dan mau tak mau samh tetap berdiri di tempatnya dan terus memperhatikan selfie.
" haha syukurlah ".
" oh ini? ini gak papa kok ".
helena yang berdiri tak jauh dari selfie terhenyak saat melihat gadis itu kembali berbicara sendiri. dengan pelan ia berjalan ke arah gadis itu dan memegang pundaknya.
" nona muda terluka? ".
selfie menatapnya " gak kok ".
ingin rasanya helena menjerit karna sebenarnya siku dan lututnya tengah terluka.
" ayo masuk, aku akan mengobati mu ". ia mencoba menuntun selfie tetapi gadis itu menahannya.
" obatin dia juga ya? ". pinta selfie sambil menunjuk ke sampingnya.
helena mengangguk " iya "
" yah dia pergi deh.... dahlia tunggu aku!! ". teriak selfie kemudian berlari dengan kencang memasuki rumah sambil tertawa cekikikan meninggalkan helena yang melihatnya dengan sendu.
" tuan kita harus memanggil minji ". minji merupakan psikiater yang pernah menangani selfie waktu kecil dulu . dan dari bimbingannya selfie bisa lepas dari penyakitnya.
samh menghela nafas berat " panggilah ".
keesokan harinya helena duduk di sofa sambil terus termenung. ia bahkan tidak menyentuh sandwich yang sudah di sediakan di depannya ,yang ada di dalam pikirannya cuman satu yaitu selfie.
" hahahha .. "
helena yang mendengar suara tawa sontak menoleh ke atas tangga. ia melihat selfie menuruni tangga dengan tangan memegang handycam seperti merekam sesuatu.
helena awalnya tersenyum lega karna mengira selfie sudah membaik dan kembali dengan hobinya dulu yaitu merekam. namun tebakannya meleset jauh ketika selfie terus menyebut nama dahlia.
helena tidak mencegah gadis itu melainkan terus memperhatikannya. ia melihat selfie tertawa, menggambar, berbisik dengan tembok, dan merekam segalanya seolah ada dahlia di sana.
karna gak tahan helena pun mendekati selfie yang tengah menggambar sambil sesekali merekam.
" nona muda gambar apa? ".
selfie menoleh " helena lihat, dahlia menggambar mawar di lenganku ". lontarnya penuh semangat.
melihat itu helena pun membuang muka ke samping sambil memejamkan matanya bermaksud menahan air matanya yang akan keluar.
" nona itu bukan mawar Itu lebam ". ya, di sana yang terlihat bukan bunga melainkan lebam yang sudah memerah dan kebiruan hampir memenuhi lengan gadis itu.
senyuman di wajah selfie luntur perlahan " lebam gimana? jelas jelas ini mawar ".
" nona siapa yang menggambar ini? ".
" dahlia ".
helena mengusap rambutnya ke belakang . ingin ia memberitahukan kebenarannya namun ia tahan karna sebentar lagi psikiater yang menangani selfie akan datang.
" selamat datang minji ". sapa livy pada seorang wanita asal korea berusia dua puluh delapan tahun. ia adalah psikiater muda yang pernah menangani selfie ketika selfie berusia delapan hingga sembilan tahun.
" apa itu kembali lagi? ". tanya minji
" iya, tolong periksa dia ". jawab samh lalu membawa minji menemui selfie.
dokter minji dan selfie duduk saling berhadapan di kamar gadis itu . layaknya orang biasa minji akan memperlakukan selfie sebagai seorang teman. ia dan gadis itu baru saja mengobrol tentang masa lalu. dengan ingatan yang tajam selfie langsung mengenal siapa wanita di hadapannya.
" aku dulu gak sepintar nona loh, dulu waktu SMA aku sering di hukum karna bodoh ". ujarnya dengan raut sedih penuh drama.
" hahah, kalau aku paling pintar ". balas selfie sambil menyilangkan tanganya.
" hebat sekali nona ". ia bertepuk tangan kecil
minji kebingungan karna pandangan selfie terus melihat ke arah belakangnya. selfie juga seperti berbisik dan cekikikan membuat nya semakin penasaran.
" ada apa nona? ".
" haha itu dia mengejek ke arah kakak ". selfie tertawa membuat minji perlahan menoleh ke belakang
minji tersenyum " panggilah dia nona ".
" oh bolehkan? ".
" tentu ".
selfie tersenyum " dahlia kemari!! ".
" selfie siapa dia? " tanya minji ketika gadis itu mendongak ke samping
" dia dahlia ".
minji menoleh ke arah tunjuk selfie dan tersenyum lebar " Hai dahlia ".
" wah dahlia menyapa kakak balik ". ujar selfie senang
Minji terus memperhatikan interaksi selfie dengan seseorang yang ia anggap dahlia. minji bisa menyimpulkan bahwa skizofrenia selfie kembali lagi. dulu waktu berusia delapan tahun selfie juga mengalami gangguan jiwa ini. saking kesepiannya ia sampai membuat khayalannya sendiri tentang orang tuanya. tetapi untungnya samh dan livy bisa dengan cepat tangkap dan langsung memanggil minji saat itu juga.
__ADS_1
setelah cukup lama akhirnya minji keluar menemui samh dan juga livy yang sudah menunggunya dari tadi.
" bagaimaan keadaanya? " . tanya livy cemas
" sepertinya ptsd nona muda bertambah parah nyonya, dan skizofrenia nya yang terkubur muncul kembali ". jelasnya
minji mentap samh, " tuan, nona muda sering melukai dirinya sendiri karna merasa bersalah pada temanya dan itu tidak baik ".
" jadi harus bagaimana? ".
" nona harus di rawat , karna saat ini ia mengalami dua gangguan jiwa sekaligus ".
" MAKSUDMU CUCUKU GILA!!!?? ". samh menggebrak meja sehingga minji terkejut.
" bukan begitu tuan ". elak minji takut
" apa tuan tau? tahap terakhir dari menyakiti diri adalah bunuh diri ".
" jadi sebelum semua terlambat nona muda harus di rawat ". lanjutnya meyakinkan samh.
livy mengusap lengan suaminya dan menggenggam jari jemari samh. " ijinkanlah ".
setelah berpikir samh pun mengangguk " baiklah, bawalah dia dan rawatlah "
...🌿...
setelah minji pergi dari kamarnya selfie pun berdiri di depan jendela dengan tatapan kosong. tanpa ia sadar setetes cairan bening jatuh membasahi pipinya. ia menurunkan pandangannya ke bawah melihat tempat di mana dahlia pernah mandi hujan.
" aku tidak punya semangat hidup lagi . aku lelah sangat lelah ". selfie terisak, dia sudah lelah menyakiti dirinya sendiri. dia merasa hancur ketika mengingat semua ini . ia tidak bisa tenang karna ingatan menyakitkan itu selalu bermain di kepalanya .
" semua orang jahat ". ia membuka jendela dan perlahan naik ke atas.
" beginilah cara menghilangkan rasa sakit ".
Ia memejamkan mata membiarkan angin menyapu wajahnya yang lebam " aku capek , aku takut ".
" NONA!! ". teriak helena shock lalu berlari dan dengan cepat menarik lengan gadis itu sebelum ia melompat. helena tidak bisa membayangkan jika ia terlambat satu detik saja selfie pasti sudah terjun ke bawah.
" kenapa seperti ini nona? ". tanyanya bergetar, selfie tidak menjawab melainkan menangis di dalam pelukannya.
" ada apa ini? ". tanya samh dan livy saat baru memasuki kamar selfie.
" tuan ,nona muda hendak melompat dari jendala bausan " . jelas helena , sontak saja samh dan livy begitu shock mendengarnya. tetapi mereka mencoba untuk tetap tenang dan berjalan menghampiri selfie.
" selfie kamu mau ya di rawat ke psikolog? ". ujar neneknya lembut membuat selfie terkejut dan mendongak menatapnya.
" besok kamu harus pergi biar sembuh sayang" . sambung samh.
" aku tidak gila ". lirih selfie menunduk
" sayang kamu tidak gila tapi kamu harus di rawat biar kembali seperti dulu lagi " . samh memegang tangan selfie dan berusaha membujuknya.
selfie mendongak dan menatap samh dengan tajam, wajah gadis itu tersirat kekecewaan dan amarah.
" TIDAK!! AKU TIDAK GILA!! " . ia berlari sekenceng mungkin keluar dari kamar sehingga helena reflek ikut mengejarnya. livy hendak mengikuti gadis itu tetapi samh mencegahnya dan berkata kalau helena pasti bisa membujuk selfie.
helena yang melihat selfie terisak di bangku taman pun menjadi iba. di tangan wanita itu terdapat handycam selfie yang dia ambil tadi. ia menarik nafas panjang dan berjalan ke arah selfie.
" hiks ... Aku tidak gila kenapa kalian mau aku pergi ke rumah sakit jiwa? lihatlah bahkan dahlia menjadi sedih ". suara gadis itu bergetar.
helena duduk di samping gadis itu lalu mengusap rambutnya. " nona muda, dahlia sudah tiada beberapa hari yang lalu ".
selfie menghentikan isakannya dan menatap helena dengan alis berkerut. " apa maksudmu? jelas jelas dahlia berada di hadapanku ".
" nona muda cobalah lihat tangan anda ". ujar helena sambil mengangkat lengan selfie.
" sekarang coba lihat lagi apakah di hadapan nona masih ada dahlia? ".
selfie perlahan memutar kepalanya ke depan dan terhenyak saat tidak melihat siapapun di sana. yang tadinya ada dahlia yang tersenyum sambil menenangkannya tiba tiba saja hilang entah kemana.
" lihat ini sekarang nona ". helena memutar rekaman yang selfie rekam hari ini dan beberapa hari yang lalu.
dan sama seperti tadi selfie tidak lagi melihat keberadaan dahlia , melainkan tidak ada siapapun di dalam rekaman kecuali suara selfie yang tertawa.
" hiksss kenapa kau menyadarkan aku dari halusinasi ku helena? ".
" aku bahagia walaupun itu hanya khayalan! ". ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya.
" maafkan aku nona tetapi nona harus bisa keluar dari halusinasi itu ". tangan helena terangkat memegangi pundak selfie.
" ya...Aku akan pergi kemanapun itu " . selfie menoleh menatap helena.
" aku ingin sembuh helen , tolong bebaskan aku dari skizofrenia ". ucapnya begitu menyedihkan.
mendengar hal tersebut tentu saja helena menjadi sangat senang. ia kembali memeluk selfie dan mencium kepalanya beberapa kali. setelah itu ia memberitahu samh dan mulai mengemasi barang barang selfie.
malam harinya selfie berdiri di balik jendela sambil melihat bulan. ia sangat serius melihatnya sampai-sampai tidak menyadari kehadiran helena disana.
" nona ".
" entah kenapa malam ini bulan terlihat lebih besar dan bersinar dari biasanya ".
helena terdiam membiarkan setiap kata yang akan di keluarkan gadis itu.
" akan lebih baik aku menangis tanpa bersuara dan air mataku berhenti saat itu berakhir ". selfie terus memandang bulan lalu beralih menatap helena di belakangnya
" berapa kali aku harus terluka sebelum bisa merasakan rasa sakit? ".
" meneteskan darah merah mengingatkan ku akan nyawanya ".
hening untuk sesaat
" orang kesepian adalah orang yang tidak memiliki masa lalu ". selfie meninggalkan helena yang masih mematung mencerna setiap kata kata selfie.
keesokan harinya selfie sudah bersiap untuk berangkat ke rumah sakit jiwa. walaupun ia sedikit tidak rela tetapi ia memaksakan semua itu untuk kesembuhan.
setelah berpamitan dengan kakek dan neneknya selfie pun melangkah menuju mobil yang akan ia tumpangi. ia juga sudah berpamitan pada jasmine dan trysta, selfie mengucapkan kata maaf kepada kedua gadis itu karna beberapa hari yang lalu ia sempat marah dan melukai mereka ketika mencoba menghibur selfie.
sebelum memasuki mobil selfie mengusap air matanya yang baru saja menetes. " sudah kubilang aku tidak menangis hanya saja air mataku terus mengalir ". gumamnya
" ayo nona " ajak helena membuka pintu untuk selfie
" dia baru saja lulus, untuk SMA nya saya akan memberinya home schooling di tempatmu ". ucap samh pada minji.
" tenang saja tuan, walau dalam masa pemulihan nona muda akan tetap meneruskan pendidikannya. lagi pula tempat kami tidak seperti rumah sakit jiwa pada umumnya ". balas minji sambil tersenyum.
" oh iya, saya juga akan memberinya pelajaran tips tentang psikologi ". sambungnya lalu pamit dan masuk kedalam mobil.
livy tak henti hentinya menangis saat mobil selfie meninggalkan rumah. lagi pula siapa yang tidak sedih melihat anggota keluarganya masuk ke rumah sakit jiwa. livy mencoba menghubungi sarah tetapi wanita itu selalu menolak panggilannya.
setelah sampai di tujuan selfie terkesima melihat bangunan yang tidak mirip dengan rumah sakit jiwa pada umumnya. tempat ini terlihat sangat nyaman, mungkin saja mereka tidak ingin para pasien semakin stress jika tau mereka masuk ke rumah sakit jiwa.
selfie masuk kedalam ruangannya yang cukup besar menurutnya. di sana ada rak buku, televisi , sofa, dan ranjang yang bagus.
" nona muda kemarilah ".
__ADS_1
selfie mendekat lalu duduk di hadapan minji yang sudah menunggunya di sofa.
" aku punya tips agar nona tidak terlalu sering melihat halusinasi lagi ". tuturnya lembut
" apa? ".
minji menarik nafas " begini, jika nona melihat dahlia cobalah untuk menutup mata nona dengan erat dan berkata lah kalau dahlia sudah tiada ".
" memang sulit dan menyakitkan, tetapi karna nona pandai aku tau nona pasti bisa ". selfie teridam cukup lama lalu setelah itu ia mengangguk kecil.
" bagus nona muda, skizofrenia nona belum terlalu parah karna nona terkadang menyadari kenyataan bahwa dahlia sudah tiada ".
" di sini aku akan menemani nona hingga nona melupakan halusinasi tersebut dan terbebas dari gangguan mental lainya ". lanjutnya dengan suara yang tenang dan lembut membuat selfie merasa nyaman.
enam bulan telah berlalu dan hari ini selfie menelpon kalau ia sudah bisa pulang. tentu saja samh dan livy sangat senang dan meminta helena untuk menjemputnya. namun selfie menolak karna ia akan datang bersama minji.
" KAKEK! NENEK AKU PULANG! ". teriak selfie lalu menghambur kedalam pelukan dua orang tersayangnya.
" cucuku sudah pulang ". sambut livy sambil membelai rambut selfie.
selfie melepas pekukanya dan terseyum lembut hingga kedua matanya menyipit. " iya ,nenek aku sudah pulang dan lihatlah aku sudah sembuh "
samh dan livy terseyum senang melihat raut bahagia cucu mereka. mereka mengajak selfie duduk di sofa dan menyuruh pelayan mengambilkan nya minuman.
" makasih bi ". ujar selfie ramah membuat samh dan livy saling pandang dan tersenyum satu sama lain.
" apa benar kamu sudah sembuh? " . tanya smah ragu.
" tentu, apa kakek tidak percaya? " . selfie memanggil jack dan menyuruh lelaki itu melukai tanganya hingga berdarah kecil.
" lihatlah aku tidak takut lagi dengan darah begitu juga danau, pistol dan yang lainya ". jawab selfie bangga
" oh ya? " . helena mengambil pistol palsu lalu menembaknya hingga ruangan itu menggema.
selfie reflek menutup telinganya dan hal itu sontak membuat mereka semua panik.
" ahhh berisik tau buat orang kaget aja! ". ketus selfie lalu melanjutkan minumnya . samh dan livy yang sudah panik pun mengelus dada dan bernafas lega
" nona masih belum sembuh total karna PTSD nya masih tersisa 10 % " . jelas minji yang baru bergabung
" untuk skizofrenia sepertinya nona sudah tidak merasakannya lagi, walaupun penderita skizofrenia sulit sembuh tetapi nona muda bisa menghadapinya dan aku bangga dengan itu ". ia tersenyum lembut pada selfie.
" tapi dia terlihat baik baik saja " . potong livy
" memang benar , tapi nona muda akan bereaksi ketika melihat darah yang sangat banyak dan juga kejadian yang sama persis seperti masa lalunya " .
" aku sudah sembuh kok ". elak selfie
" bagaimana agar nona muda sembuh total? " . sela helena
" aku sudah melakukan segalanya tapi nona muda belum juga sembuh ". ia terdiam sejenak dan kembali menatap mereka.
" jika nona muda menghadapi ketakutannya dan nekat masuk pada traumanya kemungkinan ia akan sembuh , tetapi itu sangat berbahaya ".
selfie mendengar semua itu dengan santai sambil memakan kue dan juga meminum jus dengan tatapan polosnya.
" tuan maafkan aku, karna waktu itu aku pernah mengurung selfie di kamarnya selama beberapa jam tanpa membukanya ". ungkap minji takut
samh mengkerutkan alis, " kenapa? "
" karna selfie merontak akibat tidak sengaja melukai tanganya dengan pisau , dan selalu menceburkan dirinya ke kolam berenang karna mengira itu danau tempat dahlia kecelakaan ". perkataan minji spontan membuat mereka shock.
" tenang aja aku sudah tidak seperti itu lagi ". ujar selfie
" kakek! ". panggil selfie pelan.
" iya sayang kenapa? "
" boleh kah aku pergi ke rumah orang tuaku?". pintanya hati - hati
" tidak! ". jawab samh cepat.
" kumohon kakek , aku akan selalu menurut pada kakek jika kakek membebaskan ku untuk kali ini . aku ingin memulai kehidupan baru " . mohonya sekali lagi
" mereka bahkan tidak menghubungi untuk menanyakan keadaan mu ". tolak samh
" justru itu aku ingin mendapatkan kasih sayang mereka kakek " .
" kenapa kamu ingin kesana hmm? nenek tau itu bukan alasan utama " . tanya livy lembut
selfie menghela nafas " aku masih punya teman masa kecil di sana " .
samh memegang pundak selfie, " sayang kamu tau kan musuh bisnis kakek banyak dan mereka mengincarmu ".
selfie mengangguk, " aku tau justru itu aku akan menjadi orang yang berbeda di sana, aku tidak akan menunjukkan identitas asliku ".
" mereka hanya mengetahui ku dengan nama sena, bahkan sebagian tidak mengetahui wajahku ". lanjutnya berusaha meyakinkan.
" nona muda kamu baru saja sembuh ". sela helena
selfie menoleh dan terseyum , " kumohon helen kali ini saja "
" baiklah , tapi kakek harap kamu menjaga diri dan jangan lalai sebagai pewaris " . pungkas samh tersenyum lembut
" siap bos.. siapin barangku helena " . selfie berdiri dan hendak melangkah tetapi tanganya di cekal sang nenek
" loh langsung pergi? ".
selfie cecengesan " hehe lebih cepat lebih baik" .
selfie berjalan ke arah helena dan mendekatkan mulutnya ke telinga wanita itu " bawakan aku alat pendengar yang anti badai tsunami dan gempa ". bisiknya
" loh mau ngapain nona? nona kan tidak lagi tunarungu ".
" sudah bawa aja! " .
selfie masuk ke kamarnya dan mencari handycamnya. setelah menemukan alat itu ia mengambil disk dan memutarnya di tv untuk terkahir kalinya. selfie sebisa mungkin untuk tidak terharu menonton rekamannya bersama dahlia. setelah puas menonton selfie pun mengambil semua disk beserta handycamnya lalu berjalan ke arah jendela.
" maafkan aku dahlia tapi sepertinya kamu memang harus pergi ". tanpa berlama lagi selfie menjatuhkan semua benda itu hingga hancur berkeping-keping.
sebelum berangkat selfie pergi dulu ke makam bella dan dahlia. kebetulan sekali makam kedua sahabatnya itu bersebelahan, selfie berjongkok di antara gundukan tanah .
" bella, dahlia, aku akan pergi dari sini menemui orang tuaku. terimakasih dengan semuanya, terimakasih telah memberi warna di dalam hidupku. aku akan kembali lagi nanti ". ia mengusap kedua batu nisan itu dan pergi meninggalkan pemakaman.
selfie akan pergi memakai jet pribadi keluarganya. tetapi sebelum menaiki jet ia sangat kesal karna harus melihat drama antara jasmine dan trysta.
" aku akan nyusul sel ". ucap trysta di dalam pelukanya.
" awas aja kau nyusul! karna bisa hancur semua rencanaku nantinya ". ancam selfie
" kak sel semangat ya, aku tau saudara tiri kakak jahat jadi hati hatilah ". pesan jasmine
selfie hanya mengangguk lalu masuk ke dalam jet pribadinya. ia duduk disana dengan perasaan yang berdebar-debar. setelah menempuh jarak yang tidak terlalu lama akhirnya gadis itu sampai di kota kelahirannya.
" mmm baiklah aku akan memakai alat menyebalkan ini dan menjadi pribadi yang berbeda ". ucapnya bersemangat saat tiba di depan rumah yang ia rindukan.
__ADS_1
part selanjutnya kembali ke masa kini.