Selfie

Selfie
29. gadis malang


__ADS_3

sinar mentari memasuki jendela kamar dan mengenai wajah gadis yang tertidur pulas, suara burung burung berkicauan membangunkannya. dengan wajah yang masih mengantuk ia berjalan pelan menuju kamar mandi dan membasuh wajahnya, di lihatnya pantulan dirinya di cermin.


sudut bibir nya tertarik membentuk senyuman lalu ia membelai pipinya sendiri cukup lama setelah itu baru lah dia bersiap untuk pergi ke sekolah, ini sudah tiga hari dari waktu mereka pergi ke restaurant .


sesudah memakai seragamnya selfie menatap alat pendengar yang berada di tangannya.


" capek gue makai lo "


" kapan semua ini berakhir? " . ia memasangkanya di telinga lalu berjalan keluar namun saat turun dari tangga ia bertemu dengan karina


" wah lihatlah gadis tuli baru saja turun " . ujar karina dengan nada mengejek


" kasian ya pasti capek make itu, mending lepas aja biar lo cacat seutuhnya " . karina tertawa tepat di hadapannya sedangkan selfie terseyum lalu mendekat dan menepuk pundak karina


" sebenci apapun lo sama seseorang , jangan sampai lo menghina kekurangan nya " . selfie melewati karina


" maksud lo apa? " .


selfie menghela nafas dan berbalik " lo akan merasa dunia begitu tidak adil jika merasakan hal yang sama terjadi pada lo " .


" menyakiti seseorang bisa saja semudah melempar batu ke laut , tapi apakah lo tau seberapa dalam mereka jatuh? " .


karina sedikit terhenyak mendengarnya , akhir akhir ini entah kenapa ia merasa tersentuh jika selfie mengatakan sesuatu padanya namun ia menepis pikiran itu dan tetap menganggap selfie adalah kebencian.


trio cookies baru saja memasuki sekolah dan mereka heran ketika semua siswa di suruh berkumpul di lapangan oleh kepala sekolah.


ketiganya menuju lapangan, di sana mereka melihat banyak nya siswa yang sudah berkumpul, pandangan mereka tertuju pada fira dan trysta yang lagi berdiri di barisan belakang


" ada apa ini kok tiba-tiba? " . tanya nancy setelah sampai pada kedua gadis itu


trysta mengangkat bahu " gak tau " .


" menurutmu apa sel? ". bisik violet


" kayaknya ada yang menang lomba deh, secara dulu gue kan kayak gini ".


pembicaraan mereka terhenti ketika kepala sekolah datang dengan membawa microphone


" harap tenang anak-anak sekalian saya meminta kalian berkumpul di sini untuk menyampaikan berita baik ".


" audrey siswa kelas 10 baru saja mengikuti olimpiade biologi dan berhasil meraih juara satu!!".


suara tepuk tangan terdengar begitu juga dengan sorakan . audrey di minta mendekat pada kepsek dan di berikan piala dan juga sertifikat .


dengan wajah yang gembira audrey menerima pengharagaan itu dan menunduk sopan, ia terseyum ketika para siswa memuji atas kemenangannya.


" baiklah itu saja yang saya sampaikan dan kalian semua boleh kembali ke kelas masing-masing ". tanpa berlama lagi semua siswa pun mulai bubar mendengar perintah kepsek


" hahah tebakan lo salah sel... Dia berhasil raih juara satu loh " . tawa violet


" iya padahal lo dengan yakin banget bilang dia tidak berhasil " . lanjut fira yang sama tertawa


" minta maaf deh sel malu tau " . imbuh trysta


bukannya merasa bersalah selfie malah tersenyum puas. " kalian tau, salah satu sifat dasar manusia itu gak mau ketebak. yang sayangnya itu malah bikin mereka jadi lebih gampang di prediksi " .


selfie terus memperhatikan audrey hingga ia terkejut ketika audrey juga melihatnya dan berlari ke arahnya


" makasih ya kak " . ucap audrey di hadapan selfie


selfie mengkerutkan kening " makasih? "


" kata - kata kakak waktu itu buat aku termotivasi, awalnya aku kira kakak meremehkanku , tapi kakak sengaja merendahkanku supaya aku bisa lebih semangat dan percaya diri ". Jelas audrey sambil tersenyum hangat


Selfie tersenyum " kau tau maksudku ya " .


" tentu! Awalnya aku marah banget tapi setelah kupikir lagi kak selfie memiliki maksud lain ".


selfie mengacak rambut audrey gemes , jujur saja sebenarnya ia sempat takut ketika berkata seperti itu kemarin tapi karna audrey pintar ia bisa langsung menangkap maksud selfie . coba kalau itu orang yang baperan di jamin dia akan dendam dan sombong akan kemenangannya pada selfie.


" selamat ya, kamu hebat kok ". Ucap selfie


" heyy dek selamat ya ". Imbuh nancy seraya memeluk audrey.


Setelah mendapatkan ucapan selamat dari teman-teman selfie, audrey pun pergi dan kembali ke kelasnya.


selfie menatap tiga kawannya yang sempat mentertawakannya tadi. " gue gak sejahat itu untuk merendahkan seseorang " .


" hehe sorry sel bercanda kok " . violet melingkarkan tanganya di lengan selfie dan berjalan menuju kelas


saat jam istirahat kelima gadis itu tengah berada di kantin sambil menikmati makanannya, setelah itu mereka melanjutkannya dengan meminum ice coklat


" semalam gue lihat bintang pake teleskop, gue sempat rekam juga loh ". violet mengeluarkan ponselnya dan membuka video bintang yang dia ambil semalam.


sontak mereka penasaran dan melihat video yang di tunjukkan violet, mereka takjub ketika melihat deretan bintang yang indah


" sel tiga bintang ini kayak segitiga " . ujar violet


selfie yang mendengar itu ikut memperhatikan lalu kemudian ia tersenyum hangat


" bintang ini di sebut denab, bintang paling cerah di rasi bintang Cygnus . ia juga merupakan bintang paling terang ke -19, dengan magnitudo +1,25 ".


" kalau yang ini vega, bintang paling terang di rasi bintang Lyra. dan terakhir adalah altair bintang paling terang di rasi Aquila , dan merupakan bintang paling cerah ke -12 di langit malam. bintang ini merupakan jenis bintang tipe A dengan magnitudo 0,76 ".


selfie melihat ke empat sahabatnya yang fokus mendengar penjelasannya dan itu membuat selfie merasa lucu.


" ketiga bintang ini membentuk segitiga musim panas atau di sebut summer triangle . itu artinya saat ini kita telah memasuki musim panas ". jelas selfie panjang lebar


" sel lo pintar banget " . ujar violet kagum


" biasa aja kok " . balas selfie


" gak sia sia lo begadang untuk mempelajari bintang secara langsung " . nancy mencubit pipinya gemas


" cepatan di sini!! " . ucap seorang gadis dengan suara yang sedikit keras membuat selfie dan yang lainya menoleh padanya.

__ADS_1


" nah taruh yang hati hati ". ucapnya lagi yang bernama sasha siswa kelas 11 ips 3 . ia bersama gengnya di sana dan itu hal biasa bagi selfie namun yang menarik perhatiannya adalah seorang gadis yang berada di belakang mereka, sepertinya gadis itu di suruh membawakan makanan mereka satu persatu.


" tengkyu sekarang lo pergi dari sini ". ujar sasha sambil mengibas tanganya pada gadis itu.


" siapa dia? " . tanya selfie


" dia hanni anak beasiswa dari kelas sahsa " . jelas violet


" oh really? kok gue gak pernah lihat dia " .


" gini sel " . fira menarik nancy dan beralih duduk di samping selfie sambil merangkul nya


" dia itu jarang keluar dari kelas , keluarnya waktu pulang doang ".


" dia itu gadis yang polos dan suka di manfaatin oleh sasha untuk jadi babunya, dan mereka juga sering meminta hanni mengerjakan tugas " .


" dan satu lagi yang gue dengar dia itu anak yatim piatu yang tinggal bersama ayah tirinya " . jelas fira panjang lebar


selfie memicingkan matanya " kok lo tau? "


" lo lupa ya gue kan suka masuk ke kelas lain untuk mencari gosip terbaru dengan alasan main di kelas mereka " .


tak..


" aduh sakit tau ". pekik fira ketika nancy menjitak kepalanya kuat


" lagi pula ngapain lo cari gosip " . ketus nancy


fira mengusap kepalanya lalu menunjuk tepat di wajah nancy. " kalau gue gak cari pasti kalian gak tau tentang dia " .


" oh ya lo tau tentang dia dari mana? ". tanya trysa penasaran


" hehe dari sasha and the geng ". jawab fira cecengesan


selfie hanya diam sambil melihat sasha dengan tangan terkepal, bisa bisanya mereka menindas anak lemah sekaligus yatim piatu.


" eh sel lo mau kemana? ". ujar nancy saat selfie berdiri tiba tiba


" ke toilet bentar " . selfie berlari lalu menghilang dari jangkauan mereka, sebenarnya ia tidak ingin ke toilet melainkan ke kelas ips 3


saat ini selfie berada di depan kelas ips 3 dan ia bisa melihat kalau kelas ini sangat hening mungkin karna siswa yang lain sedang keluar untuk makan dan juga bermain.


selfie menarik nafas dalam dan setelah itu ia melangkah masuk . pandangan nya langsung tertuju pada seorang gadis yang sedang duduk di kursi belakang kelas sambil menikmati makanannya


selfie diam diam berjalan mendekat hingga ia berada tepat di samping gadis itu.


" hai ". sapa selfie membuat hanni mendongak


" sel- selfie ". ia sedikit terkejut karna biasanya jarang ada yang menyapanya dan kali ini sapaan itu berasal dari seorang selfie, tentu saja dia tau siapa selfie seorang gadis paling terkenal di sekolah ini


" sendiri aja ya " . ujar selfie basa basi lalu duduk di bangku depan hanni , selfie melihat bekal hanni yang hanya terdapat nasi dan telur ceplok dan itu mengingatkan nya akan seseorang.


" kenapa tidak keluar ? ". pertanyaan selfie membuatnya menunduk


" walaupun begitu gue senang karna mereka sering mengandalkanku " . ia terseyum ketika mengatakan itu namun tidak dengan selfie, apa dia gak tau kalau dia sedang di manfaatin


" mmm hanni boleh gak gue main di rumah lo sehabis pulang sekolah? " . ucap selfie ragu ragu karna sebenarnya ia mempunyai tujuan lain datang kerumah hanni. ketika mendengar hanni tinggal bersama ayah tiri selfie pun memiliki firasat buruk tentang gadis itu.


" kok lo tau nama gue? " . ujar hanni sedikit terkejut


selfie terseyum " dari kawan gue "


" gimana boleh ya gue main? ".


hanni nampak berpikir , ia ragu karna tidak ada seorang teman pun yang mau main ke rumahnya tetapi karna orang di depanya selfie tidak ada salahnya ia mencoba .


" boleh ".


selfie terseyum lebar membuat hanni yang melihatnya juga ikut terseyum.


tidak berselang waktu lama sahsa dan gengnya kembali ke kelas terkejut melihat selfie terlebih selfie bersama hanni.


" loh sel lo ngapain ? ".


" ada urusan ". jawab selfie sewot


" sama dia? yang benar saja ". sasha tertawa bersama temanya sementara selfie hanya melihat mereka datar


sasha mengambil buku dan mendekat pada hanni yang tengah menunduk " buatin gue pr ya ".


hanni tidak menolak ia malah terseyum dan mengambil buku tugas sasha dan itu tidak lepas dari pandangan selfie, setelah itu sasha keluar bersama teman temanya


" gak usah di kerjain "


" buang buang waktu ".


hanni mendongak dan melihat wajah selfie yang di ketuk dan itu membuatnya merasa lucu.


" tidak papa lagipun ini biasa kok "


" gue gak enak nolak dia dan juga gue ingin menjaga perasaan orang lain ". perkataannya membuat selfie menghela nafas


" jangan membunuh mentalmu dengan menjadi orang gak enakan "


" lagian sejak kapan menjaga perasaan orang lain menjadi tanggung jawabmu ".


hanni sedikit terhenyak mendengarnya dan seketika menunduk, selfie pun berdiri dan menepuk pundak gadis itu dua kali.


" gue tunggu di gerbang sekolah nanti ". selfie perlahan melangkah dan keluar dari kelas menyisakan hanni yang sibuk dengan pikirannya.


🌿


" gue gak setuju! " .


" nancy lo harus setuju , gue rasa ada yang tidak beres dengan ayah tirinya " .

__ADS_1


" sel jangan terlalu masuk dalam masalah orang ". nancy menyentuh kedua tangan selfie


selfie menggeleng " tidak! gue benci seseorang yang tidak menghargai temanya dan gue rasa ada sesuatu dengan ayah hanni ".


" dia yakin banget tuh ". imbuh violet sembari menikmati cookie


nancy menghela nafas berat ,ia tidak ada pilihan lagi selain menyetujui permintaan selfie untuk membantu hanni terlepas dari ayah tirinya padahal mereka belum pernah bertemu dengannya tapi selfie dengan ngotot berkata ayah tiri gadis itu jahat.


" lo adalah orang yang paling ingin tau yang pernah gue kenal " .


mendengar itu selfie terseyum puas dan memeluk nancy hingga gadis itu tersungkur ke belakang


jam pulang telah tiba dan tiga orang gadis sedang menunggu kedatangan hanni di atas sepeda mereka di depan gerbang sekolah, ini sudah tiga puluh menit mereka menunggu namun hanni belum juga nampak batang hidungnya.


" dia udah pulang kali " . tebak violet


" gak mungkin karna kita yang duluan kemari sebelum siswa lain ". balas selfie masih mencari keberadaan hanni


" oh itu dia! ". selfie menujuk dan melambaikan tanganya pada hanni yang mendekat ke gerbang


" lama amat ".


" sorry tadi gue habis menggantikan jadwal piket sasha ". jawabnya membuat tiga gadis itu saling memandang


" temanmu ikut? "


selfie mengangguk " iya mereka ngotot mau ikut jadi gue bawa aja ".


" ehh pe'a yang ngotot siapa, bukannya lo yang narik kita berdua ". ketus nancy


" hehe, yaudah ayo jalan ". imbuh violet yang sudah bersiap mengayun sepeda


" karna lo gak bawa sepeda lo naik aja sama gue, duduknya disini ". selfie menujuk besi depan tempat duduk


dengan ragu ragu hanni duduk menyamping dan berpegang erat di stir lalu ia menujuk jalan menuju rumahnya.


setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai pada rumah sederhana yang tidak terlalu terawat, bisa di lihat pada rumput yang memanjang di halaman rumah itu.


hanni mengajak ketiganya masuk dan duduk ruang tamu, mereka duduk dengan hati hati karna sofa rumah hanni sudah usang dan beberapa lantainya juga sudah retak.


tak lama muncul seorang pria dari dalam dengan mengenakan singlet dan celana pendek. ia menyambut kedatangan selfie dengan ramah dan ikut duduk bersama mereka


" ini pertama kalinya hanni membawa temannya ke rumah, maaf dengan keadaan rumah kami ". ucapnya ramah


" tidak papa om " . sahut nancy


mereka mengobrol ringan sambil sesekali tertawa karna ayah tiri hanni orang yang sedikit lucu , lalu ayahnya meminta hanni kebelakang untuk membuatkan minuman.


" om kebelakang dulu ya ".


" eh sel dia baik kok ". bisik violet setelah memastikan ayah hanni pergi


" iya sel habis minum kita pulang ya ".


selfie terdiam dan berperang dengan pikirannya, memang benar kalau ayah tiri hanni terlihat seperti orang yang baik namun tetap saja selfie merasa ada sesuatu yang aneh ketika melihat tatapan pria itu.


" gue ke belakang dulu ". selfie berdiri dan hendak melangkah tetapi ia terhenti ketika nancy mencegat tanganya


" mau ngapain? di sini aja ".


" toilet ". selfie perlahan berjalan ke belakang dengan langkah yang pelan


sayup sayup ia mendengar dentingan sendok yang beradu dalam gelas, ia mendekat dan sangat terkejut melihat ayah tiri hanni sedang memeluk gadis itu dari belakang tanpa penolakan dari hanni.


tangan selfie terkepal dan perasaan marah muncul dalam hatinya, ingin rasanya ia memarahi pria itu namun ia tahan dan kembali ke ruang tamu semula


" cepat amat, lo pipis apa buang ludah ". ujar nancy bergurau


tak berselang waktu lama hanni datang dengan minuman yang di bawanya dan kembali duduk di hadapan selfie. selfie terus memperhatikan hanni hingga membuat gadis itu bingung


" gue mau bicara sama lo " .


" bicara aja di sini ". sahut hanni


" hanya gue dan lo! ". selfie berdiri dan menarik hanni keluar dari rumah meninggalkan nancy dan violet yang melihatnya heran


kedua gadis itu tengah berdiri di bawah pohon mangga yang rindang ,dan menikmati angin sepoi sepoi menyapu wajah keduanya .


" kenapa biarin dia meluk lo? ".


" ha? "


selfie menoleh " ayah lo ".


" oh jadi lo lihat ya "


" kata aya itu tanda kasih sayang orang tua yang harus menjaga anaknya ". jelas hanni membuat selfie tidak habis pikir


" apa hanya meluk doang? ". sejujurnya selfie sedikit ragu menanyakan nya


hanni menggalang " terkadang ayah suruh gue duduk di pangkuanya trus pijatin punggungnya ". mendengar itu selfie mengusap wajahnya kasar dengan pernyataan gadis polos di hadapannya


selfie memegang kedua pundak gadis itu dengan wajah yang serius. " dengar ! itu bukan kasih sayang melainkan hasrat seorang pria yang kesepian " .


" tinggalin dia sebelum terlambat ".


perkataan selfie sontak membuat hanni menepis tanganya " gue juga risih tapi ayah bilang gue harus nurut sama orang tua ".


" kalau lo risih pergi aja ".


" ini takdirku dan gue harus menerimanya ". suara gadis itu terdengar putus asa


selfie mendongak menatap langit biru yang cerah membiarkan beberapa daun berjatuhan mengenai wajah cantiknya .


" takdir tidak akan berjalan sebelum lo mengambil keputusan " .

__ADS_1


__ADS_2