Si Berondong Posesif

Si Berondong Posesif
eps 57


__ADS_3

"Oke! Oke! Tapi jangan marah lagi ya!" pinta Darren juga yang mencoba menenangkan Via sambil mengusap-usap lengan tangan Via. "Vi, ayolah! Aku minta maaf ya. Dimaafin, gak?"


Via hanya mengangguk saja tanpa memberikan jawaban apapun. Ia hanya menatap jalan dari dalam jendela kacanya. Mungkin niatnya ingin pergi dalam keadaan tenang, tapi tidak disangka olehnya malah terjadi ribut kecil dengan Darren.


Sesampainya di bandara, Darren membantu Via menarik koper bawaan Via. Tapi hanya di sebatas didekat pintu masuk saja, karena Darren tidak boleh menemaninya hingga ke dalam.


"Bye, Via!" salam perpisahan dari Darren hanya dengan melambai pelan.


"Aku berangkat dulu!" kata Via sambil menarik kopernya dan mau menuju ke pintu masuk yang sudah dijaga para petugas keamanan.


"Kalo udah sampe sana, tolong kabarin aku ya!" pesan Darren yang agak berteriak dikit sambil melihat kepergian punggung Via.


Via berbalik arah ke Darren dan menghampirinya. Ia memeluk Darren dan menyenderkan kepalanya dibidang datar dadanya. "Maafin aku!" ucap Via dengan nada menyesal.


Darren memeluknya dan tangan yang satunya membelai kepala Via. "Ya. Ati-ati ya! Jangan lupa jaga dirimu dengan baik disana. Sering-sering teleponan agar rindu gak berat," bisik Darren yang membuat pipi Via merona.


Via menatap Darren, kemudian mengangguk mengiyakan Darren. "Kamu pulangnya ati-ati juga!" pesannya.


Darren mencium kening Via dan Via merasakan kehangatan dari kasih sayang yang Darren berikan sambil menutup kedua matanya. Lalu Via membalas memberinya kecupan di pipi kanan Darren hingga menimbulkan bekas cap bibir Via disana.


"Udah, masuk sana! Nanti malah telat," kata Darren yang menjauhkan sedikit dirinya dari Via.


"Bye!" pamit Via sambil memberikan senyum perpisahan.


Darren hanya melambaikan tangannya saja dan melihat kepergian punggung Via yang semakin jauh. Tapi ia masih mengawasi Via dari luar. Melihatnya ngantri saat check in hingga akhirnya pergi menuju ke ruang tunggu pesawat. Via yang masih menyadari kalau Darren masih mengawasinya, ia hanya tersenyum senang sambil melambaikan kedua tangannya pada Darren.


Darren memutuskan untuk menemui Bobby, karena sebelumnya mereka sudah sempat janjian untuk saling ketemu di stadium bola. Darren juga sudah membawa persiapan baju basketnya untuk bermain disana nantinya.


🎶📲Nada dering panggilan ponsel Darren berbunyi


Darren menerima panggilannya lewat earphone bluetooth yang sudah tercantol dilubang telinganya.


📞"Ya, Bob. Gue lagi otw (on the way)."


Tidak lama kemudian, Darren mengakhiri percakapan ponselnya.

__ADS_1


Stadium bola


Darren mencari keberadaan Bobby yang sudah menunggunya sejak dari tadi sambil bermain bola kaki bersama teman-temannya. Dia masuk lewat pintu masuk stadium dan sudah menemukan Bobby dan yang lainnya di sana.


Beberapa teman Bobby juga membawa pasangan mereka sebagai supporter. Darren yang baru saja tiba disambut hangat oleh Bobby dan temannya juga. Tapi Darren tidak berkenalan sama sekali dengan para cewek disana, ya walaupun mereka sibuk berbisik mengagumi Darren karena penampilan coolnya. Selain para cewek yang berbisik, para cowoknya juga ikutan senyam-senyum melihat Darren.


"Datang juga lu akhirnya," sambut Bobby. "Wait! Itu di pipi lu kok ada cap bibir?" tanya Bobby yang memperhatikannya.


"Cap bibir?" tanya Darren memastikan dan Bobby hanya mengangguk mengiyakan.


Darren langsung mengambil ponsel dari tasnya dan membuka kamera ponselnya untuk melihat cap bibir yang di maksud oleh Bobby. Ternyata memang ada cap bibir bekas Via tadi yang tanpa sadar menemaninya hingga ke stadium. Darren menghapusnya dengan telapak tangannya hingga bersih. Pantas saja sedari tadi Darren jadi pusat perhatian karena cap bibir Via.


"Jadi lu ikut main?" tanya Bobby memastikan apakah Darren bisa join bersama mereka apa tidak dalam bermain bola kaki.


"Gue gak bisa main bola kaki," jawab Darren sambil melambai-lambai menolak.


"Kalo gitu, lu mau main basket aja? Anak-anak bisa kok main basket. Kita buat dua tim dan gue setim ama lu," usul Bobby.


Darren hanya mengangguk menyetujui. Bobby memberitahukan kepada teman-temannya agar mengganti permainan saja, lagian mereka sudah puas bermain bola kaki sebelum Darren tiba. Sebelumnya Bobby mengenalkan Darren kepada teman-temannya dan mereka menyambut baik kedatangan Darren yang akan bermain bersama dengan mereka.


'Drrrttt...' notifikasi chat yang masuk ke ponsel Darren.


Setelah dilihat nama pengirimnya, ternyata dari Via. Ia mengirimkan sebuah foto saat sebelum keberangkatannya yang alhasil membuat Darren tersenyum.



*Via & Darren


Bobby yang penasaran dengan apa yang dilihat Darren hingga bisa membuatnya tersenyum seperti itu, ia pun mencuri-curi lihat dari belakang tanpa sepengetahuan Darren.


"Ciyeeee.... Yang baru dapat foto dari ceweknya," ledek Bobby.


"Iya dong," jawab Darren sambil tersenyum puas.


"Pantes aja tuh pipi dapat cap bibir, ternyata cewek lu pergi ya?"

__ADS_1


"Iya! Dia ada kerjaan di luar negri."


"LDRan (sebutan untuk pacaran jarak jauh) dong," ledek Bobby lagi.


"Mau gak mau ya gitu deh untuk sementara," jawab Darren tampak pasrah.


"Mending ngeclubbing ama gue buat ilangin jenuh," ajaknya.


"Ngeclubbing?"


"Kita clubbing bareng sesekali lah! Toh kita ngeclubbing yang kelas atasan, bukan yang embel-embel punya."


"Gak ngobat, kan?"


"Gak lah. Gila! Tar gue dibacok ama bokap gue. Hahaha.... Tenang aja! Pas kita masuk tar ada lewat metal detektor (pintu pemeriksaan) kok. Jadi gak sembarang orang yang masuk," jawab Bobby yang berhasil meyakinkan Darren.


"Boleh juga. Kapan?"


"Malam ini, gimana? Bukannya pas lu juga lagi bete, kan?"


"Kok tau gue lagi bete?"


"Lu kan bucin sekarang," terka Bobby to the point.


"Resek lu!" maki Darren.


"Emang lu bucinan kok. Gue mau kenalan ama cewek lu aja gak boleh," sewot Bobby yang tidak kesampaian kenalan dengan Via waktu di pesta.


"Ya iyalah! Apa yang udah jadi milik gue, ya harus gue pertahankan," jawab Darren.


"Ya deh, gue tau yang lagi bucin," ledeknya lagi. "Gue tunggu di sana ya! Buruan ganti baju!"


Darren masih sibuk kutak-katik dengan ponselnya membalas chat dari Via dan Bobby sudah menunggunya di lapangan basket. Darren yang sudah membawa baju ganti, ia langsung menggantinya di kamar ganti bersama dengan beberapa teman Bobby.


Seperti yang sudah disepakati sebelumnya, mereka dibagi menjadi dua tim. Sebut saja Bobby dan Darren di tim A. Tim A mempunyai saingan yang lumayan dari lawannya tim B. Tapi itu tidak membuat Darren menyerah. Ia tetap mengejar poin agar bisa menang.

__ADS_1


__ADS_2