
" jadi helena cerita ke mereka? ".
selfie mengangguk, " hmm ya " .
kedua gadis itu saat ini sedang menikmati waktu senggang di bawah pohon pir belakang sekolah. pohon yang rindang dan berubah lebat itu selalu menjadi tempat nongkrong andalannya selfie. selain sejuk , alasan selfie suka nongki di sana karna dapat memakan buah yang nikmat itu dengan puas.
bahkan tanpa rasa malu selfie sering memanjat pohon tersebut dan memakan buah pir di atas sambil menikmati angin dan pemandangan yang indah . walaupun ia sering di hukum guru bk tetapi hal itu tidak membuatnya jera sama sekali. tentu saja nancy akan selalu ikut selfie memanjat kecuali violet yang hanya menunggu di bawah.
saat ini di tempat yang teduh itu hanya terdapat nancy dan selfie saja , sementara violet lagi membeli minuman dan beberapa cemilan lainnya di kantin.
nancy menghela nafas panjang sambil menatap pemandangan di depanya, " lo ingat gak waktu gue menangis dengarin cerita lo? ".
mendengar hal tersebut selfie pun menoleh sembari menggeleng. di tatapanya wajah nancy dari samping yang terlihat lebih serius.
" seseorang yang menceritakan kisahnya lalu menangis , percayalah apa yang dia ceritakan benar-benar menyakiti perasaan nya ".
nancy menoleh menatap mata teduh selfie . sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman, perlahan tanganya terangkat menyentuh kepala selfie dan mengelusnya kebelakang.
" gue bisa rasain penderitaan lo dulu makanya gue ikut menangis ".
sontak selfie tersenyum mendengarnya ia tidak heran lagi dengan sesuatu yang di katakan nancy. selfie benar-benar menaruh kepercayaan yang besar pada nancy, bahkan rasa percaya itu lebih besar dari pada rasa percayanya kepada kedua orang tuanya.
selfie juga terkadang heran dengan perhatian nancy yang terlalu besar. ia berpikir apakah nancy tidak capek meladeni anak cacat plus mantan pasien rumah sakit jiwa seperti dirinya? .
hal terbodoh yang pernah selfie pikirkan ialah membayangkan nancy akan meninggalkan nya dan merubah sikapnya . bahkan selfie hampir saja menangis setiap memikirkan hal itu.
" nancy ". lirih selfie sambil menatap lurus kedepan melihat kawanan burung yang sedang memakan buah yang tergeletak di tanah.
" hmm ".
" apa lo sayang sama gue? ".
nancy terhenyak mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut gadis itu. kedua alisnya berkerut, apa selfie tidak menyadari rasa sayangnya selama ini? .
" tentu saja sel ". sahutnya walaupun ia tidak mengerti dengan maksud pembicaraan selfie.
selfie terkekeh " gak, hanya saja orang yang mengatakan itu selalu menjauh dari gue "
" gue gak kayak gitu sel , gue akan selalu buat lo bahagia.....gue akan selalu ada buat lo " .
" tapi kenapa lo tidak memikirkan kebahagiaan mu sendiri nancy ? " . ucapan selfie membuat nancy semakin tidak mengerti.
" kebahagiaan apa? " .
selfie memalingkan wajahnya menatap gadis itu sehingga nancy bisa melihat raut wajah selfie yang serius . " lo juga suka zayn kan? ".
DEGG
sesuatu hal yang tidak ingin nancy dengar dari mulut selfie.
" gak kok sel , gue gak suka dia ". jawabnya setenang mungkin
" jangan bohong nancy! lo cinta sama zayn tapi karna gue juga mencintainya membuat lo menyerah demi gue kan!? ".
nancy menunduk, ia seperti tidak dapat mengatakan sepatah katapun. apalagi melihat selfie yang berbicara dengan nada yang sedikit tinggi padanya.
selfie memegang kedua pundaknya. " jangan siksa diri sendiri untuk menyembunyikan cinta mu ".
nancy mendongak memandang selfie degan lembut. padahal ia sudah semaksimal mungkin untuk menyembunyikan rahasia itu, namun selfie dapat dengan mudah mengetahuinya. oh iya, ia lupa kalau selfie bisa mengetahui kebohongan orang dengan hanya melihat wajah orang tersebut.
" alasan gue nyerah bukan cuman itu sel, lo tau banyak persahabatan yang hancur hanya karna perkara cinta " . tangannya terangkat menyentuh tangan selfie yang berada di pundaknya.
" gue gak mau itu terjadi ... gue lebih memilih kehilangan cinta dari pada lo sel " . ucapnya tanpa keraguan sama sekali.
mendengar hal tersebut selfie pun menjadi terharu, tanpa berlama lagi ia membawa nancy masuk kedalam pelukannya dan memeluk gadis itu dengan erat.
" tidak usah memikirkan tentang cinta dan fokuslah pada persahabatan ". nancy mengangguk pelan mendengarnya.
violet yang baru saja tiba tercengang melihat kedua sahabatnya lagi berpelukan. kedua tangan gadis itu penuh dengan kantong kresek berisi minuman dan beberapa snack.
" lagi main peluk ya? ikut dong "
tanpa menunggu persetujuan ia langsung berlari dan menghambur memeluk kedua gadis itu dengan kuat sehingga mereka tersungkur ke tanah.
" emang dasarnya lo itu lumut ". selfie menghempaskan violet ke samping dari atas tubuhnya.
" gak suka gue panggilan itu ". ia melongos sambil merapikan rambutnya.
karna terus menerus minum tanpa henti selfie pun tak kuat lagi menahan hasratnya untuk buang air kecil. ia pamit sebentar pada violet dan nancy lalu setengah berlari menuju toilet. di saat tengah berlari ini sudut matanya tidak sengaja melihat zayn yang sedang menyuapi nadia makan.
selfie berhenti mendadak dan mencoba mengintip kedua manusia itu dari balik tembok. melihat zayn yang begitu romantis menyuapi nadia membuat hatinya panas, rasa ingin menglabrak mulai berkobar di hatinya. namun karna ia dan zayn tidak memiliki hubungan lagi ia pun tidak dapat melakukan hal semenyenangkan itu.
" kamu harus makan nad, jika tidak aku akan marah sama kamu ".
" maaf ya zayn jika merepotkan ".
selfie menghentikan aksi mengintipnya dan perlahan menjauh dari sana . " dih perhatian banget, sama gue gak kek gitu tuh ". cibirnya
setelah keluar dari toilet ia mencuci tangan dan wajahnya di wastafel . di lihatnya wajahnya lamat lamat di pantulan cermin , perlahan tanganya terangkat dan mulai menyelusuri setiap inci wajahnya. sedetik kemudian ia tersenyum lebar nan penuh mempesona.
" gue cantik banget sumpah ".
" ihh jatuh cinta gue sama diri sendiri ". ia terkekeh kemudian keluar dari sana.
selfie dengan santai berjalan menuju halaman belakang tepatnya ke tempat nancy dan violet. sesekali ia terhenti dan mengobrol ringan dengan temannya yang berasal dari kelas lain saat tidak sengaja berpapasan.
namun belum sampai lagi ia ke halaman belakang tiba tiba saja ada yang menarik tanganya ke balik tembok . selfie yang sedikit terkejut langsung mendongak dan melihat zayn lah sang pelakunya.
" selfie dengerin aku dulu ". ia memegang kedua tangan selfie, namun hal itu malah membuat selfie menepisnya kasar.
zayn tersenyum tipis walau sebenarnya ia kecewa dengan sikap selfie. matanya terus memandang selfie yang menurutnya makin hari makin cantik. sedangkan selfie yang sadar sedang di tatap pun menjadi salting dan memalingkan wajahnya ke tempat lain. ia juga terpesona dengan zayn yang sialnya semakin tampan setelah putus.
" kamu cantik sel ". ujar zayn terpukai
" iya dong cantik, situ mata buta ya selama ini? ".
" sel cobalah dengarin aku ". ia maju selangkah demi selangkah mendekati selfie , sementara selfie yang melihat itu berjalan mundur hingga punggungnya menempel di dinding.
" m-mau apa lo? ".
zayn menghela nafas " kita balikan ya ".
" whatt the ffttttt..... ".
" gak mau! ". tegasnya seraya mendorong tubuh zayn yang amat sangat dekat dengannya saat ini.
" ayolah sel aku masih cinta sama kamu dan akan terus seperti itu ". ucapnya memelas
selfie menggeleng . no, lo cintanya sama nadia aja gak sama gue ".
" enggak sel aku berani bersumpah! ".
__ADS_1
selfie membusungkan dadanya dan mendongak menatap mata zayn. " ok ,kalau begitu nanti malam kita ke pantai, lo ada waktu? ".
mendengar hal itu zayn pun terdiam mematung, wajahnya nampak penuh keraguan. bahkan selfie bisa melihat raut kesedihan yang tersembunyi di sana.
" na-nadia membutuhkan ku malam ini ". ujarnya dengan suara serak.
" haha butuh apa? butuh pelukan? ".
" udah deh gue mau balik ". tanpa menunggu jawaban selfie pergi meninggalkan zayn yang melihatnya dengan tatapan kecewa.
selama di perjalanan selfie masih terus kepikiran tentang kata kata zayn tadi. sejujurnya ia juga masih mencintai lelaki itu tetapi melihat zayn yang makin hari makin perhatian pada nadia membuatnya kembali menepis rasa rindunya.
" nah pada suatu hari gadis tunarungu ini ingin mengatakan cinta pada cowoknya, dia dengan susah payah berusaha mengeluarkan suara ".
" trus si cowo kebingungan gak paham dengan maksud cewek itu, dia kiranya si cewek tuli ini bilangnya kue bulan ".
" lo tau gak kalau si cowok ini dulunya bully si cewek karna dia tuli . tapi pas ketemu saat remaja si cowo menyesal dan jatuh cinta ". ujar nancy panjang lebar saat membaca novel yang baru saja dia ambil dari rak buku. ia begitu antusias menceritakan hal tersebut pada selfie.
" sel lo dengar gak sih! ". geramnya karna selfie dari tadi asik membaca buku sendiri.
" iya bawel gue dengar ".
" lo aja lagi membaca bagaimana mau dengarin gue kalau begitu......lo baca apa sih? ".
" tips mendapatkan kasih sayang ayah ". hal itu sukses membuat nancy terdiam membeku.
selfie menutup bukunya kemudian berbalik badan ke arah nancy.
" lanjut aja, lagi pula pasti lo nyindir gue kan karna gue mantan tunarungu? ". sewot selfie membuat nancy terkekeh pelan.
" makanya dengarin ".
" hmm "
" kasian banget sel si cewek tiba-tiba saja pulang ninggalin cowoknya karna si cowo itu gak peka, tetapi untungnya adiknya si cewek hubungi si cwok dan bilang kalau kakaknya suka sama dia ".
" trus? ".
" trus si cowo nyadar kalau dia juga cinta sama si cewek, dan pas waktu mereka ketemu si cewek gak sengaja hampir terjatuh dari balkon rumah lalu si cowo tolongin dan alhasil si cowo yang terjatuh-".
" wait... wait ". potong selfie lalu kedua tanganya merampas buku yang di pegang nancy.
" gue pernah nonton nih ".
" iya kah? ".
" iya nih anime buat gue mewek ".
" kalau begitu endingnya gimana? ". tanya nancy menantang
" ohh, ngegantung sih mereka berdua jalan-jalan gitu trus ending deh ".
nancy berdiri dari duduknya menghampiri selfie dan mengambil kembali bukunya. " gitu ya, kirain lo belum baca ".
" ya emang belum baca tapi udah nonton ".
nancy memutar bola matanya malas lalu beralih pada rak buku di seberangnya dimana violet dan fira sedang sibuk membaca.
" oii kenapa lo? ". tanya selfie
" itu violet dan fira serius banget bacanya " tunjuknya
selfie spontan menoleh ke arah tunjuk nancy dan melihat kedua gadis itu dari sela sela rak.
" woii ngapain kalian- ".
" ssttt diam bego! ". bisik nancy
selfie terkekeh kemudian dengan pelan berjalan menghampiri kedua gadis itu . sesampainya di sana ternyata memang benar kedua gadis itu sedang serius membaca.
" baca apa kalian? ".
violet mendongak " kisah tentang persahabatan, kami salut banget dengan persahabatan mereka yang terjalin sampai dewasa.
fira mengangguk " iya , gue juga harap pertemanan kita bisa sampai dewasa kelak ".
hening, selfie dan nancy terdiam mendengar perkataan mereka.
" persahabatan kita akan terjalin sampai kita dewasa kan? " . lirih violet menatap selfie dan nancy bergilir
" semoga aja seperti itu ". jawab nancy
violet menghela nafas " gue takut jika nanti kita lost kontak dan gak saling mengenal ".
" gue juga " imbuh fira
nancy menarik nafas " sampai kapan pun kita harus tetap berlima jangan ada yang hilang gitu aja ".
fira mengangguk lalu kembali melihat buku yang berada di tanganya. " seperti apa masa depan ? ".
selfie yang awalnya diam tersenyum lebar memandang sahabatnya secara bergilir .
" setiap detik masa depan selalu berubah, karna itu dari pada mencemaskan masalah nanti lebih baik sekarang berjuang sekuat tenaga , pasti akan ada hal baik! ".
mendengar perkataan selfie serentak mereka tersenyum dan mengangguk. perasaan takut yang tadinya bersemayam di hati seketika lenyap begitu saja.
" eh kita bolos yuk ". ajak selfie tersenyum namun senyumannya menghilang ketika menatap nancy.
tuk
" duh sakit tau! ".
" ya lo ajak kita bolos tuh ngapain? ".
" ada film terbaru di bioskop ". jawabnya sambil mengelus keningnya.
" film apa? ". tanya fira
" film horor ".
mendengar itu violet pun reflek menggeleng dan tidak setuju dengan ajakan selfie. pasalnya dia sangat takut dengan hal yang berbau ghaib.
" ayo dong vi ". bujuk fira
violet masih mikir keras, di satu sisi ia takut tapi jika tidak ikut dia akan sendiri nantinya." ok deh tapi gue duduk dekat selfie ya ".
__ADS_1
selfie mengangguk " aman itu..... ayo cepat panggil trysta dan bolos ".
setelah mengambil tas diam diam di kelas sekarang adalah waktunya keluar dari sekolah. dengan mengendap - endap kelima gadis itu berjalan menuju parkiran.
sepertinya takdir sedang berpihak pada mereka karna pak satpam tidak terlihat sedikit pun di pos penjaganya , itu artinya mereka aman jika akan keluar. dengan cepat nancy membuka balzernya beserta tas kemudian menyerahkannya pada violet . walaupun violet kesal tetapi ia tetap saja nurut dengan nancy.
" hey ayo cepatan! ". bisik nancy setelah berhasil keluar dari sekolah, ia saat ini hanya menunggu keempat sahabatnya yang mendadak lambat keluar dari gerbang.
oh ya, walaupun sepeda mereka sudah di curi dan di gantikan dengan sepeda jadul . mereka sama sekali tidak berniat untuk membeli sepeda baru dan tetap memakai sepeda jadul tersebut. mereka berpikir sepeda itu lebih cocok dengan style mereka.
...🌿...
sesampainya di rumah selfie terheran melihat lia yang tiba tiba saja menyambutnya dengan senyuman. wait...itu kali pertamanya lia tersenyum pada selfie.
" hii kak kami punya kejutan " .
" kak? kejutan apa? " . tanya selfie
lia tidak menjawab ia hanya terseyum kemudian menarik tangan selfie menuju belakang rumah. selfie yang memang penasaran pasrah saja mengikuti gadis itu.
tibanya di sana selfie melihat taman belakang itu telah di hias minimalis. ia semakin terkejut melihat ayah dan keluarga lainya sedang berdiri menyambutnya dengan senyuman yang manis. kecuali karina yang berdiri dengan wajah di ketuk.
" sayang kemarilah " . panggil josh lembut
deg
jantung selfie berdektak kencang tak karuan ,dan semakin karuan ketika josh berjalan menghampirinya dan memeluknya. ingin rasanya selfie berteriak namun tenggorokannya seperti tercekik, ia memejamkan matanya dan membalas pelukan sang ayah yang amat ia rindukan.
selfie memeluk josh dengan erat seolah itu adalah pelukan terakhirnya. sementara josh yang lagi mencium kepalanya tiba tiba saja tersentak saat merasakan bajunya basah, dan ketika mengangkat wajah selfie ternyata gadis itu sudah menangis sesegukan.
" ayah begitu menyesal sayang dan sekarang ayah ingin memperbaiki segalanya " .
" bo-bolehkah aku memanggilmu ayah? " . pinta selfie dengan suara serak.
josh mengangguk " tentu sayang " . jawaban josh membuat selfie tidak tahan lagi menahan air matanya dan menangis dengan kencang. gadis itu menangis penuh haru dan menyedihkan.
" maafkan kami juga nak kami semua menyesal ". timpal sang nenek ikut memeluk selfie
" kau mau memaafkan kami kan? " . kali ini kakeknya yang bersuara.
selfie mengangguk lalu menatap mereka " inilah yang aku inginkan tentu aku akan memaafkan kalian " .
josh dan yang lainya terseyum senang namun tanpa selfie sadari mereka terseyum licik ketika gadis itu tidak melihatnya . mereka puas melihat selfie menangis karna di bohongi .
" kak selfie jangan menangis lagi, sekarang aku akan selalu bersamamu ". ujar lia seraya merangkul selfie
" hikss... aku tidak nangis " .
" jangan nangis sayang ". jari josh mengusap air mata di pipi selfie.
selfie sesegukan "hikss ... aku - aku hanya ".
" merasa lucu " .
" HAHAHAHA!! Aku sangat terhibur , itu sangat lucu sampai air mata ku keluar " . tawa selfie menggema membuat mereka kebingungan.
" gimana? sekarang siapa yang pemenang sandiwara ini aku atau kalian? " . tanya selfie sembari tersenyum miring.
" ap-apa maksudmu? sandiwara apa? ". sahut josh gelagapan.
selfie bertepuk tangan dan berjalan mengelilingi mereka satu persatu.
" ibarat mengajari ikan cara berenang ".
" sebelum berbuat sesuatu cari tau dulu apakah sasaran kalian bodoh atau tidak ".
" aku bisa mengetahui kebohongan kalian karna mempelajari psikologi. wah tapi kalian pandai akting ya, jika orang lain pasti mereka akan langsung percaya " . selfie memandang remeh mereka , nafas gadis itu memburu dan tangannya terkepal kuat.
" kalian bermain - main denganku ya ".
" helena datangkan Karl besok! ". Karl adalah nama harimau peliharaan selfie.
helena yang memang berada di sana sontak terkejut mendengar perintah selfie , ia dengan cepat menggeleng tidak setuju. " jangan nona! ".
" ehh iya juga, bahkan karl pasti tidak mau memakan daging kalian ". ucap selfie menakuti
selfie melangkah ke hadapan josh lalu menatap pria itu dengan tajam. " aku memang menginginkan kasih sayang mu wahai tuan josh, tapi ingat aku bukan pengemis! ".
" menjijikkan! ". ia membuang ludah. " cara kalian sangat menjijikan, apa kalian pikir aku tidak tau kalau kalian mau memanipulasi ku agar aku melepas hukuman dan memberi kembali harta kalian ? ".
josh masih bungkam ia tidak menyangka rencananya akan hancur lebur.
tetapi bukan itu yang josh pikirkan karna di dalam pikirannya saat ini ialah ia merasakan getaran ketika memeluk selfie tadi, sebuah kenyamanan yang belum pernah ia rasakan selama ini. tanpa sadar setetes air mata tumpah dari pelupuk matanya
selfie berdecak menatap mereka secara bergilir kemudian pergi dari sana meninggalkan josh yang masih terdiam mematung.
sarah yang memang berada di sana begitu kecewa dengan josh, padahal tadi dia sudah senang karna mengira josh telah berubah ." aku tidak peduli lagi sama kalian, awalnya aku ingin membujuk selfie agar memaafkan kalian tapi kalian malah memilih cara licik " . sarah berlari mengejar selfie , sementara karina sedari tadi menatap mereka dengan nyalang.
" sudah kuperingati untuk tidak melakukannya! ".
karina mundur selangkah dari mereka, " asal kalian tau aku dulu pernah melakukan hal yang sama seperti kalian ".
" sama seperti kalian selfie awalnya berpura-pura tetapi kemudian ia membuka kedokku dan malah aku yang termakan sandiwara ku sendiri ". karina mengingat kejadian dulu di mana ia pernah berencana memainkan selfie seperti ini.
" benci aku sama kalian! " . setelah mengucapkan itu karina juga ikut pergi meninggalkan mereka.
setelah semua yang terjadi josh masih saja diam membeku. perlahan tubuhnya terduduk di atas rerumputan dengan tatapan kosong. jika di pikir pikir ia sangat jahat dengan mempermainkan perasaan selfie tadi.
air mata josh tumpah dengan deras sembari menatap orang tuanya dengan sendu. " aku menyesal bu, seharusnya aku tidak pernah menyakitinya".
" apa maksud mu? " . tanya ibunya tidak terima
" apa kalian semua tidak pernah berpikir kalau kita terlalu kejam padanya? ". lirih josh membuat semuanya bungkam
" dia menunggu kasih sayang ku selama bertahun-tahun, dia kehilangan teman, tertembak, koma, gangguan jiwa, dan kita semua menambah penderitanya ". josh meramas rumput dengan kuat melampiaskan perasaan sesal yang tiba tiba muncul dalam dirinya.
" kita memang pantas di perlakuan seperti ini... aku bisa melihat kepedihan di matanya ".
" kenapa kau berpikir begitu ha?!! ". bentak james tidak terima sembari menarik kerah baju josh.
suasana di sana seketika mencengkam dan tegang, mereka semua seolah tidak terima dengan ucapan josh yang mulai menaruh sedikit rasa untuk selfie.
josh tersenyum getir , " jika di ingat-ingat kalianlah yang membujukku membenci selfie dulu, padahal aku masih punya sedikit rasa sayang untuknya ".
" aku juga tidak pernah berencana mengusirnya dulu. walaupun benci, tetapi aku masih menganggapnya anakku dan kalian lah sumber kebencian itu! ". ia menepis tangan james lalu pergi meninggalkan keluarganya yang masih mencerna setiap kata yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1