
" lo curiga gak sel dengan semua kejadian yang menimpa lo? ," tanya nancy serius sambil menikmati bakos ikan yang baru saja jesh buat.
ketiga gadis itu sedang menikmati bakso di temani oleh angin malam yang sejuk di halaman belakang.
selfie terdiam cukup lama lalu mendongak menatap nancy. " gue juga udah curiga karna semuanya seperti terhubung satu sama lain " .
" apa kalian memikirkan hal yang sama? ," timpal violet
nancy dan selfie mengangguk, " ada penghianat di dalam rumah itu " .
nancy menghela nafas
" gue gak terlalu curiga dengan kasus bella karna dia tiada karna penyakit jantung " . ucapnya dengan kedua tangan bertumpu di dagu.
" tapi dahlia meninggal karna kesalahan sasaran. bukan kah itu sudah di rencanakan? ".
selfie tertunduk, memang benar ucapan nancy barusan semuanya seperti sudah di rencanakan. dan pastinya kejadian di danau adalah sebuah rencana.
tapi pertanyaannya kenapa mereka bisa tau kalau selfie sedang berada di danau malam lalu?. itu adalah sebuah rahasia yang hanya selfie dan dahlia saja ketahui.
selfie yang lagi termenung tiba tiba terhenyak saat merasakan tanganya di genggam seseorang. dan ketika menoleh ia melihat violet sedang menatapnya dengan tatapan sendu. " lo pasti hancur kan melihat jasad dahlia, secara lo gak sempat melihat jasad bella dulu ".
mendengar hal tersebut selfie pun melihat nancy dan violet bergilir. "sebenarnya gue tidak pernah melihat jasad dahlia sekalipun "
" terakhir gue lihat dia ketika tubuhnya di larikan kerumah sakit."
hening sejenak . hingga beberapa saat selfie melebarkan matanya." oh iya, gue pernah bermimpi bertemu bella ".
" apa katanya ". sahut nancy cepat
" waktu itu bella datang dan menanyakan kabarku, di situ gue senang banget sampe peluk dia erat." selfie menjeda ucapannya , sementara nancy dan violet masih setia menunggu kelanjutan cerita selfie.
" gue tanya padanya di mana dahlia, trus bella berkerut kening sambil bilang... " .
" bilang apa?! " sela violet tidak sabaran
selfie menarik nafas dalam, " bella berkata dia belum bertemu dengan dahlia dan mengira kalau dahlia masih bersamaku."
ucapan selfie membuat nancy berpikir keras , ia mengelus dagunya dan mulai mencerna setiap kata yang keluar dari mulut selfie.
" apa jangan-jangan dahlia mas-".
" no way!! dahlia tertembak dan kecelakaan. untuk itu kemungkinan selamat sangat lah kecil." potong selfie cepat
" hmm lo benar ". Imbuh violet
" tapi ada kemungkinan dia selamat, sebuah keajaiban tidak ada yang tau," tandas nancy berhasil membuat selfie bungkam
nancy yang melihat selfie dalam mode serius pun tak dapat menahan tawanya . ya, karna tidak biasanya selfie dalam mode serius atau termenung seperti ini . gadis itu setiap harinya pasti selalu dalam mode full ceria dan semangat.
" hahaha gemoy deh lo." ia mencubit pipi selfie gemes sehingga gadis itu cemberut.
" tapi sepertinya semua akan terpecahkan jika kita berada di rumahmu sel." sambungnya sambil kembali menikmati bakso yang mulai dingin.
" kalau begitu kapan kapan gue bawa lo pada main ke rumah gue itu ,"
mereka saling tersenyum dan memutuskan untuk menghabiskan bakso yang tersisa. setelah itu barulah ketiga gadis itu duduk lesehan di rumput halaman belakang , memandang bintang dan sesekali bercanda.
" sel "
" hmm? ".
" gue rasa lo terlalu berlebihan "
" maksud lo? " tanya selfie tidak mengerti dengan maksud pembicaraan nancy.
nancy menatap gadis itu dalam, " sel, lo terlalu kejam dengan memberi hukuman untuk ayahmu "
" gue tau dia salah tapi menurutku lo udah keterlaluan memperlakukannya seperti budak." nancy terlihat sangat serius dalam mengatakannya.
" tapi bukanlah lo yang selalu meminta gue untuk balas dendam pada mereka? "
nancy mengangguk " iya , tapi gue gak minta lo jadiin bokap lo babu." ia menggeser duduknya agar lebih dekat dengan selfie , kemudian hari jemarinya menggenggam erat tangan gadis itu.
" cobalah untuk memperbaikinya "
selfie menghela nafas berat, pandangannya naik menatap deretan bintang di atas." mudah untuk mengatakannya "
" lo pada gak tau apa yang gue rasain karna kalian bukanlah diriku " sambungnya masih menatap bintang tanpa mengalihkannya sedikit pun.
" nancy biarin aja, semua tergantung selfie. biarlah bagaimana dia mengatasinya, " timpal violet setelah menyimak pembicaraan kedua gadis itu.
***
keesokan harinya tepatnya setelah pulang sekolah selfie duduk di balkon kamarnya sambil menatap langit biru. wajah gadis itu seperti sedang menanggung beban yang berat. hampir sejam selfie duduk di sana tanpa melakukan apapun kecuali melamun dan menikmati angin.
karina yang kebetulan berada di kamar selfie perlahan mendekati gadis itu di balkon. sebenarnya ia sudah berada di kamar selfie sekitar lebih dari sepuluh menit. namun saat melihat selfie duduk termenung di luar ia pun mengurungkan niatnya dan diam diam memperhatikan gadis itu dari dalam kamar.
karina melangkah diam diam hingga ia berada tepat di belakang selfie. namun selfie tidak menyadari kedatangan karin karna saking fokusnya pada dunianya sendiri.
" Heyy" ia menepuk pundak selfie dan hal itu berhasil membuat selfie berbalik padanya.
" ngapain? " tanya karina sambil duduk di hadapannya.
selfie tersenyum " lihat langit doang kok "
karina menganguk - anggukan kepalanya, ia ingin mengatakan sesuatu namun sepertinya ia ragu untuk mengatakannya.
sementara selfie yang melihat gelagat karina langsung paham kalau gadis di depannya ini gelisah akan satu hal.
" mau bilang apa hmm?"
" ehh gini kak..... mama sedih saat kak selfie tidak bersamanya lagi. " ungkap karina sedikit takut
mendengar hal tersebut selfie pun memalingkan wajahnya ke samping." dia hanya sayang padamu bukan aku ".
karina menggeleng. " mama sangat sayang pada kakak... apa kakak tau mama menahan rasa sayang kepada kakak di depan ayah agar ayah tidak memukul kakak lagi " .
karina menunduk dan meremas erat kedua tanganya. " itu lah yang membuat aku iri dulu. karna mama menyanyangi kakak dengan cara yang berbeda ".
__ADS_1
" apa kakak tau, mama setiap malam datang ke kamar kakak hanya untuk memastikan kak sel udah tidur atau belum "
" aku tau itu karna dulu mengintip mama yang selalu ke kamar kakak "
selfie masih diam tanpa menatap ke arah karina.
" dari dulu mama selalu mendatangi kakak, mencium dan memelukmu . karna hanya itu kesempatannya yang ada " jelas karina panjang lebar
selfie yang tidak tahan lagi langsung berlari meninggalkan karina begitu saja. tentu saja karina yang melihat itu sontak mengejar selfie.
selfie berlari keseluruhan rumah namun tidak juga mendapati keberadaan ibunya. hingga ia teringat akan satu hal, yaitu hobi ibunya yang suka menyiram tanaman.
dengan cepat selfie berlari ke halaman belakang dan melihat ibunya sedang menyiram tanaman dengan tatapan sendu.
ia menetralkan perasaannya dan berjalan menghampiri sarah.
" kenapa berpura-pura sebagai seorang ibu jika tidak sayang padaku?!! " tanya selfie sedikit berteriak membuat sarah terlonjak kaget dan berbalik padanya.
sarah tersenyum walaupun selfie tidak tersenyum sedikit pun padanya. " mama sangat sayang padamu melebihi apapun "
" walaupun kamu membenci mama sekalipun, tetap itu tidak mengurangi kasih sayangku padamu. " sarah membalikkan badanya karna tidak ingin selfie melihatnya yang sudah berkaca kaca
" tapi tetap saja mama membuatku semakin menderita!! ibu apaan itu yang melihat dan ikut menambah derita anaknya!!." jerit selfie dengan nafas yang memburu.
sarah yang mendengar hal itu spontan menutup matanya dan mematung di tempat.
ia tidak ingin berbalik karna takut amarah selfie semakin besar padanya.
" ak-aku rindu... aku rindu sama mama " . lirih selfie membuat sarah perlahan membuka mata dan berbalik ke arahnya.
sarah terkejut melihat selfie tersenyum padanya walau mata gadis itu berlinang air mata. sebuah senyuman yang sangat sarah rindukan.
" mari seperti dulu, " ucap selfie tulus
mendengar hal itu tentu saja membuat sarah sangat senang. ia memeluk selfie dengan erat dan tak lupa mencium pipi gadis itu.
" maafkan mama sayang." selfie mengangguk dan semakin memeluk sarah.
Karina yang baru saja datang langsung tersenyum melihat kedua wanita itu saling berpelukan. itu artinya mereka sudah berbaikan dan kembali seperti dulu lagi.
sarah melepaskan pelukannya dan menghapus air mata selfie dengan ibu jarinya." mama tidak pernah membencimu "
" iya ma, maafkan aku " lirihnya
" syukurlah kalian udah berbaikan karna aku merasa sangat bersalah jika mama dan selfie terus terusan seperti kemarin." ujar karina mendekat
sarah tersenyum memandang kedua putrinya, namun seketika senyumannya luntur . ia perlahan menatap selfie dengan tatapan memohon.
" sayang tolong sudahi hukuman ayahmu, mama merasa ia sudah sangat menyesal. "
selfie yang mendengar itu pun tersentak dan mundur selangkah dari hadapan sarah.
" maaf ma, aku bisa memaafkan mama tetapi kalau untuknya aku belum bisa." tanpa menunggu jawaban lagi gadis itu pergi meninggalkan sarah dan karina yang menatapnya dengan tatapan sendu.
sarah yang merasa kata katanya tadi mengubah suasana hati selfie langsung membuat rencana supaya gadis itu kembali ceria.
ia malam ini sengaja mengajak selfie berdua ke pantai dan memakan semua jajanan yang selfie minta. sarah tidak menolak sama sekali karna yang terpenting baginya ialah senyumannya selfie.
" sel lo ngapain? "
" ngeker "
" ha? ngeker? "
violet mengarahkan pandangannya ke atas berusaha mencari sesuatu yang di maksud oleh selfie.
" ngeker apa? ..... kalau pesawat gak ada tuh ," ujarnya kebingungan.
selfie melepas teropong dari matanya lalu menoleh ke arah violet. " ituuuu!! "
" gue lagi ngeker tente tante minum kopi ," lanjutnya menujuk rumah yang tidak jauh dari tempatnya berdiri
sontak violet menyipitkan matanya dan berusaha melihat tante tersebut. dan benar saja ada seorang tante-tante yang lagi minum kopi di balkon rumah.
selfie tersenyum melihat violet lalu kembali memasang teropong . " hallo tante, apa kabar? "
" ohh aku baik kok "
perkataan selfie membuat violet semakin kebingungan melihatnya . " loh sel lo bicara sama siapa? "
" sama tante itu lah "
" kok bisa? "
" ya bisa dong teropong gue kan canggih "
" ah masa ? " violet merampas teropong dari selfie dan mencoba mengeker ke tempat yang selfie maksud tadi . sementara selfie berbalik badan membelakangi violet sambil cekikikan.
" hallo tante apa kabar " ucap violet dengan polosnya
" kabarku baik kok " jawab selfie dengan suara yang di buat buat.
" tante ngapain? "
" minum kopi "
violet melepas teropong tersebut dan berbalik ke arah selfie." sel ternyata betul Loh bisa ngobrol "
selfie mengangguk, " kan udah gue bilang "
" tapi kok mulut tente itu gak gerak gerak ya? " tanya violet heran
" itu karna jauh makanya gak kelihatan "
" coba sekarang lo keker gue dan lihat mulut gue gerak gak. " sambung selfie sambil menjauh sedikit dari violet
" ok gue coba," violet mengarahkan teropong ke selfie sehingga terlihat lah wajah manis itu dari balik teropong.
" hallo vi apa kabar "
__ADS_1
" kabar ku baik sel ," jawab violet polos
selfie mendekat." mulut gue gerak kan"
violet mengangguk," iya canggih betul ya "
" lo beli dimana? "
" ohh ini gue buat sendiri "
" haa? pinjem dong!"
" lo mau ngapain emang? "
violet tersenyum malu, " gue mau keker om om yang baru pindah di depan rumah gue "
" vi udah deh stop dengan orang jelek yang lo sukai itu, mending lo ngeker yang lain aja."
violet berdecak mendengarnya kemudian ia mundur beberapa langkah. " gue pinjam ya sel!! "
gadis itu berlari meninggalkan selfie yang melihatnya dengan gemes.
keesokan harinya selfie yang lagi ngobrol sama nancy terkejut saat violet tiba tiba saja datang dan menggebrak mejanya. wajah gadis itu nampak sangat kesal pada selfie.
" sel katanya ini canggih, tapi kok gue ngeker tetangga gue gak ada suaranya? " protesnya sambil membuang teropong tersebut pada selfie dan untungnya selfie berhasil menangkapnya.
" eh vi ini khusus untuk ngeker tante tante "
violet memutar bola matanya dan duduk dengan kasar di atas meja selfie." gue udah ngeker tante tante tetangga gue tapi gak ngomong tuh "
" lah ini kan khusus tante yang gue keker kemarin bukan tante lain "
ingin rasanya violet memukul selfie tetapi tetap saja itu mustahil untuk dia lakukan.
saat ia ingin melanjutkan protesnya tiba tiba saja bu yani masuk ke dalam kelas dengan wajah yang berseri-seri.
wait, ada apa dengan wajah itu? tidak biasanya bu yani berseri seri seperti itu.
" anak anak ibu punya berita baik untuk kalian , tapi sebelum itu kita main tebak tebakan yuk."
" khmm tebakannya ialah apa yang ada di dalam tas itu? ," tunjuk bu yani pada sebuah tas hitam di atas meja.
" kacang," jawab selfie dengan percaya diri
" salahhh!! "
nancy mendengus," susah lah, coba berikan petunjuk gitu "
" iya buk " sambung leo
bu yani nampak berpikir," hmm baiklah ibu akan beri tiga petunjuk "
" petunjuk pertama merupakan sesuatu yang.....menakutkan "
" oh, oh saya tau, hantuuu," jawab violet
" salahh bukan hantu,"
" petunjuk kedua bu " ucap leo
bu yani mengangguk. " petunjuk kedua ialah sesuatu yang.......di tunggu tunggu."
" hantu penunggu "
" ehh, ehh vi sudah ibu katakan bukan hantu, apa kamu tidak pasang telinga hah?."
selfie menghela nafas berat. " masih susah lah buk, coba beri petunjuk lagi "
" hmm baiklah ibu akan memberi petunjuk terakhir. ianya merupakan sesuatu yang menentukan masa depan kamu semua."
" haaa I know, hantu kawin "
" apa yang lo bicarakan nih? " sergah selfie jengah dengan hantu hantu violet.
" apa? , menakutkan pastilah hantu , yang orang tunggu-tunggu dan menentukan masa depan mestilah kawin jadi hantu kawin lah , betul gak bu?"
bu yani berpikir , " hmm ada loading di situ , tetapi salahhhh!! "
" isi tas ibu adalah...!!" ia berjalan mendekati meja dan mulai membukanya , sementara seisi kelas menjadi sangat penasaran . bahkan ada yang memukul meja agar menambah suasana.
" isinya adalah ujian fisika.... horee!! "
serentak seisi kelas yang tadinya bersemangat menjadi lesu kecuali sefie yang santai.
" hehe nah kan, menakutkan, di tunggu tunggu dan menentukan masa depan , " ucapnya santai tanpa ada beban.
" sekarang siapakan mental " ia mulai berjalan memberi lembaran soal dan jawaban.
sudah lewat dari tiga puluh menit dan akhirnya seisi kelas sudah menyelesaikan soal gila itu. ya, kecuali selfie yang sudah menyelesaikannya dalam waktu hampir sepuluh menit.
" karna kalian sudah selesai ibu mau sampaikan berita baik itu "
" minggu depan sekolah kita khusunya kelas dua akan melakukan studytour ke-"
" kemana!! " potong mereka bersamaan
" ke perancis " jawab bu yani tersenyum
seketika kelas itu pecah dengan teriakan dan tepuk tangan. tentu saja siapa sih yang tidak senang sekolahnya melakukan studytour apalagi sampai ke luar negeri.
" tenang! untuk itu ibu mau salah satu dari kalian menjadi ketua untuk rombongan ini" bu yani melihat muridnya secara bergilir.
" ada yang mau mengajukan diri? "
hening, tidak ada satupun yang berbicara
" buk katanya selfie mau! " teriak nancy memecah keheningan kelas, sedangkan sang pemilik nama terlonjak kaget dan menggeleng.
" gak bu saya gak ma-"
__ADS_1
" ok selfie kamu yang jadi ketua! "
" hahahah " tawa mereka bersamaan saat melihat wajah cemberut selfie.