Selfie

Selfie
11. asal usul kebencian violet


__ADS_3

" orang jahat akan berpikir dunia tidak adil


Jika mereka berada di posisi orang yang


Yang mereka sakiti ".



~ Nancy-~ 🍂


" seperti biasa gue menang " .


" gue ngalah aja lo kan jarang menang dari gue " . Sahut selfie lalu menuju ke tepi lapangan untuk duduk dan meminum airnya.wajahnya penuh dengan keringat karna Mereka baru saja bermain badminton hampir sejam.


" bagaimana dengan kaki lo? Ini udah seminggu loh ". Tanya nancy seraya duduk di samping selfie.


" udah sembuh kok ".


Saat asik memperhatikan selfie Nancy melihat sarah sedang berjalan. nancy menyenggol lengan selfie bermaksud memberitahu gadis itu.


" mama! ". mendengar suara yang di kenalinya membuat sarah menoleh ke sumber suara


" mama dari mana? ". Tanya selfie yang berlari mendekat pada sarah.


" dari minimarket di depan sayang ". Jawabnya terseyum lembut, dan kemudian pandanganya beralih pada nancy.


" Hi Nancy apa kabar ?" . tanya sarah basa basi sambil memegang pipi Nancy tetapi gadis itu malah menepis tangan sarah.


" good ". Ketusnya


Sarah menghela nafas, nancy selalu tidak ramah padanya. Karna merasa di abaikan sarah memutuskan untuk segera pulang.


" mama pulang dulu ya sayang ". pamitnya memeluk dan mencium pipi selfie .


" dadah " . selfie tersenyum bahagia karna ibunya baru saja menciumnya .


Selfie menoleh pada nancy, " jahat amat lo sama mama gue ". Gurau selfie karna ia memang tau kalau nancy tidak menyukai seluruh keluarganya.


" orang jahat adalah orang yang memberi kesulitan dan kesengsaraan ". Nancy mentap selfie dengan serius. " lo di buat sengsara jadi mereka lah penjahat di sini ".


selfie hanya diam tak menyahut


di sisi lain tepatnya sebuah restoran violet bersama kedua temanya sedang duduk sambil memakan eskrim. sejak tadi mereka bercengkrama dan terkadang tertawa bersama seperti teman sejati tapi violet tidak anggap begitu karena ia tau mereka hanya berteman dengannya karna violet kaya .


" kenapa lo bisa benci dengan selfie? ".


" karna dia merebut yang harusnya menjadi milik gue, ketenaran, populer, sahabat ". jawab violet seraya mengingat kejadian waktu selfie baru pindah .


Flashback on


" anak anak hari ini kita kedatangan murid baru! " . Ucap bu yani membuat kelas itu bersik dan bertanya siapakah murid baru ini.


Seorang gadis masuk dengan senyum yang mengembang. ia berjalan pelan dan berdiri tepat di samping bu yani.


" kenalkan diri kamu! " .


Selfie mengangguk dan menatap ke depan


" perkenalkan nama saya selfie nathalie saya baru pindah dari luar kota semoga kalian mau berteman dengan ku " .


Para cowok - cowok bersorak karna mengagumi selfie yang sangat cantik dan lembut.


" udah punya pacar belum cantik? " . tanya leo yang mendapat dukungan dari cowok yang lain.


Selfie tersenyum lucu mendengarnya,


" belum saya hanya punya satu teman di sini yaitu Nancy ". tunjuk nya kepada Nancy


" oh ya saya ingin memberitahu bahwa saya hmm bisa di bilang tunarungu " . ia menyibak rambutnya kebelakang dan terlihatlah alat pendengar. kelas yang awalnya bising sekarang hening.


" saya hanya bisa mendengar sedikit jika tidak memakai alat ini, tapi ketika mengenakanya saya bisa mendengar dengan normal."


" Saya waktu kecil seorang tunarungu total tidak bisa mendengar maupun berbicara tapi seiring berjalan waktu saya bisa mendengar secara perlahan walau saya harus mengenakan alat ini ". Lanjutnya


" saya hanya memakai satu alat bantu dengar karna telinga saya yang sebelah kanan sangat sulit mendengar , walau hanya satu alat tapi itu bisa membuat saya mendengar dengan jelas ". Jelasnya panjang lebar


" cih cacat ternyata " . Sewot violet yang langsung mendapat lirikan tidak suka dari yang lain.


" jangan khawatir kita semua menerima kamu di sini kok " . Sahut fira tersenyum dan itu sontak membuat selfie bernafas lega.


" baiklah selfie sekarang Kamu boleh duduk di depan violet ". ujar bu yani membuat selfie melangkah ke tempat yang di tuju . dan ketika melihat violet wajahnya tiba tiba agak sedikit kaget dan perlahan tersenyum pada violet.


" hii salam kenal " . Sapa selfie mengulurkan tanganya di depan violet tetapi gadis itu mengabaikannya. Selfie menarik uluran tanganya dan lekas duduk di bangkunya.


" btw tentang luar angkasa, gue pengen banget nemu meteor di sini ". Ujar riska teman sebangku violet.


" gue keknya pernah deh nemu meteor ukurannya cukup besar ". Sahut violet sambil memperagakan besarnya meteor dengan tanganya.


" hmm, maaf tapi meteor hanya di sebut meteor jika berada di luar angkasa, tapi jika memasuki bumi itu di sebut meteorit ". Jelas selfie lembut pada violet.

__ADS_1


Riska tersenyum senang sedangkan violet terlihat kesal dan marah, " gak ada yang bicara sama lo kok ".


Selfie hanya tersenyum lembut dan kembali mendengar penjelasan bu yani.


" jumlah bintang sangat banyak dan apakah kalian tau bintang paling terang? " . Tanya bu yani .


" sirius A " . Jawab selfie dengan cepat.


" duh dah cantik pintar lagi ". Puji leo yang terpesona dengan selfie .Di pelajaran fisika selfie menunjukkan kehebatanya membuat bu yani dan seisi kelas terkagum kecuali violet yang kesal karena perhatian semua orang tertuju pada selfie bukan denganya .


Flashback off


" berteman dengan selfie enak loh waktu itu gue dengan dia balap sepeda seru banget ".


Ujar lani dengan mimik senang.


" apa enaknya sih dengan dia, yang ada buat kesel mulu ". Sewot violet


" lo nya aja yang belum rasa, awas aja nanti lo termakan ucapan sendiri percaya deh ". Sahut rania.


" kalian kenapa sih ikut - ikutan bela selfie, kalau mau temanan sama dia kesana aja gak usah sama gue!" . Tegas violet marah dan pergi .


" kenapa sih dia ? ".


" gak tau deh ".


violet masih kesal bahkan ketika ia sudah keluar dari restoran . " gue jamin lo akan menunjukan sisi buruk mu besok selfie... Lo selalu tersenyum kan? Tunggu aja besok, gue jamin lo akan menunjukan sisi burukmu ". Gumam violet pelan seraya tersenyum licik.


" tunggu!! ". teriak seorang lelaki yang bernama fian. seorang lelaki culun dan bodoh dari kelas 11 ips


" haha benda menarik begini harus di tunjukan pada semua orang ". ujar raka yang membawa sepucuk surat


raka melihat selfie yang berjalan ke arahnya langsung menghampiri selfie.


" selfie coba lihat ini ". raka memberikan surat itu pada selfie


" apa ini? ". tanya selfie


" sudah baca aja ". balas raka


" jangan di baca ". rengek fian namun selfie telah membacanya.


selfie melebarkan matanya ketika membaca surat itu


" surat cinta..! ". ucapnya tidak percaya


raka terseyum miring " menarik kan ". sementara fian sudah sangat ketakutan


" ehh raka lo yang buat ini? ".


" bukan tapi fian ".


" fian lo hebat lah gue gak pernah membaca surat yang menyentuh hati ". puji selfie pada fian


" benarkah? ". tanya fian tidak percaya


melihat reaksi selfie yang biasa membuat raka merampas kembali surat itu. " salah orang gue tunjukin surat ini ".


" woi kalian pada ngapain? ". tanya leo yang kebetulan lewat


raka terseyum senang. " coba deh lo baca surat cinta fian ini ".


leo mulai membaca surat itu dan kemudian ia tertawa terbahak. " hahaha lo pandai buat surat cinta ya fian ".


" itu hanya ungkapan balikkn lah ". fian hendak mengambilnya tetapi raka menahan tubuhnya


" apaan sih kalian, dia itu hanya menulis apa yang tertanam di hatinya ". timpal selfie dengan wajah marah


leo mendengus, " ck! mari kita tunjukkan pada nancy kita lihat nancy Terima apa tolak ". ya surat cinta fian di tujukan untuk nancy.


" jangan!! ". ucap fian yang mau menangis


" oii nancy gak ada di rumah ". teriak selfie sebelum dua orang itu pergi


" lah terus di mana? ". tanya raka


" tadi katanya dia mau ke minimarket ".


" ohh kalau gitu kita kesana aja ". mereka berlari menuju tempat yang di katakan selfie.


" apa benar nancy tidak ada di rumah? ". tanya fian


" hehe gue tipu aja ".


" gimana nih gue takut nancy akan membacanya ". selfie merasa iba melihatnya.


" lo tenang aja gue akan buat tu orang tidak akan pernah sampai ke nancy ".


" caranya? ".

__ADS_1


selfie tidak menjawab namun hanya menampilkan wajah terseyum licik.


🌿


Selfie mendekat pada ibunya yang sedang duduk nonton TV sambil memakan cemilan, ia berdiri tepat di samping ibunya .


" ma bisa bantu aku buat pr " ? . Pinta selfie pada sarah walaupun sebenarnya ia tidak membutuhkan bantuan sarah tapi ia sangat ingin membuat pr di bantu ibunya seperti anak - anak yang lain.


" mama sibuk selfie habis ini mama akan menemani karina membaca " . Jawab sarah tanpa mengalihkan pandangnya dari tv. selfie menghela napas berat, jujur ia kecewa sekali tapi hanya senyuman yang ia bisa lakukan saat ini.


" gak papa kalau gitu aku ke belakang dulu ".


" hmm " .


Di halaman belakang selfie duduk di tepian kolam renang dengan kaki yang sibuk memainkan air . pandangannya menatap langit yang mendung dengan tatapannya yang teduh.


Saat sedang sibuk dengan pikiranya seseorang menendang punggungnya dengan kuat membuatnya terjatuh ke kolam renang.


" hahaha mampus lo udah gue bilang jangan terlalu dekat dengan mama, lo gak dengar ya?... Oh iya gue lupa lo kan tuli ups". Ledek karina seraya tertawa keras.


" aww... Shhh....sa - kit " . tendangan karina tadi sangat kuat alhasil membuatnya kesulitan berenang karna punggung yang sangat sakit.


" ada apa ini ? " . Tanya josh yang datang bersama sarah .


" owh ayah aku hanya menendang nya saja , tidak papa kan? " . jawab karina manja


" tidak papa sayang ia pantas mendapatkan nya mungkin saja dengan begitu kecacatannya akan sembuh " . Sahut josh tertawa bersama karina sedangkan sarah hanya diam melihat selfie.


" tolong aku ma! ". ia merentangkan tangan memohon sarah membantunya keluar dari air.


" bertahanlah selfie mama tau kau anak yang nakal jadi terima saja semua ini ". Balas sarah cuek.


" mari ku tolong ". ucap karina membuat selfie terseyum senang dan berhasil keluar dari air.


" makasih ".


" tunggu apa itu ". karina mengarahkan tangan ke telinga selfie dan mengambil alat pendengarnya. tanpa rasa kasihan sedikit pun karina membuang alat itu ke tengah kolam.


Selfie reflek kaget dan pandangan gadis itu mengikuti arah jatuh abdnya.


" hei hallo.... Haha ayah dia tidak mendengar ku dia jadi budek. " ledek karina seraya melambaikan tangan di depan wajah selfie dan tertawa .


" ayo sayang kita pergi dari sini sebentar lagi akan malam biarkan dia berusaha sendiri ".


" ayo yah... Selamat berjuang kakakku " . Ujarnya seraya terseyum licik dan pergi bersama josh dan sarah.


Selfie menatap kolam di depanya ,hari mulai gelap dan lampu belakang pun belum menyala .


" apa yang harus ku lakukan jika gue nekat mengambil nya itu bisa berbahaya karna punggung ku masih sakit dan gue juga lelah karna lapar ". Lirihnya


Setelah berpikir cukup lama selfie memutuskan meloncat dan berenang ke tengah kolam tempat alat pendengarnya di jatuhkan . ia sedikit kesulitan karna kurangnya cahaya dan sakit yang masih menjalar.


Terkadang ia hampir tenggelam jika tidak cepat-cepat kembali ke permukaan . Hampir 30 menit tapi selfie belum juga menemukannya. Selfie naik ke permukaan dan duduk di kursi pinggir kolam untuk berehat sejenak .


Rintik gerimis menyentuh tanganya dan ketika mendongak menatap langit hujan deras jatuh membasahi wajahnya.


" aku suka hujan dia lah yang menemaniku di saat sedihku.... Tapi bisakah aku meminta untuk tidak turun saat ini? " . lirihnya menikmati basahnya hujan.


Ia kembali melihat kolam yang berjatuhan dengan air hujan. tubuhnya menggigil tapi bagaimana dengan abdnya? ia harus mengambilnya jika tidak ia akan kesulitan mendengar . selfie sejenak menutup matanya kemudian berdiri dan menarik nafas dalam.


" harus ku dapat kan ". Ucapnya menyemangati diri.


" tunjukkan skill berenang mu sel ". Selfie kembali meloncat dan menyelam ke dasar. Walaupun sangat sulit karna situasi yang tidak mendukung.


Setelah cukup lama selfie berhasil mendapatkan alat itu. tapi ia menemukannya di pinggir kolam mungkin alat itu terbawa arus saat dirinya berenang .


" hahhhh!! " . selfie naik ke atas dengan nafas terengah-engah. ia berjalan dengan pelan dengan tubuh yang amat lelah.


" selfie ambil makanan mu ". ucap sarah ketika selfie masuk lewat pintu belakang. Ia bisa melihat selfie basah kuyup dengan tubuh yang lelah .


Selfie melirik sekilas namun sedetik kemudian ia berjalan melewati meja makan itu membuat sarah mengkerut alis.


" dia gak pakai alatnya ma makanya sekarang dia budek " . Imbuh karina sambil memakan makananya. Sedangkan sarah hanya memperhatikan selfie yang berjalan sempoyongan semakin menjauh dari pandangannya.


Setelah sampai di kamar ,selfie berdiri mematung sambil melihat alat pendengarnya. untungnya dulu ia meminta di buatkan khusus untuknya yang anti air.


" akkhhh!!" . Rintihannya sambil memukul kepala.


" dasar gak berguna bego.... Benci gue sama lo sel " .


Ia menatap langit - langit kamar dengan wajah sendunya. " dasar cacat !! Betul kata orang lo memang cacat!! ".


" terimalah kenyataannya!! ".


" jangan buat gue benci kalian plis " . ia terduduk di lantai dengan mata yang berkaca. selfie sebisa mungkin menahan air matanya agar tidak tumpah.


" terimalah kenyataan selfie bahwa kau memang menyedihkan ".


" udah tau cacat malah datang ke sini... Tolol emang". ucapnya sambil tersenyum hambar. Selfie berdiri dan berjalan mendekati jendelanya melihat derasnya hujan.

__ADS_1


" maafkan jika aku tidak menepati janji suatu hari nanti ". gumamnya dengan suara bergetar.


Perlahan gadis itu tersenyum menatap hujan, " tidak semua janji di tepati ".


__ADS_2