Selfie

Selfie
64. orang baik yang mengerikan


__ADS_3

seorang anak berlari dengan senyuman lebar, ia berteriak-teriak disela langkah kecil yang bisa ia gapai." Aku menemukannya! Aku menemukannya! "


ia memiliki wajah yang hampir serupa denganku, dengan semangat dan tawa yang hangat yang juga persis seperti diriku di masa lalu.


aku memperhatikannya dari jauh hingga gadis itu berhenti di depanku." kalau begitu, berikan padaku. itu sangat berbahaya dan mungkin akan melukaimu"


ia langsung menggeleng, menyembunyikan apa yang ia temukan di belakang punggung.


" tidak, aku tidak ingin kau membuangnya lagi." gadis kecil itu berbalik dan meninggalkan aku yang masih berdiri menatapnya.


aku terdiam, entah kenapa aku merasa tidak nyaman. aku memutar kepala ku dan melihat pemandangan yang sangat indah di depan mata. namun, aku tersadar, ini bukan negri ku.


ini adalah sebuah perdesaan di negara Swiss. tunggu, kenapa aku ada di sini.


" selfie "


suara siapa itu, aku tidak tau. mata ku masih terlalu fokus pada pemandangan indah itu. aku terbuai dengan keindahan ini.


" selfie.... "


suara itu terdengar semakin besar.


" SELFIEE!! "


selfie membuka matanya, keringat yang menetes dari wajahnya membasahi bantal yang ia gunakan. nafas gadis itu sedikit terengah-engah namun sebisa mungkin ia mengaturnya.


selfie duduk dengan perlahan dan menatap nancy sekilas. ia menghela nafas panjang, jadi tadi itu hanya mimpi? aneh juga karna untuk apa selfie berada di Swiss, apa lagi sampai di desanya.


" ada apa nancy?," tanyanya dengan suara khas bangun tidur.


" ini udah pagi sel "


selfie mengangguk, kemudian ia turun dari tempat tidur dan melangkah menuju pintu.


" mau ngapain lo?" tanya nancy yang berhasil menghentikan langkah selfie.


selfie berbalik dan menatap gadis itu malas." ya mau mandi, nanti telat "


" hari ini libur loh." sebuah perkataan yang mampu membuat mata selfie terbuka lebar. ia membalikkan kepalanya pada nancy dan berjalan mendekati gadis itu.


" kok bisa? "


" hari ini guru akan rapat membahas perpisahan kakak kelas nanti."


" kok gue gak tau? "


" karna lo langsung tidur semalam "


" masa iyaaa! "


nancy mendorong sedikit kepala selfie agar menjauh darinya." nafas lo bau," ujarnya seraya menutup hidung.


" kan baru bangun tidur." selfie berdiri dan berjalan menuju pintu. namun sebelum ia keluar ia sempat menoleh pada nancy." habis ini temanin gue ya "


" kemana? "


" gue mau warnain rambut."


nancy terdiam, gadis itu menunduk dan mengabaikan selfie. sementara selfie merasa tidak enak, karna ia takut jika nancy akan memarahinya.


" gue juga mau warnain." ucapnya dengan senyuman lembut yang hampir membuat selfie tersedak air liurnya sendiri.


gimana gak kaget, nancy adalah tipe orang yang tidak suka mengubah warna rambutnya, tetapi hari ini tumben sekali dia mau.


setelah sarapan dan ngobrol santai, selfie dan nancy segera bersiap menuju salon langganan mereka. salon ini adalah salon yang sama yang pernah di datangi oleh selfie dan violet dulu.


selfie berencana akan mewarnai rambutnya menjadi pink keunguan. sedangkan nancy akan mewarnai rambutnya menjadi orange. dan hal itu membuat selfie tertawa dan memberi julukan baru padanya yaitu si kucing Oyens .


ketika tubuh mereka baru saja masuk ke dalam mobil, keduanya sama-sama terkejut lantaran di kagetkan oleh seorang tamu tak di undang yaitu violet. dengan santainya violet tertawa sambil memakan cookies di kursi belakang.


" pergi gak ngajak-ngajak," ketus violet sembari mengunyah cookiesnya.


" lo juga mau warnain rambut? " tanya nancy

__ADS_1


violet menggeleng." gak, mau ikut aja "


selfie dan nancy pasrah saja, karna memang violet tidak bisa lepas dari mereka berdua. gadis itu akan selalu mengekor kemana pun selfie dan nancy pergi.


sejam sudah berlalu, kini selfie dan nancy sama-sama puas melihat warna rambut mereka dari pantulan cermin. mereka menyukainya dan tidak merasa sesal telah mewarnai rambut hitam mereka yang cantik.


" bagus, gue sebenarnya ingin warnain rambut gue jadi ungu tapi gue takut di marahin ayah." pungkas violet yang tengah melihat selfie dan nancy dari kursi tunggu.


setelah membayar dan mengucapkan terimakasih ketiga sahabat itu pun keluar dari salon. namun, pandangan mereka tidak sengaja melihat dua orang gadis yang terus mengoceh tidak jauh dari tempat mereka berdiri. walaupun gadis itu berbicara dengan pelan tetapi suara mereka masih bisa terdengar sampai sini.


" salsa, tempat janjiannya kita pindah ke rumah lo aja ya," ucap salah satu gadis itu.


" bukankah jadi jauh banget di lo nya? "


" gak papa kok," balas dia lagi


selfie tertawa kecil setelah mendengar pembicaraan kedua gadis itu, ia melangkah menuju mobil sembari berkata.


" dia adalah tipe teman yang paling gue benci "


" emang kenapa?" tanya violet tidak mengerti


selfie menghentikan langkahnya dan berbalik badan menatap nancy dan violet." saat seseorang terlalu baik mereka jadi terlalu mudah buat di cintai. sayangnya mereka cenderung memikirkan orang lain dan mudah berkorban. itu ganggu gue banget, bikin frustasi sampai berakhir pada kemarahan dan kebencian."


nancy dan violet terdiam, mereka masih menatap punggung selfie yang berjalan dan masuk ke dalam mobil. mereka heran karna selfie bukanlah tipe orang yang membenci sebuah pertemanan.


...☘️...


hari ini sekolah kembali di mulai setelah libur dua hari. jika pagi-pagi buta para manusia masih ada yang terlelap. berbeda dengan selfie yang lagi berperang di dapur. gadis itu dari tadi sibuk membuat nasi goreng spesial untuk orang spesial, siapa lagi kalau bukan sang kekasih zayn.


selfie baru saja menata cantik nasi goreng yang baru jadi itu ke dalam kotak bekal. setelah memastikan semuanya berjalan lancar, sekarang waktunya membuat cookies sebagai makanan penutup untuk zayn.


untuk seorang pecinta cookies dan seorang ketua club cookies di sekolah, membuat cemilan ini adalah pekerjaan yang sangat mudah dan tidak perlu di ragukan lagi kelezatannya. tapi yang patut di ragukan adalah nasi gorengnya. karna ini kali pertamanya selfie membuat nasi goreng.


" cookies berbentuk rumah sudah jadi." gadis itu menatap puas cookies buatannya, namun sedetik kemudian ia berubah pikiran." masa sih kasih cookies sebesar ini pada zayn "


" mending buat aja yang baru yang kecil unyu "



setelah semuanya beres selfie buru-buru naik ke atas untuk segera bersiap kesekolah. gadis itu terlalu tergesa-gesa sampai hampir menabrak karina.


" ouhh karina, aku ada buatin biskuit untuk mu di dapur, di makan ya," ujarnya seraya tersenyum lebar dan pergi meninggalkan karina.


sementara karina, ia mengangkat bahunya acuh dan berjalan turun menuju dapur. sesampainya di sana gadis itu melotot karna tidak menyangka dengan biskuit yang di maksud oleh selfie.


" pandai juga dia buat cookies." karina mendekat dan mencomot sedikit cookies itu.


" umm enak sekali." karna selfie memberikan ini padanya, jadi karina memutuskan untuk membawanya saja ke dalam kamar.


kali ini selfie pergi ke sekolah sendirian dengan sepedanya. jika biasanya ia pergi bersama nancy dan violet namun kali ini tidak, karna kedua gadis itu tadinya mengirim pesan bahwa mereka sudah sampai di sekolah.


tibanya di sekolah selfie berniat akan langsung memberikan bekalnya pada zayn. tapi ia mengurungkan niatnya karna tepat pada saat itu bel masuk sudah berbunyi. jadi selfie hanya menitipkannya pada teman kelas cowok itu.


di dalam kelas IPA II seorang cowok sedang duduk di bangku belakang sambil memainkan ponselnya. laki-laki itu terlalu fokus dan mengabaikan kebisingan di sekitarnya. kemudian ia mendongak ketika seseorang berdiri di depannya sambil menyodorkan bekal.


" ini dari selfie," kata temannya


mendengar hal itu seketika senyuman di wajah cowok itu terbit. ia cukup terkejut karna selfie tidak pernah memberikannya bekal selama berpacaran. ia merasa bahagia, itu artinya selfie benar-benar peduli dengannya.



" makasih ya," balasnya, membuat temannya tadi mengangguk dan pergi.


dengan perlahan zayn membuka tutup bekal tersebut. saat penutupnya terbuka sepenuhnya zayn sedikit terkejut sekaligus tertawa kecil. di dalamnya terdapat nasi goreng yang di hias dengan cantik, di tambah terdapat ketimun berbentuk love.


tanpa keraguan di hatinya zayn langsung memasukkan sesuap nasi kedalam mulutnya. namun, seketika ia melotot ketika baru saja mengunyah makanan itu, laki-laki itu terbatuk - batuk dan memukul dadanya.


" uhuukk... nasi apa ini?." untung saja zayn membawa air minum jadi ia bisa langsung meminumnya hingga tersisa setengah botol.


" luarnya aja cantik tapi rasanya buruk," gumamnya lalu mencomot cookie yang berada di bekal tersebut.


" umm kalau ini enak banget," ia tersenyum sambil menatap cookies unyu itu. selfie memang payah dalam memasak dan zayn akui itu.

__ADS_1


bel istirahat baru saja berbunyi, banyak siswa dan siswi pergi ke kantin untuk membeli makanan dan sebagian memilih tetap berada di kelas.


sedangkan trio cookies lebih memilih memakan roti dan snack di halaman belakang sekolah. ketiga gadis itu duduk lesehan di bawah pohon pir yang lebat. tidak ada fira dan trysta karna kedua gadis itu sedang memakan bakso di kantin.


" Kira-kira apa yang bakalan terjadi kalau langit runtuh?," celetuk violet


selfie ikut natap ke atas trus ngulurin tangan. mungkin ia menerka-nerka gimana rasanya jika seluruh angkasa bisa masuk ke dalam genggamannya.


" standar tinggi di patahkan, artinya semua orang bisa nyentuh langit tanpa harus bisa terbang "


" kesetaraan? " tanya nancy


selfie tertawa." kehancuran "


" sangat dark," ujar violet menatap selfie aneh lalu kembali memakan rotinya.


beberapa menit kemudian barulah trysta dan fira datang menghampiri mereka. di tangan kedua gadis itu terdapat beberapa minuman yang begitu menyegarkan di hari yang panas ini.


keduanya ikut duduk dan memberikan minuman tersebut kepada mereka. setelah itu, fira dan selfie naik ke atas pohon dan mengambil beberapa pir agar menjadi pendamping minuman.


" ehh vi lo jangan minum punya gue!," pekik selfie sembari melempar buah pir kecil ke kepala violet.


violet mendengus dan menatap selfie dengan kesal.


setelah puas mengambil beberapa pir di atas barulah selfie dan fira turun. kembali duduk dan menikmati angin yang menerpa wajah mereka.


angin sepoi-sepoi ini sangat sejuk dan nikmat di hari yang panas ini. daun-daun berjatuhan, dan bunga-bunga bergoyang mengikuti arah angin. di tambah dengan suara siulan burung yang membuat suasana semakin adem dan tenang.


" sel sebentar lagi libur semester akan di mulai. lo benaran kan akan bawa kami?," celetuk fira yang membuat pandangan mereka menoleh padanya.


nancy tersenyum, kemudian mengambil pir dan menggigitnya." iya, selfie tidak akan melupakan janjinya "


" kenapa lo yakin? terkadang tidak semua janji bisa di tepati "


nancy mengangguk." iya, tapi gue udah kenal selfie lama banget, walau sempat berpisah selama sepuluh tahun "


"bagaimana kalau kalian berpisah lagi?" pertanyaan fira mampu membuat mereka terdiam.


sedangkan fira yang merasa salah dengan ucapannya tadi langsung tersenyum tipis." ehhh gak, maksud gue andai aja gitu hehe "


" gak papa, selfie gak baperan, ya kan?" ucap trysta tersenyum pada selfie .


selfie membalas senyumannya." iya gak papa, santuy aja kali "


sesaat mereka semua diam dan hanya menikmati suara angin yang berhembusan. diam dalam keheningan sambil memandang taman yang indah.


" oh iya," ucap violet, lalu menaruh minumannya dan menatap mereka bergilir." apa kalian pernah mendengar orang baik yang mengerikan? "


mendengar perkataan violet spontan mereka semua tertawa kecuali selfie. bahkan trysta hampir saja tersedak minumannya.


" mana ada orang baik yang mengerikan," jawab nancy masih tertawa.


" ada kok," kata selfie


" hahah iyakah? coba katakan "


selfie mengangguk, kemudian kepalanya terangkat ke atas menatap langit yang indah.


" gue punya teman yang sejak kecil emang selalu mau jadi pahlawan. dia selalu prioritasin orang lain di atas kepentingan dia sendiri, nolongin siapapun itu tanpa perlu balasan. dia adalah perwujudan orang baik yang mengerikan."


" yang saking baiknya sampe kita jadi bertanya-tanya ' apasih yang nih orang mau dari gue? ' tapi gue kenal dia udah lama banget, dan selama ini terbukti kalau baiknya dia ya emang baik aja. "


selfie menjeda ucapannya sesaat dan menarik nafasnya dalam-dalam, setelah itu ia tersenyum hambar.


" meskipun hari ini gue sadar bahwa gue benar-benar gak mau dia jadi pahlawan. gue cuman mau dia hidup."


****


new hair


carrot 🥕 and cucumber 🥒


__ADS_1



__ADS_2