Selfie

Selfie
66. surat terakhir bella untuk selfie


__ADS_3

di sebuah ruangan yang tidak terlalu terkena cahaya, seorang gadis yang menggunakan cardigan tidak berhenti mondar mandir. gadis itu menggigit kukunya dan menggusur rambutnya ke belakang.


sangat nampak raut wajah takut dan panik di wajahnya. ia bahkan tidak berhenti mondar mandir walau nancy sudah membujuknya.


" gimana nih? lagi dan lagi mereka salah sasaran dan memakan korban! " pekik selfie


" sel, jangan curiga dulu. bisa jadi pelayan itu meninggal karna sesuatu yang lain." kata fira yang berusaha mengajak selfie duduk di sofa.


hari ini adalah hari pemakaman ida setelah wanita itu meninggal semalam. tidak ada yang tau kenapa dia meninggal. ada yang mengatakan kalau ida memiliki riwayat asma dan itu yang menjadi penyebab kematiannya. tapi lagi-lagi selfie tidak mempercayainya.


nancy menghela nafas, kemudian ia berdiri dan berjalan menuju meja. ia menuangkan segelas air segar dan membawanya kepada selfie.


" sel tenanglah."


" gimana bisa tenang, mungkin benar dugaan kita kalau ada penghianat di rumah ini." jawab selfie dengan wajah lelah.


" tapi itu masih dugaan." celetuk violet, Ia juga masih kebingungan dengan apa yang terjadi di rumah ini. tapi sebisa mungkin violet tetap berpikir positif.


" iya sel, kita jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat. mungkin benar saja kata mereka kalau pelayan tersebut meninggal karna asma." sambung trysta


mendengar ucapan mereka semua, selfie merasa itu ada benarnya juga. ia menaruh gelas yang ia pegang lalu berjalan keluar dari ruangan ini.


sedangkan teman-temanya menatap sendu kepergian selfie. mereka tau selfie tertekan dan pasti menyalahkan dirinya sendiri.


nancy takut kalau selfie akan melukai dirinya dan melakukan hal gila lainnya. jadi ia mencoba mengejar selfie tetapi tangannya di cekal dari belakang.


violet, gadis itu menghentikan langkah nancy dan langsung membawa nancy duduk semula.


" biarkan dia waktu sendiri nancy." katanya


nancy termangu, benar juga kata violet. alangkah baiknya membiarkan selfie sendiri saat ini.


di sebuah taman belakang rumah, selfie sedang berdiri sambil menatap ke arah kelompok bunga dahlia.


tatapan gadis itu kosong dan tidak melepaskan pandangannya dari bunga tersebut. ia tidak peduli dengan rambut dan juga wajahnya yang di terpa oleh angin.


entah apa yang ada didalam pikirkannya, tetapi apapun itu pasti merupakan sesuatu yang sedih. di lihat dari mata selfie yang mulai berlinang.


lama. gadis itu beridri di sana lebih dari sepuluh menit tanpa ngapa-ngapain. ia seperti sedang mengingat ulang apa yang pernah terjadi di tempat ini dulu.


tanpa sadar setetes cairan bening mengalir di pipinya. namun, selfie buru-buru menghapusnya dan mentertawakan dirinya sendiri. ia mentertawakan nasibnya yang rumit dan penuh dengan masalah.


" maaf telah merusak benda pemberian mu." ucapnya entah pada siapa.


" botol bunga yang kau berikan padaku sudah hancur bella. maaf, karna karina tidak sengaja menghancurkannya." ia tersenyum simpul sambil berjalan menulusuri taman.


selfie yang lagi berjalan sambil mengingat kenangannya dahulu, tiba-tiba saja terhenti saat melihat sebuah gazebo. ia membeku, itu adalah gazebo tempat dimana bella memberikannya hadiah botol berisi bunga.


dengan langkah panjang, selfie berjalan ke arah gazebo tersebut. sesampainya di sana ia menatap lama gazebo itu sebelum akhirnya melihat ke bawah. ia tersenyum kecil melihat tempat rahasianya bersama bella dulu.


selfie menoleh ke kiri dan ke kanan memastikan tidak ada yang melihatnya. setelah merasa aman, ia berjongkok dan mulai menyingkirkan batu yang menghalangi tempat rahasia itu.



selfie tidak tau apakah ada sesuatu atau tidak di dalam sini, tapi ia mengingat kata-kata bella dulu yang akan memasukkan sesuatu yang hebat ke dalam sini.


selfie terus meraba dan memasukkan tangannya lebih dalam tapi belum juga menemukannya. ia tidak menyerah, gadis itu semakin berusaha dan tidak peduli tangannya akan kotor atau tidak.



hingga beberapa saat kemudian mata selfie melebar tak kala merasakan sesuatu mengenai tangannya. dengan susah payah ia mengambil benda tersebut sehingga nampaklah sebuah benda yang asing bagi selfie.



selfie berkaca-kaca melihatnya. ia terharu karna masih ada satu lagi barang peninggalan dari sahabatnya itu. gadis itu mengusap air matanya dan segera membuka penutup benda tersebut. setelah penutup itu terbuka, selfie sedikit terkejut karna isi di dalamnya adalah sebuah surat.



selfie berdiri dan membawa surat itu ke dalam gazebo. ia duduk di sana sambil membuka surat yang sudah berumur dua tahun lebih itu. surat tersebut sudah nampak kusam dan kekuningan.


hallo apa kabar selfie kamu baik kan? aku sangat mengkhawatirkan mu hingga membuatku tidak bisa tidur nyenyak.


" iya aku baik-baik saja bella." jawab selfie sembari tersenyum menyedihkan.


__ADS_1




semoga kalian bisa membaca surat itu dengan jelas dan benar. menurut ku akan lebihh baik jika sebuah surat di lakukan seperti itu dari pada di ketik. itu akan lebih dapat feelnya.


selfie meremas surat tersebut dengan perasaan marah, sedih ,dan kecewa. Ia perlahan berjongkok dan menumpahkan kesedihanya.


ia menangis sesegukan, apa lagi mengetahui kalau bella rela menahan sakitnya demi bisa memberitahu kebenaran ini untuknya. selfie tidak bisa membayangkan sakit yang di alami bella saat itu.


" Bellaaa!! " panggil selfie walau ia tahu gadis itu tidak akan menjawab.


" hikssss... andai kau memberitahu ku lebih awal soal penyakit mu, pasti kau akan mempunyai peluang untuk sembuh! andai kau dan dahlia tidak masuk dalam hidup ku, pasti kalian masih hidup. semuanya hanya tentang andai!! Hikss.. ".


" kenapa aku baru menyadarinya setelah dua tahun lebih!! ? ". selfie menggerutui kebodohannya yang tidak teringat akan tempat rahasianya bersama bella. Jika saja ia mengetahui ini lebih cepat pasti ia tidak akan tertembak dan dahlia pasti masih hidup.


" hiksss.... Aku sangat bodoh ". ruangnya sambil memukul kepalanya dengan kepalan tangan. ia sangat menyesal karna keterlambatannya ini, di tambah kata-kata bella yang sangat menyedihkan tentang kondisinya tadi.


selfie kembali menatap surat itu," bahkan saat sekarat pun kamu masih mempedulikan ku bell, ". gadis itu berdiri tanpa mengalihkan pandangannya dari surat .


" kau benar bell, aku telah menemukan teman baru , aku juga tidak angkuh lagi. kau bertanya tentang dahlia? tapi maaf dahlia sudah tidak ada lagi ".


selfie menghapus air matanya asal asalan kemudian ia berlari dengan kencang memasuki rumah. gadis itu bahkan tidak peduli dengan tatapan aneh dari para pelayan terhadapnya.


selfie membuka pintu dengan kasar sehingga mengagetkan para gadis yang tengah duduk santai di ruangan itu. ia berjalan dengan wajah yang sembab dengan sebuah kertas di tangannya.


melihat hal itu sontak saja nancy dan yang lain kebingungan. ada apa dengan selfie? gadis itu seperti gadis yang tidak waras.


" nancy, ternyata dugaan kita benar, memang ada seorang penghianat di rumah ini!." ungkap selfie seraya memberikan pesan terakhir bella pada nancy.


nancy belum mengerti, tetapi tangannya terangkat dan menerima surat tersebut. ia membacanya dengan seksama dan teliti. hingga beberapa saat nancy juga ikut terkejut dengan kebenaran ini.


" kita harus beritahu helena! " usulnya


" tidak! " selfie menggeleng kuat." bella sangat mempercayai helena, tapi di surat itu dia bahkan meragukannya."


violet menelan salivanya kasar." lalu kita harus bagaimana? "


" iya, jika begini terus, selfie akan jadi korban." lanjut trysta.


selfie terdiam, ia memegang dagunya berusaha memikirkan sesuatu." kita harus mencari tau dahulu apakah benar di sini ada penghianat."


di kamar selfie sebelum makan siang


" hewan, hewan apa yang punya kaki, tangan, mata, hidung, mulut, di atas kepala." lontar selfie sambil mengaduk minumannya dengan sedotan.


" apa ya "


" cacing? " jawab trysta bersemangat


selfie menggeleng.


" ohh, kumbang " teriak violet


selfie menggeleng.


melihat hal itu nancy yang tadinya juga sedang berpikir memutar bola matanya. selfie selalu memberi teka teki yang tidak masuk akal. lagi pula mana ada hewan yang seluruh anggota tubuhnya di atas kepala.


selfie tertawa sembari memukul paha putih nancy dengan kuat, sehingga bekas jarinya terlihat dengan sangat jelas di sana. nancy kesakitan, ingin sekali ia meninju wajah selfie tetapi tidak jadi karna kasihan.


" jawabannya adalah kutu... hahah," ucapnya lalu kembali tertawa.


mereka bengong, masa iya?


" iya kan, kutu kan di atas kepala kita," ucap selfie yang seolah tau isi kepala teman-temanya.


mereka berpikir sejenak, jika di pikir-pikir benar juga sih.


selfie menghentikan tawanya lalu meminum minuman yang sedari tadi nganggur. banyak bicara membuat tenggorokannya kering.


" eh sel, di rumah mewah begini pasti lo gak pernah rasain horror kan? " tanya fira penasaran


" ehh jangan salah fir, pasti selfie selalu di datangin hantu bella dan dahlia." imbuh violet ingin tertawa tetapi tidak jadi setelah melihat tatapan nancy.


" ehh ada kok, malah ini terasa aneh banget loh dan gue gak bisa berpikir." sahut selfie yang berhasil mengalihkan fokus mereka.

__ADS_1


" apa? " tanya nancy juga penasaran.


selfie mulai mengingatkan kejadian aneh yang menimpanya dulu." tapat jam 3 pagi, tiba-tiba ada yang nelpon. nomornya kek gak asing, pas gue angkat gak ada suara apa-apa, kecuali suara pintu yang terbuka."


" hallo? sapa gue. trus ada kek gedebuk-gedebuk gak jelas, seolah orang yang lagi megang telpon lagi gerak-gerak entah ngapain. ' lari ' cuman itu yang gue dengar."


" telponnya langsung gue matiin. apa sih gak jelas, gue lanjut tidur trus tiba² langsung kepikiran sesuatu, dan langsung ambil HP gue lagi, nelpon balik nomor tadi. dan tiba² gue dengar suara pintu kamar yang kayaknya di buka paksa "


" orang yang di telpon yang asalnya diam aja, terus nyapa gue, ' hallo? "


selfie menatap wajah fokus sahabatnya dan tersenyum miring." ****, tadi yang nelpon adalah nomor gue sendiri."


" gimana? apa kalian paham? "


nancy terdiam, ia mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut sefie." jadi, lo nerima telpon dari diri lo di masa depan? "


selfie mengangguk walau itu kedengaran tidak masuk akal." apa kalian pernah dengar pararel waktu? spertinya gue mengalaminya... its amazing, like a movie "


" tapi, apa yang terjadi dengan pintu terbuka dan suara gebukan itu? ". tanya violet yang memang penasaran.


selfie menatapnya." ohh, dulu ada seseorang yang ingin culik gue, tapi untungnya ada helena yang halangan mereka trus berkelahi deh."


violet meneguk ludahnya kasar." hidup lo rumit amat deh sel "


waktu makan siang telah di mulai, meja yang panjang itu sudah di isi oleh berbagai lauk dan makanan penutup lainnya. selfie dan yang lain juga sudah duduk dengan tenang di kursi.


bukan hanya mereka saja. helena, sekertaris rey, beberapa petinggi kantor, pak han( kepala pelayan) , dan juga beberapa pelayan hadir di sana.


" khmm, malam ini saya akan pergi ke perpustakaan kota untuk membaca di sana." lontar selfie dengan suara yang keras, padahal tidak ada yang bertanya.


" bacalah sayang jika itu membuat dirimu bahagia dan menguntungkan perusahaan." jawab kakeknya seraya tersenyum manis.


singkat cerita malam telah tiba. di sebuah ruangan yang menjadi tempat favorit selfie dan sahabatnya yaitu ruang game, hanya violet saja yang tidak ada di sini. padahal selfie ingin mengatakan rencananya pada mereka.


pintu terbuka, dan nampaklah violet dengan wajah panik. gadis itu mendekati selfie dan tanya soal cara minta maaf yang benar.


" emang lo mau minta maaf sama siapa? "tanya selfie


" gadis. tadi gue gak sengaja salah ngomong dan buat dia kesinggung."


gadis? seingat selfie gadis yang ada di rumah ini cuman mereka berlima. lantas gadis siapa yang di maksud oleh violet?.


" emang lo ngomong apaan? "


muka violet langsung murem." gue bilang dia harus jalanin hidup sesuai yang dia mau ".


selfie naikin alis." terus? "


" cuman itu."


selfie mengangguk, tetapi sedetik kemudian ia tersadar dan membuka mulutnya lebar-lebar.


" oh ****.... here we go again "


" apa maksud lo selfie? " tanya nancy


selfie menatapnya." itu bukan orang "


" ha? maksud lo?? " tanya trysta, bahkan wajahnya sudah pucat karna takut.


" violet mengatakan kalau dia harus jalanin hidup, tetapi gadis itu tidak hidup, ngapain dia harus jalani hidup kalau tidak bisa ."


" ahh selfie gue takut." raung violet kemudian memeluk selfie dengan erat.


" santai aja, itu setan numpang lewat aja." gadis itu duduk di sofa dan menarik nafas panjang


" gini, malam ini bukan gue yang akan pergi ke perpustakaan melainkan seorang pelayan bernama nisa. kebetulan sekali dia memiliki tekstur badan yang hampir mirip dengan gue "


" trus rencananya gimana? " tanya fira


" dia akan menggantikan gue, sedangkan gue akan tetap di sini. jika benar ada seorang penghianat di rumah ini. si nisa pasti akan mengalami kecelakaan "


perkataan selfie membuat mereka semua melotot.


" gila sel, kalau dia mati gimana? " nancy tak habis pikir dengan jalan pikir selfie.

__ADS_1


selfie menatapnya teduh." tenang aja, gue sudah siapin alat pelindung di kursi penumpang dan kemudi sehingga mereka aman. dan gue juga udah meminta mereka membuat kecelakaan senyata mungkin. "


selfie tersenyum miring." lihatlah apakah memang ada yang penghianat. jika ada , gue yakin dia salah satu orang yang berada di ruang makan tadi."


__ADS_2