Selfie

Selfie
budak


__ADS_3

suasana semakin tegang, selfie tidak dapat membantah kata-kata dari kang min ho kalau saham kakeknya sudah terjual sebagian.


ia juga dengan jelas membaca surat penolakan kenaikan jabatan dari karyawan untuknya. semua karyawan dan para petinggi menolaknya menjadi pemimpin baru.


seburuk itukah selfie di mata mereka? hanya karna ia seorang mantan gangguan jiwa dan penuduhan tidak jelas atas dirinya membuat semua orang membencinya.


dan dengan mudahnya mereka berkata yang tidak-tidak tentangnya.


" tidak bisa! aku masih memiliki saham di perusahaan ini sebesar 10%."bantahnya sembari membuang kertas tersebut.


" hahaha... hanya 10% dan jika di tambah dengan punya kakekmu, kalian hanya memiliki saham sebesar 24%. sementara aku dua kali lebih banyak darinya." ia berjalan dan duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya.


" saham ku di sini hampir 50% dan sebagai pemilik saham terbesar aku bebas berbuat apa saja." ia tersenyum menyeringai


selfie menggeleng kuat." tidak bisa! aku adalah wakil direktur! "


" itu dulu tapi sekarang tidak." ia menolehkan kepalanya ke arah pintu." masuklah!! "


selfie reflek menoleh ke pintu yang perlahan terbuka itu hingga masuklah seseorang yang membuatnya semakin kecewa. ya siapa lagi kalau bukan mantan sahabatnya itu.


tanpa wajah berdosa, nancy berjalan melewati selfie dan melangkah mendekati samh. ia berdiri dengan wajah datar dan sedikit menundukkan kepalanya.


" permisi kakeknya temanku, sekarang saya yang akan menempati kursi ini."


samh terdiam sejenak, ia ingin membantah tetapi semuanya sudah terjadi. pria itu berdiri dan melangkah beberapa langkah dari nancy.


melihat itu nancy pun tersenyum, ia duduk di kursi presdir sembari menopang dagunya menatap tepat ke mata selfie. sementara selfie hanya membalas tatapannya dengan kebencian.


" dia tidak bisa menjadi presdir!" tegas selfie


" tapi semuanya sudah setuju wahai temanku. kalau gak percaya tanya aja mereka." tunjuk nancy pada pemegang saham lainnya.


selfie memalingkan wajahnya ke para pemegang saham yang duduk dengan tenang." ini perusahaan kakekku, kalian tidak bisa seenak jidatnya memberikan posisi presdir kepada orang asing!"


mereka saling memandang dan serentak menggeleng." nona muda lupa ya, kalau saat ini kalian bukanlah lagi pemegang saham terbesar. dan semua orang juga tidak setuju kalau kau yang menjadi pemimpin baru mereka, jadi terima saja." ucap salah satu pria di sana.


" selfie terima aja, mereka berjanji akan membuat perusahaan kembali stabil jika nancy yang menjadi presdir." sahut kakeknya, namun selfie hanya diam. ini tidak bisa di biarkan.


wanita itu menatap tuan kang dan nancy secara bergilir." aku akan melaporkan kalian ke polisi atas kasus perebutan paksa dan penuduhan palsu! "


bukannya takut dengan ancaman selfie, tuan kang dan nancy malah tertawa.


" itu hanya sia-sia selfie. lo gak punya bukti, dan ini bukanlah prebutan paksa. ini semua legal karna kami membeli saham milik kakekmu." nancy tertawa keras sambil membuka bungkus permen


" dan lo bukan nona muda lagi. gue yang berkuasa di sini jadi gue akan memblokir kartu debit lo! "



selfie tersentak, omong kosong apa ini? ia mengeratkan tangannya dan berjalan mendekati nancy. wanita itu hendak mendaratkan pukulan pada pipi nancy tetapi di tahan oleh tuan kang.


" kekerasan terhadap pemimpin! aku bisa menuntutmu! " bisiknya, namun selfie tidak peduli dan berusaha melepaskan tubuhnya dari genggaman pria itu.


" lo jahat nancy! gue sama sekali gak pernah berpikir untuk membalas kejahatan lo pada gue! gue diam aja dan berharap lo bakal berubah! " selfie menangis, air matanya mengalir deras.


" gue teman lo nancy... apa lo gak ingat kenangan kita dulu?! lo adalah pelindung bagi gue saat ayahku menyiksa ku dulu, apa lo lupa?!" selfie pasrah, ia pasrah saat tubuhnya di tahan oleh tuan kang.


" lo berhasil merenggut segalanya dari gue. waktu, kebebasan, ketenaran, pria, dan sekarang perusahaan milik keluarga gue..."


selfie mendongak menatap nancy yang hanya diam mendengarkan." gue sekarang buruk banget di mata semua orang, gue jatuh miskin, meskipun belum, tapi gue tau kalau lo pasti akan merenggut harta gue nantinya."


" keadilan yang gue bilang ke lo dulu ternyata berbeda dengan keadilan yang lo junjung!"


" diam!! jangan banyak omong lo!" nancy berdiri dan berjalan menghampiri selfie.


ia berdiri tepat di depan temannya itu dan menyentuh pipinya." ide yang bagus selfie. tadinya gue gak mau buat lo miskin, tapi sekarang gue mau."


" lo mau kan kerja jadi asisten gue? bukan asisten sih tapi babu gue." ia tersenyum miring

__ADS_1


selfie menggeleng pelan, ia terlalu kecewa untuk menatap nancy.


" terimalah tawaranku selfie, karna lo bisa menikmati harta lewat gue.... dan gue janji akan membuat perusahaan ini maju." ucapnya lagi


selfie memalingkan wajah pada kakeknya yang tengah menatapnya sendu. kenapa seperti ini? kenapa pemilik perusahaan sebenarnya yang harus nunduk?


" gak mau! " lirihnya


nancy tersenyum hambar lalu mendekatkan wajahnya ke telinga selfie." jika lo mau, gue gak akan sentuh keluarga lo. gue gak akan menindas kakek dan keluarga lo yang lain, plus teman lo "


air mata selfie kembali mengalir, sungguh sakit rasanya mendengar ancaman dari sahabatnya. ia mengangguk, lebih baik menjadi babu nancy dari pada keluarganya tersiksa.


selfie juga tau kalau ancaman nancy gak main-main. nancy memiliki temeng, yaitu tuan kang min ho yang merupakan seorang pemilik perusahaan berpengaruh sekaligus pemegang saham terbesar di sini.


jadi jika selfie ingin merebut kembali perusahaan ini, ia harus mencari perusahaan yang lebih besar dari perusahaan milik kang min ho agar mau berinvestasi dengan jumlah yang sangat besar. tetapi pertanyaan, dimana ia mendapatkan nya?.


" gue mau! "


" pilihan yang tepat.... kemarilah." ia menarik tangan selfie dan membawanya keluar. nancy menarik selfie dengan kasar hingga ke hadapan para karyawan.


" mulai hari ini kalian tidak berhak lagi menghormatinya. nona muda yang sombong ini sekarang telah menjadi budakku." ia memalingkan wajahnya pada selfie yang menunduk.


" kalian boleh kok ejek dia dan memerintahnya seperti pelayan, ejek aja dia."


" benar nih nyonya?"


" tentu saja "


mereka semua terlihat bahagia." saya dari dulu pengen banget berkata kasar padanya."


" katakan saja," perintah nancy


salah satu karyawan menggulung kertas menjadi beberapa bagian dan melemparnya pada selfie. bukan dia saja, tetapi karyawan yang lain juga ikut melakukan hal yang sama.


" sakit jiwa "


" dasar nona sombong, gila, sok memerintah "


" kriminal, lo pantas mendapatkannya! "


" gue benci sama lo! lo kira gue gak sakit hati dengan omongan lo yang pedas ha?! dasar penyihir! "


selfie tertunduk dan dengan pasrah menerima semua cacian maki dan lemparan mereka. ia melirik nancy sekilas yang rupanya tengah menikmati adegan tersebut.


...🍂...


satu minggu telah berlalu, dan selama itu pula selfie benar-benar menjadi asisten atau pelayan nancy. ia mulai bekerja dari subuh hingga jam 10 malam. nancy benar-benar menyiksa fisik dan batinnya.


dan hari ini pun sepertinya kondisi selfie lagi tidak baik. ia terus memegang kepalanya dan berjalan dengan langkah gontai mengikuti nancy.


setelah sampai di perusahaan, selfie langsung membuatkannya kopi dan beberapa cemilan lainnya. padahal ada koki, tetapi nancy meminta selfie untuk menyiapkan segalanya.


" ini." ia menaruh kopi panas yang baru di buat itu.


selfie berbalik dan berjalan pelan, ia beberapa kali mengerjapkan matanya. ia pusing, juga mengantuk dan tubuhnya terasa panas.


" mau kemana lo? " segah nancy, ia melepaskan kacamatanya dan menatap selfie intens.


selfie memegang kepalanya." tolong gue, badan gue lemas, ijinkan gue istirahat sejenak nancy. selama seminggu ini tidur gue gak teratur."


nancy berdiri dan menggeleng." perkerjaan gue banyak, dan jangan lupa kalau kakek lo masih jadi direktur di sini karna gue! "


selfie terdiam dan tertunduk, ia berkaca-kaca. sungguh ia lelah.


nancy mencari berkas dan memberikannya pada selfie." perbaiki kata-katanya dan buat salinannya sebanyak dua puluh lembar. cepatan! gue mau rapat sama para direktur dari perusahaan lain."


selfie menghela nafas berat, ia membalikkan badannya dan pergi dari ruangan mencekam ini. ia berjalan pelan ke ruangannya dan berpapasan dengan para karyawan lainnya.

__ADS_1


" eh kamu! ambilkan saya minum dong! " pinta salah satu karyawan wanita.


selfie berhenti dan menoleh padanya." saya sibuk, ambil saja sendiri."


" ambilkan! lo lupa dengan perkataan bu nancy hm? cepat sana! " desaknya


" saya juga ya! "


" ehh saya juga mau! "


selfie lagi-lagi menghela nafas berat, ia memegang kepalanya sejenak dan berbelok ke arah dapur. wanita itu membuat beberapa jus dan menaruhnya di atas nampan. tangannya bergetar ketika mengangkat nampan berisi beberapa jus itu. ia tidak memiliki cukup tenaga, semua yang ada disini menyiksanya.


selfie kecewa, ternyata karyawan dan beberapa petinggi perusahaan lainnya selama ini hanya berpura-pura menyukainya. sial! awas aja nanti kalau perusahaan ini kembali ke tangannya.


namun yang membuat selfie semakin sedih ialah, nancy memisahkannya dengan dahlia.


nancy, si ketimun itu mengirim dahlia ke Singapura untuk mengurus kontrak kerja sama di sana. awalnya dahlia menolak mentah-mentah tetapi nancy mengancam akan menyakiti selfie jika dia tidak mau.


" dahlia! maafkan aku, kamu harus kesana hanya untuk melindungi diriku." gumamnya lalu melangkah menuju para karyawan tadi.


sesampainya di sana, selfie dengan hati-hati menaruh nampan berisi minuman itu di atas meja. mereka semua tersenyum dan segera mengambil minuman tersebut. namun, ada salah satu karyawan wanita yang sengaja menumpahkan jus itu ke lantai.


rupanya, dia adalah karyawan yang pernah berurusan dengan selfie dulu. seorang karyawan yang selfie ancam ketika ketahuan membicarakannya.


" opps jatuh... bersihkan sana! "


" saya sibuk." selfie mulai melangkah tetapi langkahnya terhenti saat rambutnya di tarik.


" cepat bersihkan!" ia mendorong selfie sehingga wanita itu terjatuh ke lantai.


sementara di sisi lain, nancy merasa kebingungan karna selfie belum juga kembali dari tadi. padahal waktu untuk memperbaiki kata dan fotocopy hanya memerlukan waktu yang sebentar. tetapi ini sudah lewat dari setengah jam.


karna lelah menunggu, akhirnya nancy memutuskan untuk menemuinya langsung ke ruangannya. namun, saat berjalan beberapa langkah, pandangan nancy langsung tertuju pada segerombolan karyawan yang sedang mencela dan merundung selfie. para karyawan itu memaksa selfie membersihkan lantai yang basah, padahal kondisi selfie benar-benar terlihat sangat lemah.


nancy hanya berdiri dengan tatapan kosong melihat semua itu. wanita itu tidak berekspresi sama sekali, ia hanya mematung sampai selfie selesai membersihkan lantai itu.


*


malam harinya, tepat pukul setengah delapan malam selfie pulang ke rumah. ini adalah keajaiban, tidak biasanya nancy memulangkannya seawal ini. entah angin apa yang menerpanya tadi.


selfie langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang lumayan empuk. ini bukanlah kamarnya, dan juga bukan rumahnya. ia saat ini tinggal seorang diri di rumah kos yang tidak terlalu besar.


itu semua atas paksakan nancy, ia menarik kartu debit selfie dan mengancam akan membuat keluarganya miskin jika selfie tidak menuruti perkataannya.


selfie tidak bisa berbuat apa-apa selain mengangguk. lagi pula kakeknya juga tau kok. tapi sama halnya seperti selfie, samh juga tidak dapat membantu. karna nancy dan tuan kang melarangnya membantu selfie dengan uang miliknya.


tuan kang merebut paksa perusahaan itu, kakek bukan lagi pemimpinnya. tuan kang juga menaruh beberapa orang di rumah kakek untuk mengawasi keseharian mereka. ternyata memang benar, tuan kang adalah musuh terbesar kakek.


"ahhh... gue harus gimana?" ia menutup matanya cukup lama, kemudian membukanya ketika suara notifikasi berbunyi.


rupanya itu pesan dari dahlia.


pesan SMS dari dahlia: selfie bagaimana kabarmu? aku tau kalau kau lelah tapi sering-sering lah beristirahat. aku akan selesaikan pekerjaan ini dan segera pulang memeluk mu. ;)


selfie tersenyum dan segera membalas pesan penyemangat itu. ia kembali menutup matanya mencoba masuk ke alam mimpi. namun lagi, suara dering ponselnya berbunyi dan mengganggu tidurnya.


"apa?" sewotnya setelah tau kalau yang menelpon adalah violet.


"beb, besok gue datang ke sana bareng fira dan trysta. setelah dengar perbuatan nancy yang merebut perusahaan lo, kita jadi iba dan ingin menemuimu "


mata selfie terbuka lebar, jika mereka datang mereka hanya akan jadi beban untuknya. karna tuan kang dan nancy pasti akan mengincar mereka, menjadikan sahabatnya sebagai kelemahan selfie nanti.


mampusss lah, mereka hanya akan masuk ke lobang buaya. padahal selfie rela menjauh dari keluarganya untuk membuat semuanya selamat.


"vi, jangan kesi--"


tut!

__ADS_1


panggilan di matikan secara sepihak


"sekarang gimana? gue harus apa?"


__ADS_2