
atmosfir seketika berubah menjadi mencekam, di tambah lagi dengan diamnya selfie yang membuat nancy merasa bersalah.
memang tidak ada apa apa di antara nancy dengan zayn. hanya saja ia takut jika selfie salah paham dengan semua ini.
tetapi raut wajah selfie yang datar terlihat seperti orang yang sedang menahan kekesalan. di tangan gadis itu terdapat tiga ice cream rasa coklat, vanila dan strawberry yang hampir meleleh.
" ini semua benar-benar mengejutkan! " ucap selfie menatap zayn dan nancy bergilir.
" selfie ini tidak seperti yang lo pikirkan." nancy berusaha meyakinkan selfie untuk tidak berpikir yang aneh-aneh. sungguh ia takut jika selfie salah paham lalu marah padanya.
" ha? emangnya gue pikir apa? "
" ohhh iya ini mengejutkan banget loh nanc, alias rejeki nomplok deh," seru gadis itu lalu berjalan mendekati nancy dan menendang zayn yang menghalangi jalan.
nancy dan zayn terdiam, jadi selfie tidak marah? jika tidak syukur lah.
" lo gak marah? "
" marah apa sih? " gadis itu terlihat tidak mengerti, kemudian ia teringat akan icecream nya dan memberikannya pada nancy dan zayn.
" gini nanc, gue di kasih gratis loh "
" ah masa? "
gadis itu mengangguk." iya, kan tadi gue beli tapi lupa gak ada uang negara ini jadi penjualnya tanya gue dari Inggris ya, trus gue jawab tidak "
nancy menganguk-angguk sambil memakan icecream rasa vanilla itu.
" trus "
" trus dia ngotot dan kasih gue pertnyaan, dan pertanyaanya siapakah the virgin queen? "
" and than gue jawab ratu Elizabeth 1."
" gila gak tuh, itu kan pertanyaan paling gampang," lanjutnya kembali setelah menjilati ice cream.
nancy memperhatikan wajah selfie yang terlihat sangat bahagia. padahal gadis itu kaya tetapi hanya dengan mendapatkan makana gratis bisa membuatnya sesenang ini.
nancy mengelus dadanya pelan karna selfie tidak baperan seperti gadis pada umumnya. lagipula ia juga sudah berjanji untuk tidak membuat selfie bersedih lagi.
" AAAA GUE SENANG BANGET!! " teriak seorang gadis yang berlari ke arah mereka. gadis itu nampak sangat senang.
" kenapa? " tanya nancy ketika violet berhenti di depannya.
" coba tebak "
" lo menang lotre "
" salah " violet menyingkirkan tubuh zayn dan duduk di antara selfie dan nancy.
" gue pacaran aaaa senang banget!! " pekik gadis itu
" akhirnya ricko terima gue." sebuah perkataan yang mampu membuat mata selfie terbelalak. ya, karna siapapun tau kalau ricko sangat mencintai nancy.
selfie memegang pundak violet dengan satu tanggan dan tangan satunya lagi masih memegang ice cream. " serius nih? "
violet mengangguk, menatap selfie dengan senyuman bahagia." iya, katanya gue imut gitu makanya dia beralih "
" ohh syukur deh " gumam nancy yang membuat selfie dan violet menoleh ke arahnya.
" lo gak nyesal? "
" gak "
" ini ricko loh, tu anak ganteng banget! "
" khmmm " dehem zayn setelah selfie memuji sahabatnya itu.
" gak peduli gue sih "
selfie menghela nafas, orang seperti nancy memang susah untuk di kasih tau. padahal tidak masalah jika dia mau menerima ricko.
" tunggu " selfie kembali menatap violet. " trus raka gimana? dia kan cinta sama lo "
" tadi dia rengek-rengek sambil memohon gitu tapi gue gak mau karna trysta cinta sama dia "
Lagi-lagi pernyataan yang mampu membuat selfie terkejut, bahkan ia sedikit tersedak mendengarnya.
trysta juga cinta? kenapa percintaan mereka rumit sekali. selfie bahkan tidak tau ini cinta segitiga berapa.
trysta mencintai raka, raka mencintai violet, violet mencintai ricko, ricko mencintai nancy, nancy mencintai zayn, zayn mencintai selfie, dan selfie sebaliknya. memikirkan hal ini membuat kepala selfie pusing.
...🌿...
tak terasa sudah hampir seminggu mereka di Paris. dan dalam seminggu ini mereka juga telah mengunjungi tempat bersejarah yang terkenal di sini. seperti museum Louvre, istana Versailles, menara Eiffel, Paris Disneyland, arc the Triomphe, place de la Concorde, dan katedral notre Dame.
hari ini nancy dan yang lain sudah mempacking barang-barang mereka kecuali selfie yang katanya mager. mereka juga sudah membeli oleh-oleh khas perancis dan juga membeli baju dan barang bermerek lainnya.
dan untuk selfie dia tidak perlu membelinya karna baju bermereknya banyak, hanya saja itu semua berada di rumah kakeknya. jadi selfie hanya membelikan sebuah coklat untuk karina , jesh dan orang di rumahnya. oh iya tak lupa juga selfie membeli beberapa parfum.
tentu saja coklat yang ia beli bukanlah coklat biasa. itu adalah coklat Alain Ducase yang hanya tersedia beberapa toko di Paris. selfie bahkan sampai kewalahan mencarinya.
" vi lo pegang apa itu? "
__ADS_1
" ohh ini handycam, emang kenapa? "
" gak, hanya saja gue rasa aneh hehe " kekeh selfie sambil melihat violet dari pantulan cermin. gadis itu duduk di sofa sementara violet sibuk dengan dirinya di depan cermin.
" sel "
" apa sayang "
" gue kalau belah poni gini cantik gak? " tanya violet setelah menepi poninya.
" hmm cantik "
" tapi kok gue gak ngerasa pd ya, kek gue gak kelihatan imut gitu."
selfie berdecak, padahal menurutnya violet adalah gadis terimut yang pernah ia temui. lantas mengapa dia merasa tidak pede dengan kecantikannya.
" cantik viiiii"
" iyakah? "
" iyaa "
" btw gue imut ya sel "
" iya lumut lo imutt! "
" ihh selfie lo memujinya terlalu berlebihan kan gue jadi malu "
" emang lumut lo "
" ehh sel mau kemana? " tanya violet seraya membalikkan badannya.
" mau ketemu nancy bentar." gadis itu melangkahkan kakinya, tapi.
" sel kalau ada hantu gimana? jangan pergi " ucap violet memelas.
" gak ada." selfie kembali meninggalkan violet dan mengabaikannya walau gadis itu merengek.
selfie mencari keberadaan nancy di seluruh ruangan tetapi tidak juga melihat gadis itu. biasanya nancy bukan tipe yang suka keluyuran tanpa selfie. tapi bisa jadi gadis itu sedang keluar saat ini.
jadi selfie memutuskan untuk keluar dan mencarinya di lobby. sampainya di sana gadis itu menoleh ke sana kemari berusaha mencari sahabat terbaiknya itu. dan akhirnya ia menemukan nancy di resto apartemen.
di sana bukan hanya nancy saja, tetapi ada fira dan juga trysta.
" wah kalian ngapain? " tanya selfie , kemudian mendaratkan bokongnya di kursi sebelah nancy.
mumpung ada di sini selfie juga ikutan memakan dessert yang terkenal enak di apartemen ini. mereka puasin dulu sebelum pulang ke Indonesia besok.
karna waktu telah menunjukkan makan malam jadi sekalian aja mereka memesan makanan. dan tepat sekali violet datang menghampiri mereka dengan tergesa-gesa, gadis itu protes karna di tinggalkan sendiri di dalam apartemen.
setelah menghabiskan menu makan malamnya, mereka duduk sejenak dan mengobrol santai. obrolannya hanya seputar cowok, dan barang yang akan mereka bawa pulang besok.
hingga pada satu titik selfie tidak sengaja melihat seorang pria paruh baya yang pernah bertemu dengannya di sebuah pesta dulu.
mereka dulu pernah mengobrol namun pria itu tidak tau kalau selfie adalah pewaris dari Murphy group, ia hanya tau selfie adalah anak seorang presedir.
ingin selfie menyapanya karna kebetulan sekali ketika pulang ke Indonesia selfie ada jadwal pertemuan dengan pria itu. ya, helena yang mengirimkan pesan terkutuk itu pada selfie tadi. sebuah pesan yang mengharuskan selfie mengurusi bisnis.
selfie tidak jadi menyapanya karna ia pikir pasti pria itu sudah melupakanya. dan kebetulan sekali pria itu duduk di meja belakang selfie. sehingga gadis itu bisa mendengar pembicaraan mereka.
awalannya nampak normal hingga di satu titik selfie membeku setelah mendengar ucapan pria itu.
" aku pernah bertemu dengan seorang gadis dulu, dia baik tapi sayangnya gadis itu terkena gangguan mental." ucap pria itu pelan yang masih bisa di dengar oleh selfie.
" kenapa anda bisa tau? " tanya seorang pria yang duduk di hadapanya.
" karna aku dulunya belajar psikologi, dan aku pernah menjadi seorang psikiater "
" pasti akan sangat memalukan jika orang-orang tau dia sedikit berbeda "
" sungguh malang sekali dirinya yang harus terkena gangguan jiwa di usia muda "
selfie mendongak menatap nancy yang juga sedang menatap ke arahnya.
nancy juga mendengarnya, dan ia bisa merasakan apa yang di rasakan oleh selfie saat ini. jadi nancy memutuskan untuk pamit kepada violet dan yang lain , kemudian membawa selfie kembali ke kamar.
tibanya di sana selfie berjalan mondar mandir sembari meramas rambutnya frustasi. sesekali ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya lewat mulut.
" sel... "
" bagaimana ini? apa yang akan gue lakukan jika bertemu dengannya? "
" sel tenangkan dirimu, tidak mungkin juga dia akan merusak nama baikmu."
selfie terdiam setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut nancy. gadis itu tertunduk dan perlahan menoleh ke arah nancy.
" tidak nancy, dia itu terkenal licik karna selalu menjatuhkan lawannya."
" ahhh gue harus terlepas dari gangguan ini!! " geram gadis itu frustasi.
__ADS_1
" lo mau terbebas? " tanya nancy setelah keheningan sesaat melanda.
selfie mengangguk, kemudian ia meringis saat merasakan nyeri di kepalanya. inilah yang akan terjadi jika selfie terlalu larut dalam sebuah emosi. ternyata ptsd itu terlalu menyiksa walau ia sudah sembuh 90%.
nancy berjalan mendekati selfie lalu mengelus punggung gadis itu.
" apapaun itu akan lo lakuin asal bisa menghilangkan gangguan itu? "
" iya "
nancy tersenyum tipis." kata dokter hanni lo harus masuk dalam traumamu "
selfie mendongak." jadi? "
" jadi gue akan buat reka ulang kecelakaan dahlia di sebuah tepi danau, dan gue sebagai dahlia "
sontak selfie melebarkan matanya , gadis itu shock mendengar ucapan bodoh nancy.
" gila lo! yang ada gue semakin sakit bukan semakin sembuh nancy!! "
" GAK!! jangan gila nancy."
nancy menghela nafas pelan sebelum akhirnya menatap mata selfie.
" trus lo maunya apa? "
" gue hanya pengen sembuh." pandangan selfie berubah sendu, sirat kesedihan tentu sangat nyata di mata gadis itu.
" yaudah ayo kita ke psikiater," tandas nancy mencoba menarik tangan selfie tetapi gadis itu malah menahanya.
" gak mau "
" yaudah ke rumah sakit jiwa "
" gak mau "
" yaudah reka adegan dahlia "
" jelas gak mau "
nancy menggeram frustasi melihat gadis keras kepala di depannya ini. sungguh kesabarannya telah menipis sekarang. kenapa selfie sangat keras kepala jika di kasih tau.
" gue gak gila, gue hanya sakit "
nancy tersenyum remeh setelah mendengar perkataan selfie. gadis itu mundur selangkah dari hadapannya.
" lo itu gila selfie!! gila! "
" lo punya dua gangguan jiwa, dan ingat kalau skizofrenia sulit sembuh bahkan tidak bisa!! "
" apa lo tidak pernah berpikir jika semua ini hanya halusinasi mu saja? terimalah bahwa lo memang pengidap gangguan jiwa!." tandas nancy .
DEG
sakit. dada selfie benar-benar terasa sangat sakit sekarang. ia menatap kosong ke arah nancy, berjalan mundur sampai punggungnya mengenai pintu.
sedangkan nancy, ia baru saja sadar apa yang ia ucapkan barusan sangatlah salah . bahkan tidak seharusnya ia mengatakan itu kepada selfie. ia seharusnya menyemangati gadis itu bukan ikut mengatakan sesuatu yang jahat padanya.
" selfie, maksud gue--"
" it's okay nancy, itu lah kenyataan. terimakasih sudah membuatku sadar diri." masih dengan suara bergetar, selfie tersenyum tipis.
" sel maafin gue "
selfie mengangguk." iya, gue udah maafin lo "
" kalau begitu gue keluar dulu , jangan terlalu di pikirkan ya nancy "
dengan cepat selfie pergi dari ruangan itu, tidak menghiraukan nancy.
saat keluar dari apartemen selfie malah bertemu dengan violet yang baru saja keluar dari lift.
" loh kenapa sel? "
" vi apa semua ini halusinasi ku? "
violet mengkerutkan keningnya tidak paham, tetapi sedetik kemudian ia mulai mengerti dengan pembicaraan selfie. pasti gadis itu teringat lagi dengan gangguan itu.
" kalau ini halusinasi, lo gak akan merasakan cookies ini masuk ke dalam mulutmu." ucap violet kemudian memasukan beberapa potong cookies ke mulut selfie.
" gimana ada rasa gak? "
selfie mengangguk walau harus kesulitan mengunyah makanan itu yang penuh di dalam mulutnya.
" kalau ini halusinasi emang kemarin waktu ke museum orang-orang pada liatin lo aneh?"
selfie menggeleng , dan hal itu membuat violet tersenyum dan menepuk pundaknya.
" ini bukan halusinasi selfie, lo memang mengidap skizofrenia tapi itu udah lama. dan anggap saja kalau lo udah terbebas,"
" apapun keadaanmu gue akan selalu mendukung mu selfie, walaupun dulu kita adalah musuh." tumben gadis itu bisa berkata dengan bijak, biasanya hanya omong kosong yang keluar dari mulut violet.
selfie memutuskan untuk duduk di taman apartemen dan memenangkan dirinya di sana sendiri. di ponselnya terdapat banyak riwayat telpon dari nancy, tetapi tidak ada satupun yang selfie angkat. hingga saat jam 10 malam barulah selfie kembali ke dalam apartemen.
__ADS_1
di salah satu ruangan yang lampunya menyala, gadis yang mengenakan jaket dan celana jeans itu di buat melotot melihat sahabatnya sudah ketiduran. violet dan trysta tertidur di sofa, fira di lantai depan TV, sedangkan nancy di bawah sofa dengan kepala yang ia rebahkan di atas meja.
" aku tidak bisa melihatnya, kamu tak berbohong kan?," batinnya masih berdiri di depan pintu dan mengeratkan tangan, tanpa sadar air mata jatuh membasih pipinya.