
hening, atmosfer di ruangan itu seketika berubah . josh yang selama ini tidak peduli pada selfie mendadak berkaca - kaca. sementara jesh dan karina sudah berpelukan sambil menahan tangis dari tadi.
" nona muda baru saja sembuh dan memutuskan untuk langsung kemari ". helena menatap wajah - wajah bodoh di hadapanya dengan nafas yang memburu.
" dan kalian semua malah kembali merusak fisik dan mentalnya! ". matanya beralih menatap sarah yang menangis sambil terisak
tanpa mereka sadari selfie mendengar semuanya dari balik pintu , sejujurnya gadis itu tidak benar-benar pergi.
" beberapa kali pun ku dengar tetap saja membuat ku sangat sakit " . selfie menghapus air matanya lalu pergi dari sana.
sarah berdiri kemudian menatap josh dengan nyalang. wajah wanita itu terlihat penuh dengan amarah.
plaakkk
wajah Josh tertoleh ke samping. ia benar-benar terkejut. tetapi walaupun begitu ia hanya pasrah membiarkan sarah menyerang dirinya.
" APA YANG KAU LAKUKAN JOSH?! AKU MENYANYANGI KARINA SEPERTI ANAKKU SENDIRI, TAPI SELFIE ANAK KANDUNG MU KENAPA TIDAK ADA RASA SAYANG UNTUKNYA?!! ". sarah tiba tiba berteriak kencang
" kau pikir aku tidak lelah mengurusmu dan putrimu sedangkan anakku kelaparan dan tersiksa di luar sana?!! , KENAPA KALIAN BEGITU MEMBENCINYA HAA?! " . bentak sarah sembari memukul kencang dada josh
wanita itu menghapus air matanya dan berganti menatap ayah dan ibu mertuanya.
" bertahun-tahun aku tidak menemuinya itu semua karna ancaman kalian!! ".
" kau dan orang tuamu mengancam akan mengeluarkan selfie dari keluarga ini jika aku menemuinya ".
" tapi kalian tetap melukai putriku... aku-aku menyesal ngelantarin anakku ". ia menatap kosong ke arah josh, berjalan mundur perlahan kemudian berlari ke atas.
josh melihat sarah dengan sendu yang berlari ke atas tepatnya ke kamar selfie. Ya, ia memang memaksa sarah untuk mengurus karina dari pada selfie. dan jika sarah menolak josh akan menyiksa gadis itu.
" kak sarah melakukan semua itu karna ancaman ? tapi kenapa? Kak sarah bisa saja menggunakan kekuasaannya untuk melawan balik josh ". batin helena sambil menatap josh.
" apa segitunya dia mencintai pria ini hingga tidak tega melawannya balik ? ".
helena berdiri dan memandang satu persatu wajah bodoh di depannya. " sesuai perintah nona muda , aset kekayaan kalian akan di tarik dan kalian akan menjadi bawahan nona muda ".
karna muak di sini , wanita itu memutuskan untuk pergi .
" anakmu tidak tuli josh dan dia adalah nona muda sena " . celetuk ibunya
" bagiamana ini josh ". lanjut james tak kalah paniknya.
josh mengeratkan tanganya. " selfie haus kasih sayang jadi dia gampang di manipulasi " . ia tersenyum miring memikirkan rencana yang mulai bermunculan di kepalanya.
selfie berjalan dengan tatapan kosong menuju rumah pohon yang menjadi tempat nongkrongnya bersama sahabatnya. sebuah rumah pohon yang sederhana dan nyaman itu terletak di pinggir padang rumput yang tidak terlalu luas .
selfie perlahan naik ke rumah pohon tersebut dan mengkerutkan keningnya ketika sayu-sayu mendengar suara isakan dan tangis dari dalam. ia mencoba mengintip ke jendela dan begitu terkejut melihat violet dan fira sudah di banjiri air mata
" kenapa kalian? ". tanya selfie masuk
" mereka baru aja dengar kisah lo ". jawab nancy dan spontan saja selfie menatapanya tajam.
" kok lo kasih tau sih? " .
nancy menghela nafas berat, " sel walau gimanapun mereka pantas tau. bukan sahabat namanya jika kita saling menutupi ".
selfie terpaku , memang benar yang di katakan nancy barusan. bukanya tidak mau memberitahu hanya saja selfie tidak ingin mereka mengenal sosok rapuhnya dulu. selfie hanya ingin mereka mengenalnya sebagai gadis yang ceria dan periang.
" kenapa gak pernah cerita kalau masa lalu lo sedih begini sih sel? " . rengek violet sembari mendekat pada selfie dan memeluk lengan gadis itu.
" sedih? biasa aj kok ".
" biasa apanya? lo aja jadi gila " . imbuh fira sambil membuang ingusnya di tisu .
" gue gak gila! " .
" ya, ya, ya lo cuman gangguan jiwa ". sahut nancy santai dan hal itu membuat selfie semakin kesal.
" oh ya kami baru tau kalo lo sena ". ujar violet setelah meredakan tangisannya.
" gue dah tau dari kecil! " . ucap nancy dan trysta bersama.
fira menatap nancy, wajah gadis itu nampak sedang bertanya-tanya. " kalau trysta gue gak heran secara dia satu kompleks dengan selfie dulu, tapi lo..? " .
nancy mengehla nafas panjang, ia memalingkan wajahnya dan tersenyum ke arah selfie. " gue dan dia udah lama temanan tapi karna gue pintar gue bisa tau kalau selfie itu cucu orang kaya ".
" kita udah temanan dari keciillllll loh " . selfie mendekati nancy kemudian merangkulnya.
" alah teman lupa teman lo ". ia menepis lengan gadis itu dan memalingkan wajahnya.
Flashback on
" ingat juga lo sama gue " . ucap nancy seraya duduk di samping selfie. ini kali pertama mereka bertemu setelah sebelas tahun. selfie meminta sarah untuk menyuruh nancy menemuinya di taman.
" hehe justru itu aku kesini " . selfie menatap nancy dari atas sampai bawah.
" loh kok wajahmu di ketuk begitu ". tanya selfie karna dari tadi ia hanya melihat wajah cemberut dari gadis itu.
" cari tau aja sendiri ". ketusnya
selfie diam sejenak memikirkan bagaimana cara membuat gadis di hadapanya ini tidak cemberut lagi. selfie pun tidak tau kenapa , padahal mereka baru saja ketemu.
" wahh kamu udah besar ya, padahal dulu kecil banget plus ompong lagi " . ia cekikikan mengingat masa lalu sekaligus mengganti topik.
nancy memutar bola mata malas dan menoleh ke arah selfie " pakai lo - gue aja, itu lebih nyaman " .
" tapi itu tidak so-" .
" ya ,itu kalau lo ngomong sama orang tua kalau sama anak seumuran kita its okay bro ".
" btw gue bukan bro tapi sis"
nancy terkekeh " ada apa sang nona muda memanggil ku kemari? " .
" gini gue mau cer-" . selfie terdiam sesaat kemudian menatap nancy dengan mulut ternganga.
" kok lo tau gue nona muda? " .
" gue lihat lo dulu di jemput sama seorang wanita, dan ia menyebut lo dengan sebutan nona muda "
" lihat di mana lo? ".
" dulu waktu di bandara gue gak sengaja lihat lo pergi dari sini menggunakan jet pribadi ".
" kan gak mungkin orang biasa naik jet pribadi plus ada bodyguard nya lagi ".lanjutnya
selfie mengangguk paham " ohh gitu, tapi gue minta jangan beritahu siapapun ya ".
" bukannya gak beritahu hanya saja mereka bodoh hingga gak tau ". jawab nancy enteng
nancy tidak sengaja melihat alat pendengar yang terpasang di telinga selfie. tanpa bertanya lagi ia langsung mengambilnya, " gak usah pake ini nanti lo tuli benaran lagi "
selfie yang mendengar itu sontak menutup mulutnya, ia tidak menyangka nancy bisa mengetahui rahasia terbesarnya yang satu ini.
" ini gak on lah ". nancy menunjukkan alat itu di depan selfie.
" lagi pula gue pikir aneh aja orang tunarungu bisa dengar dengan normal hanya memakai satu alat pendengar " . sambungnya
" kecuali kayak lo dulu yang main sama gue cuman diam aja dan memakai bahasa isyarat ". ia tertawa kecil
selfie mengangguk dan terkekeh mengingat waktu ia kecil dulu yang benar-benar seorang tunarungu .
ia tersenyum menatap nancy yang sedang tertawa karna menurutnya nancy sangat teliti dan cerdas.
__ADS_1
" btw bagi nomor lo dong ". pinta selfie sembari membuka kontak ponselnya.
" lo stress? lo kan udah punya kontak gue ".
" ha? masa sih? ".
selfie mencoba mengingat ingat kapan ia mendapatkan nomor nancy. setaunya ia tidak pernah berkontak dengan gadis itu. ia mencoba mengingat lebih dalam lagi hingga ia tersadar akan satu hal .
" jadi manusia aneh itu lo? ".
" hmm ".
selfie cecengesan, " hehe sorry, habisnya foto profil lo pake masker sih kan gue gak bisa kenal ".
" alasan ".
selfie menghentikan tawanya lalu menatap lurus kedepan. sementara nancy yang melihatnya dari samping langsung bisa menangkap bahwa gadis di sampingnya ini baru saja mengalami masalah.
" gue rindu sama lo nancy ". ucapan itu mampu membuat nancy terpaku .
" maaf sudah melupakanmu ". lirihnya
nancy tidak menjawab. jika di tanya rindu tentu saja dia merindukan selfie. namun yang membuatnya tersentak ialah suara selfie sedikit bergetar dan wajah gadis itu seperti ingin menangis.
" ceritalah sel ". ia mengelus rambut gadis itu dan tersenyum.
di sinilah awal selfie menceritakan semuanya pada nancy. dan di hari ini lah nancy memutuskan untuk tidak membiarkan selfie menangis lagi.
Flashback off.
" kok gak bilang sih kalau selfie sena ? " .protes violet
" mulut kalian itu ember bocor ".
trysta mengkerutkan alis " tapi mulut mereka ada bibir kok bukan ember ".
nancy mengusap wajahnya kasar mendengar ucapan manusia tolol satu ini.
violet menoleh pada selfie. " benar lo udah bisa ikhlasin mereka "
" hah? ".
" mereka siapa? ". tanya selfie sambil mengangkat satu alis
" ya ampun sel!! itu si dahlia dan bella loh ". geram fira
selfie membulatkan mulut " iya, emang kenapa? "
" gak ada sedih lagi nih? ".
selfie menghela nafas " jika di bilang sedih tentu saja gue sedih, tapi gue tidak akan sesedih dulu "
violet mengangguk ," mana di antara dahlia dan bella yang paling membuatmu hancur? "
" VIOLET!! " . tegur nancy
selfie terkekeh " biarin aja nanc" , ia kembali menatap violet . " dua duanya sangat sedih tapi jika di tanya gue akan jawab dahlia ".
" coba aja ya mereka masih ada pasti lo lebih bahagia lagi ". timpal trysta
selfie menggeleng, " jangan! nanti si nancy cemburu lagi ". ia tersenyum menggoda ke arah gadis itu.
" idihhh siapa yang cemburu ? " .
selfie tertawa lalu ia beralih pada violet dan mendekatkan wajahnya . " lo... mirip banget dengan dia vi " .
" gue juga kira dia dahlia sel waktu pertama kali melihat violet ". Imbuh trysta setuju
" nama? ".
selfie mengangguk, " iya, nama kalian sama-sama berasal dari tumbuhan, yaitu bunga violet dan bunga dahlia " .
selfie mendadak diam , ia memegang dagunya dan terus memperhatikan violet. " hmm jangan - jangan lo dengan dahlia adalah sauda-" .
" gak mungkin karna gue anak tunggal " . potong violet cepat
" Astaga!!! ". teriak fira
" kenapa sih? ".
" selfie gak pake alat pendengar " . hebohnya membuat semua mata tertuju pada selfie.
" selfie lo tidak tuli? ".
bukanya mendapatkan jawaban kepala violet malah di jitak oleh nancy. " kalian tolol banget ya, tadi kan gue cerita gak ada tu sebut selfie tuli " .
" nancy jahat jelek wleek " . ledek violet sebal sambil menjulurkan lidahnya.
" gue udah lama curiga sama kalian berdua dan ternyata benar selfie tidak tuli " . ungkap fira
" apa yang akan lo lakukan sekarang? ". tanya nancy menatap selfie serius.
" gue akan beri mereka pelajaran dan juga.. " . ia terdiam sejenak .
" gue akan kembali menjadi sena "
Hening, selfie menatap sahabatnya satu persatu sambil tersenyum . " hanya untuk mereka sena hadir kalau kalian selfie.
" memangnya kenapa kalau lo jadi sena ke kita? ". tanya fira polos
" hahh?!!! ".
" lo.. lo gila kah? sena tu orangnya angkuh, sombong, kejam, dingin, jelek, dan goblok ". jelas nancy sekaligus menghina.
sungguh selfie ingin sekali mencakar wajah nancy dan membuangnya dari atas sini .
...🌿...
saat baru memasuki rumah selfie di kejutkan dengan pemandangan josh yang sedang mengepel lantai dengan kain lap di tangannya. pria itu mondar mandir membersihkan lantai yang besar itu sendiri. sedangkan saudara dan iparnya membersihkan jendela dan halaman belakang. ibunya josh mencuci semua baju dan piring sementara ayahnya mencabut rumput halaman belakang dengan tangan kosong.
" wah anda hebat juga ya tuan josh.. seharusnya anda bekerja sebagai pelayan di rumahku dulu ". cibir selfie sambil duduk di sofa.
josh menatap selfie dengan tajam tetapi itu tidak membuat nyali selfie menciut sedikit pun , ia malah balik menatap josh tak kalah tajamnya.
pandangan selfie beralih pada neneknya yang baru saja keluar dari dapur dengan wajah lelah.
" heyy nenek tua!! buatkan aku biskuit yang sering anda buatkan pada karina "
" saya sibuk selfie nanti saja buatnya ". jawabnya dengan nada yang tidak enak di dengar.
" sekarang!! ".
" nenek tua sebaiknya anda cepat " . timpal helena yang ikut ikutan memanggilnya nenek tua.
dengan wajah terpakasa ia kembali ke dapur dan segera membuatkan selfie cookie.
melihat dua orang itu menghina ibunya membuat amarah josh menggebu. " kau boleh menghukumku tapi jangan dengan ibuku!! " .
mendengar hal tersebut selfie dan helena pun saling pandang kemudian tertawa terbahak - bahak
" hahahah anda lucu sekali, ibu anda kan juga sering menyiksaku ".
selfie menghentikan tawanya dan menatap josh dengan wajah serius. " ini adalah hukuman yang pas untuk kalian tuan josh ".
__ADS_1
" masih untung saya tidak memberi kalian hukuman suntikan pembusuk! " . josh seketika menelan ludah kasar mendengarnya.
selfie memalingkan wajahnya ke arah tangga melihat sepupunya lia yang baru saja turun dengan lelah. wajah gadis itu penuh dengan lebam akibat perbuatan selfie.
" oh hii sepupuku yang kaya ".
" opss gue lupa lo kan miskin ". sindirnya penuh drama
" di mana mobil mewah dan kartu kreditmu yang banyak itu hmm? ". lia tidak menjawab tetapi melihat selfie dengan geram.
selfie tersenyum miring kemudian ia meminta dompetnya pada helena dan mengeluarkan beberapa kartu kredit . dan yang membuat lia tercengang ialah salah satu kartu kredit selfie adalah american Express .
" punya gue banyak nih dan gue gak sombong ke lo dulu tuh " .
" ehh lihatlah warnanya hitam loh, kok bisa ya gue punya ini? " . selfie berpura-pura bodoh sambil mengangkat kartu tersebut tingi tinggi.
melihat hal itu lia pun tidak bisa lagi menahan amarahnya . dengan tangan yang terkepal dia mendekati selfie dan siap menamparnya , namun sayangnya selfie lebih dulu menahan tangan gadis itu.
" hati - hati anda!! sekali bertingkah bisa memperpendek umurmu!! " . ancam selfie kemudian melilit tangan lia ke belakang dengan kuat sehingga gadis itu memekik sakit . tidak sampai di situ selfie pun menendang gadis itu dari belakang sehingga ia terbentur ke pegangan tangga.
" SELFIE!! ". murka josh
Bukhh
belum sempat lagi pria itu mengeluarkan amarahnya max langsung memukul perut josh dengan kuat.
selfie diam saja melihatnya dan kembali duduk dengan santai.
pandangan selfie beralih pada sang nenek yang membawa sepiring cookie di tanganya. setelah cookie itu di letakan di hadapanya selfie pun melihat dengan rinci setiap sudut cookie tersebut, dan tanpa berperasaan selfie membuang semua cookies itu ke lantai.
" tidak sebagus yang kau buat untuk karina, dan aku bisa melihat kau tidak ikhlas membuatkan ini untukku " . ketusnya
" anda sebaiknya kembali bekerja! ". perintah helena tegas, dan mau tak mau ia kembali melanjutkan pekerjaannya.
waktu sudah menunjukan jam makan siang dan semua yang bekerja serentak menghentikan kerjaanya dan melangkah ke dapur. mereka semua kelaparan karna belum di beri makan sejak pagi.
" mau kemana hmm? " . tanya selfie yang lagi makan nasi padang di sofa ruang keluarga.
" mau makan , kami lapar ". jawab josh terus melangkah mengabaikan selfie.
" hahaha makan apa? di sana tidak ada satupun makanan yang tersedia ". ucapan itu berhasil membuat langkah mereka terhenti.
" selfie- ehh nona muda kami semua lapar tolong berikan kami makan ". protes sang kakek dengan wajah iba.
selfie terseyum kecut. " tanya pada tuan josh apakah dulu dia memberiku makan ? tidak kan? ".
" dia tidak memberiku makan sedikitpun walau aku merengek kelaparan! "
josh tersentak, dan mengingat betapa laparnya selfie dulu . ia bahkan pernah membiarkan gadis itu tidak makan selama sehari.
" ibu aku lapar ". bisik lia pada ibunya
" ibu juga tapi ibu tidak ada uang sepersen pun untuk membeli makanan ".
mereka semua di kejutkan dengan kedatangan karina yang setengah berlari ke arah selfie kemudian mengambil satu bungkus nasi padang.
karina tidak peduli dengan nasib keluarganya karna menurutnya mereka pantas mendapatkan semua itu.
ya , walaupun dulu dia ambil andil dalam menyakiti selfie tetapi ia sudah menyesali hal tersebut sebelum rahasia selfie terbongkar.
" kak sel aku makan ya ".
" makanlah sayang ". jawab selfie sambil tersenyum, karina membalas senyumannya lalu pergi dari sana.
oh ya, selfie belum bertemu sarah waktu ia kembali tadi . selfie pun tidak terlalu memperdulikannya karna amarahnya pada sarah belum mereda.
" emmm rendang ini enak sekali ". celotehnya sengaja membuat semua orang di sana ngiler .
" lo mau? ". tawar selfie pada lia dengan makanannya yang tersisa setengah.
lia dengan cepat mengangguk " mau ".
" ini ". dengan wajah yang berbinar lia menerimanya dan makan dengan lahap.
melihat itu selfie pun terseyum mengejek " bagus, anak anjing selalu memakan makanan sisa ".
lia tidak peduli dengan omongan selfie karna yang terpenting baginya sekarang dia bisa makan. berbeda dengan orang tua gadis itu yang sudah naik darah.
selfie mengalihkan wajahnya pada sarah yang baru saja datang , namun sedetik kemudian ia memalingkan wajahnya ke tempat lain dan hal itu spontan membuat sarah kecewa. pandangan sarah beralih menatap suami , mertua, dan iparnya yang duduk dengan lesu di lantai. ia masa bodoh dengan mereka dan memilih duduk di samping selfie.
Hening. tidak ada satupun yang berbicara. karna merasa canggung sarah mencoba berbasa basi dengan helena.
" gimana kabar papa dan mama? " .
" mereka baik kak! " . walaupun masih marah dan kesal , helena masih tetap memanggil sarah dengan sebutan kakak.
sarah terseyum simpul " sykurlah " .
" nak sudah cukup ya, hukuman ini terlalu berat untuk kami ". mohon sang kakek dengan imbil - imbil nak membuat selfie ingin muntah.
" ck! hukuman ini bahkan yang paling ringan ".
" nona benar, ini adalah hukuman paling ringan yang pernah nona berikan ". sambung helena
" biar ku beritahu hukuman apa saja yang pernah nona berikan ". hening, semua yang berada di sana menantikan perkataan helena termasuk sarah.
" hukuman yang nona muda berikan berupa suntikan gatal yang akan membuat korban menggaruk kulitnya hingga terkelupas. ada juga suntikan pembusuk hingga tubuh korban mengeluarkan nanah dan aroma yang busuk seperti bangkai , dan juga memaksa korban membersihkan kolam buaya ".
semuanya yang mendengar hal tersebut reflek menelan saliva dengan kasar.
" bukan itu saja nona muda juga membuat para korban di kurung di jeruji besi dan membiarkan dua harimau merusak jerujinya... dan juga nona muda akan mengikat mereka di disk raksasa dan membiarkan disk tersebut berputar selama berjam - jam non stop ".
sontak sarah tercengang, ia tidak menyangka selfie bisa sekejam itu pada orang.
helena menatap mereka datar dan dingin . " dan setelah di hukum seperti itu mereka tidak pernah lagi mengulangi kesalahannya ".
" jadi mau pilih yang mana? ". tanya helena
" saya saranin suntikan gatal aja " . saran helena namun tidak ada satupun yang menjawab.
sarah memegang kedua pundak selfie sehingga gadis itu menatapnya. " sayang , kenapa kamu kejam seperti itu. dulu saja mama tidak pernah sombong atau menghukum orang ".
selfie menepis tangan sarah kasar. " jangan samakan aku dengan dirimu, ingat bahwa mama di besarkan dengan kasih sayang orang tua sedangkan aku tidak!!! ".
" mama dulu berada di bawah pelukan orang tua dan itu membuatmu bahagia . sementara aku harus menahan rindu dan kecewa ". perkataan selfie sukses membuat sarah bungkam dan menatap putrinya nanar.
selfie terseyum hambar, " jangan salahkan aku, karna semua itu berasal dari mu! ".
tidak ingin semakin muak disini, gadis itu memutuskan untuk pergi.
perlakuan selfie yang kasar dan kata katanya yang menusuk berhasil membuat sarah meneteskan air mata . ia memalingkan wajahnya menatap helena yang juga sedang menatapnya.
" apa kak sarah tau bahwa sifat selfie dahulu adalah sebuah pelampiasan dari kekecewaan dan amarahnya ".
" helena aku -".
" menurut ku itu lebih baik untuknya ".
" apanya yang bagus dari sifat itu helena? ".
" karna jika selfie tidak seperti itu mungkin dia hanya akan tenggelam dalam kerinduan ". helena memegang tangan sarah.
" aku tau segalanya tentangnya kak, aku yang berada di sampingnya dalam masa pertumbuhannya ".
__ADS_1