
POV NANCY
gue gak tau apa yang ada di pikiran selfie ketika di tanya seputar impian. anak itu selalu menjawab tidak dengan lantang. padahal gue tau kalau selfie adalah anak yang memiliki sejuta harapan.
kadang gue juga bingung sih dengan impian gadis itu. selfie sangat pandai dalam banyak pelajaran dan memiliki banyak bakat. jadi jika dia ingin mengujudkan mimpinya, selfie pasti akan dengan sangat mudah untuk mencapainya.
sama seperti sekarang ini, dia hanya diam saja dan tidak mengatakan sepatah kata pun di saat orang lain berlomba-lomba mengungkapkan impiannya. apa gue belum menjadi sahabat terbaik ya sehingga dia tidak terbuka soal ini padaku?.
anyways, gue tau kok alasan dia gak punya mimpi karna tuntutan dari sang kakek. entah selfie tolak maupun tidak, dia akan tetap menjadi seseorang yang akan menggantikan kakeknya kelak.
tapi, bukankah setiap orang memiliki impian di lubuk hatinya?.
gue masih genggam tangannya di bawah meja seolah menyalurkan semangat. dan gue merasa sedikit senang ketika selfie membalas genggaman ku di sana. gue terus melihat wajah yang datar itu dari samping hingga bu nisa kembali melontarkan pertanyaan.
" apa yang bakal terjadi jika seluruh orang jahat di dunia ini mati? "
hmm, gue sedikit kaget saat mendengar pertanyaan itu.
fira angkat tangan buat ngejawab pertanyaan bu nisa tadi." dunia akan indah."
kemudian gantian gue yang angkat tangan." bakal terjadi kehancuran karna dunia bakal jadi gak seimbang."
setelah gue ngejawab itu, tiba-tiba gue merasakan pergerakan tangan di bawah meja. ternyata selfie melepaskan genggaman ku dan juga mengangkat tangannya buat menjawab.
" dunia akan kosong."
lagi. kelas kembali hening. selfie selalu memberikan jawaban yang begitu mengejutkan.
" bayi juga jahat? " tanya gue
selfie menoleh dan menatap gue intens." coba pikirkan kek gini, bayi secara gak sadar udah nyakitin ibunya sejak dari kandungan. apalagi saat di lahirkan."
" tapi selfie, bayi tidak pernah minta untuk di lahirkan ke dunia." lontar violet sambil menatap gadis itu.
" wah, make sense. sayangnya gak minta di lahirkan pun gak bakal ngerubah kenyataan bahwa pada akhirnya dia tetap di lahirkan."
setelah mendengar ucapan selfie tadi bu nisa tidak melanjutkan pertanyaan ini lagi. malah dia mengijinkan kita semua untuk keluar istirahat dan makan. memang belum jam istirahat sih, tapi karna sekolah baru di mulai, jadi tidak ada pembelajaran hari ini.
kami yang biasanya nongkrong di pohon kali ini memlilih makan di kantin. ya, habisnya kalau keseringan nongkrong di atas pohon nanti di kiranya kuntilanak, hehe.
seperti biasa, suasana kantin rame dan hampir semua meja full. tetapi untungnya zayn dan teman-temannya ngajak kami duduk bersama mereka.
__ADS_1
gue mesan jus apel dan selfie mesan es kopi. karna kantin lagi rame banget, jadi pesanannya kita lumayan lama baru nyampe.
tak lama kemudian pas pesanan gue di antar, gue langsung protes." kok kopinya dua? "
gue pengen minta di tukar tapi selfie malah cegah gue dan suruh buat minum pesanan yang udah di antar itu.
" jus apel kalau lama-lama gak di minum berubah jadi warna coklat. itu bukan kopi, tapi jus apel mu yang udah lama di biarin." katanya dengan senyuman manisnya.
well, itu salah satu pengalaman dalam hidup gue. dan gue gak jadi minum gara-gara hilang selera. jadi gue putusin buat pesan es kopi aja seperti selfie.
pas lagi nunggu pesanan, gue mengamati selfie yang nampak sangat ceria saat berbicara dengan zayn. gue bisa lihat cinta di mata gadis itu.
aura positif selfie benar-benar membuat ku merasa nyaman bersamanya. jadi gak salah deh, kenapa selfie menjadi mood maker gue.
" plis deh jangan serasi dekat gue!! " sungut raka ke arah selfie dan zayn yang lagi suapan.
dari wajahnya kelihatan banget kalau raka berkata seperti itu bukan pada selfie dan zayn, tetapi kepada ricko dan violet.
" hahaha!! makanya cari pacar," celetuk selfie
" ck! cinta gue udah di ambil oleh sahabat ku," ketusnya yang membuat semua orang tertawa kecuali gue.
gue merasa sedikit tersindir dengan kata-kata raka tadi. hmm, karna sebenarnya itu yang terjadi pada gue, cinta pertama ku malah di dapatkan oleh selfie. tapi gue gak terlalu memikirkan itu, asal selfie selalu berbahagia.
gue juga berpikir kenapa hal itu bisa terjadi?.
kemudian selfie lagi-lagi berkata yang membuat gue terkesima dengannya.
" hal buruk tentang mental healt di indo adalah kurangnya edukasi. misalnya rata-rata orang tua akan menilai anaknya baik-baik aja selagi gak ada luka fisik."
" dan saat anaknya nangis, ngeluh , cemas atau menunjukkan pertanda depresi lainnya, malah di bilang ' ah gitu doang nangis,"
" depresi bukan terkait besar kecilnya masalah. justru semakin gampang orang-orang nangis atau frustasi akan hal-hal kecil adalah yang paling berbahaya. mungkin artinya dia udah tertekan sama hal-hal berat lainnya."
setelah selfie mengucapkan perkataan itu, kita semua langsung terdiam. ya, padahal selfie berkata dengan wajah santai sambil memakan kerupuk, tapi kata-katanya sangat terasa dan tersentuh.
hal itu membuat gue semakin mengagumi seorang selfie Nathalie. gue rasa lucu sih, padahal selfie mengagumi diriku sedangkan gue sebaliknya.
...🍂...
" selfie " panggil gue
__ADS_1
" ya sayang "
" malam ini bermalam di rumah gue ya "
selfie tersenyum." boleh, tapi apa lo lupa kalau malam ini kak jesh mengundang kita ke rumahnya."
oh tidak, gue lupa akan hal itu. tadi sebelum masuk ke kelas, kak jesh datang dan mengajak kami bermalam di rumahnya. katanya sih ada berita yang ingin dia sampaikan.
padahal gue pengen banget menikmati waktu berdua dengan selfie hari ini, tanpa gangguan si lumut dan dua bocah gila. tapi ya sudah deh, gue pikir nanti aja nikmatin waktu berdua dengan selfie.
" nanti saat senja gue jemput lo ya," kata gue
" siap, gue akan selalu menunggu mu."
gue membuka bungkusan cookies dan memakannya bersama selfie. di kelas saat ini hanya ada beberapa siswa saja sementara yang lain masih bermain di luar.
gue dan selfie bercerita banyak hal tentang rencana kami di masa depan, seperti pengen membuat toko cookies kami sendiri, Jalan-jalan keluar negri, bahkan sampai menjodohkan anak kami nanti. gila sih, tapi membayangkan itu sangatlah seru.
namun, gue sadar tidak ada yang tau apa yang akan terjadi nanti.
" ketidaktahuan adalah kutukan dari Tuhan." itu kalimat yang gue dengar dari mulut selfie.
gue reflek mengekerutkan kening dong. gue gak tau maksudnya apa. tapi menurut gue selfie itu tidak bodoh yang sampai tidak tau apapun. dia adalah murid terpintar, sampai-sampai pelajaran yang ada di sekolah ngak sanggup ngikutin dia. dia benar-benar orang yang mempelajari segalanya.
selfie tatap gue seraya berkata." gue harap gue gak tau apa-apa tentang dunia."
gue ngangguk." pada akhirnya beberapa hal memang sebaiknya tetap jadi rahasia."
selfie membuka botol air minumnya sembari menatap ke luar jendela." mau dengar teman setia yang selalu ada saat gue di rumah sakit jiwa? "
gue terhenyak tapi tetap ngangguk.
" seperti biasa dia akan pergi ke rumah sakit buat jengukin gue. kita biasa banyak ngobrolin hal absurd sambil ketawa². yeah dia satu-satunya teman gue waktu itu."
" waktu terus berlalu, hari berganti minggu, minggu berganti bulan. dan akhirnya gue di nyatakan sembuh dan kini dia ninggalin gue sepenuhnya."
wajah selfie berubah sendu." enggak, dia gak mati. gue cuman mendadak buta dan tuli sehingga gak bisa lihat dan dengarin bacotan dia lagi."
gue paham, gue paham dengan sangat jelas maksudnya.
si 'DIA' yang di maksud oleh selfie cuman khayalan. saat selfie sembuh dari sakit mentalnya, 'DIA' yang cuman khayalan hilang bersama lukanya.
__ADS_1
selfie adalah gadis ceria yang menyimpan rapuh dengan sangat rapih.