
" berhentilah minum!" zayn merampas gelas yang di pegang nancy. gelas berisi minuman itu langsung ia singkirkan dari wanita yang setengah sadar ini.
zayn menatap nanar wanita di depannya ini. semenjak nancy memintanya menjadi orang yang menyakiti hati selfie, sejak saat itulah nancy juga menjadi orang yang berbeda. ia sering termenung dan menangis diam-diam. nancy juga terkadang masuk ke bar dan minum sesekali.
maka dari itu semenjak kuliah, zayn selalu menempel pada nancy dan mengawasi wanita itu.
salah satu alasannya adalah karna nancy mengancam akan melenyapkan selfie jika zayn menolak menghianati selfie. jadinya zayn terpaksa berbohong agar nyawa selfie selamat.
ia masih mencintai selfie, malahan sangat mencintai selfie. selfie adalah cinta pertama dan gadis pertama yang menarik hatinya. jadi tidak semudah itu untuk melupakan cintanya pada selfie.
" aku benci " gumam nancy
" aku benci! sangat benci! " ia meramas kuat rambutnya.
zayn menghela nafas, ini adalah suatu kebiasaan bagi nancy jika ia sedang minum. wanita itu akan berbicara ngelantur dan tidak segan-segan melukai siapapun termasuk dirinya sendiri.
" selfie selalu mengeluh kalau dia menderita, tapi apakah dia tidak melihat kalau sekarang gue lebih menderita darinya?!"
" ini tidak semudah itu zayn." tangan nancy bergerak mengambil botol wine yang belum di buka, tetapi ia kalah cepat dengan zayn yang berhasil merebutnya.
nancy menatap zayn tajam, matanya memerah, dan tangan terkepal kuat." apa gue salah zayn? gue juga capek jika lo tau itu.. " ia sesegukan dan membenamkan kepalanya di dada bidang cowok itu.
" sesekali lihatlah derita gue." gumamnya
zayn cuman diam, ia mematung merasakan getaran hebat dari wanita ini. nancy menangis, dan ini bukan pertama kalinya zayn melihat nancy menangis.
tangan zayn terangkat dan menyentuh punggung nancy, kemudian ia mengecup pucuk kepalanya.
" gue tau derita lo."
beberapa menit kemudian nancy sudah kehilangan kesadarannya. wanita itu tidur dengan pulas di pelukan zayn. sok-sokan minum padahal zayn tau kalau nancy tidak kuat minum.
zayn menggendong nancy dan membawanya ke dalam mobil. dielusnya kening wanita itu sebelum menyalakan mesin mobil.
zayn tidak akan membawa nancy ke rumahnya melainkan ke apartemen wanita itu. lagipula tidak memungkinkan membawa nancy ke keluarganya dalam ke adaan seperti ini.
setelah menempuh waktu yang lumayan panjang, akhirnya mereka sampai di sebuah apartemen yang terletak di tengah kota.
dengan sigap zayn menggendong nancy meskipun nancy terus menggumam tidak jelas.
sesampainya ia di kamar, zayn langsung membaringkan nancy dengan perlahan. ia menatap nancy lamat-lamat, kemudian melepaskan sepatu dan kaos kakinya.
" aku benci keadaan ini! " itulah kalimat yang keluar dari mulut nancy.
zayn menghela nafas, ia menjauh dari tempat tidur dan berjalan mendekati jendela. pria itu menggusur rambutnya ke belakang dan memijat pelipisnya.
sungguh, keadaan ini membuatnya tertekan. ia sangat mencintai selfie, tetapi tidak bisa mengungkapkan kebenarannya jika ingin nyawa selfie selamat.
" aku mencintaimu "
*
oh ya, sebenarnya aku udah kasih tanda-tanda kalau nancy akan menjadi musuh selfie dan orang yang menghancurkannya kelak. aku gak tau kalian sadar atau tidak, tapi saat di Paris perilaku nancy memang sudah berubah dan terlihat mencurigakan.
maka dari itu saat di Paris perasaan selfie mendadak menjadi tidak enak. ia selalu berpikir ganjil tentang teman-temannya itu dan selalu bergumam kalau mereka pasti tidak berbohong kan?.
dan perkataan tuan gyu tentang kehilangan segalanya sebenarnya berkaitan tentang semua ini.
...🍂...
" sel, lo mau sarapan apa?" tawar violet sembari melangkah ke dapur.
pagi ini selfie datang ke apartemennya dengan alasan bosan di rumah. selain itu, ia juga ingin menghilangkan stress tentang nancy.
selfie memegang dagunya sambil menatap ke langit-langit kamar. ia lagi berpikir makanan apa yang enak di makan di pagi hari. bubur ayam? mie goreng? atau sup?
" enakkan yang mana ya?" gumamnya
" Omurice aja, gimana? "
selfie melebarkan matanya setelah mendengar suara yang halus itu." oh iya, ide yang bagus." beberapa detik kemudian ia baru tersadar.
memangnya suara siapa itu?
ia perlahan menolehkan kepalanya dan melihat fira yang lagi tersenyum manis di dekatnya. sangat dekat, sampai-sampai selfie bisa mencium helaan nafasnya.
" lo dari mana? " tanya selfie, pasalnya ia tidak melihat fira masuk dari pintu depan.
fira cekikikan." dari wc lah "
" kalian tidur bareng? "
" iya sel, gue dan violet kadang malas tidur di rumah, makanya kami lebih suka di sini. bebas aja gitu tanpa gangguan." fira melangkah sedikit ke dapur dan melambai pada violet." buatkan kita Omurice aja vi, yang enak ya! "
violet berdecak." memangnya kapan gue buat makanan gak enak?"
" ya pas SMA lah." jawab fira cepat sebelum violet melemparnya dengan sendok.
fira berlari kecil dan duduk di samping selfie. kemudian ia membuka ponsel dan menunjukkan sesuatu yang membuat mata selfie terbuka lebar.
selfie yang tadinya bengong langsung mendekatkan tubuhnya dan cekikikan melihat layar ponsel fira.
" lo pilih yang mana? "
__ADS_1
tanpa ragu selfie langsung menujuk." yang ini bagus banget."
fira seketika menjauhkan ponselnya dan mematikannya saat itu juga." lo udah punya alan "
" gak papa, gak ada dia... sini gue mau lihat." selfie berusaha merebut ponsel fira tetapi fira malah menyembunyikannya di saku.
selfie nyerah, ia menggerutu." pelit lo "
" tapi sel, nanti jatuhnya lo selingkuh." fira berkata seperti itu karna gambar yang mereka lihat tadi adalah kumpulan pria-pira hot.
selfie terdiam, lalu raut wajahnya mendadak menjadi serius." emang udah." lirihnya nyaris tak terdengar.
" apa sel? gue gak dengar."
selfie reflek menggeleng cepat." gak ada kok "
fira merasa ada yang aneh jadi ia mencoba menanyakan sesuatu yang penting." sel, apa lo mencintai alan? "
seperti biasa selfie diam
fira paham, pasti sangat sulit berada di posisi selfie. di khianati pacar, dan terpaksa menerima cinta alan, kan?
fira ingin bertanya lebih lanjut tetapi violet keburu datang dengan nampan berisi Omurice yang nampak lezat. Omurice itu di hias dengan cantik sehingga membuat siapa saja yang melihatnya ngiler.
selfie meneguk ludahnya kasar tanpa berekdip sedikit pun. sungguh ia sangat lapar saat ini.
setelah di sediakan, selfie langsung mengambil miliknya dan memakannya saat itu juga.
satu suapan berhasil masuk, dan selfie serasa ingin menangis karna saking enaknya." enak banget, padahal masakan lo dulu kek sampah."
violet menyipitkan matanya ke arah wanita itu, jika bukan karna sahabatnya, violet pasti akan memukul dan mengusirnya saat ini juga.
setelah sarapan, mereka menikmati waktu luang di balkon kamar. ketiga wanita itu tertawa dan mengobrol hal-hal ringan lainnya.
dengan secangkir teh, kue, dan cemilan, membuat suasana semakin indah. di tambah dengan pemandangan kota yang mereka lihat dari atas sini.
sayang sekali tidak ada trysta karna pasiennya di rumah sakit lagi banyak. jika ada dia pasti akan lebih heboh lagi. dan... juga nancy.
" sel, lo udah pernah ginian berapa kali? " tanya violet sambil menempelkan telapak tangannya dan memajukan bibirnya.
selfie tidak mengerti, tapi jika di lihat-lihat lagi akhirnya ia mengerti juga. menurutnya itu adalah kode ciuman kan?
" umm banyak deh "
fira dan violet terlonjak kaget
" berapa kali? " tanya fira
selfie berpikir sebentar." sebelum kesini satu kali, trus di apartemen, di mobil, dan yang terakhir di kamar gue kemarin."
" alan "
" sel lo gak takut gitu? gak pakai pengaman? "
selfie mengkerutkan alis." ngapain pakai pengaman, kan gak papa gitu doang "
melihat dua temannya yang nampak shock membuat selfie keheranan. memangnya kalau ciuman harus pakai pengaman ya? pikirnya. hingga beberapa detik kemudian selfie tersadar dengan arah pembicaraan ini.
" ahhh... maksud gue ciuman bukan itu." selfie tersenyum kikuk hingga menampakkan giginya yang tersusun rapi.
fira dan violet bernafas lega, mereka kiranya selfie dengan bebas melakukannya.
namun, beberapa saat kemudian fira cepat-cepat meninggalkan apartemen karna mereka baru saja teringat kalau hari ini special roti melon.
toko roti favorit mereka sedang melakukan promosi besar-besaran dengan menjual roti melon special. penjualan hari ini sangat terbatas dan akan di ulangi lagi sebulan kemudian.
mereka tidak tahan jika harus menunggu hingga sebulan karna itu adalah roti melon kesukaan mereka.
sudah 2 jam berlalu tetapi fira belum juga pulang. selfie dan violet menjadi sangat cemas. bukan cemas karna fira tetapi cemas karna roti melon. mereka takut jika fira pulang tanpa bawa apa-apa.
dan tepat sekali saat memikirkannya, pintu apartemen terbuka dan masuklah fira.
" fir gimana dapat gak?" tanya selfie antusias, namun mereka terkejut melihat fira.
" akhh... tolong gue " ia memegang dada dan perutnya.
melihat itu violet pun membantu fira duduk.
" gue kerampokan "
" haaa? kerampokan? "
" begitu gue keluar dari toko, perampok itu langsung datang. gue di todong dengan senjata api." jawabnya semeyakinkan mungkin.
" trus roti melonya gimana? " tanya selfie
" amblas di ambil semua "
" tapi lo gak papa kan? " violet memegang tangannya.
" gue di tembak tiga tembakan.... dierrr... dierrr... dierrr.. " ia menujuk dada dan perut.
" tapi kok gak mati? "
__ADS_1
fira tersenyum." ahh itulah sel, vi. gue masih di lindungin. begitu dia tembak dada kiri gue dieerrr.... masih ada pulpen." ia menjukkan pulpen yang bengkok.
violet dan selfie saling pandang." beruntung sekali."
" iya beruntung, lihatlah sampai bengkok." imbuh fira
" begitu dia tembak dada depan gue dierrr.... masih ada kalung gue." fira mengeluarkan kalungnya yang berlubang.
" beruntung sekali "
fira mengangguk." mungkin perampoknya marah, jadi dia tembak perut gue, langsung... dorrrr." fira meringis
" huhuu hikss berdarah fir? berdarah? " selfie dan violet saling memeluk.
" untung gue bawa sendal." fira menyingkap bajunya dan memperlihatkan sendal. " lihatlah pelurunya sampai nempel "
" uhh beruntung sekali, tapi kok ada sendal? gimana ceritanya?" tanya selfie heran.
" sengaja gue bawa sendal karna takut hujan, kalau sepatu gue basah nanti sendalnya gue pakai " jawabnya
" ohh, yaudah deh, karna gak ada, gue dan violet keluar aja dulu." selfie menarik tangan violet dan membawanya keluar.
melihat mereka yang udah pergi, fira pun cekikikan dan mengeluarkan kantong berisi roti melon.
" hehe selamat mak--"
" hahaha! akting lo lumayan." selfie mengambil satu roti melon yang berada pangkuannya.
" lain kali kalau mau bohong latihan dulu." sambung violet sambil mengigit roti melon tersebut.
fira cuman cecengesan." habisnya gue cuman dapat tiga doang."
saat lagi menikmati roti melon tersebut tiba-tiba saja selfie mendapatkan telpon dari dahlia. dengan mulut yang penuh selfie segera mengangkat panggilan itu.
" iya kenapa? "
" sel, lahan yang kamu beli untuk pembangunan rumah sakit sekarang telah berganti menjadi nama nancy "
sontak selfie berdiri sehingga fira dan violet terkejut di buatnya." bagaimana bisa? aku sama sekali tidak pernah menandatangani surat perpindahan kepemilikan? "
" tapi sel, di sini sudah resmi bahwa nancy menjadi pemilik lahan itu "
selfie meramas kuat ponselnya, mukanya memerah dan bergetar. ia mematikan panggilan itu dan mengusap wajahnya.
" ada apa sel? " tanya violet
" nancy, dia mengambil lahan yang gue beli "
" kenapa bisa? " kali ini fira yang bertanya
selfie menggeleng." kita akan tau jika menemuinya." wanita itu mengambil jaket dan kunci mobil. ia berlari kecil meninggalkan apartemen.
" ikut selfie ayo! " ajak violet sambil mengambil kunci mobilnya.
di dalam perjalanan, selfie terus menggerutu dan sesekali memukul stirnya. wanita itu bahkan mengemudi dengan kecepatan penuh tanpa mempedulikan sekitarnya.
sial! nancy benar-benar cari gara-gara dengannya.
sesampainya ia di perusahaan nancy, ia menatap dulu bangunan besar itu. tangannya terkepal kuat hingga memperlihatkan urat nadinya.
wanita itu melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam.
" mau mencari siapa? "
" minggir!" selfie menepis kasar resepsionis yang menghadangnya. selfie bahkan tidak mempedulikan tatapan aneh dari karyawan yang melihatnya.
bahkan saat sampai di depan ruangan nancy, selfie juga tidak segan-segan mendorong sekertaris yang mencoba menghalanginya.
sekretaris itu hendak memanggil security tetapi beruntungnya violet dan fira menjelaskan padanya kalau selfie adalah teman nancy. karna sekertaris itu mengenal violet, jadinya ia setuju dan membiarkan mereka masuk.
di dalam ruangan ini, selfie menatap tajam ke arah wanita yang tengah duduk di kursi kebesarannya. wanita yang mengenakan kaca mata itu malah tersenyum miring pada selfie.
" udah tau ya? " katanya yang membuat amarah selfie semakin besar. selfie melangkah mendekatinya dan menarik kerah baju nancy.
" apa yang lo lakukan nancy? kenapa bisa lahan itu berpindah ke tangan lo?!"
nancy tertawa." gue legal kok, mereka semuanya percaya bahwa lo menyerahkan itu padaku "
" bagaimana bisa? !!" teriak selfie
nancy menepuk pelan pipi selfie dan mendorong wanita itu ke belakang. kemudian, ia membuka laci dan mengeluarkan sesuatu." gampang, gue tinggal menempelkan stempel lo di surat itu."
selfie terkejut, sejak kapan stempelnya berpindah ke tangan nancy? setaunya ia sudah menaruh aman stempel itu di kamarnya.
itu adalah stempel khsusus milik selfie. dengan stempel itu sebuah perjanjian akan sah walaupun tanpa tanda tangan selfie sekalipun.
" hahaha! sudah gue bilang selfie gue akan melakukan sesuatu dalam hidup lo! dan ini baru awalnya saja." nancy berbicara seperti orang jahat dan licik. tidak ada lagi kalimat dan suara lembut darinya.
" lo ingat gak? beberapa minggu yang lalu gue main di kamar lo? di saat itulah gue mengambil stempel dan surat lahan. gue mengkopinya serapi mungkin dan menukarnya dengan punyamu " jelasnya yang membuat fira dan violet tersentak.
selfie menghapus air matanya." berikan itu padaku, kumohon "
nancy cuman tersenyum, tetapi ia melempar stempel itu pada selfie." ambilah, untuk saat ini gue gak butuh. and terimakasih dengan lahannya."
__ADS_1
" oh ya, makasih juga ya. gue udah pakai uang perusahaan atas nama lo untuk beli mobil dan perhiasan mewah. dan bodohnya mereka percaya sama gue." nancy tertawa jahat
selfie mengangkat wajahnya, menatap nancy penuh kekecewaan." mulai saat ini gue memutuskan persahabatan dengan lo! persahabatan yang terjalin dari umur gue 3 tahun akan gue putuskan saat ini juga! " lontarnya dan pergi dari ruangan ini di ikuti oleh fira dan violet.