
sepanjang perjalanan pulang, selfie tidak berhenti menyentuh cincin yang terpasang di jari manisnya. ia hanya menatap keluar jendela dan tidak ngomong sepatah kata pun.
wanita itu membuat alan bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi?. pandangan selfie kosong dan tidak berpaling ke arahnya.
melihat selfie yang terus menyentuh cincin membuat alan merasa sedikit senang. ia merasa kalau selfie terus menyentuhnya karna menyukai barang pembeliannya. itu artinya selfie mencintainya kan?
alan menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan menyentuh tangan selfie. hal itu membuat selfie tersadar dan langsung menoleh padanya.
" ada apa? " tanya alan cemas
selfie menggeleng." gak papa." selfie kembali menoleh keluar
alan menghela nafas, tidak biasanya selfie diam seperti ini. wanita itu selalu cerewet dan ceria saat bersamanya. tetapi setelah bertemu dengan zayn tadi sikap selfie menjadi berubah.
tangan alan terkepal, ia takut jika selfie kembali lagi pada zayn. mengingat bagaimana selfie begitu mencintai zayn dulu dan berkali-kali menolak cintanya.
alan kembali menyentuh tangan selfie dan menggenggamnya dengan erat. sementara selfie yang merasa tangannya kembali di genggam cuman menatap alan dengan mimik kebingungan.
dan ia semakin kebingungan saat alan memajukan wajah padanya. tangan alan bergerak melepas sabuk pengaman dan mendekatkan tubuhnya pada selfie.
melihat hal itu selfie pun reflek mundur hingga kepalanya membentur kaca.
" k-kak alan ma-mau apa? "
alan tersenyum nakal, menatap mata selfie dan menyentuh pipinya." emang kenapa? bukankah dulu kamu yang sering begini, hmm? " bisiknya
selfie merinding, jadi ia mendorong tubuh alan agar menjauh darinya. tetapi kekuatan alan lebih besar sehingga pria itu semakin memojokkannya. ia semakin mendekatkan wajahnya dan berhasil mencium bibir selfie.
selfie terkejut, ia berusah sebisa mungkin untuk melepaskan ciuman itu dan memukul pelan dada alan. namun, alan justru menahan tengkuk dan tangannya.
usaha selfie memberontak sia-sia. ia hanya pasrah menerima ciuman alan yang rakus dan kasar itu. jika biasanya selfie membalas ciuman pria itu, tetapi kali ini tidak. ia hanya diam dan tidak membuka mulutnya sama sekali.
sementara di satu sisi yang tidak jauh dari mereka berhenti, seseorang yang berada di atas motor energica ego 45 tengah mengawasi mobil tersebut dengan tatapan tajam. ia sudah berada di sana tepat setelah mobil itu berhenti.
menatap mobil tersebut tanpa memalingkan wajahnya dari tadi. orang tersebut adalah zayn. ia tidak sengaja melihat mobil alan berhenti di pinggir jalan dan memutuskan untuk berhenti tak jauh darinya.
dan saat melihat alan memaksa mencium selfie ia pun mengeratkan tangannya. ia tau kalau selfie sempat menolaknya. tetapi alan justru memaksanya, menahan kepala selfie dan menciumnya dengan rakus.
ia tersenyum miring dan segera meninggalkan tempat itu.
selfie masih berusaha melepaskan ciuman mereka, ia hampir saja kehabisan nafas jika alan terus menciumnya. selfie heran dengan perubahan sikap alan, pria itu tidak biasanya seperti ini.
tangan alan yang tadinya menyentuh pipinya kini turun dan menyentuh dadanya. mata selfie membesar, dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh alan sehingga pria itu tersungkur ke belakang.
selfie reflek menyentuh dadanya, wajahnya menahan sakit dan sesekali meringis." awshhh.... aghh...kenapa kak alan meramasnya? "
alan yang melihat itu tentu saja menjadi sangat bersalah. ia menyentuh kedua pundak selfie dan berusaha menenangkannya." maafkan aku "
selfie cuman diam, dadanya masih sakit. tangan alan yang besar itu meramas dadanya dengan kuat.
" kak alan jangan begini lagi kumohon." rintihnya, ia takut dengan sikap alan tadi. bukankah ini pelecehan? tapi alan adalah pacarnya.
alan mengangguk." maafkan aku sayang, aku hanya cemburu melihat zayn terus melirik padamu. aku takut jika kamu kembali padanya." ia memeluk selfie dengan penuh sesal.
selfie mengangguk." kak alan jangan takut, aku dan dia udah gak ada apa-apa. sekarang aku hanya milik kak alan."
alan mencium pucuk kepalanya dan memeluknya dengan erat.
setelah kejadian di pinggir jalan tadi, alan pun berinisiatif membelikan selfie ice cream sebagai permintaan maafnya. dan untung saja selfie bukanlah orang yang baperan, wanita itu sudah kembali ceria dan bersikap seperti biasa.
" dah, aku duluan ya." pamit selfie sembari melambaikan tangan dan masuk ke dalam rumah.
alan cuman tersenyum dan kembali masuk ke dalam mobil. tapi, sebelum ia membuka pintu, langkahnya di hentikan oleh zayn.
zayn menatap alan tajam, seperti seseorang yang memiliki dendam.
" lo kurang ajar banget! " tegas zayn
alan mengkerutkan kening." apa maksud lo? "
" kenapa lo paksa kehendak padanya? kenapa lo memaksanya berciuman! " kali ini nada bicara zayn cukup tinggi.
alan tertawa mengejek." asal lo tau, selfie emang udah sering kayak gitu. dia dari dulu suka banget mencium dan menggodaku."
__ADS_1
" tidak alan. selfie emang dasarnya agresif seperti itu. dia dari dulu emang agresif dan sering menempel padaku. dia juga sering mengajakku berciuman tapi gue selalu menolaknya. kenapa? " zayn maju selangkah.
" karna gue gak mau merusaknya. gue gak pernah menyentuh selfie selama berpacaran dulu. seharusnya lo tau alan kalau bule itu memiliki nafsu yang tinggi, tapi kenapa lo meladeni selfie?! "
alan kembali tertawa." dia milikku sekarang dan lo gak berhak mengatur gue. kenapa lo marah ha? bukannya lo gak cinta sama dia? "
" gue hanya simpati " lirihnya
alan tersenyum menyeringai dan mendekatkan kepalanya pada zayn." mau dengar rahasia besar? gue dan selfie pernah melakukannya di apartemen....dan sekarang gue hanya tinggal menunggu benih ku tumbuh."
tangan zayn terkepal sangat kuat. wajahnya memerah dan rahangnya mengeras.
alan tertawa semakin keras dan segera masuk ke dalam mobil, meninggalkan zayn yang masih berdiri.
...🍂...
malam ini selfie mendapatkan pesan dari nancy dan yang lain kalau mereka mau mengajaknya piknik di pinggir danau. danau itu adalah danau yang sama yang sering di kunjungi nancy dan selfie dulu.
selfie terus menatap pesan itu sampai ia mendapatkan pesan baru dan fira dan violet.
pesan dari fira dan violet benar-benar tajam bak pisau. dua wanita itu berkata kalau mereka membenci selfie dan menyesal telah berteman dengannya dulu.
seorang wanita jahat yang tega meninggalkan temannya sendiri saat tertidur. seorang wanita yang telah berubah dari sikap cerianya dulu dan menjadi wanita kejam.
selfie tertawa miris setelah membacanya. ia mematikan ponselnya dan duduk di depan laptop yang menyala. melihat sebuah gambar beberapa tahun yang lalu.
" Aku tidak punya teman. manusia itu cepat berkhianat "
" dan sekolah hanyalah perkumpulan."
" hanya orang bodoh yang ingin memanfaatkan temannya."
" semua orang memainkan perannya masing-masing. seperti halnya mainan, setelah bosan mereka pergi"
" aku tidak membutuhkan teman "
flashback on.
malam di swiss enam tahun yang lalu
selfie meneguk ludahnya kasar. mendadak ia berkeringat dingin." si--siapa? "
dahlia berbisik padanya." dia adalah orang terdekat. salah satu dari empat sahabatmu adalah seorang penghianat."
DEG!
selfie membeku, tenggorokannya tercekat, ia berusaha mencerna setiap kalimat yang di keluarkan oleh dahlia.
" selfie, aku tau kau tidak akan percaya. tapi semua ini berjalan sesuai seperti yang aku rencanakan. kau ingat kan kenapa aku menyuruh mu mengganti nomor dan mencatat setiap nama orang yang menerima nomor mu."
selfie masih diam.
dahlia mendongak menatap langit." dan semuanya telah terjawab. di hari pertama setelah kau memberi nomor pada sahabatmu, sang peneror pun kembali menerormu. itu sangat jelas bahwa salah satu dari mereka menghianatimu."
" atau bisa jadi kalau mereka semua adalah penghianat kan." lanjutnya
" tidak mungkin " gumam selfie
" i-ini tidak mungkin." air mata selfie secara perlahan mengalir." mereka adalah orang yang paling aku percayai, mereka juga menganggap ku sebagai sahabat."
selfie menggeleng kuat." itu tidak mungkin, kau pasti salah dahlia. kau pasti salah! "
" pikirkan lagi selfie. Satu-satunya orang yang tau kalau kau mantan pasien rumah sakit jiwa dan impianmu cuman sahabatmu! "
tubuh selfie luruh begitu saja ke lantai, ia membekap mulutnya kuat-kuat berusaha agar isakan tidak keluar.
" apa yang lebih menyakitkan dari pada dikhianati oleh orang yang paling kau percaya." ia menangis, menarik rambutnya kuat-kuat dan sesekali memukul lantai.
tangan selfie perlahan naik ke atas meja dan mengambil gelas kopinya. dengan mata yang memerah dan tangan bergetar ia melempar gelas itu sekuat tenaga.
" AKHHH KENAPA KALIAN MELAKUKAN INI PADAKU? KENAPA, MEMANG APA SALAHKU? " selfie berteriak kencang
selfie terisak, hatinya terasa sakit. ya tuhan kenapa semua ini terjadi padanya. setelah penderitaan yang tiada henti, sekarang ia di khianati?.
__ADS_1
" gue jelas-jelas menganggap mereka seperti sahabat. bukan, tapi keluarga. gue rela pertaruhkan nyawa saat penculikan lalu, tapi kenapa? " dadanya sesak, air matanya tak berhenti mengalir.
dahlia juga ikut meneteskan air mata. ia berjongkok di depan selfie dan memeluk gadis itu. mengusap punggung selfie dan menyalurkan kehangatan untuknya.
" aku benci! aku membenci mereka dahlia."
" sahabat ku menusukku dari belakang kemudian dia bertanya kenapa aku berdarah." ujarnya dengan kekehan pelan.
flashback of
keesokan harinya.
di pinggir danau, beberapa wanita sudah berkumpul dengan baju santainya. ada banyak makanan dan minuman yang tersedia di atas tikar yang besar. ada juga beberapa alat pemanggang.
memakai topi dan kacamata membuat suasana liburan ini menjadi sangat santai.
ya, hanya mereka. sementara selfie belum juga sampai dari tadi. padahal ini sudah lewat dari 30 menit yang telah di janjikan.
nancy cemas, ia dari tadi terus menatap ponselnya dan tidak ingin menyentuh makanan sedikit pun. berbeda dengan violet, fira dan trysta yang sudah makan sedari tadi.
" nih makan aja." kata violet sambil memberikan sepotong paha ayam yang baru di panggang.
nancy melirik sedikit dan menggeleng." gue mau makan kalau ada selfie."
mendengar itu violet pun menghela nafas berat. ia duduk di samping nancy dan menatap wanita itu sewot." mau sampai kapan, hmm? sudah gue bilang kalau selfie bukan anak yang baik-baik lagi."
" mungkin saja kehidupan eropa sudah mengubah cara hidupnya. gue aja sampai ragu kalau selfie masih perawan. entah sudah berapa banyak laki-laki yang menidurinya." lanjut dia lagi
" jaga bicara mu violet! " tegur nancy tidak suka
violet berdecak." itulah fakta nancy. selfie udah berbeda dan seharusnya kita memutuskan persahabatan saja dengannya."
" gue setuju " sambung fira yang membuat mereka menoleh padanya.
fira mendekat dan duduk di depan mereka." dia itu memang jahat, dia juga pasti yang telah memengaruhi mila untuk bunuh diri. dan jika lo mau, gue bisa bunuh dia sekarang."
hening sejenak.
" buahahaha... " trysta dan violet tertawa terbahak-bahak.
" emang kenapa? " tanya fira heran
" hahaha lucu sekali. masa seorang pengacara menjadi pembunuh, kan lucu " sahut trysta dan lanjut tertawa.
fira mendengus." kalian setuju kan kalau kita tidak usah lagi berteman dengannya."
pertanyaan bodoh tetapi violet dan trysta justru mengangguk.
" iya, gue udah muak berteman dengannya." sahut violet
" iya, gue juga udah malas." sambung trysta
nancy menghela nafas pelan, ia kesal melihat teman-temannya bersemangat memutuskan persahabatan dengan selfie. mereka seolah-olah senang jika selfie tidak berteman lagi dengan mereka.
nancy menghirup udara segar dan menutup matanya menikmati hembusan angin. kemudian, matanya terbuka dan menatap nanar air danau yang tenang dan indah. sebuah danau yang menjadi tempat kesukaannya bersama selfie.
" Heyy maaf telat! "
seketika mereka menoleh dan melihat seorang wanita mengenakan jaket dan celana jeans. wanita itu tersenyum cerah sambil melambai ke arah mereka semua.
senyum yang cerah itu mampu membuat mereka ikut tersenyum. itu adalah senyuman yang sama seperti enam tahun yang lalu. dan senyuman pertama yang mereka lihat dari selfie setelah bertemu.
" oiiii " selfie berlari tanpa melepaskan senyumannya.
" wah baru aja mau memutuskan pertemanan, tapi dia udah kembali kayak dulu. " gumam violet
mereka semua tersenyum dan menyambut kedatangan selfie.
tapi, senyuman mereka hilang ketika selfie mengeluarkan sesuatu dari jaketnya.
mereka benar-benar terkejut karna benda yang di keluarkan oleh selfie sangat berbahaya.
wanita itu mengeluarkan senjata api dan menyodorkannya ke arah mereka." sekarang siapa yang menang? "
__ADS_1
ia tersenyum getir." jangan berpikir kalau aku tidak akan menemukanmu di antara kalian."
" penghianat! "