
"matahari?"
" iya, apa kau lupa wajahku? "
selfie reflek menaruh rotinya yang tersisa setengah itu lalu memajukan wajahnya. ia menyipitkan matanya sambil memegang dagu mencoba mengingat siapa wanita ini.
rambut hitam yang lurus, kulit putih, hidung mancung, dan tahi lalat kecil di bawah bibir kiri.
selfie sontak membulatkan matanya dan menutup mulut. tangannya menunjuk wajah gadis di depannya ini lantaran sudah mengingat semuanya.
" kau... hanni kan? gadis miskin yang di manfaatin dan hampir di perkosa itu? "
ia tertawa." iya, akhirnya kamu ingat juga ya "
selfie tersenyum canggung, aneh rasanya menemui teman lama dalam keadaan seperti. selain itu, pakaian yang di pakai hanni adalah barang brand mewah. wanita itu pasti sudah hidup bahagia seperti keinginannya.
dan ia malah sebaliknya
" apa hidupmu baik dengan keluarga baru? " tanya selfie sambil membuka tutup botol.
" sangat baik, aku di perlakuan seperti anak mereka sendiri. dan aku juga sempat terkejut kalau mereka memiliki perusahaan besar di korea."
selfie juga ikut merasakan kegembiraan setelah mendengar penuturan hanni. ia bersyukur, gadis malang yang ia temuin dulu sekarang bernasib sangat baik.
ternyata memang benar, sesuatu tidak sepenuhnya abadi.
hanni yang miskin dan malang itu sekarang sudah berubah dan penuh dengan kebahagiaan.
well, jadi tidak ada gunanya mengeluh pada keadaan saat ini. karna siapapun tidak akan tau bagaimana nasibnya kedepan.
selfie menoleh, ia teringat dengan perkataan hanni tadi kalau gadis itu ingin menemuinya.
" kamu mau bertemu denganku? memangnya ada apa sampai kamu dari Korea ke sini? "
mendengar ucapan selfie hanni pun membuang nafas berat. ia mengubah posisi duduknya menghadap selfie seraya menyentuh kedua tangan gadis itu." aku mendengar kalau perusahaan mu di rebut oleh temanmu sendiri, apa benar? "
selfie mengangguk lalu pandangannya tiba-tiba saja menjadi sedih." dia nancy "
" haa? aku tidak menyangka dialah pelakunya. padahal dulu kalian terlihat sangat dekat dan selalu menempel kemana-mana." tangan hanni mengambil permen terakhir selfie dan memakannya, membuat sang pemilik permen melongo.
" sorry ya permennya ku makan." ujarnya sambil mengunyah
" gak papa kok santai aja "
" dia adalah tipe teman yang paling ku benci." gumam selfie yang membuat hanni tidak mengerti.
" maksud mu nancy? "
selfie mengangguk." iya, apapun yang ia lakukan saat ini sangat aku benci. dia adalah tipe teman yang paling ku benci."
sesaat hanya ada keheningan di antara mereka, hanni maupun selfie sama-sama diam menatap kendaraan yang lalu lalang. angin berhembusan menerbangkan daun-daun kering di sekitar mereka.
" oh iya selfie." wajah hanni menjadi serius dan terlihat berbeda dari yang tadi." aku akan membantumu mendapatkan kembali perusahaan itu. aku akan berinvestasi dengan jumlah besar atas namamu."
mendengar hal itu selfie pun terkejut sehingga botol minum yang berada di tangannya terjatuh ke tanah. ia masih terpaku sampai hanni menyentuh kedua pundaknya.
" selfie, sekarang ayo kita perusahaan dan minta hakmu kembali dari tuan kang." ajaknya
selfie reflek mengangguk, hanni benar-benar penolong yang datang di waktu yang tepat. gadis itu memeluk hanni dengan tulus dan mencurahkan kebahagiaannya, sementara hanni juga membalas pelukannya.
ternyata memang benar, kebaikan sekecil apapun akan di balas jika kau tulus membantunya.
tanpa berlama lagi kedua wanita itu bergegas menuju perusahaan. selfie bahkan tidak mengganti pakainnya maupun dirinya yang berantakan.
hanni membawa mobil dengan kecepatan sedang sehingga mereka bisa sampai ke perusahaan dalam waktu yang cepat. di tangan hanni juga terdapat surat investasi dan berkas-berkas lainnya yang di perlukan.
saat memasuki gedung tingkat itu pandangan karyawan langsung mengarah pada selfie.
__ADS_1
tidak, ini bukan tatapan tidak suka yang sering selfie lihat di sini. tapi, tatapan kasihan dan rasa bersalah dari mereka.
selfie kebingungan dan bertanya-tanya memangnya ada apa dengan mereka? apa sesuatu sedang terjadi di tempat ini selama ia pergi?.
kemudian pandangannya tidak sengaja melihat berita tentang mila di TV. sebuah berita yang memberitahukan kalau mila sudah bangun dari koma, dan sebuah video klarifikasi dari mila tentang dirinya.
selfie terdiam dan menonton berita itu dengan seksama. ia terharu dan bahagia melihat mila telah bangun, dan juga bahagia melihat mila membela dirinya atas tuduhan ini.
sekarang ia paham kenapa tatapan semua orang seperti ini. mereka pasti merasa bersalah karna ikut menuduhnya dulu.
selfie tidak mempedulikan itu, karna yang terpenting saat ini ialah merebut kembali saham miliknya dari tuan kang.
ia dan hanni naik lift menuju ruangan tuan kang. selfie juga tau kalau tuan kang pasti ada di perusahaan setelah mendengar berita dari mila tadi.
pria itu pasti panik dan merencanakan sesuatu di perusahaan.
namun, sesampainya di ruangan tuan kang, mereka tidak melihat pria itu di sana. selfie juga sudah memeriksa ke ruangan nancy dan hasilnya juga sama.
" memangnya mereka kemana sih? " kesalnya sambil menendang angin.
" selfie, sepertinya mereka pergi setelah ketahuan oleh semua orang. jadi sebelum mereka datang, aku akan mengurus pembelian saham dengan pengacara ku. aku akan membantumu." jelas hanni
selfie mengangguk." makasih han, sekali lagi makasih banyak."
hanni tersenyum." gak perlu berterimakasih, aku hanya membalas kebaikan mu dulu... yaudah aku akan pergi dulu menemui pengacara ku." ia menepuk pundak selfie sebelum pergi dari ruangan ini.
setelah hanni pergi selfie pun mengusap wajahnya kasar. ia membuang nafas dan menariknya berulangkali, merilekskan tubuhnya yang menegang.
nancy sialan dan tuan kang itu kemana sebenarnya?
saat lagi memikirkan kedua orang itu, tiba-tiba saja ponselnya bergetar. dengan cepat selfie merogoh saku celananya dan kaget melihat pesan masuk dari tuan kang min ho.
tanpa banyak bertanya lagi gadis itu langsung membuka pesan itu.
matanya membola besar dan jantungnya berdegup kencang setelah membaca pesan ancaman itu. tuan kang mengirimnya pesan kalau ia sedang menyandra teman-teman selfie yang lain. dengan kata lain, violet , fira, dan trysta sedang berada dalam bahaya.
" siall! " ia berlari kencang keluar dari perusahaan dan pergi menuju lokasi.
...🍂...
dengan mobil salah satu karyawan, selfie pergi ke hutan yang terletak di kota sebelah yang tidak terlalu jauh.
untung saja ada karyawan yang mau meminjamkan mobilnya, padahal karyawan itu dulunya adalah orang yang ikut mencela selfie.
gadis itu menempuh waktu 3 jam untuk sampai di hutan tersebut. sebuah hutan yang sunyi dan lebat dari hutan sebelumnya. tidak ada tanda-tanda ada kehidupan setelah selfie memasuki hutan ini.
selfie menghentikan mobilnya dan menatap suasana hutan yang seram ini. jalan-jalanya di tumbuhan banyak pohon, jadi ia harus berjalan kaki agar masuk ke dalam.
selfie merinding, yang ia takutkan adalah orang jahat dan binatang berbahaya. tapi sekali lagi, ia menepis rasa takut itu dan masuk lebih dalam ke hutan tersebut. hingga ia melihat sebuah rumah kayu yang berdiri tegak di antara pohon.
tanpa berlama lagi, selfie melangkah cepat ke rumah kayu tersebut. ia bisa melihat beberapa orang keluar dari rumah itu dan berdiri di depan pintu menunggunya. namun, di antara orang-orang itu tidak ada tuan kang maupun nancy.
" dimana teman saya? dimana teman saya?!!! " jeritnya
" mereka ada di dalam menunggu mu." jawab salah satu pria. pira itu jalan lebih dulu ke dalam dan di susul oleh selfie.
saat memasuki tempat ini, perasaan selfie langsung menjadi tidak enak. tempat ini terlihat seperti rumah pada umumnya dengan lantai dua dan satu ruang bawah tanah. tapi, selfie tidak melihat atau mendengar suara teman-temanya, dan juga tuan kang tidak terlihat.
selfie tetap mengikuti beberapa orang itu hingga mereka sampai di gudang belakang. gudang ini terlihat begitu mencekam dengan lampunya yang remang-remang. di tengah-tengah ruangan ini ada kursi kayu dan beberapa tali.
selfie merasa ada yang tidak beres, ini pasti adalah jebakan untuk dirinya.
" kenapa kita kesini? dimana kang min ho itu? dimana teman saya!"
" berisik ahhh!"
salah satu pria itu mencengkram tangan selfie dan mendorong gadis itu hingga terduduk di kursi tersebut.
__ADS_1
pria itu berjongkok di depan selfie, sekali lagi pria itu mencengkram rahang selfie kuat sambil menegakkan pandangan gadis itu agar menatapnya.
" kamu itu udah di jebak nona yang cantik. dan hari ini adalah hari terakhirmu, jadi apakah ada kata-kata terkahir yang ingin kau sampaikan? " ujarnya dengan nada mengejek membuat beberapa pria di sana tertawa.
" ap-apa maksud mu? " selfie tidak mengerti, ia juga semakin ketakutan saat mereka mengikatnya dengan tali.
pria itu tersenyum miring." rumah ini akan di bakar bersama dirimu."
deg!
di satu sisi, tepatnya tidak jauh dari rumah kayu itu. tuan kang dan beberapa anak buahnya sedang tersenyum miring ke arah rumah tersebut. di samping mereka ada violet, fira, dan trysta yang sudah di ikat di batang pohon.
ketiga gadis itu di ikat dan berhadapan langsung dengan rumah kayu. jadi otomatis penglihatan mereka akan tertuju tepat ke rumah di depan mereka itu.
beberapa anak buah tuan kang keluar dari rumah tersebut dan mulai menyiram bensin di sekeliling rumah. kemudian salah satu dari mereka berlari menemui tuan kang.
" dia sudah di ikat tuan."
" bagus. sudah waktunya aku melenyapkannya agar tidak ada lagi pewaris Murphy group." ia tertawa jahat sambil melihat rumah kayu yang perlahan terbakar.
sedangkan violet, fira, dan trysta yang terikat hanya mampu meneriaki nama selfie dan menjerit. memangnya siapa yang tidak shock melihat pemandangan rumah terbakar tepat di depan mata plus mengetahui kalau temanmu terjebak di dalam.
" ayo kita pergi dari sini! biar perlu kita pergi ke luar negri sekarang juga." kata tuan kang sembari merapikan jasnya.
" tapi tuan bagaimana dengan mereka." salah satu pria itu menunjuk violet dan yang lain.
tuan kang berdecak." biarkan saja mereka menonton momen terbakarnya nona muda itu." setelah mengatakan itu ia dan anak buahnya meninggalkan lokasi tersebut.
meninggalkan gadis-gadis itu yang menangis ke arah rumah yang hampir sepenuhnya terbakar.
apa yang harus mereka lakukan? tubuh mereka terikat di batang pohon. di tambah, rumah itu sudah terbakar dan tidak ada tanda-tanda kalau selfie akan selamat.
" selfieee! " teriak mereka bertiga
beberapa menit kemudian suara langkah kaki terdengar mendekat ke arah mereka. ketiganya menoleh dengan tangisan yang belum berhenti.
rupanya, wanita itu adalah nancy.
" violet! dimana sel-"
" apa yang kau lakukan nancy? apa yang kalian lakukan!!" bentak violet menatap tajam nancy yang tertunduk dan berlinang air mata.
" kenapa kau jahat sekali? segitunya kah kau membenci selfie sampai membakarnya hidup-hidup ha? gue benci gue benci-" violet tidak dapat melanjutkan kata-katanya karna air matanya terus bercucuran.
nancy terlihat sangat terkejut. perlahan kepalanya menoleh pada rumah yang sudah terbakar sepenuhnya.
air matanya mengalir deras, ia membeku dan hampir saja terjatuh ke tanah.
melihat itu violet pun tersenyum hambar." lo nangis? bukankah ini keinginan mu? gue gak suka orang jahat menangisi sahabat ku! pergi sana!!"
" iya, kau lah penjahat sebenarnya." sahut fira
" dasar penghianat! " sambung trysta
nancy menggeleng kuat sampai-sampai air matanya tumpah kemana-mana." gue bukan penghianat! dan stop panggil gue seperti itu!" teriaknya
" cih, jangan merasa tersakiti nancy! " violet menekan setiap kata-katanya.
nancy langsung memegang kedua pundak violet sehingga violet terhenyak melihat wajah memar nancy yang banjir oleh air mata.
" gue bukan penghianat! gue melakukan semua ini untuk menyelamatkan nyawa selfie." ia menghentikan kata-katanya lantaran isakkan yang terus keluar.
" tuan kang mengancam akan membunuh selfie jika gue tidak berpura-pura menjadi penghianat, violet."
" gue juga menderita harus berbohong pada selfie selama tujuh tahun. menurut ku ini lebih baik dari pada selfie harus di bunuh tepat saat kita di paris dulu."
mendengar hal itu, violet, fira, dan trysta tercengang. mereka shock, kebenaran apa lagi ini.
__ADS_1
jika itu benar, violet akan merasa sangat bersalah. ia tidak dapat membayangkan penderitaan yang di tanggung nancy sendirian.