Si Berondong Posesif

Si Berondong Posesif
eps 11


__ADS_3

"Aku tetap memanggilmu Via saja."


"Baiklah, adik angkat!" ucapnya sambil membelai lembut kepalaku.


🌺Author Pov🌺


"Ada apa ini?" tanya Ferdy yang tiba-tiba datang menghampiri Darren dan Via. "Kok udah main usap-usap rambut segala?" tanyanya yang makin penasaran.


"Gini... Tadi dia cerita kalau dia gak ada kakak, makanya dia ingin menganggap aku sebagai kakak angkatnya."


"Ya. Maaf, kalau aku menganggap Via sebagai kakakku juga," ucap Darren canggung.


"Tentu saja, bro!" seru Ferdy menyetujui sambil menepuk pelan pundak Darren sambil tersenyum.


"Bagaimana kalau kamu ikutan makan malam di sini? Aku akan belanja ke supermarket sebentar membeli bahan makanan yang kurang," kata Via pada Darren.


"Oke. Aku tidak menolak."


"Kalian ngobrol dulu. Aku mau keluar sebentar," kata Via sambil berpamitan.


"Bro, ada yang gue ingin tanya tentang sparepart motor yang ingin gue beli. Sini, gue kasih liat harganya dulu apakah sesuai dengan barangnya, karena mereka pasang harga yang berbeda-beda. Gue sampe pusing liatnya," kata Ferdy yang sudah mengutak-atik ponselnya untuk menunjukkan foto beberapa barang otomotif yang ingin dibelinya.


Sementara itu, Via pergi ke supermarket terdekat dengan mobilnya. Baru saja melajukan mobilnya, tiba-tiba dia mendapatkan telepon dari ponselnya. Dia menjawab telepon tersebut dengan earphone bluetooth yang sudah dikenakannya di telinga.


πŸ“ž"Via, ini mami sayang. Apa kabarmu, nak?"


πŸ“ž" Mami! Kabar Via baik. Mami ama papi baik-baik juga kan?"


πŸ“ž"Kami baik-baik juga di sini. Kamu sedang sibuk? Bagaimana kabar Ferdy? Apa dia tambah nakal?"


πŸ“ž"Ferdy tidak seperti itu, mi. Dia sudah menjadi pria yang tangguh. Dia sedang sibuk dengan persiapan skripsinya. Oh ya mi, aku lagi mau ke supermarket membeli makanan buat masak. Aku kangen ama mami dan papi."


πŸ“ž"Kami juga kangen dengan kalian. Hanya saja mami ada pameran busana pekan depan. Tunggu kerjaan mami selesai, mami akan mengunjungi kalian. Ada hal yang ingin mami bicarakan, Via. Mami harap, kamu dapat mencobanya dulu."


πŸ“ž"Ya! Apa, mi?"


πŸ“ž"Kemaren mami ketemu dengan teman lama mami. Dia punya seorang putra yang usianya hanya setahun lebih tua darimu. Dia juga belum menikah. Dia seorang pekerja keras dan sukses. Kami berniat ingin memperkenalkan kalian. Apakah bisa kalian mencoba saling kenal dulu? Kami sudah mengatur jadwal kalian untuk saling bertemu."


Via menjadi diam sejenak dan berpikir. Apakah sekarang maminya sudah ingin cepat-cepat menyuruhnya untuk menikah?

__ADS_1


πŸ“ž"Halo! Halo, Via!"


πŸ“ž"Ya, mi."


πŸ“ž"Boleh ya kasih muka sama mami untuk setuju mempertemukan kalian? Mami sangat berharap kalau kalian bisa dekat."


πŸ“ž"Ya udah de, mi. Mami atur aja. Nanti Via coba ketemu dengannya."


πŸ“ž"Weekend berikutnya adalah jadwal kalian bertemu. Nanti mami kasih nomor ponselmu ke dia ya. Gakpapa kan, nak?"


πŸ“ž"Ya, mi. Papi mana, mi?"


πŸ“ž"Dia masih sibuk di ruang kerjanya. Kamu sudah sampai, nak?"


πŸ“ž"Sudah, mi. Nih Via abis parkirin mobil dan mau masuk ke supermarketnya."


πŸ“ž"Mami udahin dulu ya percakapan kita. Mami mau siap-siapin desain mami buat nyari bahan. Kalian selalu jaga diri kalian baik-baik ya. Kami di sini sangat merindukan kalian."


πŸ“ž"Oke, mi. Kami akan jaga diri kami dengan baik. Sehat-sehat terus ya buat mami dan papi. Semoga kita cepat berkumpul kembali."


πŸ“ž"Bye, Via."


Sekian percakapan mereka. Ternyata acara awal babak perjodohan antara Via dengan anak temen maminya sudah di atur. Sebenernya Via memang masih ingin sendiri, tapi karena maminya sudah bicara seperti itu, ia pun tidak berani menolaknya. Walaupun sesungguhnya ini sangat memalukan bagi Via, tapi apalah daya. Demi agar maminya tidak terlalu khawatir dengan masa depan anak-anaknya.


*****


"Aku pulang," ucap Via saat melangkahkan kakinya ke dalam apartemennya sambil membawa bahan makanan yang sudah di belinya dari supermarket.



*Via


"Kita makan apa malam ini?" tanya Ferdy penasaran.


"Makan apa ya?" Via pun sedang berpikir. "Makan masakkan apa yang bisa di jadikan makanan saja," jawab Via sambil mempersiapkan diri.


"Perlu bantuan?" tawar Darren.


"Kalian urus saja urusan kalian. Aku bisa menanganinya."

__ADS_1


Ferdy dan Darren melanjutkan keasyikan mereka seputaran otomotif. Sedangkan Via berkutat di sekitaran dapur sambil menyiapkan beberapa menu untuk makan malam mereka.


*****


Beberapa waktu telah terlewati. Semenjak Darren di angkat menjadi adik oleh Via, dia suka menyempatkan diri untuk mampir ke apartemen Via dan Ferdy. Disamping itu, Ferdy juga sangat senang karena Darren selalu menyogokkannya dengan beberapa sparepart otomotif untuk motornya.


"Bro, jangan sering-sering beliin gue barang mahal gini. Gue gak enak nerimanya," ucap Ferdy sungkan.


"Itu gak ada di Indo, Fer. Kebetulan gue emang udah lama pesennya, tapi baru dapet kemaren. Cuma udah terlanjur gue pake yang merk lain, karena gue gak sabar nunggu nih barang waktu itu. Jadi, gue pikir daripada gak kepake, mending gue kasih ke elu kan?" jelas Darren sambil merangkul pundak Ferdy yang sudah sangat akrab.


"Beneran nih? Lu gak sengaja beli buat gue kan?" tanya Ferdy yang masih kurang yakin.


"Beneran! Yuk, kita pasang ke motor lu sekarang. Gue penasaran pengen nyobain pas naik motor lu nanti."


Akhirnya mereka berdua berkutat di sekitaran basement VIP khusus parkirin motor kesayangan Ferdy. Bukan layaknya basement parkiran mobil umum, tapi hanya di bikin seperti satu bagasi kecil saja untuk parkirin motor kesayangan Ferdy tersebut. Jadi boleh dibilang bengkel motor kecil Ferdy lah, karena di sana banyak alat perkakas motor yang terpampang rapi.


Setengah jam berlalu Ferdy dan Darren memasang sparepart barunya ke motor Ferdy yang akhirnya cocok, membuat Ferdy penasaran ingin segera membawa motor kesayangannya keluar sebentar mencari angin segar.


"Gue mau keluar bentar buat ngetes. Lu mau ikut gak?" tanya Ferdy pada Darren yang masih sibuk membantu Ferdy menyusun kembali perkakas yang habis di gunakan tadi.


"Gue gak ikut, Fer. Gue tunggu lu di dalam aja (maksudnya di kediaman Ferdy dan Via)."


"Kalo gitu, gue cabut ya. Tar titip kasih tau Via kalo gue keluar bentar," kata Ferdy sambil mengambil helmnya dan langsung melajukan motornya.


"Ati-ati, Fer!" pesan Darren yang hanya di balas oleh Ferdy dengan mengangkat tangan kirinya ke atas seolah-olah ia menjawab pesan Darren tersebut.


Darren langsung menutup pintu bagasi Ferdy dan mencari keberadaan Via yang belum disapanya dari semenjak awal kedatangannya. Dia pun menemukan Via yang tengah sibuk mengutak-atik ponselnya di ruang tamu.


"Via, Ferdy tadi sedang keluar sebentar dengan motornya," kata Darren yang menyampaikan pesan Ferdy pada Via, namun Via hanya serius dengan ponselnya tanpa menjawab sepatah katapun seolah-olah tidak menyadari kehadiran Darren di sekitarnya.


Darren sesekali mencuri pandang tentang isi ponsel Via yang sedari tadi yang membuatnya galau karena di acuhkan oleh Via. Karena tidak begitu kelihatan, Darren menghentikan aksinya.


"Halooooo!!!" sapa Darren dengan suara lantang yang sudah berada di depan Via sambil membungkukkan badannya agar terlihat jelas.



*Darren


"Aaaaa...." teriak Via karena kaget dengan keberadaan Darren yang tiba-tiba nongol di depannya.

__ADS_1


__ADS_2