
"kau selingkuh." ujar alan dengan tergesa-gesa
selfie menggeleng kuat." kupikir kau salah paham, aku tidak mungkin berselingkuh dengan teman."
" aku tak berpikir kalian terlihat seperti teman." ia menyahut tak sabaran
"kau yang adalah teman"
selfie tersenyum canggung kemudian bergelayut manja di tangan alan. ia menautkan jarinya di jari pria itu dan menyandarkan kepalanya di dada bidangnya.
wanita itu mendongak." udah makan belum? kalau belum ayo kita makan."
alan cuman diam, sejujurnya ia masih kesal dengan kejadian tadi.
lagi pula bukan tanpa alasan dia marah. melihat orang yang di cintai bersama Mantannya begitu dekat, tentu saja membuatnya kepikiran negatif. selain itu, mereka berdua fitting baju bareng yang seharusnya di lakukan olehnya dengan selfie.
" kak alan?" selfie menggoyangkan tangan pria itu sehingga alan menundukkan pandangan ke arahnya.
" kak alan masih marah? kalau iya aku minta maaf, aku tidak tau kalau bakalan ketemu sama dia." wajah wanita itu berubah menjadi sendu, bahkan hampir saja menangis sehingga membuat alan terkejut.
alan membawa selfie ke dalam dekapannya dan mengelus punggungnya." aku tidak marah, tapi hanya kesal aja." ia melepas pelukannya dan mengulas senyuman. " ayo kita makan.... kamu mau makan di mana? "
" emmm." selfie berpikir sejenak." bagaimana di matahari dan bulan"
" ha? matahari dan bulan? "
ia mengangguk." itu adalah nama restoran yang sering aku kunjungi." ia menarik tangan alan dan membawanya masuk ke dalam mobil pria itu. dan mobilnya? ia akan meminta seseorang untuk membawanya pulang.
saat di dalam perjalanan menuju restoran, selfie tidak henti-hentinya membujuk alan soal kejadian tadi. ia terus minta maaf dan sesekali mengecup bibirnya. selfie juga menceritakan kesehariannya bersama violet yang membuat alan tertawa renyah.
selfie bernafas lega, untung saja alan tidak memperpanjang masalah tadi.
" bagaimana hubungan violet dan ricko? "
" hmm?..... ohhh katanya sih biasa aja." selfie hanya menjawab jujur sesuai dengan respon violet waktu ia bertanya dulu.
" mmm, aku ingin kak alan berbicara dengan ricko untuk tidak mempermainkan violet. aku hanya takut hubungan mereka kandas." pinta selfie tulus meskipun di dalam hatinya ia ingin sekali violet menikah dengan kakak sepupunya.
alan tersenyum dan mengecup telapak tangan wanita itu." apapun permintaan mu akan ku turuti."
selfie hanya tersenyum dan tanpa ia sadari mobil yang ia tumpangi telah terpakir di depan restoran kesukaannya. restoran yang terletak di pegunungan ini terlihat sangat elegan, di tambah dengan udaranya yang segar dan keindahan laut yang bisa di lihat dari atas sini.
alasan selfie suka makan di sini karna ia bisa menikmati momen melepas stress dengan tenang. dan juga, ada sesuatu yang membuatnya betah di sini.
setelah memakir mobil, alan membukakan pintu untuk selfie dan mengulurkan tangannya. selfie dengan senang hati menerima uluran tangan alan dan berjalan beriringan memasuki restoran.
keduanya duduk di meja pinggir kaca, di sebuah tempat yang menjadi meja favorit selfie. selain itu, mereka bisa melihat suasana pegunungan yang menyejukkan mata lewat sini.
beberapa menit kemudian mbak pelayannya datang sambil membawa menu. ia adalah pelayan yang biasanya melayani selfie." tumben gak sama kakaknya." ia tersenyum menggoda
alan yang mendengar itu langsung nyahut dengan sok tau." dia lagi sibuk jaga anak."
mbaknya langsung masang wajah kaget." eh jadi dia udah nikah? padahal kelihatannya masih muda banget."
selfie cuman bisa ketawa
" jadi hari ini pesan kayak biasa? " tanya mbaknya
selfie ngangguk." sama nanti bungkus cake red velvet nya, ya."
setelah mbaknya pergi alan langsung menoleh ke arah selfie." bukannya suami kakakmu jarang nginep? trus kakak siapa yang dia maksud? "
selfie tersenyum canggung dan memilih untuk tidak menjawab pertanyaan alan.
**
" makasih waktunya hari ini... aku masuk dulu." selfie tersenyum sebentar sebelum ia membuka pintu. wanita itu melambai-lambai pada alan sampai mobil alan menghilang dari pandangannya.
ia menghela nafas berat, hari ini cukup melelahkan untuk batinnya. ia berjalan memasuki rumah dan berhenti di ruang keluarga ketika melihat echa sedang mencium pipi sean.
mata selfie membelak, ia berlari kecil menghampiri keduanya." apa yang kau lakukan?!"
echa reflek melepas ciumannya." sean bilang pipinya sakit dan akan sembuh kalau aku cium."
selfie tersentak. yang benar saja? anak sekecil sean udah pandai menggoda dan modus?
" bohong itu gak baik, yah. kenapa kamu ingin di cium?" tanya selfie lembut sambil berjongkok di depan bocah itu.
" kak echa cantik aku suka " jawabnya lantang yang membuat selfie dan echa terkejut.
" ehh jangan, kak echa itu udah tua beda sepuluh tahun sama kamu." ujar selfie
sean menggeleng." biarin "
__ADS_1
selfie reflek menatap echa tajam, ia memajukan wajahnya dengan tatapan intimidasi." berapa usiamu sebenarnya? "
" empat belas tahun." ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" wait...what? bukankah dulu umur mu 10 tahun, jadi otomatis tahun ini 16 tahun dong."
" hehe aku tipu aja karna jika kak selfie tau aku masih 8 tahun, kak selfie pasti gak ijinin aku untuk tinggal bareng nanti."
selfie memijit pelipisnya." astaga echa, seharusnya kamu kelas 3 SMP bukan 2 SMA."
" ya mau gimana lagi, aku kan pintar."
" itu karna kamu berguru denganku! " selfie menghela nafas sambil mengelus dadanya.
" pokoknya jangan sampai sean jatuh cinta sama kamu. kamu itu udah tua gak cocok sama dia "
echa mendengus." lah, kakak kira aku mau sama bocil laknat kayak gini? " ia menyipitkan matanya ke bocah lucu yang lagi menatapnya.
...🍂...
hari ini sebelum pertunangan nancy, selfie kembali ke perusahaan untuk membicarakan hal serius dengan kakeknya. sebenarnya ia sudah datang ke rumah utama saat pagi hari, namun sayangnya kakeknya tidak ada di rumah.
selfie bertemu dengan dahlia dan membicarakan masalah perusahaan. dahlia melaporkan setiap masalah yang ia temukan di sini. dari kontrak ganda, peminjaman uang yang besar tanpa sepengetahuannya, dan masalah tanah.
maka dari itu, di sini selfie pergi ke perusahaan untuk membicarakannya dengan kakek.
" selamat datang wakil direktur." sapa sekertaris di depan ruangan samh.
" saya ingin bertemu dengan kakek"
" tapi pak presdir lagi rapat dengan petinggi perusahaan saat ini." jawabnya.
selfie berdecak." saya tidak peduli." ia membuka pintu dan melangkah masuk ke hadapan samh.
" kakek--"
" saya sudah bilang jangan panggil saya kakek di depan dewan." tegasnya
selfie reflek menunduk." maksudku tuan presdir, saya ingin bicara berdua dengan anda."
" saya sedang rapat."
selfie menoleh ke seluruh orang yang ada di ruangan ini." tolong tinggalkan kami."
" ada apa? " tanya samh setelah selfie duduk.
" kapan dewan eksekutif di umumkan?"
" kenapa? kau ingin naik jabatan? "
selfie menggeleng." bukan begitu. direktur haevan tidak memiliki pencapaian yang baik tapi dia terus menjadi direktur."
samh menopang dagunya, sepertinya ini pembicaraan yang serius." memangnya kenapa? haevan hanyalah perusahaan kecil dan anak perusahaan kita."
selfie tersenyum." setidaknya ikan kecil itu jangan membuat air menjadi keruh."
" ku dengar anaknya sekolah dengan menyogok universitas. dan juga, dana yang aku kasih ke dia untuk membeli tanah, ternyata dia pakai untuk keperluan pribadi." lanjut selfie
samh menghela nafas." dia adalah temanku, tidak baik jika aku memecatnya begitu saja."
" pecat saja kakek, jangan membawa perasaan dalam bisnis ini." selfie berdiri." aku baru saja menghukum salah satu petinggi karna mengkonfirmasi kerja sama tanpaku."
ia menunduk sedikit." aku harus pulang."
" sekarang? "
selfie mengangguk." temanku malam ini bertunangan."
***
pesta pertunangan nancy di adakan di hotel mewah tempat violet bekerja. entah kenapa ketimun busuk itu memilih hotel ini, padahal di luar sana masih banyak hotel mewah lainnya.
dan gara-gara mendengar kalau nancy akan bertunangan di sini, violet sampe nekat membantah hal tersebut kepada pemilik hotel. ia tidak ingin melihat nancy bertunangan di tempat ia bekerja. tetapi sang pemilik hotel menolak karna nancy membayarnya dengan jumlah yang sangat besar.
waktu baru menujukkan pukul 20:30 menit yang artinya, selfie dan violet sudah terlambat 30 menit dari jadwal pesta.
kedua wanita itu memasuki hotel dengan perasaan kesal, mereka bahkan sampai mengumpat nancy di dalam hati. sebenarnya mereka berdua tidak ingin hadir, tetapi zayn memaksa keduanya.
saat memasuki aula pesta, kedua wanita yang mengenakan dress selutut itu terpukau.
tempat ini benar-benar di hias dengan cantik sehingga akan membuat siapa saja terpesona dengannya. ada banyak makanan mewah dan coklat yang membuat mata selfie dan violet terbuka lebar.
nancy tau aja kalau mereka suka coklat.
__ADS_1
hingga pandangan violet tertuju pada sang bintang malam ini, siapa lagi kalau bukan pasangan yang sedang menyapa para tamu. di jari keduanya sudah terpampang cincin bewarna silver. jadi itu artinya, selfie dan violet melewatkan momen pertukaran cincin.
yah, lagi pula siapa yang peduli dengan itu.
" sel... ituu." violet menyenggol lengan selfie sehingga mata selfie yang tadinya menatap stroberi coklat kini beralih menatap sang bintang.
selfie terkejut, pasalnya pakaian yang di pakai oleh zayn tidak sama dengan pakaian yang di belinya waktu di butik kemarin. selfie berpikir, apakah zayn akan memakainya saat hari pernikahan?. entahlah, ia masih terus menatap ke arah mereka.
dan kebetulan sekali tatapan selfie di balas oleh nancy, ketimun basi itu malah tersenyum menyeringai dan mempererat genggamannya dengan zayn.
selfie menarik nafas panjang terlebih dahulu sebelum ia melangkah mendekati pasangan itu.
"gak mau ucapin selamat?" tanya nancy
selfie tersenyum hambar." selamat."
nancy cuman mengangguk dan mengamati pakaian selfie dari atas sampai bawah. wanita itu tertawa kecil sehingga violet yang berada di samping selfie menggeram kesal.
" ck! lo kelihatan jelek meskipun pakaian lo mewah banget." cibir violet sambil menatapnya remeh
" lo menjelekkan diriku? " sahut nancy tidak terima
violet tersenyum miring." bukan ingin menjelekkan dirimu, aku hanya mendeskripsikan dirimu. tanpa ku jelekan pun, bukankah sudah jelek? "
nancy menggeram, ia ingin menampar violet tetapi zayn menahan tangannya.
wanita itu menolehkan kepalanya pada selfie yang cuman diam." ada yang ingin lo tanyakan atau minta? gue akan kabulin permintaan lo kecuali tentang zayn." ia memeluk zayn dengan erat, sementara zayn hanya tersenyum canggung.
" ada."
" apa? "
" kembalikan "
alis nancy berkerut, ia tidak mengerti.
" kembalikan enam tahun yang lo renggut dari gue! ...... gimana? apa bisa? "
nancy terdiam, ia tidak dapat menatap selfie. permintaan selfie adalah sesuatu yang mustahil ia kabulkan. tapi, di satu sisi perkataan selfie juga menyinggungnya.
ia mendongak dan menatap selfie dengan tatapan kebencian.
" aku lebih segalanya dari selfie..... dan aku, sangat membenci selfie nathalie."
awalnya selfie terkejut setelah mendengar kalimat itu. tetapi kalian tau apa yang dia lakuin?... wanita itu justru tersenyum lebar yang membuat violet dan nancy tertegun.
ia berbalik badan dan perlahan melangkah meninggalkan pasangan itu.
wanita itu berjalan sambil tertawa hambar dan begumamam." seseorang mulai paham kenapa ia tidak bisa mencium aroma parfumnya sendiri "
setelah percakapan tidak berfaedah dengan nancy tadi, entah kenapa selfie terus menatap ke arahnya. wanita itu bahkan tidak menyentuh air mancur coklat yang menjadi pusat perhatian semua orang.
ia juga tidak mempedulikan violet yang sibuk menyantap makanan dan dessert lainnya.
" aku masih ingat ketika kita sama-sama bercerita tentang masa depan, sekarang aku sudah di masa depan dan tidak menemukanmu seperti cerita kita dulu." lirih selfie yang masih bisa di dengar oleh violet.
selfie tertawa miris, ia hanya berpikir kalau hidupnya sangat rumit seperti puzzel. padahal keinginannya hanya satu, yaitu bisa hidup bebas bersama teman-temannya. tapi takdir begitu sulit untuk mengwujudkanya. benar-benar lelucon.
dan sekarang, orang yang membencinya malah mendapatkan kebahagiaan di atas penderitaannya.
dunia benar-benar tidak adil.
lihatlah betapa romantisnya pasangan itu. sang tuan muda bersama nona muda terlihat bahagia. mereka tersenyum hangat dan bersalaman dengan para tamu undangan.
mereka benar-benar terlihat romantis.
" dan mereka hidup bahagia selamanya."
- THE END -
buku telah selesai di bacakan, cerita pun telah berakhir.
kemudian sang pemeran utama tersenyum sambil menutup buku.
ini seharusnya akhir yang bahagia kan?
tapi kenapa rasanya kosong dan seperti di tinggalkan? .
" akulah sang pemeran utama! "
" ha? lo kenapa, sel? " sahut violet
" tidak! ceritanya tidak boleh berakhir seperti ini. ceritanya harus berakhir happy ending."
__ADS_1