
" t-tapi aku b-bukan anakmu lagi "
" tidak nak, ayah menyesal telah mengucapkan kata itu padamu dulu "
" apa ini nyata? "
" ini nyata sayang." sahut neneknya membuat pandangan selfie beralih padanya. wanita paruh baya itu menatap selfie dengan senyuman tulus.
selfie hanya menatap mereka dengan pandangan kosong. gadis itu belum mencerna ucapan yang di keluarkan oleh ayah dan neneknya itu.
sedangkan josh yang melihat selfie terdiam hanya mampu menggenggam lembut tangan gadis itu. ia juga sadar pasti berat untuk selfie menerima semuanya atas apa yang dia lakukan dulu.
josh juga sudah menyesali apa yang ia perbuat pada gadis di depannya ini. sesuatu perbuatan yang benar-benar keterlaluan. bukan hanya membencinya josh juga memukul, menghina dan melukai mentalnya.
josh berpikir jika ia menjadi selfie, ia pasti tidak akan mau memaafkan dirinya ini.
" sayang, kamu tidak perlu meminta maaf karna yang seharusnya meminta maaf itu adalah ayah "
" jika kamu berpikir ayah berubah karna kebenaran tentang dirimu , itu salah besar. karna ayah benar-benar menyesal nak." tutur pria itu tanpa keraguan sedikit pun dalam kata-katanya.
" iya nak kami benar-benar menyesal. walau kamu tidak mengembalikan harta kami, kami tetap menyesali perbuatan kami," timpal pamannya yang juga menatapnya dengan sendu, begitu juga dengan istrinya.
selfie masih mematung, namun perlahan ia memundurkan kakinya beberapa langkah ke belakang. mata gadis itu berkaca-kaca, namun ia memaksakan kedua sudut bibirnya untuk tersenyum.
selfie menarik nafas panjang dan kembali menatap mereka satu persatu." ini halusinasi? "
" tidak sayang ini nyata "
selfie menggeleng dan tertawa kecil." aku sulit membedakan halusinasi dan kenyataan "
" aku juga mengalami hal ini waktu kecil dulu dan aku takut itu semua terulang," sambungnya dengan suara yang bergetar.
helena menatap iba ke arah selfie karna ia tau apa yang terjadi pada gadis itu dulu. ia berjalan pelan ke arah selfie dan memutar tubuh gadis itu supaya menatapnya.
" nona ini bukan halusinasi, nona bisa lihat kan di sini ada aku. apa nona lupa kalau aku akan selalu memperingati nona jika sedang berhalusinasi." ucap wanita itu yang mampu membuat selfie tetunduk.
" jadi ini benar? "
" semua benar?" lirihnya masih tertunduk. perlahan gadis itu mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah josh." boleh.....aku panggil tuan ayah? "
josh tersenyum." tentu sayang "
mendengar hal itu selfie pun tidak bisa lagi menahan air matanya. cairan bening itu mengalir dengan deras membasahi pipinya. apa semua ini akhir dari penantiannya?.
bukan hanya selfie saja. jesh, karina, dan seisi ruangan itu juga ikut meneteskan air mata. melihat seorang gadis yang berhasil mendapatkan kasih sayang ayahnya selama lebih dari enam belas tahun.
" A-ayah, ayahhh... " selfie berlari ke arah josh dan langsung memeluk pria itu dengan erat. di sana tangisannya semakin pecah hingga membuat baju josh basah.
" begini kah rasa di peluk ayah? "
" begini kah rasanya? " selfie sesegukan.
josh tidak menjawab melainkan mencium pipi selfie dan juga menghapus air mata gadis itu.
sebenarnya alasan josh ingin berbaikan dengan selfie bukan hanya karna ia menyesal, tetapi juga supaya gadis itu bisa menghilangkan gangguan mentalnya. ia tau kalau skizofrenia selfie muncul karna hausnya kasih sayang dari orang tua, yang membuat selfie menciptakan dunianya sendiri.
jadi jika ia bisa menerima selfie dengan tulus, mungkin saja selfie akan melupakan skizofrenia seutuhnya. ya, mungkin, tapi josh tidak tau dengan halusinasi gadis itu pada dahlia dulu.
" sayang bukan hanya ayah saja, mereka juga sudah menyesali perbuatannya." pungkas josh sembari menunjuk ibu dan ayahnya.
selfie bisa melihat kakek dan neneknya itu berjalan mendekat ke arahnya. hingga tepat saat mereka berdiri di depan selfie, mereka sama-sama memeluk gadis itu dan menangis.
" maafkan nenek ya sayang," ia melepas pelukannya dan menatap wajah gadis itu." kamu mau biskuit buatan nenek dari dulu kan?"
" iya " lirihnya mengangguk.
" nenek akan membuatkannya untukmu sayang "
selfie terseyum mendengarnya, hatinya seolah berbunga-bunga melihat orang yang dulu membencinya kini menyanyanginya.
ini bukanlah suatu kebohongan karna selfie tidak melihat tipu daya dari wajah mereka. selfie juga bersyukur karna belajar psikologi dari dokter hanni dulu.
saat malam harinya keluarga besar itu memutuskan untuk membuat pesta kecil di halaman belakang. mereka juga memanggang ayam dan BBQ, dan tentu saja selfie juga hadir di sini.
melihat semua ini membuat selfie teringat dimana dulu ia hanya bisa melihat mereka berkumpul dan memanggang saja dari dalam jendela. tapi sekarang lihatlah, ia juga bisa merasakan semua ini.
untuk kali ini selfie duduk berdekatan dengan josh. mereka sedari tadi terus bersama dan juga tertawa bersama. josh seolah menebus waktu yang terbuang untuk selfie dulu. karina cemburu? jawabannya tidak. karina bukan lagi gadis yang mengharapkan semuanya. ia bahkan dengan senang hati melihat kedekatan ayah dan saudaranya itu.
" ayam pedas special untuk gadis special siap!"
" wahh ayah itu keliahatan lezat "
__ADS_1
" mau memakannya sekarang?
" Mmm tentu "
" ehhhh, ehhh tunggu!! " potong sarah seraya mengambil ayam bakar pedas itu.
" tidak boleh makan pedas! " tegasnya
" yahhh kenapa? " tanya selfie kecewa begitu juga dengan josh.
" nanti perut sakit," jawab wanita itu , kemudian membawa piring ayam itu pergi.
" gimaan dong yah? " tanya selfie menatap wajah pria itu.
josh tersenyum sembari mengacak rambut gadis itu dengan gemas." ayah masih punya cadangan," bisiknya
" cadangan? "
" iyaa..... jesh kesini! " panggil josh
" ohh siap," sahut wanita itu lalu berjalan mendekat dengan membawa ayam panggang pedas.
" ayo kita makan!," jesh duduk di hadapan selfie dan mulai memotong ayam yang besar itu. tentu saja selfie kegirangan karna makanan pedas adalah makanan kesukaannya. dan karna hal ini josh baru mengetahui kalau ia memiliki kesamaan dengan selfie.
sementara sarah yang melihat selfie memakan ayam pedas itu langsung berjalan ke arahnya, namun langkahnya terhenti ketika karin menghadang jalannya dan berkata." tidak papa kok ma, lagipula dengan begitu mereka semakin dekat "
sarah terdiam dan terus memandang selfie dan josh yang memang semakin dekat. wanita itu tersenyum melihat keduanya. ya, walaupun fisik selfie dan josh berbeda tetapi sifat dan kesukaan mereka sama.
setelah belasan tahun akhirnya selfie bisa mengujudkan mimpinya. semua ia lalui dari kehilangan teman sampai gangguan mental, dan akhirnya kesabarannya terbayarkan.
cerita selfie sudah berakhir? no, ini baru awal dari di mulainya cerita selfie. gadis itu akan mendapatkan masalah luar biasa dalam hidupnya yang akan memengaruhi masa depannya sendri. sesuatu yang akan membuatnya down .
masih ingat dengan firasat buruk selfie di Paris? kenapa gadis itu sendu dan sedih?. bukan tanpa alasan kenapa selfie menjadi sendu di sana.
mungkin aku akan melanjutkan cerita ini sampai selfie dan kawan-kawannya dewasa.
...☘...
" wah yang benar? "
" ihh gak sabar gue "
begitulah kegirangan nancy, violet, dan fira setelah selfie mengatakan bahwa ia akan mengajak mereka ke mansionnya, alias rumah utama keluarga grace.
gadis itu berjanji akan membawa mereka saat libur akhir semester. dan waktunya akan segera tiba sebentar lagi, karna sekolah mereka baru saja mengadakan ujian kenaikan kelas.
oh ya, saat mendengar berita bahwa selfie sudah berbaikan dengan ayahnya , nancy turut bahagia sekaligus kesal. ya, dia kesal karna tidak bisa melihat wajah pria bodoh itu di masukan ke dalam penjara.
jam istirahat akan segera berakhir dan ujian selanjutnya adalah kesenian. yang artinya mereka harus mengumpulkan rangkuman yang mereka pelajari saat di paris.
dari antara mereka berlima, hanya nancy yang sudah menyelesaikan tugasnya. sedangkan violet, fira dan trysta baru saja mengerjakan setengah, itupun tidak sempurna seperti milik nancy.
dan selfie? jangan di tanya lagi, gadis itu masa bodoh dan tidak peduli. buktinya saja sekarang ia sedang sibuk memakan cookies dengan kaki yang dinaikin di atas meja. sementara teman-temannya yang lain sibuk menulis.
" sel punyaku udah ok belum? "
" ohh udah "
violet mendengus." ishh gak asik kali reaksimu "
" violet," panggil selfie meminta gadis itu mendekat padanya.
" apa? " cetusnya, tetapi mendekat juga pada selfie.
" dasar bodoh! "
tuk
" aduhh sakit! " ringisnya sambil memegang kening.
" ahahah mampus," ledek nancy tertawa
violet ingin membalas perbuatan selfie tetapi tidak jadi karna tepat pada saat itu bu ria masuk ke dalam kelas. wanita itu terlihat tegas dan meminta mereka semua untuk mengumpulkan tugas yang ia berikan sebagai nilai ujian.
" ibu mau dengar sekilas dong dari kalian, coba jelaskan sedikit tentang yang kalian tulis," lontarnya dan mulai melihat seluruh siswa.
mendengar hal itu selfie pun tersenyum. gadis itu menarik nafas panjang dan bersiap mengangkat tangan, tapi .
" jangan kamu lagi! penjelasan kamu waktu di Paris sudah menjawab semuanya." ketus bu ria, sepertinya wanita itu masih ngambek karna selfie mengambil perannya di Paris.
" kamu coba jelaskan." tunjuk bu ria pada seorang gadis di bangku depan yaitu riska.
__ADS_1
" penjelasan saya waktu di Paris adalah saya bisa melihat kota cinta itu dan menemukan pacar bule yang bernama dalton," jawabnya dengan wajah yang tersenyum membayangkan kekasihnya itu.
bu ria melongo, penjelasan macam apa itu.
" wahh enaknya dapat pacar bule, pasti anaknya nanti bule gitu, ihh gue juga pengen,"
" sel lo gak ngaca?," tanya nancy
" gak tuh "
" mau lo nikah sama bule ataupun tidak, anak lo juga bakal ada bule-bulenya "
" tapi lo bilang gue cuman 25% bule "
" tujuh puluh lima persen "
bu ria menatap heran pada kedua gadis yang sedang berdebat tanpa mengenal waktu itu. ingin rasanya ia cepat-cepat pergi dari kelas ini yang isinya aneh semua. ia juga tidak mempermasalahkan tugasnya selfie, karna sebenarnya bu ria sudah memberi nilai untuk gadis itu saat di Paris dengan nilai 100++.
sekolah baru saja pulang, banyak siswa yang telah meninggalkan sekolah kecuali selfie dan teman-temannya. mereka tetap menunggu di dalam kelas karna jesh berkata ia ingin selfie dan yang lain menginap di rumahnya malam ini.
dan untuk sepeda mereka jesh akan membiarkannya saja di sekolah.
hari ini suasana kelas cukup mengerikan, tidak ada cahaya yang masuk lantaran di luar sedang mendung. di tambah hanya ada mereka berlima saja yang berada di dalam kelas.
suara langkah kaki baru saja terdengar memasuki ruang kelas membuat pandangan selfie menoleh ke sumber suara, ternyata itu adalah jesh.
melihat itu selfie mengangkat bahunya acuh dan lanjut memakan coklat yang tersedia di atas meja.
" ayo pergi," ajak wanita itu
" kak, masa tadi violet ulangan dapat 30 "
" IH ANJIR KAN DAH SEPAKAT GAK BILANG, LO JUGA ULANGAN DAPAT 50 "
" 20% lebih bagus dari pada lo "
jesh menghela nafas." violet, fira, bersihin wc di rumah nanti "
" AHAHAHA MAMPUS , RASAIN TUH," ledek trysta tertawa sampai terpingkal.
" ta.....bahkan ulangan lo cuman dapat 5." ucap selfie yang berhasil membuat trysta terdiam.
nancy tertawa." haha haha udah gue bilangin kerjain aja rangkuman kalian tuh "
spontan semuanya terdiam saat melihat angin yang berhembusan dari luar. bahkan angin itu sampai masuk ke dalam dan mengenai wajah mereka. suasana yang semakin gelap membuat mereka sedikit ketakutan.
" ayo pergi, " ajak jesh lagi
" tunggu dulu, bagaimana kalau kita bercerita horror di sini," usul violet si penakut, yang sialnya di setujui oleh fira dan trysta.
" kakak gak punya cerita loh "
" gue punya! tapi gak tau ini cerita horor apa gak," tandas selfie tiba-tiba.
" cerita lah "
" hmm ok, gue akan cerita sebagai si AKU ya "
semuanya mengangguk dan menutup mulut menanti cerita selfie.
" aku menyadari ada yang aneh tentang kasir supermarket itu. saat itu jam 2 siang, namun ia tidak menyapa semua orang dengan sebutan selamat siang. ia hanya mengucapkan selamat siang pada orang dewasa saja, sedangkan ia menyapa anak kecil dengan selamat pagi dan manula dengan selamat sore. padahal ini masih jam 2 siang! benar-benar kasir yang aneh."
" aku belum dewasa, umurku baru 16 tahun. dan akupun tak bisa di anggap anak-anak lagi. aku penasaran dengan ucapannya yang akan menyapaku. maka aku berjalan ke arahnya , ia menatapku dan mengucapkan..selamat malam "
hening.
semuanya menatap selfie dengan wajah yang kebingungan sekaligus menegang. walaupun tidak ada hantu dalam ceritanya tetapi tetap saja itu terdengar menakutkan.
" umm a-ada lagi," kata fira memecah keheningan
selfie mengangguk." iya ada "
" aku sering mengajak teman-temanku berpesta di rumahku. karna aku tinggal sendiri dan suka keramaian makanya aku mengundang mereka kerumah. anehnya, setiap pesta berakhir satu persatu temanku tidak pulang kerumahnya melainkan berkumpul di halaman belakang rumahku." selfie tersenyum seraya memandang wajah mereka yang tegang.
keheningan dan hari yang dingin membuat suasana semakin mencekam. di tambah cerita selfie yang menggunakan teka teki membuat mereka tidak mengerti.
" cerita lo gak jelas," cetus nancy, kemudian beranjak dari duduknya dan keluar dari kelas. begitu juga dengan yang lain, mereka takut jika terus berlamaan di sini.
" HEYY! kalian belum memecahkan misteri dalam ceritaku itu!! " teriak selfie sembari berlari menyusul.
__ADS_1