
PLAAKKK
" aduh sakit!!!..."
" gimana sih, bukannya kita udah perjanjian tidak akan macam-macam." protes selfie yang berusaha menahan sakit di pipinya.
tubuhnya di ikat di kursi, jadi selfie tidak bisa berbuat apa-apa termasuk mengelus pipi bekas tamparanya.
sialaan emang, sekarang mereka berada di rumah bertingkat tiga di tengah hutan pegunungan. sebuah hutan yang gelap dan lebat dengan pepohonan.
bahkan selfie tarik kembali ucapannya yang mau bermain PS di sini. karna hanya dengan melihat rumah tersebut, sudah membuat bulu kuduk selfie dan yang lainnya berdiri.
di sebuah ruangan yang minim cahaya, selfie harus menguatkan dirinya ketika berhadapan dengan dua orang pria berbadan besar. salah satu dari pira itu adalah pria yang berada di mobil tadi.
tidak ada nancy ataupun sahabatnya yang lain. karna mereka semua di tempatkan di ruangan yang berbeda.
" hey boy, cantik juga ni anak, ayo kita icip dikit aja sebelum bos datang." ucap salah satu pria itu
mendengar hal itu seketika selfie membulatkan matanya. ia merinding, yang benar saja pria gila itu mau menyentuhnya." ehh tua bangsat! lo itu dah tua ,daun kering! jangan kegatalan mau icipin daun muda kek gue! "
PLAAKKK
" kurang ajar sekali anak ini!." pria itu mendekatkan kepalanya kepada selfie, kemudian mengelus pipi putih yang memerah itu.
" cantik sekali dia. wajah yang kecil, hidung mancung, mata indah, dan blesteran "
" hahaha, kau kan jelek. mending kau ubah keturunan mu saja melalui dia." kata pria satunya sambil bersedekap dada.
" ide yang bagus." ia mengendus-endus rambut selfie dan sesekali menyentuhnya. sungguh, jika kaki selfie tidak di ikat, sudah di pastikan ia akan menendang telur busuk pria itu.
dan yang lebih menjijikkan lagi, pria tersebut bernafas di telinga selfie.
geli, jijik, mual, menjadi satu. ia tidak tahan, jika terus seperti ini selfie pasti akan menjadi korban pelecehan.
selfie menjauhkan kepalanya dari pria tersebut, kemudian tanpa ragu-ragu ia membenturkan kepalanya tepat di kening pria itu.
taaakk
suara benturan itu menggema di dalam ruangan. itu bukanlah benturan yang kecil, melainkan benturan yang sangat kuat. saking kuatnya sehingga membuat kepala selfie lecet. bukan selfie saja, kepala pria tersebut juga ikut lecet.
" dasar biadap! gue masih enam belas tahun, sialan!! dan lo pikir gue akan pasrah seperti gadis bodoh yang mau saja di lecehkan, ha?!!." raung selfie, bahkan tatapannya kali ini tajam dan menusuk.
sontak saja hal itu membuat mereka tersulut emosi. gadis di depannya benar-benar keterlaluan. tidak ada lagi keinginan untuk melecehkannya, tetapi sekarang berganti menjadi keinginan menyiksa gadis ini.
ketika dua pria berbadan besar itu ingin melukai selfie, tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki yang mendekat membuat mereka mengurungkan niatnya untuk menyiksa selfie.
suara sepatu itu terus terdengar, hingga pintu yang tadinya tertutup rapat perlahan terbuka.
selfie membelakkan matanya ketika tau siapa yang baru memasuki ruangan ini. orang itu adalah direktur dari perusahaan yang cukup terkenal. dia adalah saingan terbesar dari perusahaan Murphy group. walaupun keduanya sama-sama berpengaruh, namun tetap saja Murphy group yang paling sukses. dan hal itulah yang memicu permusuhan ini.
pria itu berjalan mendekati selfie dan berdiri di depan gadis itu. ia melihat selfie dari atas sampai bawah. namun, wajahnya berubah menjadi marah dan langsung menatap dua pria berbadan besar tadi.
" SUDAH KU BILANG JANGAN SIKSA DIA SECARA FISIK!! APA KALIAN TULI, HA?! " murkanya dengan suara besar.
" tapi apa bedanya, tuan gyu? "
" karna saya tau cara menyiksa anak ini." ia menolehkan kepalanya kepada selfie dan tersenyum jahat.
" dia akan di siksa secara mental..... gadis ini takut dengan darah, jadi kita bisa mencoba hal itu."
" tapi gue gak takut dengan darah lagi. itu buktinya, gue aman-aman aja lihat darahnya. " balas selfie sambil melihat kening pria yang tadi dia benturkan kepalanya.
sontak tuan gyu tertawa." saya tau kalau kamu trauma dengan darah yang sangat banyak."
selfie terkejut, bagaimana dia bisa tau?.
" saya tau dari seseorang di rumahmu..... dan nama orang itu di awali dari huruf H. dia adalah mata-mata selama ini." ungkapnya membuat selfie berpikir keras.
melihat wajah kebingungan selfie, tuan gyu merasa sangat senang. karna ia sudah memiliki rencana untuk menjatuhkan mental selfie.
gyu mendekati selfie, kemudian membuka semua ikatan di tubuhnya. setelah itu, ia menahan kuat tangan selfie supaya gadis itu tidak kabur.
" mau kemana anda membawa saya? "
" ke teman-temanmu. oh ya, dan ingat! jangan membuat onar dengan anak buah saya. "
" hahaha. anda tau, saya menguasai seni bela diri, dan saya pastikan akan melawan mereka semua."
__ADS_1
gyu justru tertawa dan berbisik pada selfie." saya mempunyai senjata rahasia yang membuat mu tidak akan berani macam-macam padanya. kau pasti tidak akan melawan jika dia menyiksamu."
selfie mengkerutkan kening, senjata rahasia apa maksudnya? dan juga, kenapa selfie harus terima saja jika senjata itu menyiksanya? .
setelah melewati beberapa ruangan, tuan gyu membawa selfie pada ruangan yang memiliki pintu sedikit lebih baik dari pintu di ruangan selfie tadi. gyu membuka pintu tersebut dan menarik paksa selfie masuk.
selfie pasrah saja, tetapi saat melihat ke dalam ruangan ini, ia langsung tersenyum lebar karna nancy dan yang lainnya ada di sini. mereka semua juga di ikat dan di awasi.
" selfie!! " panggil mereka bersamaan.
selfie tersenyum lega, bahkan ia melupakan rasa sakit di kepala dan ketakutan di hatinya. selfie bersyukur karna tubuh mereka tidak lecet dan tergores sedikit pun seperti dirinya. ruangan ini juga di lengkapi dengan sofa dan kipas angin, membuat suasana menjadi nyaman.
berbeda dengan selfie yang tersenyum lega, nancy justru mengepalkan tangannya ketika melihat bekas tamparan dan luka di kening selfie. darahnya seolah mendidih, ingin rasanya ia menghajar pria-pria yang bersama selfie, tetapi nancy tidak dapat melakukannya karna ada pengawas di belakangnya.
" selfie apa yang terjadi sama lo?," tanya violet dengan wajah yang sangat cemas.
" hiksss selfie, mana bisa kita minum es. di sini saja menyeramkan apalagi orang-orangnya." celetuk trysta sesegukan.
" gue takut selfie." sambung fira
selfie terdiam, ia baru saja membawa teman-temannya dalam masalah. apa ia sebegitu sialnya hingga membuat siapa saja yang berada di sampingnya ikut terkena masalah?. bahkan dahlia dan bella yang dekat dengannya dulu harus sampai meregang nyawa.
tidak! ini tidak boleh terjadi pada teman-temannya yang ini. selfie sudah sangat menyayangi mereka, dan menganggap mereka seperti keluarganya sendiri.
selfie menarik nafas dalam-dalam. kemudian ia mengangkat wajahnya dan menatap gyu dengan tatapan memelas." lepaskan teman-temanku, saya akan menuruti semua ucapanmu "
nancy melebarkan matanya, ia sangat terkejut ketika mendengar ucapan selfie. ia tidak mengerti dengan jalan pikiran gadis itu. lagipula mana mungkin nancy meninggalkan sahabatnya sendiri.
...☘️...
di ruangan ini, selfie di ikat dengan kencang di sebuah kursi. sedangkan yang lain hanya di ikat kaki dan tangannya saja. selfie duduk di tengah-tengah ruangan ini dan berhadapan langsung dengan tuan gyu.
selfie tidak tau apa yang akan terjadi, tetapi sepertinya sebentar lagi ia akan tau, karna di tangan tuan gyu terdapat sebuah map.
selfie yakin ini ada kaitannya dengan sebuah perusahaan.
" tanda tangan surat itu." perintah gyu sembari melempar map itu ke atas pangkuan selfie.
selfie menurunkan pandangannya, ia melihat dengan teliti tulisan yang tertulis di surat itu.
seketika semuanya terkejut mendengar tawa selfie yang menggema.
" hahaha lucu sekali.... air mataku sampai keluar, hahahaha.....lawakkk "
" apa maksud mu? " tekan gyu
selfie menatapnya." anda mau saya menandatangani surat penyerahan saham Murphy grup? "
tuan gyu mengangguk.
" hahah.. itulah lucunya. tuan, saya ini masih seorang pewaris dan belum menjadi pemegang saham. perusahaan itu akan jatuh di tanganku ketika saya sudah dewasa. tuan salah sasaran, harusnya tuan menculik kakekku yang merupakan pemegang saham terbesar dan seorang pemilik perusahaan itu. lagipula saya hanya kelinci percobaan kakek yang membantunya mengurus bisnis! "
mendengar pernyataan itu gyu langsung ternganga. ia lupa suatu fakta bahwa selfie masih lah seorang anak yang disebut sebagai penerus, dan belum menjadi pemegang saham resmi.
jika begini, apa yang akan dia buat dengan gadis-gadis di depannya ini.
" ehh om, mending lepasin kita aja deh dari pada merepotkan om-om semua." ujar selfie santai
gyu langsung menoleh ke arah selfie, di tatapnya gadis itu dengan tatapan tajam. kemudian ia mendekati gadis itu dan melayangkan sebuah tamparan yang sangat kuat.
" SELFIE!! " teriak nancy dan yang lain
wajah selfie tertoleh kesamping. sial! tamparan ini begitu kuat sehingga membuat sudut bibir selfie robek. ingin nangis? mungkin iya, tapi selfie bukanlah gadis yang cengeng dan lemah.
" jaga mereka semua dan jangan biarkan mereka lolos!! "
" baik tuan "
setelah mengatakan itu gyu meninggalkan ruangan ini dan membiarkan beberapa anak buahnya berjaga di sana.
suasana mendadak hening. yang terdengar hanyalah suara jangkrik dan katak. di luar sedang mendung, mungkin sebentar lagi hujan akan turun.
" selfie " panggil nancy di antara keheningan
" hmm "
" bulan hari ini tidak kelihatan." kata nancy yang membuat kepala selfie bergerak dan melihat ke luar jendela.
__ADS_1
" lo benar... tidak ada bulan, karna dia tidak akan bersinar lama untuk ku,"
tatapan selfie menjadi sendu." gue pengen jadi gak ada "
" mati? "
" bukan, cuman..... gak ada "
suasana kembali hening. suara selfie terdengar sangat menyedihkan, seperti seseorang yang sedang memendam kesedihan yang mendalam.
bahkan anak-anak buah tuan gyu juga ikut terdiam dan merasa iba mendengarnya.
waktu sudah menunjukkan pukul 01:10 AM. itu artinya sudah tiga jam mereka di sekap di sini.
kelima gadis itu tidak bisa tidur, seolah rasa kantuk tidak menyerang mereka. ya, lagipula bagaimana bisa tidur dengan kondisi seperti ini. tetapi, anak-anak buah tuan gyu sudah terlelap dan ngorok. dan itu adalah sebuah kesempatan besar.
nancy diam-diam menunduk dan mendekatkan kepalanya ke ikatan tangan violet. reflek violet terkejut, tetapi ia berusaha untuk tetap tenang.
nancy dengan cekatan membuka ikatan itu dengan mulutnya. oh, ya untuk anak yang jago seni bela diri seperti selfie dan nancy, tentu saja membuka ikatan ini sangat mudah. mereka sudah mempelajari hal ini waktu pelatihan dulu. di tambah, orang-orang bodoh itu hanya mengikat asal asalan.
terbuka.
violet langsung bergerak dan membuka ikatan nancy dan yang lain. dan yang terakhir adalah selfie. setelah semua terbuka, mereka berjalan mengendap-endap ke pintu dan membukanya dengan perlahan.
sungguh, rasanya ingin copot jantung mereka karna saking tegangnya. tetapi, mereka semua berhasil keluar dan menutup kembali pintu itu.
" dengar, sebaiknya kita berpencar dan jangan bersama seperti ini." bisik selfie dengan suara yang sangat halus, bahkan selfie sampai melakukan bahasa isyarat dengan tangannya. untung saja mereka semua tau bahasa isyarat kecuali violet yang telat berteman dengan selfie dulu.
" dia benar, kita harus berpencar supaya jika ada yang tertangkap, sebagian dari kita bisa keluar dan lari dari sini." balas nancy ( dalam bahasa isyarat) . walaupun violet tidak mengerti tetapi ia bisa paham dengan membaca gerak mulut nancy.
" ayo "
untuk tim kali ini selfie dan nancy tidak berpasangan. karna hanya mereka berdua saja yang tau berkelahi, jadi keduanya bisa menjadi pelindung untung teman-teman mereka nanti.
selfie berpasangan dengan fira sedangkan nancy dengan violet dan trysta. karna rumah ini sangat besar dan memiliki dua tangga, jadi mereka akan melewati tangga yang berbeda.
walaupun besar, tetapi rumah ini begitu sunyi. memang ada beberapa anak buah tuan gyu yang berjaga, tetapi mereka semua tertidur.
dengan hati-hati sekaligus menguji nyali, selfie dan fira berjalan tanpa suara saat melewati para anak buah itu. namun sialnya, rumah ini terlalu besar ditambah dengan banyaknya lorong dan ruangan.
hampir saja mereka tersesat jika fira tidak melihat pintu utama rumah ini.
selfie dan fira tersenyum lega, kemudian keduanya berlari menuju pintu tersebut. tetapi, sebelum mereka sampai di sana, tiba-tiba saja seorang gadis muncul dan berdiri di depan pintu. selfie dan fira reflek berhenti mendadak sebelum menabrak gadis itu.
dengan nafas terengah-engah selfie mendongak dan menatap gadis itu. ternyata, gadis itu adalah violet yang sedang menatap selfie dengan tatapan datar.
" lo rupanya violet "
" ha violet? " fira langsung mengangkat wajahnya ke arah gadis itu, dan ternyata benar dia adalah violet.
" ehh lo ngapain di sini? mana nancy dan trysta? " tanya fira.
" mungkin udah duluan, ayo kita pergi," ajak selfie seraya menarik tangan violet, tetapi gadis itu tidak bergerak melainkan menahan tangan selfie.
" violet lo kenapa? ayoo! nanti mereka datang! " selfie mengkerutkan keningnya ketika violet tidak menjawab, melainkan menatapnya dengan tajam.
selfie perlahan melepas genggamannya, di lihatnya dengan seksama violet dari atas sampai bawah. dan selfie baru menyadari, bahwa violet yang ini memiliki rambut yang sedikit lebih panjang, hidung mancung, dan memiliki kelopak mata yang berbeda.
DEGGGG
SELFIEEE!! "
fira reflek menoleh kebelakang dan melihat kelompok nancy yang sedang berlari ke arah mereka.
sesampainya di sana nancy dan yang lainnya langsung terkejut melihat gadis yang berdiri di depan pintu.
" viooleet? "
" violet? "
" gueeeeee? "
masih menatap ke arah gadis itu, selfie mundur selangkah dengan mata yang mulai berkaca-kaca. wajahnya nampak sangat jelas keterkejutan dan raut ingin menangis.
" ka--kau......? "
" dahlia "
__ADS_1