
di rumah sakit, tepatnya di depan pintu ruangan ICU, seorang gadis yang mengenakan jaket dan masker berdiri dengan tatapan kosong. ia sudah berdiri di sana cukup lama. gadis yang berusia tujuh belas tahun itu tampak ragu untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.
ia terus berulang menarik nafas dan menghembuskannya.
" masuklah selfie, sebentar lagi kamu akan berangkat." kata helena yang membuat selfie melirik sekilas ke arahnya.
selfie mengangguk dan perlahan membuka pintu itu. gadis itu melangkah masuk dan sejenak menoleh ke arah helena. ia menatap wanita itu cukup lama hingga ia kembali menutup pintu tersebut.
selfie membalikkan tubuhnya dan melihat ke sekeliling ruangan ini. yang ia dengar di ruangan ini hanyalah suara mesin detak jantung atau elektrokardiograf ( EKG ).
pandangan selfie langsung tertuju pada seseorang yang tengah berbaring di ranjang. selfie tidak bergerak, ia masih menatap ke arah orang itu dengan tatapan kosong.
kakinya perlahan melangkah dan berjalan ke samping ranjang. dan di momen ini lah selfie bisa melihat secara langsung kondisi mila.
" mila, ini gue selfie..... gue mau ngomong bentar sama lo karna waktu gue disini cuman bentar."
ya, waktu kunjungan selfie pada mila hanya sebentar dan tidak lama. anyways, tadinya selfie dilarang keras menemui mila, mereka dengan tegas menolak dengan alasan selfie akan menyakiti mila.
selfie berusaha mengelak dan berkata bahwa ia tidak akan menyakiti mila sedikit pun. selfie juga meminta mereka untuk mengawasinya melalui CCTV yang ada di ruangan mila. jadi, jika selfie macam-macam, mereka bisa langsung menangkapnya.
selfie mendongak ke atas bermaksud agar air matanya tidak tumpah. kemudian, ia kembali melihat mila yang terus menutup matanya.
" mila semua orang membenci ku. mereka menuduhku atas kecelakaan yang menimpamu. mereka tidak percaya padaku dan malah mengutukku agar mati." selfie berhenti sesaat dan mentertawakan dirinya.
" terlalu sering di salahkan, ketika gue berbicara tidak di dengar, kemudian gue diam. namun diam gue pun salah bagi mereka. lantas gue harus apa? "
" sabar menyakitkan, diam menyiksa, bicara pun percuma."
" tidak, gue tidak menyesal telah bertemu denganmu, gue tidak marah atau dendam dengan semua orang yang menghina dan menuduhku. gue hanya marah dengan dalang di balik semua ini." tatapan selfie berubah menjadi amarah.
" Satu-satunya orang yang gue benci saat ini adalah dalang dari semua ini. gue akan benar-benar membencinya! " suara gadis itu bergetar menahan marah.
selfie menghela nafas." mila gue tau lo bisa denger suara gue. gue juga pernah berada di posisi mu mila.....gue cuman mau bilang, jika nanti lo bangun, tolong bilang ke semua orang kalau bukan gue yang salah." selfie menggenggam tangan mila dan menempelkannya di pipinya. gadis itu seolah menyalurkan kehangatan.
kemudian, selfie menegakkan tubuhnya." lo akan baik-baik saja, semua akan baik-baik saja, tapi.. "
" bagaimana denganku? "
" bagaimana denganku?! "
" aku mengerti, kau akan baik-baik saja kau akan menjadi lebih baik... tapi bagaimana denganku?! " selfie menutup matanya menahan air mata yang akan meluncur.
ia menatap mila lagi dan mengusap kening gadis itu dengan lembut." gue pergi, sampai jumpa lima tahun kemudian. dan jangan lupa bangun ya, mila,"
selfie mengulas sebuah senyuman sendu dan mengangguk kecil ke arah mila. kemudian, gadis itu mulai melangkah keluar dan meninggalkan ruangan ini.
gadis itu berjalan dengan langkah yang pelan ke arah helena sambil tersenyum." ayo pergi,"
helena menatap sendu pada selfie yang berjalan lebih dulu darinya." di saat seperti ini pun, kamu masih bisa tersenyum, ya."
...🍃...
helena akan langsung mengantar selfie ke bandara. di sana, sudah ada seluruh anggota keluarganya dan juga teman-temanya.
selfie hanya akan pergi berdua saja dengan dahlia tanpa seorang pun yang menemani mereka. nanti ketika sampai di swiss, sudah ada pihak dari samh yang akan menjemput dua gadis itu.
selfie tidak berpamitan langsung kepada zayn dan hanya mengirimnya pesan singkat. namun, zayn tidak membalas dan hanya membaca pesannya. selfie ingin bertemu, tetapi ia tidak ada waktu untuk sekedar bertemu dengan cowok itu karna desakan dari kakeknya.
selfie juga mengirim pesan perpisahan pada alan. dan kalian tau apa balasan dari alan?, lelaki itu membalas kalau dia akan datang menyusul selfie dua atau tiga tahun lagi. selfie cuman tersenyum dan tidak menganggap serius pesan cowok itu.
masih di dalam mobil. kepala selfie terus melihat keluar jendela. gadis itu seolah menatap ke sekeliling karna sebentar lagi ia tidak akan melihat kota ini.
__ADS_1
selfie sedih, ia kecewa. padahal gadis itu baru merasakan kebebasan, merasakan kasih sayang keluarga, dan persahabatan terbaik yang ia miliki.
sekarang, semua itu akan menghilang.
" kenapa gue selalu menderita? " gumam gadis itu
" kenapa gue tidak langsung bahagia aja? " gumamnya lagi yang membuat helena menatapnya dari kaca mobil.
" nona muda, semua harus melewati rintangan dulu untuk sukses."
" jika kita ingin melompati got yang besar, kita akan mundur terlebih dahulu baru bisa melompatinya.... nona muda, terkadang kita harus mundur biar bisa menjadi orang yang berhasil "
" tetaplah menjadi orang baik dengan versi dirimu sendiri, walaupun namamu sudah jelek di cerita orang lain."
" gue selalu menderita."
helena tersenyum simpul." dunia tidak peduli jika kamu baik-baik saja. dunia juga tidak peduli saat kamu tertekan. bumi akan berputar begitu juga dengan waktu. waktu tidak akan berhenti ntah karna kamu sedang bahagia atau terluka."
" maka dari itu kamu harus kuat.... bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk dirimu sendiri."
perkataan helena mampu membuat selfie terdiam.
selfie tertawa." jika rasa sakit ini bisa membuatku sukses, maka gue akan melewatinya. gue yakin ada pelangi setelah badai,"
" iya nona, aku percaya itu."
setelah menempuh waktu 30 menit lebih, helena dan selfie akhirnya sampai di bandara. dan dengan perasaan sedih, selfie turun dari mobil menggunakan masker. alasan dia menggunakan masker karna orang-orang akan mengerumuninya dan marah jika mereka melihat selfie.
cihh, mereka bicara seakan tau segalanya.
selfie dan dahlia tidak akan pergi dengan pesawat biasa. mereka berdua akan pergi menggunakan jet pribadinya. dan itu untuk terkahir kalinya selfie menggunakan fasilitas mewah dari keluarga grace. karna sesampainya ia di Swiss, selfie tidak akan hidup mewah dan hanya hidup berkecukupan
samh juga akan terus mengirim tugas perusahaan untuk selfie. jadi nantinya, selfie tidak akan bebas di sana dan ikut mengurus perusahaan dari sana.
dan itu adalah berita terburuk bagi selfie. sungguh jika ia bisa memilih, dia tidak ingin di lahirkan menjadi nona muda.
ini tidak adil, samh sudah mengurungnya layaknya burung waktu kecil. samh juga terus menerus membebaninya dengan beban yang di tanggung orang dewasa dari kecil.
dan kini, ketika selfie telah mendapatkan kebahagiaannya, samh malah mengikatnya kembali dengan tugas pewaris sialan itu.
selfie memeluk ibunya dengan erat, ini adalah pelukan terkahir untuk lima tahun kedepan. gadis itu menangis dan tidak ingin melepas pelukannya.
" jaga dirimu baik-baik." pesan sarah sambil mencium kepala selfie. berat bagi sarah berpisah kembali dengan putrinya.
selfie menatap ibunya dengan berderai air mata. gadis itu tersenyum dan beralih pada ayahnya.
sama seperti sarah, josh juga merasa kehilangan berpisah dengan anaknya. padahal dia baru saja berbaikan dengan selfie, tapi kenapa takdir harus memisahkannya lagi.
semua yang mengantar selfie menangis. melepas kepergian seorang gadis yang jarang mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya.
jika kalian berpikir selfie terlalu lebay, gitu doang merasa tersakiti, sok paling menderita'. hello!! woiii, selfie benar-benar menderita!.
dari kecil tidak di akui oleh keluarga karna tunarungu, berpisah dari orang tua, di paksa belajar sampai menjadi anak terpintar, di bebani dengan urusan bisnis dari kecil, tidak pernah keluar dan tidak memiliki teman, kehilangan satu-satunya teman saat itu, tertembak, koma, mengidap dua gangguan jiwa sekaligus, kembali kehilangan seorang teman, masuk ke rumah sakit jiwa, di pukuli dan di siksa oleh ayah dan saudara tirinya, dan jangan lupakan semua orang tidak percaya dan menuduhnya. dia adalah seorang gadis yang mendapatkan luka fisik sekaligus jiwa.
dan jangan pernah berpikir kalau skizofrenia dan ptsd itu penyakit mental biasa. skizofrenia adalah penyakit mental yang paling sulit di atasi.
" selfie.... gue akan selalu menunggu mu," lirih nancy sambil menghapus air matanya.
" nancy jangan menangis, lo kan kuat," balas selfie
" kita telah berpisah selama sepuluh tahun, dan kini takdir memisahkan kita lagi untuk lima tahun." gadis yang kesannya cool itu tidak dapat lagi menahan tangisannya. kehilangan sosok sahabat yang sangat dekat merupakan rasa sakit yang tak tertahankan.
__ADS_1
" jangan hilangkan senyumanmu selfie." pinta nancy
selfie tersenyum dan mengangguk. kemudian ia beralih pada fira dan trysta yang sedang menahan tangis sambil berpelukan.
" trysta, fira, gue yakin kalian akan berhasil. gue harap kalian bisa mewujudkan mimpi kalian, supaya suatu hari nanti jika mental gue kambuh lagi, gue bisa pergi ke trysta. sedangkan jika gue butuh pengacara, gue akan pergi ke fira." tutur selfie lembut
mendengar perkataan selfie isak tangis mereka semakin besar.
" gue akan siap membantu."
" gue juga "
setelah itu mereka berdua memeluk selfie dalam waktu yang cukup lama.
sekarang yang terakhir adalah violet. gadis itu tidak menangis, namun selfie bisa melihat bekas air mata di wajahnya.
" selfie ini seperti--"
" mimpi mu di Paris? "
violet mengangguk
selfie terkekeh." terkadang mimpi yang tidak kita inginkan justru menjadi nyata."
violet menatap matanya." bolehkan gue minta satu hal sebelum lo pergi? "
" apa? "
" jangan berubah sel, tetap jadilah selfie yang gue kenal. gue takut jika lo kembali nanti menjadi orang yang berbeda."
selfie terdiam, namun beberapa detik kemudian ia mengangguk.
violet tersenyum dan langsung memeluk selfie, menutup matanya dan menikmati pelukan ini.
setelah pelukan berakhir, violet mundur beberapa langkah." good bye, selfie."
" gak ada 'good' yang bagus, saat ada kata 'bye'," jawab selfie
" perjanjian kita yang lainnya adalah.... jangan pernah ketemu lagi sebelum lima tahun."
*****
POV SENJA ( AUTHOR )
jadi gue sama teman gue ini lagi di perpus bareng temanin dia baca buku. gue gak baca buku melainkan sibuk menulis cerita selfie ini.
terus teman gue perhatiin gue lama, dia seolah ikut membaca tulisan yang lagi gue buat.
dia tau kok tentang selfie, malah dia suka banget sama karakter selfie. terus tiba-tiba dia nyeletuk yang membuat gue berhenti nulis seketika.
" katanya jika di cintai seorang penulis, orang itu bakalan abadi dalam karyanya," kata dia
" masa sih? " sahut gue sambil benerin draft tulisan.
dia ngangguk, dan gue ketawa," dia bahkan bukan seseorang."
" ha? "
" jadi artinya gue suka sama dia? rasa sakit? "
gak semua cerita tentang 'seseorang'
__ADS_1