Selfie

Selfie
zayn?


__ADS_3

"melarikan diri?"


"bagaimana denganmu? apa yang akan kau lakukan saat aku kabur?"


" aku akan baik-baik saja setelah menerima beberapa pukulan, tapi ini akan berbeda dengan anda, nona. anda tidak boleh di nodai oleh orang jahat itu." balasnya setelah melepaskan baju.


" anda harus segera keluar dari sini. anda harus tetap hidup untuk membalaskan dendam nona terhadap orang-orang jahat ini."


selfie berkaca-kaca setelah mendengarkan perkataan rena. sungguh hatinya sangat tersentuh, menurutnya hanya orang bodoh yang mau melakukan hal ini. padahal ia dan rena baru saja berkenalan, tapi kenapa gadis ini mau melakukan hal ini untuknya?


tanpa pikir panjang lagi, selfie langsung memeluknya. air matanya mengalir deras tanpa ada tanda-tanda akan berhenti.


" anda harus hidup nona.... anda harus hidup untuk membawaku kembali." ia tersenyum tipis sambil menepuk punggung selfie.


" anda mengerti? "


selfie mengangguk dan memilih untuk memeluk rena sebentar sebelum berganti pakaian.


beberapa menit telah berakhir, nancy dan juga kepala gisaeng telah berdiri di depan kamar selfie. ini adalah waktunya tuan Jackson mendapatkan temannya itu.


tanpa berlama lagi nancy langsung menggeser pintu yang tidak terkunci itu. dan setelah pintunya terbuka, tatapannya langsung tertuju pada seorang wanita yang tengah duduk membelakanginya. seorang wanita yang duduk dengan dress berwarna merah.


" ada perubahan rencana. tuan Jackson akan datang menemuimu di kamar ini. jadi persiakan dirimu, selfie." jelas nancy, namun wanita tersebut hanya diam.


karna tidak mendapatkan respon, nancy pun menghela nafasnya dan berbalik badan. wanita itu melangkah keluar dan berhenti mendadak di ambang pintu. nancy merasa ada yang aneh, ia langsung berbalik dan menghampiri wanita yang sedang duduk itu.


" angkat kepalamu! "


tidak ada sahutan.


" kubilang angkat kepalamu!! "


kepala gisaeng yang melihat hal tersebut langsung berjongkok dan membalikkan kepala rena. dan saat melihat wajah wanita di depannya ini, kepala gisaeng dan nancy pun tercengang.


rena perlahan mengangkat wajahnya dan menatap nancy dengan ketakutan. ia gemetaran melihat wajah nancy yang penuh marah.


plakkk!!


" DIMANA SELFIE!! "


" say-saya tidak tau nona.... saya hanya bertukar pakaian dengannya." jawabnya bergetar sambil memegang pipi yang baru saja di tampar.


" bagaimana bisa aku mempercayai mu!! " tekan nancy dengan mencengkram pipinya.


" saya benar-benar tidak tahu nona, saya hanya bertukar pakaian saja dengannya." jawabnya penuh keyakinan membuat nancy menghempaskan wajahnya dan berdiri sambil mengatur nafas.


yang ia pikirkan saat ini adalah nasibnya nanti. karna saat ini tuan Jackson sedang dalam perjalanan menuju kamar ini.


" nyonya!! tuan Jackso telah tiba! " ucap salah satu pelayan yang menghampiri nancy.


mendengar hal itu nancy dan juga rena ketakutan. ini begitu mendadak dan membuatnya semakin pusing.


" kepala gisaeng! " panggil nancy


" ya, nyonya? "


" suruh beberapa pengawal menangkap selfie yang kabur. dia pasti belum terlalu jauh di hutan! dan pastikan tuan Jackson dan tuan kang tidak mengetahui ini" perintahnya


kepala gisaeng tersebut spontan mengangguk dan langsung pergi menemui beberapa pengawal.


sementara nancy kembali melihat rena yang tertunduk." dan kamu!....harus melayani tuan Jackson malam ini."


rena hanya mampu mengangguk tanpa membalas perkataan nancy, lagi pula ini semua adalah rencananya untuk menggantikan selfie. dan ia sudah siap menerima semua resikonya. karna yang terpenting saat ini baginya adalah keselamatan selfie.


srekk! srekk! srekk!


langkah kaki selfie yang menginjak dedaunan terus berlari tanpa berhenti. dengan di temani oleh senter kecil di genggamannya tidak membuat selfie ketakutan memasuki hutan yang gelap dan lebat ini.


keringat mulai bercucuran membasahi wajahnya yang cantik, jalan yang ia lewati sedikit menanjak membuatnya sedikit kelelahan.


suara para pengawal terdengar samar-samar di belakangnya. selfie berhenti sejenak dan terkejut melihat beberapa orang dengan senter sedang mencarinya.


gawat, ia akan ketahuan jika memegang senter ini. dan dengan keberanian penuh, selfie mematikan senternya dan membuangnya detik itu juga. saat ini ia akan mengandalkan cahaya bulan yang bersinar terang.


*


" tuan, karna selfie masih muda jadi dia sedikit ketakutan." ujar nancy saat menemui tuan Jackson di depan pintu.


" hahaha! memangnya aku mau menelannya?" ia tertawa lucu

__ADS_1


" mengertilah tuan, maka dari itu aku memiiki permintaan "


mendengar perkataan nancy seketika tuan Jackson langsung terdiam. ia menatap nancy menunggu kalimat yang akan nancy keluarkan.


" apa? "


" tolong matikan lampunya." pinta nancy sambil tertunduk.


tuan Jackson menghela nafas." itu sama sekali tidak menyenangkan.... tapi, baiklah aku mengerti maksudmu dan menyetujuinya." lelaki yang sudah berumur itu berjalan melewati nancy dan menutup pintu tersebut. kemudian tangannya mulai bergerak mencari saklar lampu dan mematikannya.


pria tua itu menatap seorang gadis yang tengah duduk membelakanginya. ia perlahan melepaskan kimononya sambil berjalan mendekati gadis tersebut.


tanpa pikir panjang lagi ia langsung menidurkan gadis itu dengan paksa.


" akhhhh... tolong!! " rena berusaha bangun, tetapi tubuhnya langsung kembali di tidurkan.


" benar! kau harus melawan seperti ini agar aku bisa menikmati saat menodaimu!! " pria tua itu berusaha membuka baju rena yang memberontak


" nona " gumam rena


" ya! aku akan melakukannya... lagi dan lagi sampai setiap bagian tubuhmu menjadi milikku!!"


dengan ganasnya tangannya membuka dress itu.


" aku sangat menyukaimu, aku akan melakukannya. lagi dan lagi!! " tepat setelah mengatakan itu, baju rena telah sepenuhnya terbuka.


"NONAAA!!!"


selfie yang lagi berlari reflek berhenti dan menoleh kebelakang." rena... "


gadis itu menghapus air matanya dan menegakkan tubuhnya. ia menatap nanar pantulan cahaya senter dari orang-orang yang mengejarnya di belakang.


selfie putus asa, ia tidak memiliki cukup tenaga lagi untuk berlari. dan jika ia pingsan disini, otomatis ia akan langsung di temukan dan di kembalikan ke rumah gisaeng. selfie tidak ingin itu terjadi, jadi ia akan memilih cara terkahir dari permasalahan ini.


gadis itu mengambil tusuk rambut yang ia bawa di saku cardigannya. ia menatap tusuk rambut itu dan menggenggamnya kuat." maafkan aku rena, memang seperti inilah akhir hidupku. setidaknya kamu bisa hidup setelah ini "


dengan berderai air mata, selfie kembali mendekatkan tusuk rambut itu ke lehernya.


namun, keajaiban kembali terjadi padanya. tepat sebelum ia melakukan aksi nekat itu, tangan selfie berhenti saat kunang-kunang cantik bertebangan di depan wajahnya. ia menatap kunang-kunang itu sehingga tangannya yang terangkat perlahan turun.


kepala selfie mengadah keatas mengikuti beberapa kunang-kunang yang bersinar cantik.


selfie membuka matanya dan samar-samar melihat seorang pria.


" tolong...bantu aku...."


pria itu masih menatapnya.


" tolong.... bantu aku." mata gadis itu terpejam sempurna membuat sang pria terkejut. ia tertidur di dalam pelukan sang pemuda yang tidak ia ketahui.


...🍂...


PLAKKK!!


" BERANINYA KAU MENIPUKU!! " jerit tuan Jackson dengan amarah menggebu-gebu.


" beraninya kau membodohi ku dengan seorang pelayann?!! " ia hendak melayangkan beberapa tamparan lagi pada nancy, tetapi nancy berhasil menghindar.


nancy mendongak dan menatap tuan Jackson dengan mata berkaca-kaca, kemudian pandangannya beralih pada seseorang yang berada di balik punggung tuan Jackson. nancy dapat melihat rena sedang menangis di pojok ruangan dengan selimut yang menutupi tubuhnya.


" DIAMANA SELFIE?! " ia meramas kuat kedua pundak nancy.


" DIAMANA SELFIE?!!! "


" aku tidak tau." sahut nancy setenang mungkin


" kau pasti ingin mati!! " pria tua itu menaruh kedua tangannya di leher nancy dan perlahan mencekiknya.


sementara kepala gisaeng yang melihat hal tersebut langsung bersimpuh lutut." tuan! ini bukan kesalahan nyonya nancy. selfie melarikan diri ke dalam hutan sebelum tuan datang! "


tuan Jackson sontak menoleh dengan wajah keterkejutan." melarikan diri? selfie? gadis kurang ajar itu? "


" tuan, selfie masih terlalu muda untuk ini jadi kumohon jangan siksa dia. aku pasti akan membawanya kembali padamu!" nancy berusaha meyakinkan tuan Jackson untuk tidak mengejar selfie.


mendengar hal itu tuan Jackson semakin kesal dan mendorong tubuh nancy. ia mengenakan pakaiannya dan pergi menemui beberapa anak buahnya untuk memerintahkan mereka mencari selfie di dalam hutan.


sedangkan nancy, ia yang melihat hal itu hanya bisa berdiri dengan tatapan nanar. melihat beberapa orang pengawal berbadan besar pergi memasuki hutan.


nancy memalingkan wajahnya ke dalam kamar melihat kondisi rena yang memprihatinkan. rena masih sesegukan dan menatapnya dengan tatapan kosong.

__ADS_1


𖠇𖠇


di sebuah tempat yang terlihat tenang dan terang, selfie mulai mengerjapkan matanya dan bangun dari tidurnya. pandangan pertama yang ia lihat setelah bangun adalah, batu besar yang ia tiduri dengan beralaskan rumput. lalu pandangan menelisik ke tempat asing yang terlihat seperti goa.


Goa ini tidak terlalu besar dan mencengkam dari goa-goa yang pernah ia kunjungi. ada lobang besar dia atas goa yang membuat pantulan sinar bulan menerangi goa ini.


selfie berdiri dengan hati-hati dan berjalan sedikit pincang ke luar goa. kakinya sedikit sakit akibat terjatuh beberapa kali saat berlari tadi.


sesampainya di luar goa, selfie pun semakin terpesona dengan tempat ini. tempat ini benar-benar terlihat cantik dan di penuhi oleh kunang-kunang yang bertebangan. di tambah dengan sungai kecil yang mengalir di dekat bunga.


ia sampai berpikir kalau saat ini ia telah tiada dan memasuki dunia baru.


" kau sudah bangun! "


selfie sontak menoleh ke sumber suara yang terdengar tidak asing itu.


" z--zayn? "


zayn tersenyum dan berjalan mendekati selfie. ia sedikit tertawa melihat wajah selfie yang ketakutan dan kebingungan itu." apa kamu tidak sadar kalau aku sudah mengikutimu dari rumah gisaeng memasuki hutan? "


selfie menggeleng dengan wajah polosnya.


tangan zayn terangkat dan mengelus wajah selfie yang terkena kotoran. kemudian, ia membawa selfie ke tepi sungai dan duduk di atas bebatuan. melihat pantulan diri mereka di atas di air." aku sudah mengikuti mu saat nancy membawamu ke rumah gisaeng "


" be-benarkah? "


zayn mengangguk." apa kamu pikir aku tidak tau rencana nancy yang akan menjual mu? "


selfie mengangguk


" setelah mendengar berita itu aku langsung marah dan mengikutinya diam-diam kemari." cowok itu mengangkat wajahnya menatap bulan." tadinya aku berencana menerobos masuk untuk menyelamatkan mu, tapi saat melihat mu kabur, aku pun mengikuti mu sampai sini."


selfie tidak bisa memalingkan wajahnya dari zayn. entah kenapa zayn selalu penuh dengan kejutan.


"kenapa membantuku? bukankah kamu tunangan nancy? bagaimana kalau dia mar--" ucapannya terpotong ketika zayn mencium bibirnya.


selfie membeku, ia hanya mampu diam dan membiarkan zayn menciumnya. wanita itu mengira zayn akan menciumnya seperti alan, tetapi pria ini hanya mengecupnya sekilas.


benar-benar berbeda dengan alan.


zayn tersenyum." aku merindukanmu selfie. cintaku dari dulu hanya tertuju padamu, tapi karna aku dalam delima berat makanya aku setuju bersama nancy."


" apa kamu tau kalau aku terbakar api cemburu melihat mu pacarmu dengan alan? melihat orang yang ku jaga di sentuh oleh pria lain. walaupun kau dan alan sudah pernah melakukannya, tapi aku tetap mencintaimu." zayn megecup tangan selfie dan juga pipinya.


" umm, aku belum pernah melaku--"


"aku merindukan panggilan mu yang memanggilku zy. aku merindukan senyummu dan cintamu!" potongnya tanpa menunggu perkataan selfie.


" selfie!" panggilnya


" i-iya? "


" apa kamu ingat waktu aku mengajakmu pacaran dulu saat SMA? "


selfie terdiam sejenak mengingat kejadian 8 tahun yang lalu. kemudian ia tertawa renyah sambil menutup mulutnya." itu adalah ajakan pacaran tercepat yang pernah ada. padahal kita baru saja bertemu."


flashback on.


di stasiun sekolah, seorang gadis dengan seragam putih Abu-Abu tengah duduk di kursi tunggu sambil mendengarkan musik. ini adalah hari ketiga sejak ia pindah ke sekolah ini.


nancy sudah pulang sejak tadi dan ia belum memiliki sepeda. dan karna lelah berjalan kaki, selfie pun memilih untuk naik taxi hari ini.


saat lagi asik menunggu, seorang cowok dengan motor besarnya berhenti di depan selfie. tanpa melepaskan helm, cowok itu menoleh padanya.


" hey! kau temannya nancy kan? mau kemana? "


" pulang "


" kamu punya pacar? "


" tidak "


zayn tersenyum di balik helmnya." aku menyukaimu, mau berpacaran denganku? "


mendengar hal itu selfie pun berpikir sebentar sambil melepaskan headphone nya." ok! "


" ayo naik! akan ku antar." tawarnya sambil menepuk jok belakang.


" dengan senang hati." selfie tersenyum sumringah dan bergegas naik ke motor itu sembari memeluk pinggang zayn dengan erat.

__ADS_1


flashback off.


__ADS_2