Senja Pengganti

Senja Pengganti
Rindu tengah malam


__ADS_3

Malam semakin larut, waktu makan malam sudah lewat beberapa jam yang lalu. Namun tak sekalipun terlihat bayangan Radit kembali dari kantor. Tak seperti biasanya, hari ini Radit pulang terlambat tanpa memberi kabar. Biasanya Radit pulang sebelum makan malam. Jika memang harus pulang terlambat, Radit akan menghubungi Nissa. Sekadar mengabari tentang alasan keterlambatannya. Namun hari ini tidak ada satupun kabar. Radit bekerja tanpa mengenal waktu, sampai dia lupa mengabari Nissa.


Sama halnya Nissa yang sudah terbiasa percaya pada Radit. Dia memilih diam, tak mencari tahu keberadaan Radit. Nissa membiarkan atau bahkan terkesan mengacuhkan keterlambatan Radit. Nissa merasa Radit sedang sibuk dan tak pantas. Seandainya Nissa mengganggu Radit, sekadar menenangkan hatinya yang gelisah. Entah ini egois atau memang rasa percaya? Nyatanya Nissa mampu menahan dirinya untuk tidak menghubungi Radit. Meski sejujurnya, hatinya resah memikirkan Radit yang tak kunjung pulang.


Jam terus berdetak, penantian Nissa tak lagi beberapa detik atau beberapa menit. Penantian Nissa telah berganti menjadi beberapa jam. Keresahan Nissa kini tak lagi menenangkan jiwanya. Nyata Nissa sangat mengkhawatirkan Radit. Lebih tepatnya merindukan sosok bernama Radit. Sungguh sebuah cinta yang aneh, saat bersama mengacuhkan. Namun sekalinya jauh, merindukan sampai kehilangan akal. Semua itu yang kini terjadi pada Nissa. Bahkan Nissa memilih lapar, demi menunggu Radit yang tak kunjung pulang. Kegelisahan yang bercampur kerinduan yang mampu membunuh Nissa dalam sekejap.


Tik Tok Tik Tok Tik Tok


Suara detak jam terdengar semakin keras. Menandakan malam semakin sunyi dan semua makhluk telah lelap dalam tidurnya. Namun berbeda dengan Nissa, kedua matanya tetap terjaga. Detak jam terdengar begitu keras, sekeras detak jantungnya yang merindukan Radit. Entah kemana Radit pergi? Hanya itu pertanyaan yang ada dihati dan benak Nissa. Satu pertanyaan yang berputar, tapi tak pernah menemukan jawabannya.


"Kemana dia pergi? Mungkinkah?" batin Nissa risau, sembari mengakhiri sujudnya. Nissa mulai lelah menanti Radit dalam sujudnya.


Nissa berdiri mengambil ponselnya, mulai menyadari arti sebuah ponsel pintar. Nissa menscoroll layar ponsel, mencari nama Radit di dalamnya. Nissa menekan tandal telpon dan berharap Radit menerima panggilannya. Namun harapannya sia-sia. Tatkala operator yang menerima panggilannya. Isyarat ponsel Radit tidak aktif. Nissa semakin risau, tak lagi ada rasa tenang. Nissa menoleh ke arah jam dinding, tepat pukul 23.00 WIB. Namun tak terlihat tanda Radit pulang dari kantor. Nissa menghela napas, lalu membanting tubuhnya di atas tempat tidur. Nissa kalut mencari keberadaan Radit. Entah kemana dia harus mencari? Nissa tak pernah mengetahui tempat favorit atau tempat kerja Radit. Bahkan nomer ponsel Rayhan, Nissa tidak menyimpannya.

__ADS_1


"Aku harus mencarinya!" batin Nissa, sembari mengambil kunci mobil di laci meja nakas.


Nissa langsung turun dari ke lantai satu, dia pergi menuju garasi. Nissa bertindak nekat, dia tak peduli lagi akan gelapnya malam. Jangankan gelap malam, Nissa tak mempertimbangkan kemana dia akan mencari Radit? Satu hal yang pasti, diam di dalam rumah. Tidak akan membawanya bertemu dengan Radit. Rasa lapar tak lagi terasa, hanya gelisah yang kini memenuhi benaknya. Nissa mengeluarkan mobil dari dalam garasi. Sang penjaga merasa heran, melihat Nissa mengeluarkan mobil. Namun mereka hanya penjaga, bukan tempatnya mereka bertanya. Nissa keluar dari rumah besar Radit.


Tiiiiiiinnnnnn


Suara klakson mobil yang terdengar nyaring, bersamaan dengan lampu mobil menyorot ke arahnya. Nissa menghentikan mobilnya tepat di depan pintu keluar kompleks perumahan. Nissa merasa heran, kenapa mobil di depannya menghentikan laju mobilnya. Padahal, Nissa tidak melanggar atau menabrak mobil di depannya. Lampu depan mobil yang mengarah langsung ke arahnya. Membuat kedua mata Nissa silau, sontak Nissa kesal dan geram. Di saat hatinya bingung mencari keberadaan Radit. Dia malah bertemu dengan orang yang usil.


Braaakkkkk


Nissa terus berteriak, tapi sang pemilik mobil tak segera turun. Nissa semakin kesal, merasa dirinya sedang dipermainkan. Nissa mulai malas menghadapi orang usil. Dia memilih melanjutkan perjalanan dengan masuk ke dalam mobil. Nissa tak lagi peduli dengan mobil di depannya. Namun laju mobilnya terhenti, ketika ada seseorang turun dari mobil di depannya. Berdiri tepat di depan mobilnya, sembari merentangkan tangan. Sinar lampu mobil yang terang, menyilaukan pandangan Nissa. Sampai dia tidak bisa mengenali orang yang tengah berdiri di depannya.


Braaakkkkkk

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan?" teriak Nissa penuh kekesalan, sembari membanting kasar pintu mobilnya.


"Aku ingin menemuimu!"


"Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu!" sahut Nissa, seraya berjalan ke arah sang penguntit. Nissa berdiri tepat di depannya.


Dua bola mata Nissa terbelalak, kekesalan Nissa memuncak. Tatkala dua matanya bisa melihat jelas, sosok yang ada di balik silau cahaya lampu. Nissa langsung memutar tubuhnya, Nissa marah melihat sikap bodoh sang penguntit. Nissa memilih pergi, ketika menyadari dirinya telah dibodohi.


"Sayang!"


"Lepaskan!" ujar Nissa, sembari menepis kasar tangan Radit. Sosok yang sengaja menunggu Nissa keluar dari rumah. Radit menahan tangan Nissa.


"Sayang, maaf!" bisik Radit mesra, seraya memeluk Nissa dari belakang. Radit menarik Nissa dalam pelukannya.

__ADS_1


"Terima kasih, telah merindukanku!" bisik Radit mesra.


__ADS_2