Selfie

Selfie
61. pulang dan pamit


__ADS_3

selfie menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. kemudian kakinya mulai melangkah mendekati nancy. di lihatnya wajah tenang nancy yang lagi tertidur, gadis itu terlihat sangat tenang dan damai.


lalu pandangannya tidak sengaja melihat ke arah lemari, dimana koper dan barang-barangnya sudah siap di samping koper nancy. jadi pasti nancy lah yang menyiapkan barangnya.


" nancy bangun " panggil selfie pelan


" nancy oii bangun." panggilnya kembali sembari menggoyangkan tubuh gadis itu.


" oii nancy "


hening. tidak ada jawaban.


jika sudah begini selfie terpaksa akan menggunakan jurus pemungkasnya. jurus yang akan membuat mata nancy langsung terbuka.


" cucumber ketimun basi... "


" emmm... ehh sel lo udah pulang? "


nah benar kan, nancy pasti bangun jika selfie mengatakan kata keramat itu.


" iya udah "


" lo bilang apa tadi? kok telinga gue rasa panas gitu ya kek ada yang jelekin " ucap gadis itu masih setengah sadar.


" setan kali tiupin telinga lo." selfie berjalan mendekati violet dan trysta berusaha membangunkan kedua gadis itu.


" ahh masa sih? "


" gue cuman bilang ketimun basi " sahut selfie santai yang berhasil membuat mata nancy terbuka lebar.


" emang dasar lo wortel busuk! "


" dihh masih mending wortel busuk dari pada ketimun basi udah berlendir, asam, bau lagi "


melihat wajah santai selfie membuat kekesalan nancy semakin bertambah. bisa bisanya gadis itu menyamakannya dengan ketimun basi. ingin mencakaranya? iya tentu saja, tetapi nancy menahannya karna masih teringat dengan kesalahannya tadi.


" ahhh sakit anjir! lo kenapa bangunin sih! " gerutu fira setelah selfie duduk santai di atas perutnya.


" ya habis gue panggil-panggil lo gak bangun "


" gini " selfie menjeda ucapannya dan menatap wajah malas mereka satu persatu." ini kan hari terakhir kita di sini, ayo kita jalan-jalan keluar melihat menara Eiffel saat malam "


" gak "


" malas "


" kemarin juga udah pas malam "


selfie melongo, dirinya baru saja di tolak oleh sekelompok makhluk aneh di depannya ini. ia menyipitkan matanya ke arah mereka yang berjalan dan langsung merebahkan tubuh di atas ranjang. memilih tidur dan meninggalkan selfie yang masih berdiri.


sedangkan selfie, tiba-tiba saja tatapannya berubah menjadi sendu. ia melangkahkan kakinya mendekati jendela, melihat pemandangan kota yang indah sekaligus melihat menara Eiffel yang menyala saat malam hari.


gadis yang mengenakan jaket itu menghela nafas berat. entah apa yang di pikirkannya hingga terdiam cukup lama. setelah puas melihat pemandangan kota, barulah selfie melangkah menuju ranjang dan ikut merebahkan tubuhnya di samping trysta.


hingga saat pagi muncul , kelima gadis itu kucar kacir berebut kamar mandi. mereka akan ketinggalan pesawat jika tidak cepat.


salah mereka juga yang bangunnya kelewatan, ini sudah hampir jam setengah sepuluh pagi dan pesawat akan terbang tepat pada pukul dua belas siang.


" nancy ayo, gak usah dandan! " celetuk selfie yang sudah bersiap keluar dari apartemen.


" tunggu, gue mau imutin rambut gue dulu " sahut gadis itu masih menata rambutnya.


selfie berdecak, jika begini mereka akan ketinggalan, karna selfie sudah menerima banyak panggilan telpon dari violet dan juga bu yani yang sudah menunggu di dalam bis.


" ok ayo " ucap nancy sembari berjalan menghampiri selfie.


selfie membulatkan matanya, penampilan nancy benar-benar terlihat sangat berbeda. nancy terlihat seperti cewek anime dan karakter game.


" njir cewek anime nyata ternyata " gumam gadis itu yang masih bisa di dengar oleh nancy.


nancy tersenyum lembut, kemudian ia menepuk pundak selfie dan berjalan beberapa langkah dari gadis itu." ayo pergi, nanti yang lain marah."


selfie mengangguk walau ia belum menghentikan kekagumannya pada nancy. bahkan saat berjalan bersama nancy selfie lebih banyak melihat gadis itu dari pada jalan, sehingga kepalanya terbentur di pintu kaca. sungguh buat malu nancy aja.


selfie lebih banyak diam saat perjalanan menuju bandara. gadis itu hanya menyandarkan kepalanya di jendela sambil melihat bangunan dan kenderaan yang lalu lalang. ia cukup sedih meninggalkan kota ini, karna di sini selfie banyak belajar dan mengetahui sesuatu yang luar biasa.


sesampainya di bandara fira tiba-tiba saja berkata bahwa ia sudah menyewa orang untuk mengangkut barang-barang mereka. jadi selfie dan yang lain tidak perlu repot-repot lagi membawanya.


ya, itu berita bagus karna selfie sejujurnya malas membawa beban itu.



" oii nanc, ajarin gue cepol kek gitu dong " pinta selfie sambil melihat ke arah nancy.


" nanti gue ajarin "


" yang benar "


" iya bawel "

__ADS_1


" loh sel, kok rambut lo tiba-tiba panjang? " tanya fira yang baru sadar.


" gue pakai mantra Rapunzel semalam makanya panjang "


" mana ada kek gitu "


" hehe gue pakai rambut palsu , nanti pas mau mendarat ke indo baru gue lepas." jawabnya cecengesan.


" gak sadar sih, habisnya rambut lo kan gak pendek-pendek amat." imbuh trysta dari belakang.


violet mengangguk." rambut kita juga udah sedikit panjang kok, ya kan sel? "


" hmm "


tidak ada lagi waktu untuk mereka duduk menunggu. pesawat yang akan mereka naiki akan segera lepas landas, jadi mau tidak mau mereka harus cepat-cepat menyusul bu yani dan yang lain.


bisa di katakan merekalah yang paling di belakang dari siswa lainnya. bahkan para gadis itu masih berdiri di eskalator sementara guru dan anak murid lainnya sudah berjalan mendekati pesawat.


selfie geram. kenapa? karna menurutnya bu yani dan guru lainnya tidak bertanggung jawab dengan siswa mereka yang satu ini. namun lagi-lagi selfie sadar diri kalau mereka lah yang bersalah. mana tadi sempat-sempatnya foto bareng lagi.


" love yuk? "


" ha? apa? "


" make a love " ulang nancy, kemudian membuat setengah hati dari jarinya. melihat hal itu selfie pun mengerti dan ikut menyatukan hatinya pada nancy.


" btw jari gue gemes, muaachh.. "



singkat cerita dalam perjalanan menuju Indonesia selfie memutuskan untuk ngedrakor dan tidur. jika terus terjaga, nanti ia akan merasakan hal yang namanya kram bokong. ya, walaupun nanti saat bangun lebih parah lagi.


bukan hanya selfie saja tetapi sebagian dari rombongan mereka juga ikut terlelap. dan sebagian lagi ada yang mengerjakan rangkuman pembelajaran yang mereka terima saat di Paris. itu adalah tugas untuk nilai kesenian nanti.


kecuali selfie and the geng yang memang tidak menyentuh yang namanya buku dan pena saat berada di Paris. kelima gadis itu menganggap enteng pemberitahuan dari guru kesenian. kalau selfie sih masa bodoh dengan semua itu, tidak menulis rangkuman pun pasti bisa lulus


setelah menempuh kurang lebih dari 16 jam akhirnya peswat yang membawa mereka mendarat juga. selfie yang tadinya tertidur langsung di bangunkan oleh nancy yang tengah memakai topi.


" kenapa di lepas sih cepol lo! " gerutunya


" gue mau pakai topi "


selfie berdecak, padahal ia masih ingin melihat wajah lucu itu lebih lama lagi. terkadang ia bosan dengan muka datar nancy, tetapi entah kenapa cewek itu selalu terlihat cool.


dari dalam pesawat hingga masuk ke dalam bandara, selfie dan trysta selalu jalan berbarengan. entah kenapa trysta terus menggandeng lengan selfie seolah tidak ingin gadis itu menjauh darinya. ya, mungkin gadis muda itu lagi pengen bermanjaan dengan selfie.


sementara nancy dan yang lain berada di belakang mereka.


" dahhh gue duluan! " pamit violet yang langsung berlari ke ayahnya.


" gue juga udah tuh." timpal selfie sambil menunjuk ke arah helena.


melihat selfie yang berjalan mendekat ke arahnya helena pun mengembangkan senyuman manis untuknya. di balas? oh tidak, selfie malah berjalan melewati wanita cantik itu.


" ambil barang gue!," perintahnya


" idih sok banget "


...🌿...


selfie tidak turun dari mobil setelah mobil yang di bawa oleh helena berhenti di depan rumahnya. gadis itu menatap sendu ke arah rumah sebelum akhirnya berkata." aku sudah memutuskanya"


helena mengangguk, ia tau betul apa yang ada di dalam pikiran selfie saat ini. helena juga akan selalu mendukung apapun yang menjadi keputusan nona nya.


selfie menghela nafas berat, lalu mengambil tas berisi oleh-oleh yang terletak di sampingnya. pelan tapi pasti, gadis itu keluar dari mobil dan membawa tas tersebut di ikuti oleh helena.


selfie tersenyum hangat saat melihat ibu, karina, dan juga jesh keluar menyambutnya.


" yeyyy kak selfie datang." seru karin yang langsung berlari dan memeluk selfie, kemudian membenamkan kepalanya di ceruk leher gadis itu. selfie yang mendapatkan serangan mendadak, justru tertawa alih-alih mengomel.


" aku membawakan sesuatu,"


" apa? "


selfie tidak menjawab melainkan membuka tas dan mengambil sebuah kotak berisi coklat.


" jang...jangg... ini coklat khas dari Perancis."


ia menyodorkan kotak coklat tersebut pada karin, kemudian mengambil satu kotak coklat lagi dan memberikannya pada jesh.


tentu saja jesh menerimanya dengan hati yang gembira, ia merindukan gadis di depannya ini. saking rindunya wanita itu bahkan sampai mencium pipi selfie dengan gemas di depan sarah.


" sayang " panggil sarah lembut membuat fokus selfie beralih padanya.


" sini sayang," lanjutnya seraya membawa selfie ke dalam pelukannya.


" mama rindu sayang "


" aku juga "

__ADS_1


hening. keduanya sama-sama menikmati momen hangat ini.


" mama "


" iya? "


" aku mau ngomong." selfie melepas pelukannya dan menatap wajah sang ibu.


" mau ngomong apa?," tanya sarah tidak mengerti begitu juga dengan karina dan jesh.


" di dalam aja ya," jawabnya sambil menarik tangan sarah dan membawa wanita itu masuk.


saat baru menginjakan kaki di dalam rumah, selfie langsung menghela nafasnya dan mengusap wajahnya kasar. karna pemandangan pertama yang ia lihat adalah ayahnya yang lagi di paksa bekerja oleh max dan Jack. bukan ayahnya saja, bahkan nenek dan kakek, paman bibi, juga sedang bekerja.


selfie mengadahkan pandangan melihat seisi rumah yang sudah bersih, bahkan sangat bersih. tapi mereka tetap di paksa bekerja hingga pelu keringat membasahi wajah mereka.


selfie berjalan pelan ke arah josh yang juga sedang menatapnya. wajah ayahnya nampak berbeda dengan yang dulu, jika dulu selfie melihat kesombongan disana , kini yang ada hanya sebuah tatapan sendu.


" tuan, berhentilah " lirihnya halus yang masih bisa di dengar oleh mereka.


" tuan tidak perlu seperti ini lagi "


seisi ruangan di buat melotot ketika selfie tiba-tiba saja bersimpuh lutut di hadapan josh.


josh kaget, ia tidak tau apa yang terjadi pada selfie .


" non--"


" jangan ganggu! " tegas helena kepada max yang mencoba mendekati selfie.


" ada apa ini?," tanya josh pelan. tetapi bukan jawaban yang ia dengar melainkan isak tangis selfie.


ya, selfie menangis, gadis itu menangis tepat di depan semua orang. tidak ada yang tau kenapa gadis itu menangis.


" maafkan aku tuan, aku adalah anak durhaka yang menjadikan ayahnya sebagai budak "


" aku terlalu berlebihan melakukan semua ini hanya karna aku marah. tidak sepatutnya aku melakukannya pada kalian." selfie membekap mulutnya berusaha menahan isakan yang keluar.


hening.


semua orang di buat terdiam oleh selfie.


setelah menghentikan tangisannya, selfie berdiri dan tersenyum tipis pada ayahnya. tak lupa juga ia tersenyum pada keluarganya yang lain.


" aku akan mengembalikan harta dan perusahaan kalian hari ini "


" kalian tidak perlu khwatir karna aku tidak membuat perusahaan kalian rugi. tapi aku sudah membuat para investor dari luar negri bekerja sama dengan perusahaan kalian," tutur selfie dengan suara yang lembut.


" tuan, terimakasih mau menerima ku di sini, aku bahagia walau aku harus menerima kekerasan."


josh masih terdiam, yang bisa ia lakukan hanyalah melihat selfie.


selfie menatap sekali lagi rumah ini, mencoba mengingat kenangannya selama tinggal di sini.


ia menarik nafas panjang dan menghembuskanya dengan perlahan." rumah ini aku kembalikan, dan aku akan pergi dari sini "


deg


sarah yang mendengar ucapan dari anaknya terdiam membeku. sementara yang lain masih mencerna ucapan selfie.


" lagipula aku adalah tamu tak di undang yang berani masuk ke sini." selfie kembali menatap josh, kali ini ia menatapnya dengan tatapan teduh dan tulus.


" tuan, apa boleh aku jujur sama tuan?." tanya selfie pelan pada josh. mendengar hal itu membuat josh menganggukan kepala.


" kalau bisa memilih, mungkin aku ingin mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari tuan secara penuh. aku juga ingin seperti anak-anak pada umumnya yang bisa mendapat kasih sayang dari orang tuanya. apa harta yang bergelimang bisa mendapatkan kasih sayang?, tidak tuan "


" aku bisa menerima kalau tuan dan yang lain membenciku karna tuli. tapi, apa aku sebegitu tidak pantasnya mendapatkan kasih sayang. ya, tuan?." cairan bening keluar begitu saja dari mata selfie setelah mengatakan itu. dadanya juga terasa sesak setelah mengatakan isi hatinya itu.


josh terdiam dan ikut meneteskan air mata setelah mendengar penuturan putrinya itu. hatinya terasa tercubit melihat selfie yang menangis setelah mengeluarkan isi hatinya.


dan tunggu, tadi apa? tuan? ternyata selfie masih memanggilnya dengan sebutan itu. ia serasa menjadi ayah paling buruk di dunia.


selfie menyeka air matanya, kemudian terkekeh mencoba mencairkan suasana." ahh aku lupa kalau tidak punya tempat tinggal. hehe tidak papa, aku akan tinggal di apartemen saja "


" helena dan para antek, ayo kita pergi! " teriak gadis itu sembari berjalan ke arah helena. namun langkahnya terhenti saat merasakan seseorang menahan tangannya dari belakang. dan ketika berbalik selfie sedikit terkejut karna yang menahannya adalah josh.


" ngapain pergi kalau rumahmu ada disini? "


***



si kucing gemas yang membuat selfie terpesona sebelum berangkat ke indo 👇👇.



setelah sampai malah kembali jadi cewek dingin


__ADS_1


and si duo yang selalu barengan tadi



__ADS_2